Falling In Love With Trouble Maker

Falling In Love With Trouble Maker
Panggil Aku "Suamiku"


__ADS_3

Ayra yang mendengar pengalaman Devara selama tiga bulan kemarin, tanpa sadar menitikkan airmatanya. Ayra merasa terharu melihat perjuangan Devara demi mendapatkan restu kakek Arya. Hatinya begitu tersentuh mendengar semua perjuangan Devara selama ini.


“Tes..tes..”


Tetesan airmata Ayra jatuh mengenai wajah Devara. Membuat Devara spontan mendongakkan kepalanya menatap sang kekasih.


“Ay”panggil Devara


“Maaf..tiba-tiba aku kelilipan”kelit Ayra sambil mengusap airmatanya yang mengalir semakin deras.


Devara yang awalnya tiduran di pangkuan Ayra, langsung bangun dan menghadapkan tubuhnya ke arah Ayra.


“Kamu kenapa?”tanya Devara kuatir.


“Aku bilang aku kelilipan”kilah Ayra bohong dengan wajahnya dihadapkan berlawanan dengan Devara.


Devara menyunggingkan sudut bibirnya ketika mengerti kesedihan yang dirasakan sang kekasih. Devara mendekatkan tubuhnya ke arah Ayra kemudian menarik tubuh Ayra dengan keras hingga gadis itu menabrak dada bidang Devara. Devara memeluk tubuh sang kekasih untuk menenangkannya.


“Jangan menangis! Kau lihat kan aku sudah berhasil mendapatkan restu kakek”ucap Devara sambil mengusap lembut rambut panjang Ayra.


Perlahan-lahan tangan Ayra ikut mendekap Devara. Mereka berdua berpelukan dengan hangat. Seketika airmata Ayra jatuh tak terbendung lagi. Ayra menangis dalam dekapan Devara. Airmata Ayra membasahi kemeja yang dikenakan Devara. Suara tangisannya begitu menyayat hati. Membuat Devara ikut sedih mendengarnya.


“Hei..kenapa nangisnya tambah kenceng sih?”gerutu Devara yang mendengar isakan tangis Ayra yang semakin keras.


Ayra yang tak terima dimarahi Devara memukul punggung Devara beberapa kali. “Kamu sih..kenapa ga bilang kalo kakek nantangin kamu?”protes Ayra sambil terisak.


“Kalo aku cerita, terus kamu mau apa?”tanya Devara


“Aku kan bisa membujuk kakek jadi kamu ga perlu melewati tantangan berat dari kakek seperti itu”


“Lalu kakek akan menyebutku pecundang yang bersembunyi di balik cucunya? Tak mungkin aku melakukan itu. Aku ingin membuktikan pada kakek kalo aku layak dan pantas menjadi pendamping hidupmu”tutur Devara sambil mengusap perlahan pucuk kepala Ayra yang berada dalam dekapannya.


Hati Ayra begitu tersentuh dengan ucapan Devara. Ada perasaan hangat yang menjalar di sana.


“Terimakasih”ucap Ayra tiba-tiba


“Untuk apa?”tanya Devara sambil mengernyitkan dahinya


“Terimakasih karena kau sudah memperjuangkan aku. Memperjuangkan cinta kita”sahut Ayra


Devara melepaskan dekapannya dengan kedua tangannya memegang lengan Ayra. Ditatapnya wajah cantik sang kekasih yang tampak memerah karena menangis. Keduanya bertatapan dengan mesra. Ayra dan Devara sama-sama tersenyum. Devara mengusap perlahan sisa airmata di pipi Ayra.


“Karena kau adalah masa depanku. Tentu aku akan perjuangkan dirimu bagaimanapun beratnya. Karena aku yakin pada cinta kita. Sudah, jangan menangis lagi”pinta Devara


Ayra menganggukkan kepalanya pelan. Devara menarik kepala Ayra dan disandarkan di dadanya yang bidang. Keduanya duduk sambil berpegangan tangan. Ayra menyandarkan kepalanya di dada bidang Devara sambil menatap pemandangan kolam renang.


“Ay”


“Ada apa?”tanya Ayra sambil mendongakkan kepalanya


“Mulai sekarang kau harus baik-baik denganku. Kau lihat kan aku sudah bersusah payah sekeras itu untuk mendapatkanmu. Jadi perlakukan aku dengan baik. Kau mengerti?”perintah Devara.

__ADS_1


“Baik tuan muda”goda Ayra menirukan ucapan kak Arga yang selalu memanggil Devara dengan sebutan tuan muda.


“Kau memanggilku apa?”tanya Devara tak terima sambil memegang dagu Ayra sehingga wajah Ayra mendongak ke arah Devara


“Tuan muda”jawab Ayra sambil tersenyum


“Awas kalo kamu memanggilku dengan sebutan itu”ancam Devara


“Lalu aku harus memanggilmu dengan sebutan apa?”tanya Ayra.


“Panggil aku “suamiku”pinta Devara


Ayra tergelak mendengar permintaan Devara.


“Dasar gila”umpat Ayra lirih sambil terkekeh


“Apa? Kau mengumpatku barusan?”selidik Devara sambil mengernyitkan dahinya karena dia memang tidak mendengar dengan jelas ucapan Ayra.


“Ga kok..aku ga mungkin mengumpatmu sayang”rayu Ayra


“Awas saja kalo kau berani mengumpatku. Akan kuberikan hukuman untuk gadis nakal yang sudah berani mengumpatku”ancam Devara dengan wajah sangarnya.


