
seketika ia pun membalikkan badannya lagi dan masuk kekamar itu lagi dan menunggu beberapa saat lagi untuk keluar, sementara Jira...
setelah berciuman beberapa kali disana, Jungkook berpamitan, dan pulang
"yaudah deh, aku pulang, aku masih harus bawa baju bajuku kerumah" kata Jungkook
"iya udah, hati hati"
"kemana Mung?"
"dia masuk kamarnya, tidur paling, nanti aku bilang ke dia kamu pergi pamitan"
"okeh deh"
Jungkook pulang dan Jira mengetuk kamar Mung seong disana
"Mung.. kamu tidur?" tanya nya
"ahh, tidak, kenapa Jira?" sapa Mung seong sambil membukakan pintunya
"tidak, aku mau tidur, kupikir kamu tidur, Jungkook sudah berpamitan pulang tapi kubilang kamu tidur"
"ahh yasudahlah"
"kamu tidur disini apa pulang?"
"disini saja deh, tadinya mau pulang pas lihat jam udah kemalaman"
padahal bukan tidak jadi pulang karna melihat jam tapi melihat Jira yang berciuman dengan jungkook disana
paginya Jira bangun untuk mandi lalu pergi membuat teh panas, dan menuju kamarnya lagi, ia sibuk dengan urusan di laptop nya karna pekerjaan yang ia kerjakan disana
tak lama Mung seong mengetuk kamarnya
"ya masuk saja Mung" jawab Jira
"emm Jiraa" sapa Mung seong masuk sambil menuju ke arah Jira
"yaa"
"kamu mau pergi bekerja jam berapa?"
"sore nya sih"
"yaudah deh aku pulang dulu ya, ada urusan" kata Mung seong
"oh yaudah gakpapa, kamu bawa mobilku dah, yang hitam ya" kata Jira
"oh iya udah"
Jira memberikan kontak mobil nya yang hitam, yang lama, karna yang baru kemarin dibelikan oleh Jungkook berwarna merah cerah
setelah Mung seong pergi, Jira pun santai dirumahnya, ia selesai mengerjakan tugasnya tinggal menunjukkan kepada Kyung min dan Song yung di dorm nanti, ia pun pergi untuk melihat televisi
saat sedang sibuk dengan hapenya padahal ia menyalakan televisi nya, tiba tiba ia terhenti memainkan hape dan menatap kearah layar televisi karna ia melihat ada salah satu iklan yang dibintangi oleh aktor ia sukai itu
__ADS_1
"dia, woohh, namanya Soo hyun" gerutu Jira
Jira pun memerhatikan Soo hyun disana sambil terus berkomat kamit sekali saja bisa bertemu dengan Soo hyun dan mengobrol sedikit dengan sangat dekat
tak lama seperti komat kamitnya ampuh, ia mendapatkan telfon masuk dari Choi shin a
"halo pak?" sapa Jira
"yaa halo, Jira, kamu minggu depan sibuk?"
"em iya pak, bangtan minggu depan ini mau come back single baru, mengadakan konsernya"
"oh, dimana?"
"salah satu gedung di itaewon"
"oh, padahal saya mau ajak kamu buat meet great salah satu acara paling laris, sekalian nanti aku mau kenalkan kamu sama pemain pemain film yang lagi rame dibicarakan itu" kata Choi shin a
"yaa gak bisa pak, memang film nya apa?"
"berjudulnya not to be okay" kata Choi shin a menyebutkannya tidak lengkap
Jira merasa tidak enak karna Choi shin a sangat baik, padahal ia tidak tau film apa itu, dan akhirnya ia mengatakan bisa menemaninya
kebetulan karna show bangtan itu sehari sebelum acara meet great disana
"tapi saya bawa teman saya boleh pak?" tanya Jira
"teman? siapa?"
