
Di dalam mobil, Ayra mulai menginterogasi Devara. Kali ini mereka memarkirkan kendaraannya di tempat parkir sebuah taman bermain dekat alun-alun kota.
“Sekarang ceritakan padaku, siapa lelaki tadi? Apa hubungan kalian dengan dia? Dan kenapa tadi Daniel hampir berkelahi dengan lelaki tadi?” cerocos Ayra
Devara menghela nafas perlahan. Membuat Ayra semakin tak sabaran mendengar cerita Devara.
“Ayo cepat cerita! ”pinta Ayra sambil mengayun-ayunkan lengan Devara.
Devara yang melihat Ayra tak sabaran hanya tersenyum melihat tingkah Ayra.
“Kalo aku sudah cerita, aku dapat apa?”tanya Devara
“Ampuuunnn..masih minta imbalan segala"ucap Ayra sambil menggelengkan kepalanya.
“Di dunia ini tak ada yang gratis, sayang” ucap Devara dengan senyum nakal tersungging di wajah tampannya.
"Kau mau apa? Katakan!” pinta Ayra
“Aku mauuuu…”Devara tampak berpikir keras lalu berbisik pada Ayra
“Sesuatu yang manis seperti di resort kemarin”bisik Devara
Tubuh Ayra langsung merinding begitu mendengar ucapan Devara di telinganya. Tak menyangka Devara akan meminta hal itu padanya. Devara menginginkan ciuman manis seperti di resort waktu itu. Kejutan manis hadiah ulangtahunnya. Mata Ayra terbelalak. Jantungnya pun berdetak semakin tak karuan.
“Hehehehe..kau bercanda kan”Ayra terkekeh dengan suara tawa yang dibuat-buat.
“Aku serius” jawab Devara tegas. Dia sama sekali tidak bercanda.
“Gawat! Dia benar-benar serius dengan ucapannya. Aku harus bagaimana?”gumam Ayra dalam hati.
Melihat Ayra yang salah tingkah dengan permintaan nakalnya, membuat Devara tersenyum senang bisa mengerjai pacarnya yang terkenal tomboy itu.
“Aku takkan memintanya sekarang, tenang saja”ucap Devara sambil mengelus pucuk kepala Ayra lembut.
Ayra merasa sangat lega.
“Kau sengaja mengerjai aku ya dengan permintaanmu itu?”selidik Ayra
“Mau dengar ceritanya apa ga?”tanya Devara
“Mau..mau”jawab Ayra antusias
Devara mulai bercerita tentang sosok bernama Felix itu. Rupanya dia adalah teman sekolah Devara semasa SMP. Felix adalah putra salah satu konglomerat, yang juga satu genk dengan Devara. Awalnya mereka berteman baik. Tetapi kelakuan Felix yang sering membuat ulah, mengakibatkan genk Devara dicap tidak baik. Karena sebenarnya Devara dan Daniel tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh selama sekolah. Mereka memang disegani karena mereka anak pemilik sekolah. Genk paling berkuasa di sekolah.
Pernah satu ketika, saat kelas sembilan SMP, Felix yang suka mabuk-mabukan membuat keributan di bar. Padahal saat itu, Felix masih dibawah umur. Tapi karena pergaulan Felix dengan anak-anak SMA yang juga anak konglomerat membuat dia bebas masuk bar.
Saat itu, akibat keributan di bar, membuat salah satu orang yang berkelahi dengan Felix dan teman—temannya tertusuk pisau yang dilakukan Felix. Walaupun tidak sampai parah, tetapi kejadian itu hampir membuat Felix masuk penjara. Untung saja keluarga Felix mau bertanggungjawab, sehingga masalah itu bisa diselesaikan dengan damai.
Felix juga pernah menghamili siswi SMP lain, tetapi kemudian keluarga Felix membiayai aborsi janin yang dikandung siswi itu. Dan siswi itu akhirnya pindah sekolah ke luar kota dengan jaminan biaya hidupnya akan ditanggung keluarga Felix.
Mendengar cerita kenakalan Felix membuat Ayra bergidik ngeri. Separah itu rupanya pergaulan anak orang kaya yang biasanya hanya ia tahu dari drama korea kesukaannya. Rupanya realita memang lebih kejam daripada cerita drama. Bagaimana kekuatan uang dapat membungkam semuanya. Ayra pun mengarahkan pandangan pada lelaki yang ada di depannya.
