
Pertemuan dengan Bang PD benar-benar dimanfaatkan Ayra untuk menanyakan member BTS. Ayra masih berharap bisa bertemu dengan BTS walaupun sebentar. Tetapi Bang PD meyakinkan Ayra bahwa BTS sedang sangat sibuk.
Saat sedang asyik ngobrol dengan Bang PD, pintu rapat terbuka. Ayra yang membelakangi pintu tak memperhatikan bahwa saat ini member BTS satu per satu memasuki ruangan. Karena Devara memang meminta sebuah permintaan khusus pada Park Ji Won untuk bisa menghadirkan Bang PD dan BTS sebentar saja.
Member BTS datang dengan langkah perlahan. Saat semua member sudah di dalam ruang rapat, pintu pun ditutup kembali.
RM sang leader membuka mulutnya dan memberi salam. Ayra yang mendengar suara seseorang menyapa segera menengok. Ayra terkejut setengah mati saat melihat semua member BTS berada di dalam ruang rapat. Ayra spontan berdiri dari kursinya dengan berteriak histeris.
“Aaarrgghhhhh”Ayra berteriak sambil menutup mulutnya sendiri dengan mata terbelalak.
Semua orang di ruangan itu tertawa melihat ekspresi kaget Ayra.
Mata Ayra berkaca-kaca karena tak menyangka akan bertemu dengan member BTS secara langsung. Devara segera menghampiri kekasihnya itu dan memberikan sebuah dekapan hangat untuk menenangkan Ayra.
Mereka pun akhirnya berkenalan.
“Annyeonghaseyo”sapa Ayra malu-malu
“Hello..my name is Ayra. I’m one of ARMY”ucap Ayra dengan menggebu-gebu
Ayra memperkenalkan dirinya. Ayra sangat senang bisa ngobrol dengan BTS. Mereka sangat ramah dan menyenangkan. Masing-masing member menyapa Ayra sambil memeluk tubuh Ayra sebentar.
“Can I take a picture with you? Please!!”pinta Ayra sambil mengatupkan kedua tangannya.
Ayra meminta ijin pada member BTS dan Bang PD untuk berfoto dengannya. Untungnya mereka mengijinkan. Akhirnya Ayra pun berfoto dengan semua member BTS dan Bang PD. Saat ingin berfoto berdua dengan masing-masing member, Ayra meminta ijin dulu pada Devara sambil berbisik.
“Apa aku boleh berfoto berdua dengan mereka?”tanya Ayra dengan suara memelas.
Ayra meminta ijin dulu karena takut Devara akan marah. Devara yang tahu Ayra sangat menyukai BTS, akhirnya mengijinkan.
“Hanya untuk hari ini”ucap Devara memperbolehkan.
Sebelum mengambil foto berdua dengan masing-masing member, perwakilan Hybe Labels mengingatkan Ayra dan Devara untuk tidak memposting foto itu ke social media ataupun internet. Karena takut akan menimbulkan gossip dan berita tidak sedap tentang artis mereka.
Ayra dan Devara menyanggupinya. Akhirnya Ayra bisa berfoto berdua dengan masing-masing member BTS.
“Aaaghhh..hari ini adalah hari terindah dalam hidupku. Aku benar-benar ARMY yang paling beruntung di dunia ini”gumam Ayra dalam hati
Ayra sangat senang. Apalagi saat bisa berfoto dengan V aka Kim Taehyung, biasnya. V dan Ayra berdiri sangat dekat membuat wajah Ayra bersemu merah.
“Kenapa kau begitu bahagia bertemu lelaki itu? Menyebalkan! Kalo bukan karena dia idolamu, aku pasti takkan membiarkan kamu dekat-dekat lelaki lain”gumam Devara dalam hati sambil menahan amarahnya melihat V BTS berfoto berdua dengan Ayra.
Devara yang melihat V berdiri sangat dekat dengan Ayra, terlihat tidak senang karena dia memang tidak suka Ayra dekat dengan lelaki lain. Sementara Ayra, jangan ditanya lagi sebahagia apa perasaannya kali ini. Momen indah ini adalah impian setiap Army di seluruh dunia. Dan Ayra yang mendapat kehormatan merasa sangat tersanjung.
Karena kepadatan jadwal BTS, mereka pun segera pamit. Sebelum pamit, Ayra mewakili Army berterimakasih kepada BTS yang sudah bekerja sangat keras untuk membahagiakan Army, dengan karya-karya dan prestasi mereka selama ini. Ayra mengatakan bahwa Army akan selalu mendukung dan mensupport BTS. Terakhir kalinya, Ayra mengingatkan BTS untuk selalu menjaga kesehatan mereka dan kata pamungkas dari Ayra adalah “jangan lupa bahagia”, karena jika BTS bahagia, maka demikian pula Army.
