Falling In Love With Trouble Maker

Falling In Love With Trouble Maker
Pengakuan Dosa


__ADS_3

Di sela-sela waktu istirahat, Ayra menghubungi kakeknya.


“Kamu nelpon siapa?”tanya Devara melihat Ayra menelpon seseorang


“Kakek”jawab Ayra


“Kenapa telpon kakek?”tanya Devara


“Cuma ngecek doang”jawab Ayra


Begitu sambungan telepon mereka tersambung, Ayra lansgung menyapa kakeknya.


“Gimana kek? Bagaimana keadaan wanita tadi?”tanya Ayra


“Untung saja kita mengantarkannya tepat waktu. Wanita itu sekarang sudah berada di dalam ruang operasi. Dokter sedang berusaha membantu wanita itu melahirkan”jawab kakek


“Apaaa? Melahirkan?”tanya Ayra tak percaya


Ayra menatap Devara yang berada di depannya.


“Melahirkan? Masak wanita itu melahirkan? Aku kan Cuma menyuruhnya pura-pura sakit. Kenapa malah beneran melahirkan?”gumam Devara dalam hati


“Iya. Wanita itu akan melahirkan. Kakek dan Madam O akan disini menunggui sampai keluarga wanita itu datang”jawab kakek


“Oke..hubungi aku jika ada apa-apa ya kek”


“Oke..bagaimana pemotretannya? Kalian menjalankan perintah kakek kan?”tanya kakek


“I-iya kek”jawab Ayra dengan sedikit terbata-bata


“Bocah nakal! Dia pasti sudah mencuri kesempatan saat aku disini. Awas saja kalo sampai mereka benar-benar melewati batas”gerutu kakek dalam hati


Kakek dapat menerka bahwa Ayra dan Devara pasti sudah melakukan “sesuatu” di belakangnya.


“Aku mau lanjut sesi berikutnya kek. Aku tutup dulu teleponnya ya”ucap Ayra


“Oke..jaga dirimu di sana Ayra”pesan kakek


“Baik kek”sahut Ayra


Akhirnya Ayra menutup teleponya. Kini Ayra menatap Devara dengan tajam menuntut penjelasan.


“Ada apa? Kenapa wajahmu seperti itu?”tanya Devara pada Ayra yang kelihatan sedang marah pada dirinya.


“Kamu dengar tadi kan? Wanita itu sekarang sedang melahirkan”


“Oh ya”


“Hanya itu yang bisa kamu katakan? Kamu ga merasa menyesal?”


“Menyesal untuk apa?”


“Bagaimana jika wanita itu terlalu stress karena perintahmu sehingga membuat dirinya melahirkan dini?”tanya Ayra


“Benarkah seperti itu?”gumam Devara dalam hati


“Ayra sayang..percayalah padaku. Aku hanya menyuruh wanita itu pura-pura sakit saja di depan kakek. That’s it. Aku ga nyuruh wanita itu melahirkan saat ini juga”ucap Devara


“Tapi lihat apa yang sudah kamu lakukan. Bisa saja semua ini karena perintah anehmu itu. Wanita yang sedang hamil, apalagi hamil tua itu sangat beresiko melahirkan dini jika sampai terlalu stress. Aku tak bisa membayangkan jika sampai terjadi sesuatu pada wanita itu”ucap Ayra dengan sedih


Devara yang merasa bersalah langsung memeluk tubuh Ayra untuk menenangkannya. Ayra yang kaget tiba-tiba dipeluk Devara berusaha melepaskan diri.


“Lepasin Dev..apa yang kamu lakukan?”tanya Ayra sambil terus berusaha melepaskan diri dari Devara


“Maaf sayang..aku mengaku bersalah”jawab Devara


Devara terus memeluk tubuh Ayra dengan erat. Hingga membuat Ayra ikut memeluk tubuh Devara. Keduanya saling berpelukan tanpa menghiraukan orang-orang yang menatap keduanya.

__ADS_1


“OMG..mereka berdua mesra banget sih”


“Ambyarrr..ambyarrr..”


“Mereka yang pelukan kenapa aku yang baper sih?”


“Iya aku juga”


“Berasa akunya yang lagi dipeluk tuan Dev”


Perghibahan dimulai begitu melihat kedua sejoli yang sedang berpelukan itu.


“Sudah..jangan ghibah disini. Kalo sampai tuan muda mendengar kalian membicarakannya, bisa-bisa kalian dipecat saat ini juga”ucap Ryan pada pegawainya


“Ampun pak”


Mereka pun ngacir satu per satu. Ryan kemudian berjalan ke arah Devara dan Ayra. Karena hari sebentar lagi menginjak sore.


“Maaf tuan muda”sapa Ryan


Devara dan Ayra saling melepaskan dekapan mereka.


“Ada apa?”tanya Devara


“Saya ingin tahu, apakah kita lanjutkan pemotretannya setelah ini atau kita tunda besok? Karena sebentar lagi hari menginjak sore”ucap Ryan menjelaskan


Devara tampak berpikir sejenak.


“Kita lanjutkan besok saja”jawab Devara


Ayra menatap sang kekasih dengan tatapan penuh tanda tanya. Setelah Ryan pamit, Ayra langsung menanyai Devara.


“Kenapa tidak kita selesaikan hari ini saja?”tanya Ayra


“Moodmu lagi ga bagus. Nanti fotonya tambah jelek”goda Devara


Ayra memukul bahu Devara karena sudah menggodanya.


Devara mengaduh sambil mengusap-usap lengannya namun wajahnya tersenyum.