“Apa dia dulu juga senakal itu?”tanya Ayra dalam hati penasaran
Melihat tatapan penuh tanda tanya di wajah Ayra membuat Devara risih.
“Kenapa kau melihatku seperti itu?”tanya Devara
__ADS_1
“Apa kau juga seperti Felix?”tanya Ayra
“Maksudmu apa aku suka mabuk-mabukan dan suka tidur dengan cewek seperti Felix?” Devara memperjelas pertanyaan Ayra.
Ayra mengangguk pelan.
“Tenang saja, aku tak sebar-bar Felix. Aku masih bisa menguasai diriku. Lagipula nenek dan Madam O pasti akan “memenggalku” jika aku melakukan semua itu” ungkap Devara.
Karena kenyataannya memang demikian. Walaupun Devara nakal dan suka membuat onar, tetapi dia tidak pernah mabuk-mabukan apalagi tidur dengan sembarangan cewek.
“Benar juga. Bodyguard dia kan banyak. Pasti jika dia berbuat macam-macam, nenek dan Madam O pasti mengetahuinya. Ada kak Arga juga”gumam Ayra dalam hati. Ayra memilih percaya ucapan Devara.
“Lalu apa hubungan Felix, Nadine dan Daniel? Kenapa mereka seperti mempunyai dendam”tanya Ayra lagi.
Devara yang biasanya cuek dengan urusan oranglain terpaksa menceritakan cinta segitiga yang terjadi antara mereka.
“Hufffttt…”Devara menghembuskan nafasnya dengan kasar.
“Aku tak tahu pasti ceritanya, kau mungkin bisa tanya Nadine sendiri biar lebih jelas. Yang aku tahu, Felix dulu sangat menyukai Nadine. Mereka bahkan sempat pacaran” jawab Devara
“Benarkah?”tanya Ayra tak percaya karena setaunya Nadine hanya menyukai Daniel.
“Hemm”Devara berdehem membenarkan pertanyaan Ayra.
“Lalu mereka putus? Karena Daniel?”selidik Ayra
“Aku tak tahu persisnya seperti apa? Tapi waktu aku tanya Daniel, dia bilang Nadine putus dengan Felix karena Felix selingkuh. Dan Felix menyalahkan Daniel sudah menghancurkan hubungannya dengan Nadine”terang Devara.
“Kenapa ceritanya seperti kak Rio, aku dan Quincy?”gumam Ayra dalam hati.
“ Felix yang selingkuh tapi menyalahkan Daniel?”tanya Ayra
“Oo..begitu rupanya”Ayra manggut-manggut tanda mengerti.
Setelah mendengarkan cerita Devara akhirnya Ayra mengerti cerita cinta segitiga antara Felix, Nadine dan Daniel.
*
*
*
*
Daniel dan Nadine berada dalam mobil Devara yang tadi terparkir di tempat parkir restoran. Kini mereka menuju rumah Devara.
Sepanjang perjalanan mereka tampak membisu.
Nadine benar-benar tak menyangka akan melihat Felix lagi setelah hampir dua tahun berpisah. Felix Armando Wijaya. Lelaki tampan yang juga keren dan menarik. Seperti Daniel dan Devara. Teman semasa SMP mereka dulu. Mantan pacar Nadine. Lelaki yang menorehkan luka dalam hati Nadine.
Ya, Felix adalah lelaki yang dulu pernah mengisi hati Nadine. Awalnya Nadine menerima cinta Felix karena beberapa alasan. Alasan pertama, tentu saja karena Daniel, lelaki yang sangat disukainya dari dulu, tak pernah menembaknya. Daniel hanya menganggapnya sebagai sahabat. Dan dengan terpaksa, Nadine menerima hubungan itu, hanya agar tetap bisa dekat dengan Daniel.
Alasan kedua, karena waktu itu Felix masih anak lugu yang sangat baik, dimata Nadine. Sifat Felix hampir seperti Daniel. Sehingga Nadine bersedia menjadi pacarnya.
Awalnya hubungan mereka berdua baik-baik saja. Tetapi lama kelamaan Felix banyak berubah. Sikapnya menjadi gampang marah dan temperamen. Semua itu dipicu kecemburuan Felix pada Daniel. Rupanya Felix tahu Nadine sangat menyukai Daniel.
Mereka berdua menjadi sering bertengkar. Felix yang merasa tidak mendapat perhatian Nadine, mulai bergaul dengan teman-teman yang salah. Teman kakak perempuannya yang sudah SMA. Dari mereka, Felix mulai belajar berjudi, mabuk-mabukan, dan yang paling parah adalah bercinta dengan gadis lain.