Setelah berpamitan, Ayra dan Devara juga berpamitan pada Bang PD. Selanjutnya pembicaraan kotrak kerjasama akan dilakukan dengan perwakilan masing-masing perusahaan.
*
*
*
*
Di dalam mobil,
Ayra tak henti-hentinya memandangi foto dirinya dan V. Ayra tersenyum berkali-kali. Tanpa sadar dia sudah mengacuhkan Devara.
__ADS_1
“Tau gitu ga usah kuajak kamu kesana”ucap Devara menyesali perbuatannya sendiri yang sudah mengajak Ayra.
Ayra yang sadar kecemburuan Devara, meletakkan hp nya lalu menggenggam tangan Devara sambil tersenyum dengan sangat indah.
“Makasih ya..udah ngajakin aku ketemu mereka. Aku seeeneng banget hari ini. Terimakasih Dev”ucap Ayra sambil tersenyum manis
Tiba-tiba Devara mendekatkan tubuhnya ke Ayra, membuat Ayra memundurkan tubuhnya. Wajah Devara sangat dekat dengan wajah Ayra.
“Apa ini? Kenapa dia mendekatkan wajahnya padaku? Apa dia akan menciumku disini? Bagaimana ini?” gumam Ayra dalam hati dengan panic karena Devara sangat dekat dengan dirinya.
Devara sangat ingin mencium Ayra, sebagai imbalan sudah mengajaknya bertemu dengan idolanya. Devara menatap bibir merah Ayra lalu menatap mata indah Ayra.
Ayra salah tingkah melihat perlakuan Devara. Ayra menggigit bibir bawahnya sendiri dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling mobil yang mereka kendarai sekarang. Ayra takut para pengawal itu melihat mereka.
Devara yang gemas dengan tingkah Ayra yang kelabakan karena kelakuannya, segera memegang wajah Ayra lalu mengarahkan wajah Ayra untuk menghadap dirinya.
“Jangan menoleh ke belakang” perintah Devara pada para pengawal dan sopirnya.
Ayra yang deg-degan memilih menutup mata sambil meremas jok mobil. Sementara Devara bersiap dengan “serangannya”. Devara membelai lembut pipi Ayra dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya dilingkarkan di pinggang Ayra agar tubuh Ayra mendekat padanya.
Devara memiringkan kepalanya dan mendekatkan wajahnya perlahan.
“Aku ambil bayaranku”bisiknya lembut pada Ayra
Bibir keduanya pun bertemu. Devara berhasil mencium bibir ranum Ayra. Ciuman hangat keduanya kembali terjadi. Ayra membalas ciuman hangat Devara. Mereka berciuman selama beberapa saat.
Membuat jantung keduanya berdetak sangat kencang. Kupu-kupu di dalam perut Ayra pun beterbangan. Sensasi yang sama ketika mereka berciuman pertama kali di resort waktu itu.
*
*
*
*
Ayra menelpon Nadine.
“Nad, kamu kesini ya? Kita makan malam di restoran. Pakai gaunmu yang kemarin ya. Aku tunggu”pinta Ayra di telpon.
Nadine terpaksa menuruti keinginan sahabatnya itu meskipun suasana hatinya sedang sangat buruk.
Setelah bersiap-siap, Nadine dan Daniel diantar sopir Devara menuju dermaga untuk naik Hangang River Ferry Cruise. Hangang River Ferry Dinner Buffet Cruise merupakan sarana liburan sempurna bagi wisatawan untuk menjelajah kota Seoul dengan sajian utama makan malam kontinental ala buffet. Layanan wisata ini digawangi oleh E-Land Cruise sebagai langkah baru dalam mengembangkan wisata bertema kapal pesiar untuk mempromosikan wisatawan asing akan daya tarik destinasi unik di Korea.
Nadine terlihat cantik dengan mini dress biru dengan model asymmetric off shoulder yang dikenakannya. Sementara Daniel terlihat gagah dengan setelan jas berwarna biru dan kemeja biru navy yang dikenakannya. Keduanya terlihat sangat serasi. Tetapi tentu saja, wajah Nadine yang masih jengkel tak bisa ditutupi.
Begitu bertemu Ayra dan Devara, Nadine memilih diam membisu. Membuat Ayra dan Devara bingung dengan sikap Nadine yang tidak seperti biasanya.
