
Semua tamu undangan sangat menikmati pesta pernikahan Ayra dan Devara yang meskipun sederhana dan hanya dihadiri keluarga terdekat namun terasa sangat meriah dan hangat. Rangkaian demi rangkaian acara berlangsung. Pesta pernikahan Ayra dan Devara berlangsung dengan lancar tanpa kendala apapun karena Devara sudah mempersiapkan pesta pernikahan itu dengan sangat detail, teliti dan terencana.
Devara menatap sang istri dengan senyuman penuh kebanggaan. Bangga pada dirinya sendiri. Karena dia merasa berhasil menggelar pesta pernikahan impian sang istri.
Ayra menatap lelaki yang sangat dicintainya dengan senyuman lebar yang merekah indah di wajah cantiknya.
“Terimakasih untuk kejutan hari ini. Aku sangat bahagia. Terimakasih Devara”ucap Ayra dengan tulus
Devara mendekatkan tubuhnya dan membisikkan sesuatu di telinga Ayra.
“You’ll pay me back..tonight. Bersiaplah”bisik Devara
Devara menarik sudut bibirnya dengan tatapan menggoda pada wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu.
“Kenapa dia selalu menggodaku? Apa aku akan selamat nanti malam?”gumam Ayra dalam hati sambil tersenyum dengan senyum yang sangat dipaksakan.
Akhirnya pesta pernikahan Ayra dan Devara usai sudah. Satu per satu tamu undangan pulang kembali ke kota mereka menaiki helicopter yang sudah disiapkan oleh keluarga Alexander.
Ayra dan Devara melambaikan tangan pada para tamu undangan yang sebagian besar adalah keluarga besar keduanya.
“Ayah dan Bunda pulang dulu ya Ay”pamit bunda sambil memeluk tubuh putri kesayangannya.
“Dev..aku percayakan Ayra padamu”pinta Ayah
“Tentu saja Ayah”sahut Devara sambil memeluk tubuh Ayah Aldi.
“Ayra sayang, ingatlah kau sekarang harus mematuhi suamimu”pesan Ayah
“Baik Ayah”ucap Ayra lalu memeluk tubuh Ayahnya.
"Kakek pulang dulu" ucap kakek Arya dengan suara beratnya yang penuh wibawa.
"Iya kakek. Semoga perjalanan kakek menyenangkan"sahut Devara
" Terimakasih kakek sudah datang" ucap Ayra sambil memeluk tubuh sang kakek
"Dev.. jaga cucuku! Ingatlah aku akan selalu mengawasimu" pesan kakek
" Tentu saja kek"balas Devara mantap
Ayah dan Bunda ditemani kakek Aldi akhirnya meninggalkan resort bersama-sama. Ayra yang melambaikan tangan pada kedua orangtuanya merasakan ada sudut dalam hatinya yang merasa sedih karena harus berpisah dengan Ayah Bundanya yang selama 20 tahun ini selalu merawat dan menyayanginya. Kini Ayra harus mengikuti dan patuh pada suaminya, Devara.
Tanpa terasa butiran airmata mengalir dari wajah Ayra. Melihat kedua orangtuanya meninggalkannya. Devara yang melihat Ayra menangis, mengerutkan dahinya dan segera mengambil saputangan yang diselipkan di balik jasnya. Devara mengusap airmata Ayra dengan lembut.
__ADS_1
“Kenapa kamu cengeng gini sih? Harusnya kan kamu bahagia, kenapa malah menangis seperti ini?”tanya Devara sambil mengusap sisa airmata di pipi Ayra.
“Aku kan sedih karena harus berpisah dengan Ayah dan Bunda”balas Ayra sambil mengerucutkan bibirnya.
“Jangan cemberut! Sekarang ada aku disini untukmu. We’ll be together forever”rayu Devara
Di tengah percakapan mereka, Arga datang bersama Catherine dan putri kecil mereka Thania, yang juga bersiap untuk pulang.
“Dev..Ayra..kami pulang dulu. Sekali lagi selamat Dev. Finally you get married. Congrats Dev”ucap Catherine sambil memeluk tubuh Devara.
“Terimakasih kak”sahut Devara membalas pelukan sang kakak
Arga yang melihat sang istri memeluk Devara, menahan nafasnya melihat pemandangan itu. Karena kini Catherine adalah istrinya. Catherine yang melihat wajah sang suami yang menahan marah, segera melepaskan pelukannya di tubuh Devara.
“Lihat! Sekarang balok es itu sedang cemburu padamu, hahahaha”bisik Catherine pada Devara.
“Selamat Dev..selamat Ayra”Arga menjabat tangan keduanya memberi selamat.
“Terimakasih kak”sahut Ayra sambil membalas jabatan tangan Arga.
