
Hari sudah mulai pagi. Devara bangun lebih dulu ketimbang Ayra yang saat ini masih tertidur dengan sangat pulas. Dia segera berjalan ke kamar mandinya yang super besar dan luas untuk mandi.
Devara membuka shower lalu membiarkan tubuh atletisnya diguyur air. Badannya benar-benar bagus. Otot-otot tubuhnya terbentuk sempurna karena dia memang rajin olahraga. Lengannya yang kekar, dadanya yang bidang, bahunya yang lebar, perutnya yang sixpack. Benar-benar tubuh yang sempurna. Ditambah wajahnya yang sangat tampan. Memang secara fisik Devara sangat sempurna. Idaman kaum hawa.
Devara benar-benar menikmati acara mandi paginya hari ini. Selesai mandi Devara hanya menutup bagian bawah tubuhnya dari pinggang ke bawah dengan sehelai handuk. Sementara bagian tubuh atasnya dibiarkan terbuka. Devara memang suka bertelanjang dada. Devara mengeringkan rambutnya yang basah dengan sebuah handuk kecil.
Di saat yang sama, Ayra terbangun dari tidurnya. Ranjang Devara benar-benar sangat nyaman. Ayra sampai tertidur sangat pulas karenanya. Dengan mata sedikit terpejam, Ayra langsung masuk kamar mandi.
Ayra tak sadar, Devara masih ada di kamar mandi dengan keadaan yang setengah telanjang. Dia masuk kamar mandi sambil menguap dan mengucek matanya. Dia berjalan begitu saja ke arah wastafel untuk mencuci muka dan berkumur. Devara yang melihat Ayra masuk kamar mandi dengan santai, dibuat takjub dengan keberanian gadis satu ini.
“Waahhhh..dia benar-benar berani sekali. Padahal aku jelas-jelas ada di sini” gumam Devara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Ayra menyalakan keran wastafel dan membasuh wajahnya yang berantakan karena baru bangun tidur.
“Aahhh..segarnya”ucap Ayra setelah merasakan air keran yang menyegarkan, membuat rasa kantuknya perlahan hilang.
Ayra mengucapkannya masih dengan mata yang terpejam dan tersenyum senang. Devara ikut tersenyum melihat senyum yang terukir di wajah cantik Ayra. Ayra lalu mencuci mulutnya dengan berkumur. Ayra berkumur beberapa kali tetapi masih dengan mata yang terpejam.
“Hei..tidurmu nyenyak?” bisik Devara di telinga Ayra.
Ayra langsung terhenyak. Matanya langsung terbelalak dan melihat bayangan Devara di cermin besar didepannya, dengan tubuh setengah telanjangnya, sedang tersenyum padanya tepat di sampingnya kini.
Ayra menoleh ke arah Devara lalu
“Prattttt”
Ayra refleks menyemburkan air yang ada di mulutnya ke wajah Devara. Devara pun kaget mendapat semburan air dari Ayra.
“Kyyyaaaaaaa…..” teriak Ayra dengan sangat lantang sambil menutup kedua matanya. Dia segera berlari keluar kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi lagi.
“Haaishhh…jorok sekali gadis ini! Kenapa teriakannya kencang sekali? Telingaku sampai sakit mendengarnya” gerutu Devara kesal sambil membersihkan wajahnya dari semburan air Ayra tadi.
“Apa dia tak tahu aku di sini? Bukankah tadi dia melihatku? Atau jangan-jangan dia belum pernah melihat pria telanjang sepertiku?” tanya Devara penasaran dengan seringai nakal di wajahnya.
__ADS_1
Ayra benar-benar syok. Ini pertama kalinya dia melihat langsung seorang pria setengah telanjang. Mendadak tubuhnya panas dingin tak karuan. Ayra segera mengipas-kipaskan tangannya untuk meredakan panas yang dirasakannya. Jantungnya pun seakan mau copot. Dia berusaha mengatur nafasnya yang tidak teratur gara-gara kejadian tadi.
“Apa-apaan sih cowok itu? Kenapa dia ada di kamar mandi? Bukankah dia di kamar sebelah? Hahhhh..jantungku rasanya mau copot”gerutu Ayra dalam hati.
Devara keluar kamar mandi dengan santainya.
Ayra yang melihat Devara keluar kamar mandi terlihat melotot lagi. Ayra segera memutar balik badannya.
“Hyyaa..ke..kenapa kamu bisa ada di kamar mandi? Bukankah kamu tidur di kamar sebelah? Kenapa bisa ada di sini?”seru Ayra jengkel
“Aku tak bisa tidur. Itu bukan kamarku, makanya aku tidur disini semalam” jawab Devara enteng
Ayra kaget mendengar jawaban Devara.
