Falling In Love With Trouble Maker

Falling In Love With Trouble Maker
Semakin Tampan


__ADS_3

Tibalah kini keduanya di sebuah rumah mewah di pusat kota S. Rupanya itu adalah rumah yang baru saja dibeli Devara sejak setahun terakhir. Rumah bergaya modern minimalis yang sangat mewah, yang walaupun tidak semegah dan seluas rumah kediaman Alexander namun rumah itu nampak asri dan indah.


Di rumah itulah, sejak setahun terakhir, menjadi tempat tinggal Devara saat mengunjungi Ayra.


“Rumah siapa ini Dev?”tanya Ayra saat mobil mulai memasuki pekarangannya yang luas setelah seorang satpam membukakan pintu pagar.


Rumah itu memiliki double gate sehingga mobil baru bisa memasuki rumah setelah gate kedua dibuka.


“Ini rumahku”jawab Devara enteng.


Sampai di depan rumah, seorang pelayan Devara sudah membukakan pintu mobil untuk keduanya.


“Terimakasih”ucap Devara dan Ayra pada pelayan yang membukakan pintu mobil.


Pelayan itupun menganggukkan kepalanya memberi hormat pada majikannya. Ayra memandangi sekeliling rumah. Penjagaan di rumah itu memang mirip dengan kediaman Alexander. Beberapa bodyguard tampak berjaga di sekeliling rumah. Devara pun segera menggandeng tangan Ayra, mengajaknya masuk.


“Aku tak tahu kau punya rumah di kota ini?”tanya Ayra


Seorang pelayan membukakan pintu rumah yang sangat besar. Tiang-tiang besar tinggi menjulang menghiasi bagian depan rumah. Ayra menundukkan kepalanya membalas anggukan kepala pelayan Devara. Sementara Devara hanya menggangguk pelan pada pelayan-pelayannya. Ayra tersenyum melihat kini Devara terlihat lebih manusiawi pada pelayannya.


“Selamat datang tuan muda, nona Ayra”sapa Kak Arga dengan tersenyum


“Kak Arga?”Ayra segera menghamburkan tubuhnya pada lelaki yang sudah lama tidak ditemuinya itu.


Devara membelalakkan matanya melihat Ayra memeluk Arga. Devara segera melepaskan pelukan Ayra di tubuh kak Arga. Wajahnya juga terlihat sangat tak bersahabat.


“Apa-apaan kamu ini Ay?”tanya Devara sambil melepaskan pelukan Ayra di tubuh kak Arga


“Aku kan sudah lama tak bertemu kak Arga”jawab Ayra polos.


Kak Arga pun hanya mengulas senyum melihat tingkah Ayra yang ternyata tidak banyak berubah.


“Senang bertemu Anda, nona Ayra”ucap kak Arga


“Iya kak”jawab Ayra


Devara mendekati kak Arga lalu berbisik. Ayra yang melihat Devara berbisik, tampak tak suka.

__ADS_1


“Kak, Minta semua pelayan dan bodyguard menyingkir dari ruang tamu”bisik Devara


Kak Arga yang mendengar perintah Devara hanya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


“Apaan sih pake bisik-bisik segala?”protes Ayra


Devara hanya diam tanpa berniat menjawab pertanyaan Ayra. Membuat Ayra mendengus kesal. Devara tersenyum melihat gadis pujaan hatinya yang sangat menggemaskan. Devara lalu menggandeng tangan Ayra menuju ruang tamu. Ayra menatap rumah Devara yang sangat indah. Dindingnya terbuat dari kaca-kaca besar yang menjulang tinggi. Menampakkan pemandangan di luar bangunan rumah yang sangat indah. Furniture di dalamnya juga di dominasi warna hitam dan putih atau cream. Rumah ini mengingatkan Ayra akan resort Devara yang terletak di sebuah pulau pribadi yang pernah dikunjunginya saat ulangtahun Devara hampir tiga tahun lalu.


Devara mendudukkan Ayra di kursi sofa lalu Devara merebahkan tubuh besarnya di sofa dengan kepalanya dipangkuan Ayra. Devara menutup kedua matanya dengan tangan kanannya.


“Kamu ngapain Dev?”tanya Ayra melihat Devara yang beristirahat di pangkuannya.


“Aku lelah. Perjalanan kesini sebelas jam lebih. Aku masih jetlag. Biarkan aku beristirahat sebentar”pinta Devara masih dalam keadaan terpejam.


Ayra memilih menuruti permintaan Devara. Karena dia tahu Devara baru saja menempuh perjalanan jauh karena dirinya. Ayra pun mengusap perlahan rambut Devara yang sangat halus. Usapan lembut Ayra membuat Devara tertidur. Nafas Devara juga mulai teratur menandakan Devara sudah terbuai dalam mimpi. Ayra memandangi Devara yang tertidur sambil tersenyum.


