
Aile menarik napasnya panjang, dan menghembuskannya secara perlahan. Lalu melangkah pelan masuk ke dalam kelas. "Selamat pagi" Sapa Aile ramah pada anak-anak yang ada di kelas.
Semua orang yang ada di kelas lalu memandang Aile sedikit heran, banyak yang mengabaikannya, ada beberapa yang kemudian tersenyum canggung pada Aile.
Aile tampak tersenyum getir.
"Gak apa ra ni masih permulaan" Artha menepuk pelan pundak Aile.
Aile kemudian berjalan ke arah tempat duduknya dan langsung di sambut heboh oleh Anyuta dan Fika.
"Wah kamu makin-makin aja ya Ra" Ujar Anyuta kagum sambil terus memperhatikan Aile.
"Maksudnya?" Tanya Aile basa-basi, sebenarnya ia tahu apa yang di maksud oleh Anyuta.
"Iya kamu hari ini jadi lebih berani dan terbuka" Fika menjelaskan dengan sangat antusias.
"Iya ra, kamu juga jadi lebih ramah" Tambah Anyuta lagi. Sepertinya pikiran Anyuta dan Fika itu sama ya, jadinya mudah banget nyambung masalah apa yang sedang mereka pikirkan.
"Hehehhe aku kan juga mau punya banyak temen" Aile tertawa pelan menanggapi teman barunya yang super heboh ini.
"Wah kamu makin cantik kalau ketawa gitu ra" Fika menatap Aile dengan mata berbinar-binar.
"Udah ah kalian ini" Aile kembali menunjukkan wajah datar nya.
"Hahahh" Anyuta menepuk pelan pundak Aile. "Pokok nya kamu yang sekarang lebih asyik ra" Anyuta tampak tersenyum sambil menampakkan gigi kelincinya.
"Yaudah nanti lagi cerita nya, udah bel ni" Aile tersenyum ramah pada Anyuta dan Fika.
Setelah Fika dan Anyuta kembali ke tempat duduk mereka. Aile menghembuskan napasnya pelan. Sebenarnya ia kurang suka terlalu banyak bicara dengan merka. Ya walaupun sudah bisa di bilang kalau mereka teman, tapi Aile masih merasa kurang nyaman kalau harus bicara seperti tadi dengan mereka.
__ADS_1
Aile berfikir sejenak, dulu ia bukannya seperti itu juga dengan Artha. Tapi lihat sekarang bahkan mereka terlihat sangat dekat, kemana-mana juga berdua.
'Ok lo pasti bisa Ai' Batin Aile menyemangati dirinya sendiri.
°~°
Dengan langkah tenang Aile mendatangi Artha yang sedang duduk rapi di tempat duduknya. Artha sontak melihat ke arah orang yang tiba-tiba mendatangi ya.
"Eh" Ujar Artha saat melihat Aile tengah tersenyum padanya. Lalu Arthamenarik Aile menuju keluar kelas.
"Kenapa Ai?" Tanya Artha lalu melepaskan tangan Aile.
"Hari ini aku mau ke perpus" Ujar Aile datar.
"Terus?" Taya Artha yang masih bingung, kalau mau ke perpus ya udah, kenapa harus bilang padanya. Sedetik kemudian Artha tampak cengengesan saat mengingat bahwa ia pernah berjanji akan menemani Aile kalau Aile ingin ke perpustakaan.
"Jadi?" Aile menaikkan alisnya, sambil tersenyum penuh kemenangan pada Artha.
Aile hanya tersenyum melihat Artha yang tingkahnya terkadang seperti anak-anak. Lalu Aile mengejar langkah Artha yang sudah jauh di depannya.
"Maaf ya jadi ngerepotin kamu, ya tapi mau gimana lagi kamu kan udah janji juga" Ujar Aile pelan di samping Artha.
"Gak apa Ai, aku justru merasa senang bisa berguna buat kamu" Artha tampak tersenyum manis pada Aile.
'Ganteng' Batin Aile. Tapi dengan segera ia hapus pikiran jelek itu yang tiba-tiba datang.
"Makasih ya tha"
"Ok"
__ADS_1
°~°
Kini Aile tengah sibuk memilih buku yang hendak ia baca, sekarang ia sedang sendirian. Mau tahu dimana Artha? Dia lagi di pojokan tuh, lagi tiduran deka paling ujung deket sudut perpus.
Rencananya sih Aile mau mengajak Artha membaca buku ke sukaannya, ya mana tau di juga bakalan suka. Gak taunya malah tiduran. Dasar.
Aile kembali fokus membaca buku Psycolog yang tengah ia pegang. Aile juga merasa aneh kenpa tiba-tiba ia mengambil buku itu.
"Ck" Decak Aile pelan saat tiba-tiba ada seseorang yang menutup matanya dari belakang.
"Apaan sih tha, ganggu orang aja" Aile menepis tangan yang menutup matanya lalu memutar tubuhnya kebelakang. "Kamu ya, katany mau tidur-" Ocehan Aile terhenti saat yang ia lihat sekarang bukanlah Artha, melainkan Andra.
"Gue, bukan Artha" Andra tersenyum sinis memandang wajah kesal Aile.
"Oh" Aile kembali membaca buku yang ia pegang. Menghiraukan Andra yang sedang menatap tajam ke arahnya.
"Gue rasa, semenjak lo sembuh dari sakit, lo banyak berubah" Ujar Andra sambil terus memperhatikan Aile.
Aile mendongak melihat Andra yang lebih tinggi darinya. "Oh ya? perhatian banget ya lo sama gue" Aile terkekeh pelan. "Berubah dimananya?" Tambah Aile lagi lalu mendekat ke arah Andra.
"Ya, bahkan lo lupa kan kenangan indah kita berdua" Andra mengelus pelan rambut Aile.
Aile menepis kasar tangan Andra. "Sekali lagi lo sentuh gue. Gue patahin tangan lo" Aile berusaha sekeras mungkin agar emosinya tidak meledak.
"Yang bener?" Andra mencengkram kuat kedua bahu Aile, mencoba mengingatkan kembali bahwa Andra juga sering melakukan ini padanya dulu. Dan sekarang Andra menantikan kembali air mata yang sudah lama ingin ia lihat itu.
Aile tampak diam, bahkan ekspresi wajahnya sangat susah di tebak. "Andra, gue udah berubah. Gak bakalan mempan dengan kelakuan lo yang seenaknya ini" Aile melepas paksa cengkraman Artha.
"Dan perlu lo inget!" Aile tampak membetulkan kerah baju Andra yang berantakan. "Gue yang sekarang gak bakalan tinggal diam, dan perlahan gue bakal balas perlakuan lo dulu" Aile tersenyum manis pada Andra yang wajahnya sudah memerah karena marah.
__ADS_1
"Inget ya!" Aile mengelus pelan pipi Andra lalu pergi meninggalkan Andra yang masih melongo karena mendapatkan perlakuan sepeti itu dari Aile.
Andra menyentuh kembali pipi yang di sentuh Aile. Lalu senyuman tipis timbul di bibirnya. "Iya ra, lo udah berubah" Bisik pelan sambil terus menatap Aile yang tengah sibuk membangunkan Artha.