Falling In Love With Trouble Maker

Falling In Love With Trouble Maker
Misi Rahasia


__ADS_3

Pagi itu,


Setelah berpamitan pada Agatha, Devara dan Ayra pulang ke kota mereka. Waktu berlibur telah usai. Mereka berdua sangat menikmati saat-saat kebersamaan mereka di resort. Mereka merasa bahagia selama bersama.


Devara bahagia karena sekarang Ayra sudah mulai menunjukkan perasaannya. Ayra juga tak malu lagi dipeluk Devara. Walaupun hanya saat berdua saja. Namun itu sudah membuat Devara sangat bahagia.


Ayra dan Devara pulang naik helicopter lagi. Kali ini Ayra tak lagi takut seperti saat keberangkatan. Dia lebih menikmati perjalanannya kini.


Selama perjalanan, Devara yang kali ini mengantuk. Mereka berdua saling menyandarkan kepala masing-masing. Ayra menyandarkan kepalanya di bahu Devara sementara Devara menyandarkan kepalanya ke kepala Ayra. Mereka saling berpegangan tangan satu sama lain.


Ayra benar-benar dibuat takjub saat melihat pemandangan dari atas rumah kediaman Devara yang sangat luas. Bangunan yang berdiri di atas lahan hampir dua puluh lima ribu meter persegi merupakan rumah termewah di Indonesia dan di Asia Tenggara. Bangunan yang mirip istana ini juga menjadi salah satu rumah termewah di Asia.


Rumah bergaya neoklasik yang dikelilingi dengan kolam renang yang super luas dan air mancur yang sangat indah. Selain desain eksterior dan interiornya yang sangat mewah, rumah ini juga dilengkapi beragam fasilitas berteknologi tinggi. Kaca rumah Devara dilapisi kaca anti peluru. Semua bagian rumah didesain sangat elegan dan berkelas.


Di dalam rumah terdapat  kolam renang pribadi. Di halaman luar juga terdapat dua landasan helipad. Fasilitas olahraga di rumah Devara terdiri dari lapangan golf, lapangan basket, lapangan tenis, lapangan squash dan ruangan gym. Tak heran jika fisik Devara sangat terjaga karena dia memang hoby olahraga.


Di dalam rumah terdapat ruang spa, sauna, jacuzzi, laundry dan ruang bioskop pribadi. Garasi mobilnya mampu menampung hampir lima puluh mobil dengan sistem parkir yang modern dan otomatis, sehingga mobil akan keluar sendiri dari garasi yang dirancang oleh arsitek khusus dari Jepang.


Semua bagian rumah dihiasi lampu gantung besar dengan ornament-ornamen yang sangat mewah dan indah. Di dinding dihiasi lampu tempel besar mirip lampu istana kerajaan Prancis. Gerbangnya berlapis emas, kolam yang ada di halamannya juga berlapis emas, di dalam rumah juga tangga yang dilapisi emas, begitu pula dengan ornamen-ornamen yang ada di interior. Hiasan emas ini pastinya ada di setiap ruangan. Terlepas itu di ruang makan, kamar tidur, kamar mandi dan sebagainya.


Karena halamannya yang sangat luas, Keluarga Devara mempekerjakan hampir tiga puluh orang tukang kebun untuk merawat semua tanaman dan kebun bunga yang ada di kediaman Devara.


Karena saking banyaknya pelayan dan bodyguard yang bekerja di rumah, Devara sampai tak tahu siapa saja pelayannya. Yang Devara kenal hanya kak Arga dan Madam O saja.


Ayra dan Devara sudah sampai di kediaman keluarga Alexander. Ayra menepuk pelan pipi Devara untuk membangunkannya.


"Dev..bangun..kita sudah sampai"ucap Ayra sambil menepuk pipi Devara pelan.


Devara mengerjapkan matanya perlahan sambil menyatukan nyawa dengan raganya. Devara benar-benar tertidur pulas.


“Bangun Dev..kita sudah sampai” ucap Ayra lembut.

__ADS_1


Ayra tersenyum melihat kekasihnya yang sangat imut saat bangun tidur.


“Ayo bangun”ucap Ayra lagi.


Devara tersenyum begitu melihat Ayra yang tersenyum padanya. Devara memegang kedua tangan Ayra lalu diletakkan tangan itu di kedua pipinya. Kemudian Devara memukul-mukulkan pelan tangan Ayra untuk membangunkan dirinya.