__ADS_1
Awalnya Nadine tak menaruh curiga dengan kenakalan-kenakalan Felix. Nadine hanya tahu kalau pacarnya itu mulai bermain judi, dan kadang berbau alkohol di mulutnya.
Hingga suatu hari, saat Felix yang sedang sangat mabuk, meminta Nadine menjemputnya di sebuah bar hotel bintang lima milik keluarga Felix. Saat itu, Nadine diantar Daniel untuk menjemput Felix.
Felix yang dikuasai alcohol, berjalan sempoyongan, dipapah Nadine menuju salah satu kamar president suite, di lantai tertinggi hotel itu. Kamar yang biasa ditempati Felix. Dan gadis yang diajaknya tidur.
Sampai di kamar itu, Felix yang sudah benar-benar mabuk, tiba-tiba menggerayangi tubuh Nadine.
“Felix..apa yang kau lakukan?”tanya Nadine melihat Felix yang dikuasai alkohol mulai menggerayangi tubuhnya.
Felix yang sudah berselimut kabut gairah, semakin bertindak jauh membuat Nadine semakin panik dan berusaha melarikan diri tetapi ditangkap oleh Felix.
“Kau mau kemana sayang?”tanya Felix begitu berhasil menangkap tubuh mungil Nadine
“Lepaskan aku Felix! Aku mohon lepaskan aku”pinta Nadine dengan mata yang berkaca-kaca
“I love you baby”ucap Felix sambil mendekatkan wajahnya ke arah Nadine
Nadine beberapa kali berusaha menghindari ciuman Felix.
“Jangan lakukan ini Felix..Aku mohon”pinta Nadine dengan airmata yang semakin deras mengucur membasahi pipinya.
Felix kemudian membopong Nadine dan membantingnya di ranjang. Felix hampir saja memperkosa Nadine.
“Brakk”
Pintu kamar hotel ditendang dari luar dengan sangat keras. Daniel yang sedari tadi mengikuti Nadine, datang tepat waktu. Tepat saat Felix hampir melepaskan baju yang melekat di tubuh Nadine.
“Daniel?”tanya Nadine melihat Daniel yang memasuki kamar hotel.
Melihat Nadine yang tak berdaya dan hampir diperkosa, membuat Daniel yang biasanya kalem dan tenang menjadi naik pitam.
“Kurang ajar kamu Lix”umpat Daniel
“Dukkkk…dukkkk..dduuukkk”
Dihajarnya Felix yang sedang tak sadar itu sampai terkapar. Begitu Felix tak berdaya, Daniel segera menghampiri Nadine yang masih syok dan meringkuk di pojok sambil menangis.
“Kau baik-baik saja?”tanya Daniel lembut
Nadine langsung memeluk tubuh Daniel sambil beruraian airmata. Daniel hanya pasrah dan menepuk pelan punggung Nadine.
“Aku takut”ucap Nadine sambil terisak.
Hampir saja dirinya diperkosa Felix. Pacarnya sendiri.
“Kita pulang sekarang”ajak Daniel
Nadine menganggukkan kepalanya beberapa kali. Daniel berdiri sambil memapah tubuh mungil Nadine yang gemetaran karena takut.
Sesaat sebelum meninggalkan kamar hotel itu, Felix yang babak belur berteriak-teriak sambil menangis.
“Aku sangat mencintaimu Nad..Nadine, aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Apa kau tahu aku tersiksa karenamu? Karena cintaku bertepuk sebelah tangan. Aku sangat tersiksa karena kalian berdua. Kenapa kau lakukan ini padaku Nad? Kenapa? Kenapa kau tak membalas perasaanku?” teriak Felix dengan airmata yang bercucuran.
Sejak saat itu, Felix dan Nadine berpisah. Beberapa waktu berikutnya, kabar tentang Felix yang menghamili gadis di bawah umur, murid sekolah lain, tersebar. Di saat yang bersamaan, orangtua Felix diduga terlibat kasus penggelapan dana perusahaan patungan dengan perusahaan milik keluarga Devara, membuat Felix akhirnya memilih mengasingkan diri dan pindah ke Melbourne. Ikut oma dan opanya yang asli Australia.
Sejak saat itu, Nadine tak lagi mendengar kabar tentang Felix.
__ADS_1
Hingga akhirnya, malam ini mereka dipertemukan lagi.