"namanya Mung, dia bekerja sama saya, tapi dia teman saya waktu sekolah sih, cuma sekarang dia jadi tangan kanan saya selama saya bekerja, dia mengurus diluar pekerjaan saya"
"saya datang ke tempatnya saja langsung pak, bisa kirim ya alamatnya nanti"
"oh gitu, yaudah ketemuan disana berarti, okeh deh, saya tunggu ya"
"ya pak"
Jira menutup telfonnya, baru saja menutupnya malah terdengar suara bel kamarnya, ia langsung membukanya dan itu ayah ibunya
"mama, appa, masuk" ajak Jira
"yaa Jira, kami kebetulan libur nya bareng jadi rutin kesini"
"oh iya masuk ma, aku tidak membuat makanan, kalian mau kupesankan?"
"ya deh, pesan saja, mama sama papa kesini juga belum makan" kata Tarasha
"hehe iyaa iya"
setelah memesan makanan, saat makanan datang, Jira melihat yang mengantarkan itu ternyata adalah teman SMA bernama Ming da
"Jiraa, Jira kan ya?" tanyanya
"iya, siapa ya?"
__ADS_1
"aku Mingda, teman sekolah dulu, kita gak satu kelas sih tapi aku tau kamu biasa nya sama Rae dan Hayun"
"oh itu, iya, Mingda, iya iya, ayo masuk" kata Jira
"ini apartemen kamu?"
"iya ini apartemenku, duduklah" ajak Jira
Jira kembali bertemu dengan teman SMA dulu, memang tidak satu kelas tapi sama angkatannya
Mingda adalah teman dekat dari Rae, bahkan sempat juga berpacaran dengan Rae, tapi hubungan baik masih terjalin meskipun sudah putus
Mingda juga masih berkabar dengan semua teman temannya, terutama Fa song
"waah kamu sudah kaya sekali ya?" tanya Mingda
"ah biasalah, apasih, gak kok"
"loh, kamu kenal sama kurir nya?" tanya Sung gun
"iya pa, dia temanku pa tapi jarang kumpul bareng sih, tapi dekat kok sama aku dan Mung juga Rae"
"oh, teman sekolah"
"iya, ini pa makanan nya, kalian makan saja dulu"
"selamat pagi paman" sapa Mingda
"pagi pagi.. silahkan lanjutkan deh"
mereka disana mengobrol lagi berdua, karna sudah lama tidak ketemu, banyak hal mereka bahas disana termasuk tentang pekerjaan Hay un
semua teman teman Hay un tau bagaimana pekerjaan Hay un yang sering tidur dengan lelaki, tapi tidak dengan Jira dan bahkan Mingda sama sekali tidak tau tentang itu
setelah perginya Mingda, Jira kembali sibuk dengan kedua orang tuanya hingga siang karna kedua orang tuanya juga akan melakukan kesibukan mereka masing masing
sejak pertemuan kembali Jira dengan Mingda, Mingda menyebarkan tentang Jira dan kekayaannya
Mung seong menyampaikannya kepada Jira
"Jiraa, lagi rame lagi di grup chat sekolah" katanya
"karna apa?"
"kemarin siapa yang datang kesini?"
"siapa?"
"soalnya ada yang bilang soal kamu yang punya apartemen mewah dan juga mahal"
"oh ya? jangan jangan itu yang bilang Mingda, kemarin Mingda datang, dia pengantar makanan, dan mengantarkan ya dia"
mereka membahas tentang Jira yang drastis dari masa sekolah dan kuliah hingga ke masa terbarunya kini, tapi yang dekat dengan Jira tidak akan kaget
dan semua yang tau cerita Jira tidak mengatakan pada siapapun termasuk Mingda, jadi membiarkan Mingda tau nya Jira kaya dari hasil bekerjanya saja
__ADS_1
setelah membahas itu bersama Mung seong, Jira sibuk di dorm bangtan, ketik saat nya tiba, dimana Jira akan datang ke acara Choi shin a
Jira berpamitan kepada Kyung min dan Kwan untuk libur sehari itu dan ia berpamitan pulang