Falling In Love With Trouble Maker

Falling In Love With Trouble Maker
Menyelamatkan Ayra


__ADS_3

Di tempat yang lain,


Ayra sampai juga di tempat tujuan. Gudang lantai dua Gedung B. Dia segera masuk ke dalam. Ruangan sangat gelap. Tak tampak tanda-tanda Devara disana.


“Di mana cowok gila itu? Aku tak melihatnya”gumam Ayra dalam hati


Ayra berkeliling mencari keberadaan Devara. Tiba-tiba,


Ddduuukkkk..


Dari arah belakang ada yang menendang dan membuat Ayra tersungkur ke lantai. Kakinya sedikit lecet. Rupanya salah satu anak buah laki-laki Devara yang menendangnya.


“Mana Devara?”tanya Ayra


Ada tiga orang di sana yang berdiri di depan Ayra. Mereka tetap diam tak menjawab pertanyaan Ayra.


“Aneh..siapa mereka ? Sepertinya mereka bukan anak buah cowok tengil itu”gumam Ayra dalam hati


Ayra segera berdiri dan bersiap berkelahi dengan mereka.


“Maju kalian satu per satu”tantang Ayra dengan berani.


“Serangggg!!!”seru salah satu anak buah Devara.


Meskipun dikeroyok bertiga namun Ayra tak gentar sedikitpun. Ayra bahkan bisa melawan ketiga lelaki yang mengeroyoknya seorang diri. Perkelahian tiga lawan satu itupun berlangsung selama beberapa menit. Perkelahian sangat seru. Karena baik Ayra maupun anak buah Devara sama-sama tak mau mengalah. Mereka terus saja berkelahi. Saling memukul dan menendang. Ayra tampak menguasai pertandingan yang tidak imbang itu.


Awalnya Ayra bisa mengimbangi mereka dan hampir menang walaupun dikeroyok tiga pria sekaligus. Tapi karena tak waspada dan suasana ruangan yang sedikit gelap, dari arah belakang Ayra muncul seseorang dengan langkah mengendap-endap. Orang itu kemudian membekap hidung dan mulut Ayra dengan saputangan dengan sangat kuat.


“Kena kau”ucap seseorang


“Hhmmmmpp..hmmmppp”


Ayra terbelalak saat merasakan ada yang membekapnya dari belakang. Ayra berusaha memberontak namun tubuhnya tiba-tiba terasa lemas. Pandangannya mendadak gelap. Ayra pingsan. Rupanya saputangan itu sudah diberi obat bius.


Ayra tak sadarkan diri selama beberapa saat. Kini Ayra sudah duduk di kursi dengan kondisi kedua tangan terikat ke belakang. Kakinya juga diikat. Mulutnya pun dilakban.


Ayra masih belum sadarkan diri.


Tiba-tiba,


Byurrrrr..


Seember air diguyurkan kesekujur tubuh Ayra. Membuat Ayra sadar dari pingsannya. Sekujur tubuh Ayra basah kuyup disiram air tadi. Membuat underware yang dipakainya terlihat jelas dari balik seragam putihnya.


“Kau sudah sadar? Dasar wanita j*lang”umpat Angel


Plakkk..


Angel menampar Ayra dengan keras hingga kepala Ayra terdorong ke samping.


“Hahahaha…”mereka semua tertawa bahagia melihat Ayra tak berdaya seperti itu.


“Kau pikir dengan mudah kau bisa menang dari kami, hah!”ujar Angel sambil memegang dagu Ayra dengan kasar.


“Kau itu cuma gadis pindahan di sini. Beraninya kau mencari gara-gara dengan kak Dev”ucap Angel sambil menoyor-noyor kepala Ayra.


Angel dan genknya rupanya sangat mengerikan. Mereka melakukan berbagai cara untuk membully dan mengintimidasi korbannya. Seperti yang mereka lakukan pada Ayra sekarang.


“Jadi begini, kengerian genk Devara” gumam Ayra dalam hati.


“Bagaimana caranya aku bisa keluar dari sini? Ikatan talinya sangat kuat. Aku tak bisa bergerak sama sekali”gerutu Ayra lagi


Walaupun dia mencoba melepaskan diri, tapi ikatan talinya terlalu kuat. Ayra sama sekali tak bisa berkutik.


“Kau akan merasakan pembalasan dariku karena kau sudah berani menghina kak Dev, dasar wanita j*lang”umpat Angel


Angel lalu mengeluarkan sebuah pisau lipat. Diletakkannya pisau itu di wajah Ayra.

__ADS_1


Ayra ngeri dengan kelakuan Angel. Dia berusaha menghindari pisau lipat itu.


“Apa aku lukai saja wajah cantikmu ini supaya kau tak berani banyak tingkah? hahahaa”ucap Angel sambil mendekatkan pisau lipat itu.


