Falling In Love With Trouble Maker

Falling In Love With Trouble Maker
Panas Dingin


__ADS_3

Satu per satu tamu undangan memberikan selamat kepada kedua mempelai pengantin yang sedang berbahagia. Devara dan Ayra menerima ucapan selamat dengan senyum yang terus terpancar di bibir masing-masing. Jelas terlihat keduanya sangat bahagia dengan pernikahan mereka ini.


Sesekali Devara menanyakan keadaan sang istri, kuatir Ayra kecapekan.


“Kamu masih kuat?”tanya Devara kuatir


Ayra menoleh dan melempar senyum ke arah suami tercintanya.


“Tenang saja..aku masih kuat”sahut Ayra


Tiba-tiba Devara mendekatkan tubuhnya dan membisikkan sesuatu di telinga Ayra.


“Aku tak mau kamu kecapekan. Karena nanti malam kita masih ada “tugas besar””bisik Devara dengan senyum nakal di wajahnya


Ayra yang mendengar godaan Devara, merasakan tubuhnya langsung panas dingin seketika.


“Nanti malam?”gumam Ayra dalam hati sambil menoleh ke arah Devara yang saat ini menatapnya dengan seringai nakal di wajah tampannya dengan menaik turunkan alisnya.


“Oh My..bisa-bisanya dia membahas masalah itu sekarang”gumam Ayra dalam hati


Ayra berusaha menyembunyikan kegelisahannya setelah mendengar ucapan dari Devara. Ayra memaksakan senyumnya menerima uluran tangan para tamu undangan yang didominasi keluarga besar Ayra dan Devara.


“Selamat ya Ay..Dev..akhirnya kalian menikah juga”ucap Nadine sambil memeluk tubuh Ayra.


“Congrats my bro”ucap Daniel sambil memeluk tubuh Devara


“Makasih Nad Dan”sahut Ayra


Keempat sahabat itupun berfoto bersama. Senyum merekah indah di wajah mereka berempat.


“Dua minggu lagi kalian harus hadir dalam pesta pernikahan kami. Aku tunggu”tutur Nadine mengingatkan karena dua minggu lagi dirinya akan menikah dengan Daniel.


“Tentu saja”jawab Ayra


“Wah..ga janji Nad”


Mereka bertiga langsung menoleh ke arah Devara. Devara langsung menarik tubuh Ayra dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping Ayra.


“Lusa kami udah mulai honeymoon. Aku berencana mengajak Ayra keliling Eropa selama satu bulan”ucap Devara sambil menatap istrinya

__ADS_1


“Kamu benar-benar ga setia kawan, Dev”sungut Daniel


“Kita honeymoon bareng aja, gimana?”usul Nadine


“Boleh juga tuh”jawab Ayra semangat


“Ogah”tolak Devara sengit


Membuat Ayra mengernyitkan dahinya mendengar Devara yang menolak usulan Nadine.


“Kan asyik Dev..kita bisa keliling Eropa bareng-bareng”ucap Ayra dengan polosnya.


“Kamu pikir kita sedang piknik, pergi bareng-bareng? Kita ini mau honeymoon, sayang”balas Devara tak terima


Ayra langsung mengerucutkan bibirnya. Lagi-lagi Devara mendekatkan tubuhnya dan membisikkan sesuatu di telinga Ayra. Devara melakukannya berlawanan arah dengan Nadine dan Daniel sehingga keduanya tak mendengar bisikannya pada sang istri.


“Aku akan mengurungmu di kamar. Tak mungkin kan kita ajak mereka bersama?”goda Devara


Ayra langsung membelalakkan matanya dengan sempurna mendengar godaan Devara yang membuat tubuhnya panas dingin lagi hanya dengan membayangkannya saja. Reflek Ayra langsung memukul lengan kekar Devara karena sudah berhasil membuatnya salah tingkah.


“Iiihhh..apaan sih Dev!”gerutu Ayra kesal


“Sudahlah sayang..mereka takkan mau ada yang mengganggu waktu mereka saat honeymoon. Nanti kita honeymoon sendiri”ucap Daniel sambil melingkarkan tangannya di pinggang ramping tunangannya yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.


“Pokoknya kalian harus datang ke pesta pernikahan kami. Kalau tidak aku akan ikut acara honeymoon kalian dan akan mengganggu kalian”ancam Nadine


“Kami pasti datang. Tenang aja”jawab Ayra


“Aku pikirkan dulu”goda Devara


“Kalo kamu ga mau datang. Biar aku datang sendiri”ancam Ayra


“Coba saja kalo kamu berani”ancam Devara balik dengan tatapan tajam


Di tengah pembicaraan mereka, bunda datang menyela.


