Fake Face

Fake Face
Kunjungan ke rumah sakit


__ADS_3

Aile dengan wajah datarnya melihat Artha yang tengah sibuk mengeluarkan motor nya dari parkiran yang lumayan padat. Aile melihat jam di hp nya, ia akan terlambat kalau Artha tidak segera keluar dari area parkir. Besok-besok ia akan minta papanya agar area parkiran ini di luaskan lagi.


"Lama banget sih?" Aile sudah berdiri di samping Artha karna tidak sabaran melihat Artha.


"Iya ini udah keluar kok, ayok pulang!" Ujar Artha yang sudah duduk di motor nya. Kemudian memberikan helm kepada Aile.


"Emmmm" Setelah memakai helm yang di kasih Artha, Aile duduk manis di belakang Artha.


Yah tanpa mereka sadari dari tadi sudah ada sepasang mata yang menatap tajam ke arah mereka, apalagi pada Aile yang tengah memegang pundak Artha.


"Mau langsung pulang?" Tanya Artha yang sudah menjalani motor nya.


"Mampir lihat Dira ya!" Jawab Aile sambil setengah berteriak.


"Siaaappp" Ujar Artha sambil menambah kecepatan motornya.


Tidak butuh waktu yang lama akhirnya mereka sampai di rumah sakit dimana Indira di rawat.


"Nah" Aile memberikan helmnya pada Artha.


"Ai" Panggil Aile saat mereka sudah masuk ke rumah sakit.


"Ya?" Jawab Aile tanpa melihat pada Artha.


"Kamu setiap hari dateng kemari?" Tanya Artha dengan suara lembutnya.

__ADS_1


"Iya, aku setiap malam juga nginap di sini" Jawab Aile, kini mereka sudah sampai ke ruangan di mana Indira di rawat.


Aile melihat sekeliling ruangan, tidak ada siapa-siapa selain Indira yang masih terbaring tak sadarkan diri. Loh? Dimana mamanya?. Aile lalu meletakkan tas yang ia bawa ke sebuah sofa yang berada di ujung ruangan.


Sesaat setelah mereka masuk, seorang perawat datang. "Oh iya dek tadi kata Nyonya Ana, nyonya keluar sebentar beli makanan" Perawat itu menyampaikan pesan mamanya Aile.


"Oh iya makasih ya mbak" Aile tersenyum tipis. Kemudian perawat itu pergi meninggalkan Aile dan Artha.


Aile berjalan mendekat ke arah tempat tidur Indira. Aile menarik kursi dan duduk di samping tempat tidur Indira.


"Ra" Aile menarik lembut tangan Indira dan mengelusnya pelan. Sambil terus memandangi Indira dengan wajah sendunya.


Artha hanya melihat Aile yang tengah berbicara pelan pada Indira yang masih lelap tak sadarkan diri. Rasanya hati Artha sakit karna tidak bisa menjaga Indira denga baik. Kalau saja ia tidak tiba-tiba menelpon Indira dan menyuruhnya turun dari bus, pasti ke celakaan ini tidak akan terjadi. Dan saat Indira berlari menghampirinya, seharusnya ia tau kalau ada mobil yang tengah melaju kencang di jalan. Tapi, ia malah sibuk melihat Indira yang tengah tertawa menghampirinya tanpa melihat ke adaan sekitar. Sungguh ia sangat menyesal akan kejadian itu. Walaupun ia telah minta maaf pada keluarga Indira, dan dengan lapang hati mereka memaafkannya. Tapi itu tidak bisa membuat hatinya tenang.


'Ya Tuhan , ku mohon sadarkan lah Dira, aku ingin melihatnya tersenyum lagi ! 'Batin Artha.


"Ah iya" Artha duduk di samping Aile.


Detik selanjutnya, suasana canggung pun datang menerpa. Aile diam dan Artha juga diam, ia tidak tau apa yang mau di bicarakan lagi. Sebenarnya Artha masih tidak berani memulai duluan percakapan antara dirinya dan Aile.


"Kamu bosen ya tha?" Tanya Aile saat melihat Artha yang sedari tadi hanya diam.


"Eh?" Artha sedikit terkejut. "Gak kok" Sambungnya lagi.


"Ooo, tapi dari tadi kamu diem aja" Ujar Aile sambil memainkan hp nya. Membuka akun sosial medianya, sudah lama sekali ia jarang update.

__ADS_1


"Hehehehehe"Artha hanya tertawa pelan menanggapi perkataan Aile.


'Ni orang malah ketawa-ketawa gak jelas' Ujar Aile dalam hati.


"Oh anak mama udah dateng?" Sebuah suara tiba-tiba mengejutkan Artha yang tengah termenung.


Aile berjalan pelan mendekati mamanya. "Kata perawat itu mama cuma keluar sebentar? Tapi ini udah lebih setengah jam lo ma" Aile menatap mama kesal.


"Maaf Ai, mama ada urusan sebentar tadi" Mama mengelus pelan rambut Aile. "Nih mama bawain buah ke sukaan kamu" Mama menunjukkan se kresek makanan yang ia beli di super market tadi.


"Mmmm maksih ma" Aile langsung mengambil makanan yang mamanya bawa tadi dan meletakkannya di meja dekat sofa.


"Oh Artha juga dateng lagi ya?" Mama baru menyadari keberadaan Artha.


Artha tersenyum simpul kalau menyalami tante Ana. "Iya tante"


"Kamu gak capek apa tiap hari kemari? kamu kan butuh istirahat juga tha" Mama mengisi lembut pundak Artha.


"Gak capek kok tante, ini kan salah Ar"


"Gak ini bukan salah kamu" Mama memotong ucapan Artha. "Ini sudah takdir Tha" Mama menatap sedih Indira yang belum sadarkan diri juga. Padahal ini sudah hampir tiga minggu.


"Maafin Artha ya tante" Ujar Artha lagi. Ia sangat menyesal.


"Sudah lah tha, mari kamu makan buah dulu sama Aile" Mama ikutan duduk di sebelah Aile.

__ADS_1


"Gak apa tha, ini udah takdir dari tuhan" Aile menepuk pelan pundak Artha sambil tersenyum menyemangati.


__ADS_2