Fake Face

Fake Face
99


__ADS_3

Jira takut jika Choi shin mengatakan hal lain termasuk tentang nya dan empat lelaki yang sudah bukan jadi rahasia bagi Choi shin tapi ternyata semua aman, Choi shin benar melakukan apa yang ia ucapkan yaitu menjaga privasi nya dari orang tua nya


disana baik Tarasha dan Sung gun mengatakan jika mereka tidak menolak tapi juga tidak menerima karna itu keputusan atas jawaban Jira


tapi saran dari ayah dan ibu Jira adalah mereka meminta Jira menerima saja karna melihat dari sisi bagaimana sikap Choi shin yang berwibawa dan juga tegas, dimata keduanya, Choi shin juga juga terbilang ramah tapi sopan, tapi kembali lagi kepada Jira nya bagaimana lagi kan


tapi hanya sedikit menjanggal bagi Sung gun karna masalah usia saja


"kalau appa hanya masalah nya satu, hanya karna usia Choi shin hanya berjarak lima tahun dibawa appa, yang artinya ya usianya sangat tua untuk kamu" jawab Sung gun


"hanya itu saja pikirannya, tapi kalau selain itu kan usia tidak memengaruhi kalau sebuah pernikahan, mama setuju sekali kok apalagi melihat Choi shin pasti akan bisa membimbingmu" kata Tarasha


"appa, amma, aku sebenarnya menyukai juga, tapi aku terlalu banyak kekurangan"


"bukankah semua kekurangan itu pasti ada? dia bisa menerima kekurangan mu kenapa kamu ragu? kamu butuh orang yang bisa menerima kekurangan kamu, bukan meninggalkanmu karna kekuranganmu" kata Tarasha


Tarasha mengatakan itu sembari melirik juga kearah Sung gun, Sung gun paham ucapan itu adalah menyindirnya


"itu benar, kamu harus cari laki laki jangan seperti appa mu, karna appa tau semua anak gadis didunia ini pasti memilih dan menginginkan suami seperti ayahnya" kata Sung gun dengan tegasnya


"kenapa kalian malah aduh ribut sendirian?" tanya Jira


"gak kok, kamu saja pikirannya" kata Tarasha


"iya, kami biasa saja itu" jawab Sung gun


"kami hanya memeringati kamu saja, kami hanya ingin yang terbaik, jangan contoh apa yang buruk dari hubungan kita sebagai orang tuamu, contoh baik baik nya, itu maksud dari mama mengatakan tadi" kata Tarasha


"iya, kamu boleh ambil hal baik dalam keluarga tapi jangan ambil buruknya, appa dan mama bukan orang tua baik, jadi kami berharap kamu nanti bisa jadi orang tua yang baik"

__ADS_1


malamnya, saat di balkon nya, dimana ia melihat kearah langit, ia berpikir kembali, tentang Choi shin, karna Jira yakin jika ia bersama Choi shin, ia tidak perlu bekerja, bekerja menemani suami saja karna Choi shin tidak akan keberatan bahkan akan begitu senang jika Jira selalu menemaninya nantinya


dimalam ini lah Jira memikirkan kembali, ia berpikir apa menerima saja untuk lamaran itu


banyak hal didalam diri Choi shin yang menjadi kriteria lelaki idaman Jira sebenarnya, mulai dari yang diatas tadi, tentang Jira tidak akan pergi bekerja keras lagi jika menjadi istri seorang bos besar kan, ia sudah capek bekerja, ia cukup tau rasa lelah bekerja keras, itu cukup menjadi pembelajaran penting


kedua, Choi shin berusia jauh lebih tua dari Jira, dan sejak dulu, Jira tidak pernah berurusan dengan lelaki yang seusia dengannya soal hati dan juga memang Jira menginginkan pria yang cukup tua untuk mengerti sikap kekanak kanakkan nya


ketiga, Choi shin sangat membuat Jira nyaman, setiap bersama, Jira merasa jika semua terasa nyaman dan aman, karna sosok Choi shin yang selalu menjaga dan melindungi Jira layaknya ayah menjaga sang anak, melihat berapa jarak jauh usia diantara keduanya


keempat, Choi shin sangat kaya, dibandingkan dengan kekayaan para lelaki yang pernah memakai Jira untuk tidur, jika di gabung menjadi satu penghasilan mereka saja hanya masih setengah dari pendapatan Choi shin


dan kelima, juga yang paling utama, Choi shin pria yang sangat menjaga ucapannya dengan kelakuannya, sekali ia mengatakan sebuah rahasia, maka ia tidak akan pernah mengatakannya


yaa dia memang selalu konsekuen dalam ucapan, ia tetap menjaga privasi siapapun yang ia pernah tau sekalipun ia tidak lagi berhubungan baik dengan seseorang itu


dan membuat Jira semakin yakin menerima, karna ia akan terbebas dari semua lelaki yang masih memaksa untuk memakainya termasuk bangtan terutama Jimin


"mau kerja ya?" sapa Tarasha


"tidak ma, masih libur aku, tapi sepertinya aku mau berhenti dari pekerjaan ku"


"berhenti? kenapa berhenti?" tanya Sung gun


"ya pa, ma, aku mau menerima Choi shin saja, aku sudah capek bekerja, tapi kalian gak perlu kuatir kok, aku akan sisihkan uang ku jatah dari Choi shin a kok buat kalian"


"bukan masalah itu nak, terus kamu sibuk ngapain kalau berhenti? apa kamu mau bekerja gitu kah tempat lain?" kata Sung gun


"aku akan meminta kerjaan pada Choi shin saja kalau mau kesibukan"

__ADS_1


"tapi kan belum pasti" kata Tarasha


"pasti lah ma, aku mau menemuinya pagi ini dikantornya buat aku mau bilang kalau aku menerimanya" jawab Jira


"oh kamu sudah ambil keputusan?" tanya Sung gun


"sudah pa, dan keputusan itu menerima dia"


setelah makan pagi disana, karna memang Sung gun dan Tarasha tidak ada kerjaan selama dua hari jadi mereka masih diam di apartemen Jira sampai Jira datang lagi


Jira sendiri pergi, ia sudah siap, ia berpamitan, lalu pergi ke mobilnya dan menuju ke gedung kantor kerja Choi shin


Jira memarkirkan mobilnya dan berjalan kearah pintu utama gedung itu, tapi ia terhenti sejenak sambil memerhatikan gedung yang baru ia datangi


karna Jira belum sekali saja datang ketempat itu, padahal Choi shin sudah memberikan alamat kantornya untuk Jira mampir tapi Jira tidak pernah datang


dan ini hari pertamanya, tapi saat masuk karna yang masuk harus ada kartu tanda masuk, yaa semacam kkatu tanda pengenal, karna setiap orang asing yang masuk kantor itu harus ada kartu pengenalnya agar tidak sembarang orang masuk


sementara kartu pengenalnya, Jira tidak membawanya dan ketinggalan di tas yang satu lagi


"permisi bisa minta kartu pengenal masuk?" tanya satpam


"saya tidak punya pak"


"harus pakai kartu itu jika masuk nuna, jadi jika tidak punya maaf anda boleh keluar"


"tapi saya kenal sama pemilik gedung"


"iya apapun yang anda katakan saya hanya bertugas"

__ADS_1


Jira terus memaksa untuk masuk, bahkan satpam disana kewalahan karna Jira begitu sigap, Jira cepat masuk lift dan menuju lantai tempat ruangan kerja pribadi Choi shin


__ADS_2