“Sayang..kakek minta kita foto keluarga dulu”pinta bunda


“Oh..iya bunda”jawab Ayra

__ADS_1


“Baik bunda”jawab Devara


“Aku foto dulu ya Nad..Dan”pamit Ayra pada Daniel dan Nadine


“Iya Ay”sahut Nadine


Ayra dan Devara kemudian berjalan ke arah keluarga Ayra untuk foto keluarga bersama keluarga besarnya. Mereka sudah berkumpul untuk berfoto bersama kedua mempelai pengantin yang sedang berbahagia itu. Kakek Arya selaku sesepuh berdiri di samping Ayra dan Devara, yang berdiri di bagian tengah. Anggota keluarga pria berdiri di belakang kakek Arya. Sementara anggota keluarga wanita berdiri di samping Bunda yang berdiri di samping Devara. Sepupu-sepupu Ayra duduk di bagian depan kedua mempelai. Mereka berfoto beberapa kali. Semua anggota keluarga terlihat sangat bahagia sama seperti kedua mempelai. Mereka bahkan berfoto dengan berbagai pose termasuk pose bebas.


Puas berfoto dengan keluarga Ayra, dilanjutkan dengan keluarga besar Devara. Berbeda dengan keluarga Ayra, keluarga besar Alexander berfoto dengan lebih formal. Mungkin karena pembawaan keluarga Ayra lebih santai ketimbang keluarga Devara.


“Kok posenya kaku banget sih? Masak foto keluarga gini banget”gumam Ayra dalam hati.


Namun Ayra tak berani memprotes. Ayra ikut saja ketika foto bersama. Begitu tiba sesi foto bersama masing-masing keluarga dari keluarga besar. Seperti berfoto dengan keluarga om dan tantenya, Ayra dan Devara bisa berfoto dengan lebih santai dan bagus. Mereka berfoto dengan ekspresi yang sangat natural. Sehingga hasil fotonya juga bagus.


Kadang saat berfoto dengan sepupu-sepupunya, mereka seolah sedang drama. Mereka berfoto dengan seolah Devara yang ditarik oleh sepupu-sepupu wanita Ayra, sementara Ayra memasang ekspresi sedih dan cemberut melihat adegan itu. Sepupu-sepupu Ayra memang terkenal rame dan konyol. Ada juga adegan Ayra dan Devara yang saling berciuman sementara para sepupu pria Ayra dengan memakai kacamata hitam dan headphone kecil di telinga. Mereka berdiri mengelilingi Ayra dan Devara berlagak seolah-olah mereka adalah bodyguard keduanya.


Selesai berfoto dengan sepupunya, Ayra yang mulai merasakan pegal di kakinya memegang lengan Devara. Membuat Devara menatap Ayra dengan tatapan penuh kekuatiran.


“Kenapa? Capek?”tanya Devara


Ayra menganggukkan kepalanya.


“He em”Ayra hanya berdehem manja.


“Capek juga ya rupanya”jawab Ayra.


Devara segera menggenggam tangan Ayra dan mengajaknya duduk di kursi pelaminan yang memang disiapkan untuk mereka berdua. Devara memanggil MC acara dan membisikkan sesuatu. Devara meminta MC mempersilahkan semua tamu undangan makan makanan yang sudah disediakan.


Semua tamu undangan, dan kedua mempelai kemudian berjalan menuju meja-meja makan besar yang ada di salah satu sudut tepi pantai yang memang disetting sebagai tempat makan. Sebuah tenda dengan dekorasi yang sangat indah menjadi naungan bagi para tamu. Tenda itu dihiasi dengan kain panjang dengan pita-pita dan hiasan bunga-bunga segar yang dirangkai dengan sangat indah. Di atas meja makan berjejer buket bunga besar dan peralatan makan di depan masing-masing kursi tamu yang sudah dihias dengan kain putih dan hiasan pita besar warna gold.


Semilir angin pantai yang bertiup menambah syahdu dan romantis acara makan di tepi pantai. Para pelayan hilir mudik silih berganti menyiapkan makanan untuk para tamu. Para koki juga bekerja keras di dapur memasakkan makanan yang terlezat untuk acara akbar pernikahan tuan muda mereka.


Sebelum memulai acara makan, MC meminta Ayra menyuapi Devara. Ayra menyendokkan sesuap masakan kepada Devara.


“Aaaaa”pinta Ayra meminta Devara membuka mulutnya.


Devara membuka mulutnya lalu Ayra menyuapinya dengan penuh kasih. Membuat keduanya saling tersenyum. Dilanjutkan Devara yang ganti menyuapi sang istri.


“Aaaa..”pinta Devara pada Ayra.

__ADS_1


Ayra membuka mulutnya dan menerima suapan dari Devara. Semua tamu undangan bertepuk tangan setelah keduanya saling menyuapi. Kebahagiaan benar-benar menjadi milik keduanya. Akhirnya semua tamu makan bersama bersama kedua mempelai dalam suasana yang sangat hangat. Canda dan tawa mengiringi acara makan oleh kedua keluarga besar.


__ADS_2