Falling In Love With Trouble Maker

Falling In Love With Trouble Maker
Meluluhkan Hati


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang, Ayra dan Devara berbincang ringan. Sesekali mereka tertawa dan bercanda bersama. Tiba-tiba sebuah pertanyaan menggelitik muncul di benak Ayra.


“Dev?”


“Hemm..ada apa?”tanya Devara sambil melirik sepintas pada Ayra.


“Kau belum cerita padaku kenapa kamu “menghilang” tiga bulan kemarin?”tanya Ayra


Setelah kepulangan Devara beberapa waktu lalu setelah hampir setahun berpisah, Devara yang hanya berada di Indonesia selama tiga hari kemudian melamar Ayra secara mendadak. Karena belum siap memberi jawaban, makanya Ayra minta waktu sebulan lagi. Namun setelah sebulan berlalu, Devara tak kunjung datang ke Indonesia.


Saat itu, Devara memberi alasan bahwa ada pekerjaan yang harus diselesaikannya dulu. Namun anehnya, selama hampir tiga bulan Devara semakin sulit dihubungi. Mereka hanya saling memberi kabar melalui chat. Karena itulah, Ayra merasa ada yang janggal dengan “menghilangnya” Devara tiga bulan lalu.


“Oh..itu. Aku akan ceritakan setelah kita sampai di rumah. Okey?”pinta Devara


“Baiklah”jawab Ayra.


Kini keduanya sudah memasuki komplek kediaman Devara yang menjadi tempat tinggal keduanya selama di kota S. Seorang satpam membukakan gate pertama begitu mengetahui sang pemilik rumah sudah pulang. Sampai di gate kedua, mereka disambut satpam yang lain yang membukakan pintu gate tersebut.


Mobil melaju menyusuri jalan paving menuju rumah kediaman Devara. Setelah memarkirkan mobilnya, Devara dan Ayra masuk ke dalam rumah sambil bergandengan tangan. Senyum bahagia juga terus terpancar dari wajah keduanya. Mereka sempat berpapasan dengan Madam O kemudian keduanya berjalan menuju ruang santai yang berada di dekat area kolam renang. Ruang santai yang menghadap pemandangan kolam renang itu adalah salah satu spot favorit keduanya menghabiskan waktu berdua di rumah itu.


Sesuai janji Devara, dia akan menceritakan yang dilakukannya selama hampir tiga bulan kemarin. Devara menyandarkan kepalanya di pangkuan Ayra sambil menggenggam tangan Ayra, sementara Ayra mengusap pelan rambut Devara dengan tangan satunya.


“Sekarang ceritakan padaku, apa yang kau lakukan selama tiga bulan kemarin?”


Devara menghela nafasnya pelan sambil menggenggam tangan Ayra dan meletakkannya di dadanya.


“Sebenarnya aku pulang sebulan setelah aku melamarmu waktu itu”


“Benarkah?”


“Iya. Aku pulang tapi bukan untuk menemuimu. Aku pulang untuk menemui Ayah Bundamu. Aku ingin meminta ijin pada Ayah dan Bunda untuk melamarmu”


“Kenapa Ayah dan Bunda tidak cerita apa-apa padaku?”


“Karena aku memang yang meminta mereka merahasiakan kepulanganku”


“Apa kemudian Ayah menolakmu makanya kamu “menghilang”?” tebak Ayra.


“Mana mungkin seperti itu. Waktu itu Ayah tak memberiku jawaban, malah memintaku menemui seseorang”


“Siapa?”


“Kakekmu”

__ADS_1


“Hah? Kakek Arya?”


Ayra kaget mendengar Devara diajak Ayah menemui kakek Arya yang terkenal galak namun sebenarnya sangat menyayangi Ayra.


“Siapa lagi?”


“Lalu apa yang dilakukan oleh kakek? Apa kakek mengetesmu?”tebak Ayra jitu


Devara sampai memiringkan kepalanya menghadap ke arah Ayra.


“Dari mana kamu tahu?”


“Tentu saja aku tahu. Dia kan kakekku. Tentu aku yang paling mengenalnya”


“Aku pikir memenangkan hati Ayah yang paling susah ternyata aku salah. Memenangkan hati kakekmu itu yang paling susah. Hampir saja aku menyerah”


“Memang apa tantangan kakek padamu?”


Devara menghela nafasnya perlahan. Ingatannya kembali ke memori tiga bulan lalu saat dirinya harus berhadapan dengan jenderal purnawirawan TNI yang juga adalah kakek Ayra.


Flashback On


“Ayah, kenalkan ini Devara”ucap Ayah Aldi mengenalkan Devara pada sang Ayah, Arya Subrata.


Arya yang duduk di kursi kebesarannya menatap tajam sosok lelaki muda yang duduk di depannya. Dipandanginya lelaki itu dari atas sampai bawah.


“Siapa namamu?”suara berat Arya memenuhi ruangan yang hanya ditempati tiga lelaki beda generasi itu.