Ayra tersenyum saja melihat tingkah lucu Devara. Setelah benar-benar bangun, Devara mengajak Ayra turun dari helicopter.


Begitu turun dari helicopter, seorang bodyguard sudah menyambut kedatangan Devara dan Ayra sambil membawakan payung untuk mereka berdua karena cuaca lumayan terik.


Devara menggandeng tangan Ayra sambil memayungi Ayra. Sampai di depan rumah, Madam O sudah menyambut Devara dan Ayra.


“Selamat datang tuan muda, nona Ayra”sapa Madam O.


“Bagaimana kabar Madam?”tanya Ayra sambil memeluk tubuh Madam O.


“Saya baik nona. Saya senang nona berkunjung hari ini”balas Madam O.


Kebetulan besok sekolah libur karena tanggal merah. Ayra ingin membuat pesta kejutan untuk Devara sebagai hadiah ulangtahunnya. Ayra meminta Madam O membantunya.


Ayra ingin mengajak Daniel, Nadine, dan Madam O merayakan ulangtahun Devara bersama-sama. Karena Ayra merasa pesta ulangtahun Devara yang diadakan di hotel waktu itu, kurang berkesan. Karena Devara tidak benar-benar menikmati pesta ulangtahunnya. Kak Arga ternyata tidak berada di Indonesia. Ia menyusul keluarga besar Devara ke Melbourne.


Ayra ingin mengadakan pesta kejutan itu di taman dalam rumah yang pemandangannya sangat indah karena terletak di samping kolam renang Devara.


Ayra senang karena Madam O bersedia membantunya. Walaupun Ayra juga takut jika sampai rencana kejutannya gagal, karena Devara sudah tahu terlebih dahulu. Namun Madam O membesarkan hati Ayra dan menyemangatinya pasti pesta itu berjalan lancar.


“Nona tenang saja, tuan muda tidak akan berpikir sejauh itu. Tuan muda itu sangat cuek. Dia jarang memperhatikan sekitarnya. Saya berani jamin, kalaupun pelayan-pelayan disini menyiapkan pesta kejutan itu, tuan muda pasti tidak akan perduli dan pasti tidak akan menyadarinya. Nona percaya ucapan saya”ucap Madam O menyemangati Ayra.


“Semoga saja Madam”balas Ayra


“Saya akan kesini besok pagi, lalu kita siapkan pesta kejutan itu sebelum Devara bangun” ujar Ayra

__ADS_1


“Baik nona. Saya akan siapkan semua yang nona butuhkan”ucap Madam O.


“Terimakasih Madam”ucap Ayra lembut


“Saya yang justru berterimakasih pada nona. Berkat nona Ayra, sekarang tuan muda terlihat lebih “hidup” dan lebih bahagia. Dia juga lebih manusiawi. Saya sangat bersyukur nona menjadi kekasih tuan muda”jelas Madam O membuat Ayra terharu.


Ayra bisa melihat betapa Devara dikelilingi orang-orang baik yang sangat perhatian dan sangat menyayanginya.


“Ngomongin apa sih? Serius banget”suara Devara mengagetkan Ayra dan Madam O yang sedang asyik berbincang-bincang.


“Mau tahu aja”goda Ayra


“Udah selesai belum gosipnya? Kalau sudah, aku antar pulang sekarang” ajak Devara


“Siapa juga yang nggosip?”gerutu Ayra sambil mengerucutkan bibirnya


“Madam, saya pulang dulu. Lain kali saya akan mampir lagi”ucap Ayra sopan


“Iya nona. Saya tunggu kedatangan nona” balas Madam O sambil menggenggam tangan Ayra dengan senyum yang tersungging di wajah tuanya.


Akhirnya Devara mengantar Ayra pulang. Sepanjang perjalanan pulang, Devara terus menggenggam tangan Ayra. Seakan tak mau melepaskannya. Ayra sampai risih diperlakukan seperti itu oleh Devara.


“Mau sampai kapan megangin tanganku?”tanya Ayra


“Sampai pelaminan”jawab Devara enteng


Ayra tergelak mendengar ucapan Devara.


“Gombal banget”ucap Ayra.


Diapun mencubit pelan lengan Devara dengan tangannya yang lain. Devara yang dicubit lengannya hanya bisa tertawa melihat Ayra salah tingkah karena rayuan mautnya barusan.

__ADS_1


__ADS_2