Falling In Love With Trouble Maker

Falling In Love With Trouble Maker
Obsesi Gina


__ADS_3

Setelah puas memeluk Ayra, Devara mengajak Ayra kembali ke kelasnya dengan terus menggandeng tangan Ayra. Selama perjalanan menuju kelas, Devara terus menggenggam tangan Ayra tanpa menghiraukan tatapan iri semua siswa yang menatap mereka. Karena bagi mereka pemandangan Devara dan Ayra yang saling bergandengan tangan adalah pemandangan yang sudah biasa mereka lihat selama setahun ini.


Namun, tetap saja ada rasa iri dalam hati siswi sekolah ini, karena mereka menyadari betapa beruntungnya Ayra bisa mendapatkan perhatian dan cinta yang begitu besar dari seorang Devara Alexander, lelaki tampan penerus kerajaan bisnis Alexis Global Corp. yang sangat terkenal itu.


“Ayra beruntung sekali ya..bisa menjadi kekasih Devara”ucap seorang siswi


“Kau benar..andai saja aku adalah Ayra pasti aku menjadi gadis paling bahagia sedunia. Mendapatkan pacar sekeren, seganteng dan seperfect Devara”tambah siswi yang lain


Percakapan beberapa siswi itu terdengar oleh seseorang yang saat ini juga menatap tajam ke arah Devara dan Ayra yang sedang berjalan ke kelasnya dengan bahagia. Tatapan penuh kebencian dengan tangannya yang mengepal kuat.


“Tunggu saja Ayra..aku akan membuatmu menghilang dari kehidupan Devara”gerutu Gina dalam hati.


Gina yang sudah keluar dari ruang kepala sekolah kini berjalan ke arah kelasnya, ke kelas yang sama dengan Ayra dan Daniel. Gina berjalan menghampiri Ayra dan Devara yang saat ini sedang berdiri di depan pintu kelas.


“Ayolah Dev..lepaskan tanganku dan kembalilah ke kelasmu”pinta Ayra karena Devara tak juga melepaskan tangannya.


“Aku akan disini sampai guru datang”ucap Devara sambil tersenyum


“Tapi kau juga ada pelajaran kan? Ayolah! Kembali ke kelasmu”rayu Ayra


“Devaraaa”seru Gina sambil melingkarkan tangannya pada lengan Devara dan memasang wajah sepolos malaikat.


“Kau Gin?”tanya Devara yang kaget melihat seseorang berani menyentuh lengannya.


Ayra yang melihat Gina melingkarkan tangannya di lengan Devara merasa tak suka namun tak dinampakkannya.


“Kenapa kau disini? Apa ini kelasmu?”tanya Devara datar


Gina mengerucutkan bibirnya.


“Kenapa kau bicara seperti itu? Apa kau tak suka melihatku sudah disini?”ucap Gina dengan nada kecewa.


“Devara tak bermaksud begitu Gina. Kau jangan marah ya?”pinta Ayra melihat raut wajah Gina yang kecewa.


Akhirnya guru pun datang. Ayra segera mendorong tubuh besar Devara menjauh kembali ke kelasnya. Ayra segera duduk di kursinya. Begitu juga Daniel dan teman-teman sekelas Ayra. Gina yang dari tadi di depan kelas akhirnya memperkenalkan diri.

__ADS_1


“Kenalkan namaku Georgina Elaine Rodiguez. Kalian bisa memanggilku Gina. Terimakasih”ucap Gina singkat.


“Baiklah Gina, selamat datang di kelas XII. Sebenarnya Gina sudah tercatat sebagai murid di sekolah ini, tapi karena Gina harus menjalani pengobatan, makanya Gina baru bergabung dengan kita sekarang, bukan begitu Gina?”tanya bu Lyn.


“Benar bu”jawab Gina sambil menganggukkan kepalanya


“Baiklah, sekarang kau bisa duduk Gina..duduklah disamping Ayra”perintah bu Lyn


Gina menatap Ayra dengan senyum penuh arti. Daniel yang duduk tak jauh dari Ayra pun menatap ke arah Gina. Gina pun duduk tepat disamping Ayra.


“Akhirnya kita bisa duduk bersama ya?”ucap Gina


“Ah..iya”jawab Ayra sambil tersenyum


“Aku akan awasi kau terus Gina”gumam Daniel dalam hati.


Pelajaran pun dilanjutkan kembali. Ayra dan teman-teman sekelasnya mendengarkan penjelasan yang diberikan bu Lyn. Sementara Gina tampak sesekali menatap ke arah Ayra. Dan saat Ayra menoleh ke arah Gina, Gina tersenyum dengan manis.