“Saya Devara kek..Devara Alexander”jawab Devara dengan penuh percaya diri


“Jadi kamu mantan pacar Ayra?”tanya Arya Subrata tiba-tiba


“I..iya kek”jawab Devara dengan terbata-bata


“Sialan! Kenapa aku malah tambah gugup setelah kakek itu tau siapa aku dan hubunganku dengan Ayra?”gumam Devara dalam hati


“Untuk apa kau kesini?”tanya Arya pada Devara


“Begini Ayah..”Ayah Aldi ingin memberitahu maksud kedatangan mereka ke kediaman Arya tapi Arya mengangkat tangannya dan memberi kode supaya Ayah Aldi diam.


“Aku tanya padamu anak muda..untuk apa kau datang kesini?”tanya Arya mengulangi pertanyaannya lagi


Devara menelan salivanya dengan susah. Tenggorokannya mendadak kering. Karena wibawa kakek Arya mampu membuat Devara sedikit menciut nyalinya kala berhadapan dengan lelaki tua itu yang notabene adalah kakek dari wanita yang ingin dinikahinya.

__ADS_1


Devara segera mengumpulkan keberaniannya dan menjawab pertanyaan yang diutarakan oleh Arya.


“Saya kemari karena ingin meminta ijin pada Ayah dan Kakek untuk menikahi Ayra”jawab Devara tegas


“Aku tak menyetujui pernikahan kalian. Sekarang pulanglah!”ucap Arya dengan dingin lalu beranjak dari kursi kebesarannya.


“Kau antar tamu kita pulang”pinta kakek Arya pada Aldi


Devara masih mematung di tempatnya saat menyadari kakek Arya baru saja menolak memberi ijin dirinya untuk menikahi Ayra.


“APA? Kakek menolakku? Yang benar saja”gumam Devara dalam hati


Devara segera beranjak dari tempat duduknya dan hendak menyusul kakek Arya tapi langkahnya ditahan oleh Ayah Aldi.


“Kau mau pergi kemana Dev?”tanya Ayah Aldi


“Aku harus menemui kakek”


Ayah menggelengkan kepalanya pelan.


“Jangan memaksa. Sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat. Kita pulang saja. Lain hari kita kemari lagi”ajak Ayah


Devara terpaksa menuruti permintaan Ayah. Walaupun sebenarnya ingin sekali Devara meminta penjelasan pada kakek Arya kenapa kakek tidak merestui jika dirinya ingin menikahi Ayra.


Sepanjang perjalanan pulang, Devara terus melamun. Begitu banyak pertanyaan yang menggelayut dalam pikirannya. Ayah Aldi yang sedang menyetir melirik sekilas pada “calon menantu”nya itu.


“Apa kau kaget dengan reaksi kakek tadi?”tanya Ayah


“Iya..Bahkan saya belum mengenalkan diri dengan baik, tapi kakek sudah langsung menolak saya”


“Maklumlah..kakek adalah mantan seorang jenderal yang sudah malang melintang dalam dunia militer selama berpuluh-puluh tahun. Bahkan kakek mendidik semua anaknya dan cucu-cucunya dengan didikan ala militer. Sehingga mau tidak mau kau harus menyesuaikan diri dengan itu. Diantara semua cucu-cucunya, Ayra adalah cucu yang paling disayangi oleh kakek”


“Benarkah itu Ayah?”


“Iya..kau bisa tanyakan pada Bunda kalo tak percaya. Nama Ayra adalah pemberian dari kakek. Amayra artinya adalah putri raja. Sedangkan Ayra artinya adalah dihormati, diberkati. Kakek ingin kelak Ayra menjadi putri raja yang dihormati dan diberkati”


“Pantas saja nama mereka hampir sama, Arya—Ayra”gumam Devara dalam hati


“Apa kau tau sejak kecil semua cucu di keluarga kami harus bisa ilmu beladiri? Dan Ayra adalah satu-satunya cucu perempuan yang bisa mencapai sabuk hitam di usai sembilan tahun. Setiap kali ujian kenaikan tingkat, Ayra harus melawan kakek terlebih dahulu. Itu sebabnya Ayra termasuk gadis yang tangguh dan pemberani karena dia sudah ditempa oleh kakek sejak kecil. Makanya dulu Ayra terkenal sangat tomboy. Dia bahkan sering berkelahi dengan anak laki-laki di sekolahnya. Dia juga sering main dengan teman kakaknya, Aldo” ujar Ayah panjang lebar menceritakan masa kecil wanitanya.


“Gadis tomboyku memang luar biasa”puji Devara dalam hati sambil tersenyum.


“Untuk memenangkan hati kakek, kau harus lebih bersabar. Karena meskipun beliau sudah tua, tapi tenaganya masih kuat. Kakek juga bukan orang yang gampang ditaklukkan. Jadi jika kamu serius untuk menikahi Ayra, kau harus bisa mendapatkan restu dari kakek dulu”

__ADS_1


Devara yang mendengar cerita Ayah semakin tertantang untuk bisa mengambil hati kakek Arya. Karena nyatanya mereka memiliki satu persamaan yaitu, sama-sama sangat menyayangi dan mencintai Ayra. Jadi Devara bertekad untuk dapat meluluhkan hati kakek bagaimanapun caranya.


“Jangan panggil namaku Devara Alexander jika aku tak bisa meluluhkan hati kakek Arya. Kakek..tunggu saja! Aku pasti akan memenangkan pertarungan ini”tekad Devara dalam hati.


__ADS_2