Falling In Love With Trouble Maker

Falling In Love With Trouble Maker
Tantangan Cowok Aneh


__ADS_3

Selesai menyantap makan malam, Ayra dan bunda mencuci piring kotor berdua. Bunda pun merapikan kembali meja makan. Diletakkan beberapa buah yang tersisa kedalam kulkas.


“Aku belajar dulu ya bund”


“Iya Ay..jangan sampai larut malam ya tidurnya”ujar Bunda


Ayra mengangguk.


“Baik bunda. Selamat malam”ucap Ayra


“Selamat malam Ay”balas bunda


Ayra pun berjalan menuju kamarnya di lantai dua. Sampai di kamar, Ayra melihat smartphone–nya yang tergeletak di atas ranjang. Ayra pun mengambil smartphone itu.


“Hah..30 kali panggilan telpon? Anak ini benar-benar kurang kerjaan ya?”batin Ayra setelah melihat panggilan telpon Devara sebanyak 30 kali.


Tiba-tiba hp itu berdering lagi.


“Halo”ucap Ayra


“Kenapa lama sekali mengangkat telponnya?”tanya Devara langsung dengan nada tinggi


“Huhh.. Anak ini pandai sekali ya membuat moodku jadi jelek.. Menyebalkan” gerutu Ayra dalam hati


“Kenapa kamu diam?”tanya Devara menyadari Ayra tak menjawab pertanyaanya barusan.


Kali ini Ayra menjawab dengan lebih tenang.


“Kamu sudah makan?”tanya Ayra


“Aku..belum makan. Gara-gara menelponmu dan tak kau angkat-angkat membuat ***** makanku hilang”jawab Devara ketus


“Makanya makan dulu sana. Ngapain juga nelpon aku terus? Aku kan baru masak”jawab Ayra masih dengan nada yang lebih tenang


Mendengar nada bicara Ayra, Devara pun perlahan menjadi lebih tenang juga.


“Kamu bisa masak?”tanya Devara lembut


“Bisa lah. Kau pikir aku tak bisa masak, hah?”balas Ayra


“Aku pikir gadis tomboy sepertimu tak mungkin bisa mengerjakan pekerjaan wanita”ledek Devara


“Hyaaaaa..jangan meremehkan aku”ucap Ayra tak terima diremehkan Devara

__ADS_1


“Kamu masak apa?”tanya Devara sambil memeluk bantal di kamarnya.


“Masak air? hahahahaha..”ledek Devara sambil tertawa terbahak-bahak


“Kurang ajar! Kau meremehkan aku kan?”ucap Ayra tak terima ditertawakan Devara


“Oke..oke..aku minta maaf” pinta Devara


“Tadi kamu masak apa?”tanya Devara penasaran


“Aku masak..nasi goreng special ala chef Ayra”ujar Ayra dengan nada bangga


Devara yang mendengar suara manja Ayra tersenyum simpul.


“Huh..aku kira masakan latin, masakan Italy atau masakan luar negeri ternyata hanya nasi goreng”ledek Devara


“Kurang ajar anak ini..selalu saja meremehkan aku”gerutu Ayra dalam hati


“Dasar sombong!”seru Ayra


“Oh maaf..aku lupa. Orang kaya sepertimu pasti takkan mau makan masakan rakyat jelata seperti masakanku. Maaf ya”sindir Ayra


Devara merasa tak terima dengan sindiran Ayra.


“Hahahaha..mana mungkin aku mengejekmu. Aku bicara kenyataan. Orang-orang kaya sepertimu pasti makanannya tiap hari di restoran-restoran mahal. Makan caviar, minum campaigne dan makanan dari chef terkenal. Iya kan?”


“Tidak juga”jawab Devara


“Benarkah?”tanya Ayra tak percaya


“Memangnya seenak apa masakanmu sampai-sampai kau berani mengejek selera makanku?”tanya Devara


“Kau tahu, dari aromanya saja..hummmm kau akan bisa tahu kalau masakanku sangat lezat”ujar Ayra bangga


Devara sampai membayangkan nasi goreng buatan Ayra. Membuat perutnya keroncongan.