Devara kemudian mengecup kening Ayra yang berada di bawahnya. Ayra memejamkan matanya saat merasakan kecupan hangat Devara di keningnya. Keduanya bertatapan dengan mesra lalu saling melempar senyuman manis.


“Untung saja dia tadi ga denger. Bisa “habis” aku kalo dia mendengarnya”gumam Ayra dalam hati.


“Aku dengar dari kak Catherine, setiap wanita itu punya gambaran pernikahan impian mereka masing-masing. Bagaimana denganmu? Pernikahan seperti apa yang kau impikan?”tanya Devara


Ayra menatap lurus ke depan ke arah kolam renang. Namun pikirannya menerawang jauh mambayangkan pernikahan impiannya sejak dulu.


“Kau tahu, sejak dulu aku selalu membayangkan menikah dengan konsep beach wedding party”


“Beach wedding party?”tanya Devara penasaran


“Iya..itu lho, pernikahan dengan pemandangan pantai”


“Coba kau ceritakan seperti apa itu?”pinta Devara


“Dulu aku selalu membayangkan menikah di atas tebing atau di tepi pantai dengan view pantai pasir putih dengan air lautnya yang berwarna biru. Beratapkan langit biru dan pemandangan pantai yang indah”


“Sepertinya bagus”


“Tentu saja. Sayang sekali keluargaku tak setuju”ucap Ayra sedih


Ayra langsung menekuk wajahnya. Terbesit kesedihan di hati Ayra setelah menceritakan pernikahan impiannya yang tak mungkin terwujud.


“Tenang saja sayang..aku pasti akan mengabulkan permintaanmu. Karena impianmu adalah perintah untukku. Aku pasti akan mewujudkannya”gumam Devara dalam hati


Sementara Ayra menghela nafasnya perlahan. Karena memang keluarga besar Ayra berencana membuat pesta pernikahan mereka dengan konsep garden party. Beach wedding party impian Ayra terlalu sulit untuk diwujudkan. Selain karena kota mereka jauh dari pantai juga karena kendala biaya. Beach wedding party tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit.


Sebenarnya Ayra sudah mengutarakan keinginannya untuk mengadakan pesta pernikahan sederhana saja. Namun keluarga besarnya menolak mentah-mentah. Terlebih Ayra adalah putri semata wayang Ayah Aldi. Sehingga pesta pernikahannya harus diadakan dengan meriah.

__ADS_1


Setelah lama bercengkerama di ruang keluarga, baik Ayra maupun Devara kembali ke kamar masing-masing untuk mandi.


Di dalam kamar,


“Aku ingin kau mengurus semuanya seperti yang aku minta tadi, kau bisa kan? Bagus..aku tunggu kabar selanjutnya”ucap Devara pada seseorang di sambungan telepon.


Setelah menutup sambungan teleponnya, Devara tersenyum penuh arti.


“Tok..tok..tok”


Pintu kamar Devara diketuk dari luar.


“Siapa diluar?”tanya Devara


“Saya tuan muda”ucap Madam O


“Masuklah Madam”sahut Devara


Devara kemudian berjalan ke arah kursi sofa besar yang ada di kamarnya.


“Tuan muda, nona Catherine tadi menghubungi tuan muda”ujar Madam O


“Oh ya”Devara menatap layar hp nya.


Terlihat di sana, nama Catherine yang menelponnya beberapa kali.


“Ada apa kakak menelponku?”gumam Devara dalam hati


“Terimakasih Madam. Aku akan menelpon kakak sekarang juga”ucap Devara


“Saya permisi dulu, tuan muda”


Devara mengangguk pelan. Madam O kemudian pamit undur diri dan keluar dari kamar Devara. Devara pun segera menelpon kakak tercintanya.


“Ada apa kakak menelponku?”tanya Devara to the point begitu teleponnya diangkat oleh sang kakak


“Iihh..anak ini, sejak dulu ga berubah. Apa kakak perlu alasan untuk menelponmu?”gerutu Catherine


“Bagaimana kabar kakak? Apa kak Arga memperlakukan kakak dengan baik?”tanya Devara


“Aku baik-baik saja adikku sayang. Kak Arga memperlakukan kakak dengan sangat baik. Kakak menelponmu karena kakak mau tau, kapan kamu dan Ayra akan fitting baju pengantin? Pegawai kakak bilang kalian belum ke butik sampai sekarang”


“Fitting ya? Aku belum sempat kak..Lagian Ayra juga masih sibuk kuliah. Kami akan fitting kalo kami sudah longgar”jawab Devara santai


“Hei anak nakal, kau pikir designerku itu apa? Robot? Mereka juga butuh waktu jika nanti saat fitting baju ada yang perlu diperbaiki. Sempatkan waktu kalian! Jangan kelamaan! Cepat ajak calon istrimu fitting baju, Kau mengerti?”perintah Catherine


“Berisik! Kenapa kakak yang mesti sewot sih? Yang mau fitting kan kami. Kenapa kakak yang cerewet. Lagipula waktunya masih beberapa bulan lagi”


“Hei anak nakal, lima bulan itu waktu yang pendek, jangan macam-macam kamu ya? Cepat ajak Ayra fitting. Apa jangan-jangan…”Catherine menggantung ucapannya sendiri


Devara langsung mengernyitkan dahinya mendengar kakak perempuannya itu tak meneruskan ucapannya.

__ADS_1


“Jangan-jangan apa kak? Kenapa kakak tak teruskan ucapan kakak?”tanya Devara penasaran


__ADS_2