“Apaaa? Kamu juga tidur di sini?”tanya Ayra penasaran
Devara berjalan ke arah ruang ganti tempat lemari bajunya berada. Tepat di samping Ayra.
Ayra melirik. Dia kaget melihat Devara berjalan mendekat ke arahnya. Ayra pun berjalan menjauh.
Melihat Ayra yang ketakutan melihat dirinya yang setengah telanjang, sifat jahil Devara muncul. Dia ingin menggoda Ayra.
“Kenapa kau menjauh? Jangan bilang kau takut padaku”tanya Devara sambil menyeringai jahil
“A..apa? Si..siapa yang takut? Hahaha..aku tak takut”ujar Ayra bohong.
“Kalau kau tak takut, coba tatap mataku..baru aku akan percaya” tantang Devara
“A..aku tak takut”jawab Ayra terbata-bata, karena memang sebenarnya takut.
Takut melihat pria yang setengah telanjang. Karena ditantang Devara, Ayra pun memberanikan diri melihat Devara.
Dilihatnya kini penampakan Devara yang hanya mengenakan sehelai handuk untuk menutupi hartanya yang paling berharga. Ayra tak kuat. Dia pun membalikkan tubuhnya lagi.
__ADS_1
“Kenapa kau berkeliaran seperti itu? Cepat pakai bajumu!”perintah Ayra tanpa melihat ke arah Devara.
“Kau takut kan? Buktinya kau tak berani menatapku? Atau jangan-jangan kau belum pernah melihat cowok telanjang ya?”goda Devara
Devara segera memegang pundak Ayra. Ayra kaget. Dia takut diapa-apakan Devara.
Ayra menutup matanya lalu membalikkan tubuhnya dengan cepat sambil memukul-mukul dada Devara.
“Hyaaa…apa yang mau kau lakukan? Dasar cowok cabul! Lepaskan aku”seru Ayra
Devara yang tak menyangka akan dipukul Ayra, kehilangan keseimbangan tubuhnya.
“Whooaaaa”
Dia pun terjatuh dengan tangannya memegang tangan Ayra. Jadilah mereka berdua jatuh bersama. Dengan posisi Ayra berada di atas tubuh Devara. Ayra kaget karena jatuh di atas tubuh kekar Devara. Dia jatuh tepat di atas dada Devara. Dia dapat mendengar detak jantung Devara yang berdetak sangat kencang.
Devara sendiri juga kaget karena Ayra berada di atas tubuhnya. Jantungnya pun berdetak tak karuan. Ayra segera berusaha berdiri. Kini mereka dapat saling menatap satu sama lain. Mereka berdua gugup. Jantung keduanya berdetak sangat kencang. Devara yang sedang bergairah, kemudian balik menindih tubuh Ayra. Ayra yang tak siap dengan “serangan balik” Devara pun kini ditindih oleh Devara.
“Lepaskan aku! Kau mau apa? Cepat lepaskan aku” pinta Ayra
“Aku ingin memberikan yang kemarin belum sempat aku berikan”bisik Devara sambil menyeringai nakal.
Ayra melotot. Matanya terbelalak sempurna.
“Kemarin? Apa dia mau menciumku sekarang? Tidak!!!!”teriak Ayra dalam hati.
Ayra terbelalak melihat Devara yang kini sangat dekat dengannya. Devara semakin mendekatkan wajahnya. Didekatkan perlahan-lahan. Ayra menutup matanya. Bibir Devara didekatkan ke bibir Ayra. Devara juga menutup matanya. Ayra dapat merasakan hembusan nafas Devara yang menyapu wajahnya. Jantung keduanya juga berdetak tak karuan.
“Tuan muda! Apa yang tuan muda lakukan? Cepat berpakaian!” teriak Madam O
“Hahhh..suara Madam O”
Devara dan Ayra sama-sama kaget mendengar suara Madam O. Mereka pun membuka mata lalu menoleh bersama ke arah Madam O. Madam O geram melihat Devara yang setengah telanjang dengan hanya mengenakan handuk bercumbu dengan Ayra di dalam kamar Devara.
__ADS_1
Devara segera bangkit lalu berlari ke kamar ganti untuk memakai pakaian. Ayra juga bangkit dari lantai lalu berlari ke kamar mandi. Madam O karena marah, nafasnya jadi tidak teratur.
“Dasar anak muda! Bisa-bisanya mereka bercumbu sepagi ini. Di kamar berdua. Benar-benar anak muda tak tahu sopan santun. Aku harus memberi mereka hukuman” gerutu Madam O kesal.