“Kalian kenapa? Bukannya tadi kalian berangkat ke pantai baik-baik saja?”tanya Ayra bingung.
Nadine tetap diam. Daniel menatap Nadine sejenak lalu menjawab pertanyaan Ayra.
“Iya..tadi berangkat baik-baik saja. Tapi pulangnya, entah kenapa wajahnya seperti itu terus” tunjuk Daniel pada Nadine.
Nadine menatap tajam Daniel.
“Memang ada kejadian apa di pantai tadi?”tanya Ayra
“Dia bertemu pacarnya waktu di Cambridge”jawab Nadine dengan nada jutek.
__ADS_1
Ayra menoleh pada Daniel.
“Kamu punya pacar Dan?”tanya Ayra penasaran
“Gadis Ukraina itu maksudmu Nad?” tanya Devara.
Nadine mengangguk. Ayra menoleh pada Devara.
“Kau kenal?”tanya Ayra.
Devara hanya mengangkat alisnya. Devara melirik pada Daniel.
“Kau bertemu Karin di sini rupanya?”tanya Devara sambil tersenyum penuh arti.
Membuat Ayra semakin penasaran dengan gadis bernama Karin yang baru saja disebut Devara.
“Iya..kami bertemu di pantai tadi”jawab Daniel.
Ayra yang merasa tak tahu apa-apa menyilangkan tangannya di depan dada lalu melirik pada Devara menuntut penjelasan.
“Jelaskan padaku, siapa Karin itu?”tanya Ayra pada Devara dengan tatapan tajam meminta penjelasan.
“Jangan tanya aku! Tanya Daniel dong”jawab Devara mengelak memberikan penjelasan sambil menyantap makanan di depannya.
“Dan, siapa Karin? Dan apa hubunganmu dengan gadis itu?”tanya Ayra seperti polisi yang sedang menginterogasi Daniel.
Daniel memilih mengalah dan menjelaskan siapa gerangan Karin, “tersangka” yang sudah membuat Nadine badmood.
“Karin itu temanku dan Devara sewaktu kami ikut pertukaran pelajar di Cambridge University..kira-kira setahun lalu”ungkap Daniel.
“Hei..jangan bawa-bawa aku..diakan dulu pacarmu bukan pacarku”ujar Devara tak terima dikait-kaitkan dengan Karin.
Mendengar ucapan Devara, tambah emosi saja Nadine. Wajahnya semakin ditekuk. Hatinya semakin penuh dengan api kecemburuan.
“Berarti benar dulu mereka pacaran. Pantas saja tadi wajahnya sumringah begitu”gerutu Nadine sambil menatap tajam ke arah Daniel.
Nadine menyantap makanannya dengan kasar. Daniel salah tingkah dengan tatapan tajam Nadine.
“Jangan ngaco kamu Dev..kami cuma berteman”kelit Daniel
“Benarkah? Tapi yang kudengar tidak seperti itu”jawab Devara sambil tersenyum nakal.
“Benar Daniel pacaran dengan Karin?”tanya Ayra pada Devara.
“Waktu disana aku dengar mereka pacaran. Teman sekamar Karin di asrama bilang sering melihat Daniel mengantar Karin. Rumor tentang mereka pacaran santer banget kok..Mereka juga kemana-mana selalu bersama”kenang Devara
Ayra yang mendengar cerita Devara, menjadi ikut tersulut emosinya. Karena Ayra tahu betapa Nadine sangat menyukai Daniel. Ayra tak terima sahabatnya “diduakan” seperti itu.
“Kau bilang tadi teman Dan? Aku tak menyangka ternyata kamu juga playboy Dan”gerutu Ayra dengan tatapan sama tajamnya dengan Nadine.
“Kenapa mereka berdua menatapku seperti itu? Sebenarnya apa salahku? Aku kan hanya berteman dengan Karin”gumam Daniel melihat dua sahabat wanitanya yang kelihatan sama-sama emosi.
Makan malam romantis berempat yang dirancang Devara gagal total. Karena kenyataannya, Ayra dan Nadine sama sekali tidak menikmati makan malam itu. Suasana makan malam malah mencekam setelah sesi tanya jawab kedekatan Daniel dan Karin. Daniel sebagai korban “salah tangkap” hanya bisa pasrah.
Sebelum pulang, Ayra sempat menarik tangan Daniel.
“Aku tak mau tau, besok kau harus sudah berbaikan dengan Nadine. Kalau perlu kau memohon padanya”pinta Ayra setengah memaksa.
Daniel menghela nafas panjang mendengar permintaan aneh Ayra.
__ADS_1