Devara segera memeluk lelaki yang dulu menjadi sahabat sekaligus asisten pribadinya.
“Terimakasih kak..Jaga kakakku”pinta Devara
“Tentu saja”jawab Arga membalas pelukan Devara.
Arga yang memang sangat posesif pada Catherine hanya tersenyum. Kini dirinya merasakan seperti yang dulu biasa dilakukan Devara pada Ayra.
"Kau tau kan kalo mereka itu sama. Sama-sama posesif" ucap Catherine pada Ayra.
"Iya kak.. aku tau.. Kakak yang sabar ya?" pesan Ayra menyemangati Catherine
"Kau juga yang sabar ya?" balas Catherine menyemangati adik iparnya.
“Oya Dev..ingat! Kalian disini hanya selama dua hari. Setelah itu kalian harus ke kota XX untuk melangsungkan resepsi pernikahan kalian. Aku harap kalian tidak lupa”ucap Arga mengingatkan kedua mempelai itu.
Ayra menatap sang suami dengan dahi yang berkerut.
“Masih ada resepsi pernikahan juga?”tanya Ayra pada Devara.
“Ini permintaan papa dan Ayah. Karena aku sudah menyabotase pesta akad pernikahan jadi resepsi pernikahan tetap akan diadakan dua hari lagi. Padahal aku ingin sekali segera mengajakmu bulan madu”keluh Devara
“Bersabarlah Devara junior. Kau masih punya waktu dua malam untuk melakukannya, hahaha”goda Catherine
__ADS_1
Ayra yang mendengar candaan Catherine hanya membelalakkan matanya dan menahan rasa malunya. Wajah Ayra sampai memerah menahan malu.
“Sayang..jangan seperti itu”tegur Arga
“Maaf sayang. Aku hanya bercanda”jawab Catherine sambil melingkarkan tangannya di lengan kekar sang suami dan bergelayut manja.
“Dasar kakak lucknut”umpat Devara pada sang kakak.
"Kalian bisa tidak sih ga bertengkar terus.. dari dulu selalu saja bertengkar" ucap Caroline sambil tersenyum pada putra putrinya.
"Mommy" panggil Devara dan Catherine hampir bersamaan.
Brandon meraih tubuh mungil Thania dan menggendongnya.
"Papa Mommy dan nenek pulang dulu. Kalian baik-baik disini" pesan Brandon
"Congratulations Dev.. Ayra.. Semoga kalian selalu bahagia" ucap Caroline sambil mencium pipi Devara dan Ayra bergantian.
"Thanks Mom"jawab Devara
"Terimakasih Mommy"jawab Ayra
" Nenek pulang dulu ya?" pamit Agatha pada Devara dan Ayra
"Iya nek" sahut Ayra dan Devara bersamaan.
Setelah masing-masing berpamitan, keluarga Devara pun pulang ke kota XX. Ayra dan Devara melambaikan tangan pada keluarga kecil Catherine yang pergi meninggalkan mereka menaiki helicopter bersama dengan Agatha, Brandon dan Caroline.
Akhirnya tinggal mereka berdua di resort itu.
“Akhirnya…”Devara merentangkan tangannya saking leganya.
Lega karena acara pernikahannya telah usai dan semua orang sudah pulang. Meninggalkan pasangan pengantin baru itu sendiri di resort yang hanya ditemani beberapa pelayan dan bodyguard.
Devara yang sudah tak sabaran tiba-tiba membopong tubuh sang istri. Membuat Ayra kaget hingga berteriak.
“Dev..apa yang kamu lakukan?”teriak Ayra melihat Devara membopong tubuh mungilnya sambil memukul pelan dada bidang Devara, suaminya.
Devara menatap wajah cantik sang istri dan menyunggingkan bibirnya dengan tatapan genitnya. Membuat Ayra membelalakkan matanya saking takutnya.
“Jangan-jangan dia..”gumam Ayra dalam hati
Ayra dan Devara saling bertatapan. Devara membopong Ayra masuk ke dalam resort tanpa memutus tatapan mesranya pada sang istri. Sementara Ayra, memilih melingkarkan tangannya di leher Devara sambil menatap lekat manik mata suaminya.
__ADS_1
Resort ini memang sudah dipersiapkan Devara untuk menjadi lokasi pernikahan impian Ayra. Bagian dalam resort dihias dengan sangat indah. Ornamen-ornamen dan hiasan bunga segar memenuhi setiap sudut ruangan menuju kamar pengantin.
Devara terus membopong Ayra menuju lantai dua, kamar pengantin mereka. Jantung keduanya berdebar dengan detak yang semakin tak karuan. Sejuta pertanyaan bergentayangan di kepala keduanya. Karena keduanya sebentar lagi akan merajut kebahagiaan sejati bersama pasangannya. Bersama orang yang sangat dicintai.