“Pukulanmu itu sakit, Ay”ucap Devara


“Rasain”balas Ayra


“Ayo kita ganti baju lalu ke rumah sakit melihat keadaan wanita itu”ajak Devara


Devara menarik tangan Ayra. Keduanya langsung berganti pakaian dan bersiap berangkat ke rumah sakit untuk melihat keadaan Mila, wanita yang sedang hamil tadi.


****


Di rumah sakit,


Kakek dan Madam O menunggu di depan ruang operasi. Mereka tetap berada di rumah sakit sambil menunggu keluarga Mila.


“Tuan Arya?”sapa Madam O


“Ada apa Madam?”tanya kakek sambil menoleh pada Madam O


“Maaf, tapi sepertinya sejak tadi Anda kelihatan sedih? Apa karena wanita yang kita tunggui ini?”tanya Madam O


Karena sejak dari lokasi pemotretan itu sampai di rumah sakit, Madam O melihat gurat-gurat kesedihan di wajah kakek selama mengantar wanita hamil itu.


“Melihat wanita itu, mengingatkanku pada mendiang istriku. Dulu saat istriku sedang hamil sampai melahirkan, aku tak pernah ada untuk istriku. Aku tak pernah mendampingi istriku. Semua karena kesibukanku. Hingga membuat aku melalaikan kewajibanku sebagai seorang suami. Itu sebabnya aku selalu merasa bersalah pada mendiang istriku”ungkap kakek


“Oh..ternyata begitu”


“Bagaimana dengan Anda, Madam?”

__ADS_1


“Apa yang ingin tuan tanyakan?”


“Dimana keluarga Anda?”


“Saya sudah lama menjanda. Suami saya meninggal saat saya hamil putra saya, Arga. Setelah Arga berumur empat tahun, saya kembali bekerja di keluarga Alexander”


“Anda tak ingin berkeluarga lagi?”tanya kakek


Madam O tertawa lirih mendengar pertanyaan kakek.


“Hihihihi..pertanyaan Anda lucu juga. Mana ada lelaki yang mau dengan wanita tua seperti saya”ucap Madam O


“Saya lihat Anda masih kelihatan muda”puji kakek pada Madam O


“Terimakasih untuk pujian tuan”balas Madam O


“Anda sendiri tidak berniat berkeluarga lagi?”tanya Madam O balik


Kakek menyunggingkan bibirnya mendengar pertanyaan Madam O. Pembicaraan keduanya bergulir dengan santai. Di tengah pembicaraan keduanya, Devara dan Ayra sudah datang dan menghampiri keduanya.


“Kalian sudah datang? Pemotretannya sudah selesai?”tanya kakek


“Pemotretannya saya tunda kek, besok dilanjut lagi”jawab Devara


“Bagaimana keadaan wanita itu kek?”tanya Ayra


“Dokter sedang mengoperasinya. Wanita itu harus dioperasi karena tadi mengalami kontraksi. Dan setelah diperiksa dokter, ternyata bayinya terlilit tali pusat sehingga harus segera dioperasi. Untung saja kita tadi segera membawanya kemari. Jadi keduanya bisa diselamatkan”jelas Madam O


Mereka menunggui Mila sampai dokter selesai mengoperasinya. Setelah selesai dioperasi, Mila dan bayinya dibawa ke ruang rawat inap. Sebagai ungkapan penyesalannya sudah memberikan perintah “aneh” pada Mila, Devara memilih menanggung semua biaya bersalin Mila. Mila juga ditempatkan di ruang rawat inap VVIP di rumah sakit.


“Kakek, maaf”ucap Devara meminta maaf


Kakek mengerutkan dahinya mendengar Devara meminta maaf pada dirinya.


“Kenapa kamu minta maaf?”tanya kakek pada Devara


Dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya, Devara bersiap melakukan pengakuan dosa pada kakek Arya.


“Tadi saya sudah menyuruh wanita itu pura-pura sakit di depan kakek”


“Apaaa?”kakek membelalakkan matanya mendengar ucapan Devara


“Maaf kek. Aku benar-benar tak bermaksud jahat. Aku hanya ingin menikmati pemotretan tadi dengan lebih leluasa. Aku tak tahu jika wanita itu malah stress mendengar perintahku hingga dia harus melahirkan lebih awal”ucap Devara jujur


Kakek menahan amarahnya setelah mendengar penjelasan Devara.


“Maafkan Devara kek”pinta Ayra


Kakek menggelengkan kepalanya.


“Kenapa kau harus berbuat sejauh itu?”tanya kakek dengan lebih tenang


“Aku merasa tidak tenang jika ada kakek, karena kakek selalu mengintimidasi aku”jawab Devara jujur


Kakek mengayunkan kepalan tangannya ke udara seolah hendak memukul Devara.


“Untung saja Ayra yang memilihmu, jika tidak sudah ku tendang dan takkan kuijinkan kau menjadi bagian keluargaku”ucap kakek sambil menahan emosi.


Setelah Mila sadar dari biusnya, Devara langsung meminta maaf.


“Maaf karena sudah membuatmu harus melahirkan lebih awal”ucap Devara


“Ini bukan salah Anda tuan, sebenarnya sejak tadi pagi saya sudah merasakan kontraksi tapi saya pikir kontraksi akan menghilang seperti yang sudah-sudah”jawab Mila


“Berarti ini tidak murni kesalahanku?”gumam Devara dalam hati


“Sebagai permintaan maafku, semua biaya persalinan dan perawatanmu selama di sini akan aku tanggung. Kau tenang saja dan tinggal memulihkan kondisimu”ucap Devara pada Mila

__ADS_1


“Terimakasih banyak tuan muda”jawab Mila


Setelah melihat kondisi bayi Mila yang sehat dan tampan, Devara Ayra Kakek dan Madam O pulang ke rumah bersama-sama.


__ADS_2