“Kata siapa masakanmu enak?”tanya Devara


“Kata Bunda”jawab Ayra polos


“Hyaaaaa..dimana-mana orangtua pasti memuji anaknya sendiri”ujar Devara


“Hishhh..lihat saja nanti, kalau sampai kamu makan masakanku..Kamu pasti ketagihan”tantang Ayra

__ADS_1


“Oke..besok kalau aku sudah pulang. Buatkan aku masakanmu..Jadi aku tahu kalau kamu tak hanya omong kosong” tantang Devara balik


“Oke..siapa takut” balas Ayra


Devara tersenyum senang.


Ayra yang merasa diremehkan akhirnya menyetujui tantangan Devara. Dia tak tahu sebenarnya Devara hanya mencari-cari alasan supaya bisa makan masakan Ayra.


Semalaman Ayra dan Devara bercakap-cakap di telpon. Walaupun diwarnai saling ejek, mereka bisa ngobrol lama. Bicara banyak hal.


Ayra melihat jam di dinding. Waktu sudah menunjukkan jam 21.00 malam.


Ayra tak sadar sudah meladeni cowok aneh yang paling dibencinya itu hampir dua jam lamanya.


“Sudah malam..aku mau tidur. Besok aku masih sekolah”ucap Ayra


“Sekarang masih jam 22.00. Kamu sudah mau tidur?”tanya Devara


Devara yang terbiasa tidur larut malam, merasa jam 22.00 itu masih belum malam. Sementara Ayra memang terbiasa tidur jam 21.00 malam. Devara lupa bahwa perbedaan waktu WIB dan Singapura adalah 1 jam. Jam 21.00 di Indonesia, sama dengan jam 22.00 malam di Singapura. Selisih satu jam.


“Sudahlah..aku sudah ngantuk. Aku tutup telponnya sekarang”kata Ayra


“Selamat malam.. Mimpi indah”ucap Devara lembut.


Tut..tut..tut


Devara yang menutup telpon lebih dulu. Ucapan Devara barusan membuat sesuatu yang aneh kembali menggelitik di hati Ayra. Seperti ada kupu-kupu beterbangan di dalam tubuhnya. Ada perasaan hangat yang menyerang.


“Selamat malam? Mimpi indah? Sebenarnya cowok macam apa sih Devara ini? Aneh” batin Ayra


“Ahh..sudahlah..ngapain juga aku mikirin cowok aneh itu”gumam Ayra


Lalu Ayra memejamkan matanya. Mungkin karena sangat mengantuk, Ayra langsung tertidur. Tidur dengan pulas.


Sementara itu, Devara yang masih belum makan malam, mengingat nasi goreng Ayra, membuatnya jadi lapar. Devara pun segera memanggil pelayan, minta dibuatkan nasi goreng.


Sepuluh menit kemudian nasi goreng pesanan Devara pun jadi. Dia menikmati makan malamnya sendiri di ruang makan kediaman neneknya. Sambil menyantap nasi goreng buatan chef yang ada di rumah neneknya, Devara terus membayangkan Ayra.


Rupanya Devara sudah jatuh hati pada Ayra. Gadis yang diciumnya di gudang sekolah. Gadis yang walaupun sering bertengkar dan memakinya setiap kali bicara, rupanya sangat polos. Saking polosnya, mau saja diakali Devara ditantang memasak untuknya. Memikirkan percakapannya selama ini dengan Ayra, membuat Devara senyum-senyum sendiri.


Setelah selesai menyantap nasi goreng, Devara pun segera pergi ke kamarnya di lantai dua. Dia berbaring di ranjangnya yang sangat besar. Dia memandang langit-langit kamarnya. Terbayang wajah cantik Ayra selama beberapa hari ini.  Betapa indahnya bola mata Ayra yang melotot. Suara makian dan umpatan Ayra padanya menggema di telinga Devara. Membuat jantung Devara berdegup kencang tiap membayangkan wajah Ayra.


“Ayra”ucap Devara sambil tersenyum

__ADS_1


Devara pun berusaha memejamkan matanya. Akhirnya dia pun tidur.


__ADS_2