“Tolong jangan..jangan lakukan itu”pinta Ayra dalam hati


“Kau sudah merekamnya kan?” tanya Angel pada salah satu anak buahnya


“Sudah” jawab anak buah Angel.


Satu anak buah Angel memegang hp dan merekam semua yang mereka lakukan pada Ayra.


Ayra mau menangis karena sekarang dia benar-benar tak berdaya. Matanya tampak berkaca-kaca. Entah apa yang akan terjadi pada Ayra selanjutnya. Karena Ayra benar-benar tak bisa melepaskan diri dari ikatan itu.


*


*


*


*


Di tempat lain,


Devara sudah sampai di sekolah. Daniel dan Nadine sudah menunggunya. Begitu turun dari mobil, Devara segera berlari menuju Daniel.


“Dimana Ayra?”tanya Devara kuatir


“Katakan padaku, kenapa kau bilang Ayra dalam bahaya?”tanya Devara sambil menarik kerah baju Daniel


Nadine mencoba melerai.


“Lepaskan Dev.. Daniel tak bersalah. Ini semua ulah anak buahmu” ujar Nadine sambil mencoba melepaskan cengkeraman Devara di kerah baju Daniel.


Mendengar ucapan Nadine, Devara pun melepaskan cengkramannya.


“Kita tak punya banyak waktu. Sebaiknya kita segera berpencar untuk mencari Ayra. Aku yakin dia masih ada di sekitar sekolah ini”usul Daniel


“Baiklah” Devara menurut


Devara memerintahkan bodyguard nya yang berjumlah beberapa orang untuk ikut mencari keberadaan Ayra. Mereka berpencar mencari Ayra di semua tempat. Satu per satu ruangan di buka. Tapi tak ada tanda-tanda Ayra.


Devara mencari Ayra dengan putus asa.


“Bertahanlah..tunggu aku Ayra”pinta Devara dalam hati.


Arga menelpon Devara.


“Bagaimana kak? Dimana Ayra?”tanya Devara panik


“Saya berikan koordinatnya sekarang”jawab Arga


Devara membuka pesan dari Arga. Diikutinya petunjuk yang diberikan berdasarkan koordinat di GPS itu. Devara segera berlari ke lantai 2 Gedung B.


*


*


*


*


Di dalam gudang,


Angel terus saja menakut-nakuti Ayra dengan pisau lipatnya.


“Siapapun..tolong aku”pinta Ayra dalam hati.

__ADS_1


Matanya sudah berkaca-kaca


“Kenapa? Kau sedih ya?”ejek Angel melihat Ayra yang hampir menangis


“Makanya jangan berani mengusik kak Dev. Tanggung sendiri sekarang akibatnya”ucap Angel geram sambil menjambak rambut Ayra.


Ayra nampak kesakitan karena Angel menarik rambutnya kasar.


“Bagaimana..kalau kita buka saja bajunya?”tanya Angel sambil menyeringai sinis.


“Hahahahaa” Angel dan anak buahnya tertawa-tawa.


“Tolong jangan lakukan itu”Ayra coba berontak


Pisau lipat itu diarahkan Angel ke kancing baju Ayra.


“satu”


satu kancing terlepas


“Tolong hentikan”pinta Ayra dalam hati


“dua”


Kancing kedua kembali terlepas.


Membuat bra yang dipakai Ayra terlihat jelas. Gunung kembar Ayra pun tampak menonjol dari balik bra nya.


“Aku mohon hentikan” pinta Ayra dalam hati


“Kenapa? Kau sedih ya?”tanya Angel pada Ayra melihat mata Ayra yang berkaca-kaca.


“Hahahahaha” tawa Angel dan anak buahnya membahana ke seluruh ruangan.


“Sudah..aku serahkan dia pada kalian. Kalian urus dia” perintah Angel pada anak buah Devara


Tiga lelaki yang tadi berkelahi dengan Ayra tampak liar memandangi tubuh molek Ayra. Apalagi sekarang baju Ayra basah kuyup, membuat lekuk tubuh Ayra terlihat sangat jelas.


“Serahkan dia pada kami” jawab salah satu dari anak buah Devara sambil tersenyum. Senyum penuh na*su.


Mata Ayra terbelalak.


“Mau apa mereka sekarang?”tanya Ayra dalam hati.


Jantungnya berdegup dengan sangat kencang. Ayra takut jika sampai dilecehkan lelaki-lelaki itu yang menatap dirinya dengan mata penuh na*su.


Angel berdiri tak jauh dari mereka bertiga. Ketiga anak buah Devara berjalan perlahan mendekat ke arah Ayra,


“Siapapun, tolong selamatkan aku”doa Ayra.


Saat ini dia benar-benar takut  akan dilecehkan oleh anak buah Devara yang terus memandangi tubuhnya.


Tiba-tiba pintu gudang ditendang dari luar.


“Brakkkkkk…


 


 


 


 


 


Jangan lupa klik like dan ditunggu komentarnya ya kak

__ADS_1


🥰🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2