"Dia seperti bayi jika sudah tertidur pulas seperti ini"gumam Ayra dalm hati


Kak Arga dan seorang pelayan datang membawa cemilan dan minuman.


Ayra memberi isyarat dengan meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya. Memberi isyarat agar pelayan itu jangan berisik. Ayra tak ingin mengganggu istirahat Devara. Pelayan itu pun pergi setelah meletakkan cemilan dan minuman di meja. Sementara kak Arga berdiri tak jauh dari Ayra.


“Kakak duduk saja. Temani saya ngobrol sebentar” pinta Ayra sambil berbisik pelan.


“Baik nona”jawab kak Arga.


Arga pun duduk di kursi sofa di dekat Ayra. Sementara Ayra masih terus mengusap lembut rambut dan kepala Devara. Membuat Devara semakin lelap tertidur.


“Bagaimana kabar kakak?”tanya Ayra


“Saya baik nona”jawab kak Arga


“Apa selama setahun ini Devara baik-baik saja kak?”tanya Ayra lagi


“Tuan muda anak yang kuat nona.. Tuan muda juga sekarang tumbuh menjadi lelaki yang lebih bertanggungjawab”ungkap kak Arga


“Syukurlah”ucap Ayra lega

__ADS_1


“Sejak kuliah, tuan besar sudah mempercayakan anak perusahaan di Inggris dikelola oleh tuan muda. Tuan muda sekarang sudah menjadi CEO di sana”ungkap Pak Arga


“Oh ya..pantas saja tadi dia bilang masalah kantor. Rupanya dia sudah menjadi pimpinan perusahaan. Saya senang mendengarnya”ucap Ayra


“Rumah ini milik keluarga Alexander ya kak?”tanya Ayra sambil memandangi sekeliling.


Ayra terpesona dengan keindahan dan kemewahan rumah Devara yang tampak sangat indah. Dengan furnitur-furnitur mewah dan berkualitas menambah kesan mewah rumah tersebut.


“Ini rumah tuan muda”ucap kak Arga membuat Ayra kaget.


“Rumah Devara?”tanya Ayra memastikan


Kak Arga hanya mengangguk pelan.


“Kenapa dia membeli rumah di kota ini? Bukan karena aku pastinya”gumam Ayra dalam hati


“Oya, kakak tahu berapa bodyguard yang diutus Devara untuk memata-matai saya?”tanya Ayra penasaran


Kak Arga hanya diam sambil tersenyum. Tentu saja, dia tahu seberapa banyak bodyguard yang mengawasi gerak gerik Ayra. Karena dia juga lah yang menyiapkan segalanya.


“Ayolah kak..Kenapa kakak diam saja? Aku yakin kakak tahu segalanya”pinta Ayra


Tetapi membuka mulut seorang asisten yang sudah bekerja bertahun-tahun di keluarga Alexander tidaklah semudah itu. Dia takkan mungkin membocorkan rahasia tuan mudanya. Walaupun tadi dia sempat bercerita panjang lebar tentang Devara. Namun untuk masalah rahasia tuan mudanya, bukan wewenangnya untuk membuka kartu.


“Hisshhhh..kakak masih sama seperti dulu. Malas ah bicara dengan kakak”rengek Ayra


“Biarlah tuan muda yang menceritakan itu pada nona. Saya hanya ingin bilang bahwa perasaan tuan muda sangat tulus pada nona. Saya harap nona tahu itu. Semua yang tuan muda lakukan hanya untuk melindungi nona”ucap kak Arga panjang lebar.


“Saya permisi dulu, saya masih ada pekerjaan..mari nona Ayra”pamit kak Arga


“Iya kak..terimakasih sudah menemani saya ngobrol. Maaf sudah menganggu waktu kakak”pinta Ayra


Kak Arga pun meninggalkan keduanya di ruang tamu. Ruangan sebesar itu hanya ada Ayra dan Devara. Ayra kembali menatap Devara yang masih tertidur dengan pulas.


"Dia terlihat semakin tampan"puji Ayra dalam hati melihat ketampanan Devara.


Lelaki muda yang mengisi hatinya itu terlihat semakin tampan saja setelah setahun lebih mereka tak bertemu. Karena waktu sudah siang, Ayra pun menjadi mengantuk. Ayra menguap beberapa kali. Akhirnya Ayra mulai memejamkan matanya. Tak berapa lama keduanya pun terlelap dalam tidur.

__ADS_1


__ADS_2