
tapi karna Jira tau tentang hubungan Hay un dengan siapa saja selain dengan Jeung sang
"tunggu, yang kemarin?" tanya Jira
"yang kemarin balik sama istrinya jadi kita selesaikan lagi hubungan kita"
"kan masih ada juga Jeung sang?"
"ya kali Jira masak terus sama dia, bosan juga"
"emm terus kenapa bilang sama aku?" tanya Jira
"siapa tau kamu ada teman atau yaa om om persediaanmu gitu"
"em Hyun?" tanya Jira
"ahh jangan lah, dia kan bos ku, dia baik banget Jira dikantor aku tidak enak gitu, lagian aku pernah godain dia juga nolak" jawab Hay un
"ohh iya ada sih tapi tunggu nanti aku akan telfon dia" ucap Jira
sesampainya didepan dorm, Jira menghentikan mobilnya dan menelfon dulu Judae yo dan menspeakernya
"halo" sapa Jira
"iya halo, Jira, kenapa?" sapa Judae yo
"kamu dimana?" tanya Jira
"lagi dirumah, mau berangkat kerja, gimana? mau ngajak buat main lagi ya?" tanya Judae yo
"ahh gini oppa, aku tidak bisa, aku sudah berusaha buat berhenti seperti itu dan jalan di jalan baik, aku telfon nya buat nawarin temanku, aku ada kok temanku, sama denganku, aku jamin kamu gak akan rugi" kata Jira
"tidak Jira, aku tidak mau" jawabnya
"kenapa? aku jamin dia bakalan memberikan yang terbaik, aku janji, aku akan mengganti uangmu jika kamu merasa tidak nyaman dengan servisnya" kata Jira
"tidak mau Jira, asal kamu tau, aku ini sudah cinta sama kamu, bukan berharap kepuasan saja. aku juga sudah bahas ini kan?" kata Judae yo
"iya tapi.." ucap Jira terpotong karna Hay un menyentuh lengannya untuk tidak lanjutin lagi
"yaudah deh kalau gitu, aku mau lanjutkan urusanku" kata Jira
"iya, dengar Jira, jangan pernah tawarkan aku pada siapapun, aku tidak akan mau kecuali dengan kamu" kata Judae yo
"iyaa iya udah dulu lah ya nanti lagi" kata Jira
"yaa"
Jira mematikan telfonnya..
"ya sudah lah Jira jangan memaksa, dia sepertinya benar suka sama kamu" kata Hay un
"hemm begitulah, padahal aku sudah bilang kepadanya kalau jangan pakai cinta selama main, tetap saja" kata Jira
"ya enak kan, pakai cinta tapi tetap dapat bayaran"
"tapi aku tidak" kata Jira
__ADS_1
"iya juga"
Jira diam diam mengirimkan foto Hay un kepada Judae yo biar tau, siapa tau Judae yo menerima setelah tau fotonya
"tapi ada lagi sih tunggu ya" kata Jira
"siapa? jangan pak Hyun ya" jawab Hay un
"iyaa iyaa.. bukan" kata Jira
akhirnya Jira mencoba menghubungi Kang jae, dan Kang jae juga mengangkatnya
"halo" sapa Jira
"halo, iya Jira, ada apa?" sapa Kang jae
"ini oppa, dimana kamu sekarang?"
"di kantor, baru masuk ruanganku baru selesai buat absensi"
"ahh, ganggu gak?"
"buat kamu tidak, ada apa kamu telfon?" tanya Kang jae
"gini, aku ada teman, bisa dipakai kok, teman dekat ku banget, aku kan sudah bilang sama kamu buat aku tidak lagi mengambil hubungan terlarang itu, tapi kalau kamu mau, aku ada teman ku" kata Jira
"siapa namanya? usia berapa?"
"namanya Hayun, usianya sama kok denganku, kelahiran 94, yaa beda 2 bulanan dari aku" kata Jira
"bisa kirimi aku fotonya? sekalian lewat chat saja ya, soalnya aku dikantor"
"okeh"
ternyata benar, jawaban Kang jae mau, yang penting ia bisa dapatkan ganti Jira, dan meminta kepada Jira jika servisannya harus sama dengan Jira yang memuaskan
akhirnya Jira memberitahu apa saja yang disukai oleh Kang jae saat melakukan hubungan terlarang itu agar Hay un bisa melakukan servisan kesukaan Kang jae
"waah beneran Jira, makasih ya" kata Hay un
"iyaa iya. dia gak akan kasih kamu murah, aku percaya, dia juga kaya raya kok" kata Jira
"bener ya gak merugikan aku"
"ya asal kamu gak rugikan dia saja lah"
"siap, aku sudah tau semuanya juga kan"
"iya, ini ada lagi satu, tapi udah lama sih aku gak kontak dia, kalau kamu mau, ya ambil juga, aku bantu tawarin" kata Jira
"okeh deh"
jadi Jira menelfon Yung Soo ji, tapi Jira menelfon nomornya mati atau sudah tidak pernah aktif lagi
"yaa kok gak aktif" gerutu Jira
"yaudah lah gak usah gakpapa" jawab Hay un
__ADS_1
"oh aku ada nomor dia, dia memang bukan pakai ini sih nomornya ganti, tunggu ya aku telfonkan"
Jira menelfon dan Sooji mengangkatnya..
"halo" sapa Jira
"halo, iya, Jira ya? kenapa?" tanya Sooji
"ini oppa, kamu lagi sibuk gak?"
"aku lagi di rumah, buat kerja"
"oh, masih kerja ditempat itu?"
"masih masih, oh kamu mau datang kah nanti malam, aku ada sama anak anak trek motor di tempat biasa"
"tidak oppa, aku telfon mau bilang ini, ada temanku, dia bisa nih dipakai, kalau kamu mau" kata Jira
"serius ada? aku mau lah" kata Sooji
tanpa basa basi, Sooji mau, karna memang Sooji lelaki yang sangat kemaruk untuk urusan ****, Jira menjelaskan semua tentang Hay un dan mengatakan juga bayarannya sama dengan tarif diminta oleh Jira
"jadi memang harus bayar apa?" tanya Sooji
"sama lah dengan bayaran ku, tapi dalam bayaran apa itu kan jadi urusan kalian, aku kirimi fotonya bentar lagi ya, tapi fiks mau kan ya?"
"iya mau mau, gak mengecewakan kan?"
"mengecewakan?"
"ya servisannya"
"ahh pasti aman dan pas denganmu" kata Jira
"okeh"
Jira mematikan telfonnya lalu mengirim kembali kepada Sooji, sementara itu Kyung min yang ada diluar dorm, dimana ia sudah menunggu keberadaan Jira yang tak juga datang
Jungkook menyapanya..
"hyoong, gak ada kabar?" tanya Jungkook
"aku belum telfon, ini masih mau kutelfon juga" kata Kyung min
"biar rasa dia nanti ku hukum" gerutu Jungkook sambil berjalan kembali masuk
dari sisi lain, terlihat Won seo baru turun dari mobil yang mengantarkannya, berpapasan juga dengan Jira yang turun dari mobil Hay un disusul juga Hay un yang keluar untuk mengambil supir mobil karna yang menyetir tadi kan Jira
"Hayun, aku pergi masuk dulu ya, makasih nih dianterin" kata Jira
"ya Jira, aku yang makasih sudah dapat mangsa 2 aja"
"iya iya, itu sudah kukirim nomor kamu ke mereka juga nomor mereka kepada mu ya"
"iyaa iyaa makasih"
"Jiraa" sapa Won seo
__ADS_1
"hai Won oppa" sapa Jira