*


*


*


*


Seorang lelaki muda tampak sedang menikmati minuman beralkohol di tangannya. Pikirannya mengelana tak tentu arah. Sementara itu dari arah belakang, seorang gadis muda yang sangat cantik yang mengenakan dress mini dengan model tank top berwarna hitam, mendekati lelaki muda itu dan menepuk pundaknya.


“Apa kau sudah lama menungguku?”tanya gadis itu


“Kenapa kau lama sekali?”tanya Felix yang menoleh ke arah Gina.


Felix meraih tubuh Gina lalu mencium bibir Gina.


“Lepaskan aku”pinta Gina yang tak suka dicium oleh Felix.

__ADS_1


Felix tersenyum sinis menatap Gina.


“Kenapa kau begini? Bukankah kita sudah biasa melakukannya?”tanya Felix


“Kecilkan suaramu! Aku tak mau orang-orang mendengar suaramu”ucap Gina yang kemudian duduk disamping Felix.


“Aku dengar kau sudah masuk sekolah XX?”tanya Felix sambil meminum minumannya lagi.


“Ambilkan aku minuman yang sama yang diminum lelaki ini”pinta Gina pada bartender yang dibalas dengan anggukan kepala bartender.


“Kenapa? Apa kau iri karena aku bisa masuk sekolah itu sementara kau tak bisa?”sindir Gina lalu menikmati minuman yang diberikan bartender padanya.


“Apa kau benar-benar akan melakukan rencanamu untuk menyingkirkan kekasih Devara?”tanya Felix sambil menoleh ke arah Gina.


“Tentu saja. Karena Devara adalah milikku. Hanya milikku”jawab Gina sambil menatap gelas minumannya.


“Lakukan apapun yang ingin kau lakukan. Tapi jangan pernah kau sampai menyakiti Nadineku”ucap Felix


Gina tersenyum sinis sambil memegang wajah Felix.


“Apa kau masih mencintai Nadine? Padahal dia sudah pacaran dengan Daniel? Sudah lupakan saja cintamu itu”ucap Gina


Felix menepis tangan Gina yang memegang wajahnya.


“Bukankah seharusnya kau juga melupakan Devara? Dia juga sudah punya wanita yang dicintainya”balas Felix dengan seringai tipis di wajahnya.


“Aku sudah bilang, aku akan menghilangkan gadis itu, hingga hanya ada aku yang berada disisi Devara”gerutu Gina


“Lalu sekarang, apa rencanamu?”tanya Felix


Gina langsung memberitahu Felix rencana-rencana jahatnya untuk menyingkirkan Ayra. Setelah mengobrol, keduanya kemudian pergi melanjutkan petualangan mereka menuju kamar hotel yang masih satu bangunan dengan bar eksklusif yang mereka kunjungi. Felix dan Gina kemudian bercinta dengan sangat panas dan membara.


Di usia yang terbilang muda, Felix dan Gina sudah terjebak dalam pergaulan bebas. Felix yang sejak SMP sudah berpetualang dan menjadi penjajah wanita, bertemu dengan Gina yang rupanya memiliki kehidupan gelap. Dibalik wajah cantiknya yang seperti malaikat, tersimpan iblis wanita yang sangat mengerikan. Karena obsesi Gina pada seorang Devara.


Felix dan Gina bertemu di Melbourne saat Gina sedang liburan setelah menjalani rehabilitasi di Amerika. Bertemu dengan sahabat lama yang rupanya sudah menjadi Casanova muda, dengan begitu banyak wanita disisinya. Mereka yang awalnya hanya sekedar teman curhat, kemudian menjadi pasangan di ranjang. Felix yang mulai lihai dengan mudah memuaskan Gina yang memang sejak di Amerika, sudah tidak lagi perawan. Gina melepas keperawananya pada seorang pria beristri di Amerika yang tak lain adalah dokter yang merawat dan mengobatinya hingga benar-benar sembuh.

__ADS_1


Selama dua tahun terakhir, Felix dan Gina menjalin kasih meskipun hanya sebatas teman seranjang. Kadang Felix menemani Gina di Amerika saat libur sekolah. Kadang Gina yang menyusul Felix ke Melbourne.


Hubungan terlarang keduanya terus berjalan, hingga akhirnya Gina dinyatakan sembuh dan hanya perlu kontrol tiga bulan sekali. Gina yang sejak awal, memang ingin segera kembali ke Indonesia untuk kembali ke sisi Devara, lelaki yang dicintainya. Sementara Felix memilih mengikuti keinginan Gina kembali ke Indonesia hanya agar bisa tetap bersama dengan Gina dan untuk memastikan keselamatan Nadine, gadis yang sangat dicintainya.


__ADS_2