
Sampai di apartemen tempatnya menginap selama tiga hari ini, Ayra, Nadine dan Madam O segera menuju apartemen mereka. Sementara Devara, Daniel dan kak Arga berada di satu apartemen di sebelahnya.
Devara menyewa dua unit apartemen di gedung Apelbaum Complex di kawasan Samsung-dong, Gangnam-Gu, Korea. Devara sengaja menyewa unit disana karena tahu salah satu bias Ayra, yaitu Kim Taehyung membeli sebuah apartemen di gedung yang sama, di lantai lima belas.
Kompleks apartemen ini memang dikenal begitu mewah dan ditinggali oleh beberapa bintang ternama. Dari letak lantai yang cukup tinggi, kita bisa melihat pemandangan yang begitu indah. Pasalnya, gedung apartemen tersebut tepat menghadap sungai Han yang begitu terkenal. Untuk desain, apartemen mewah tersebut dilengkapi dengan desain interior multiple kaca jendela yang dibuat lebar. Hal ini agar penghuninya bisa menikmati pemandangan panorama Sungai Han, salah satu spot paling menarik di Korea Selatan.
Gedung itu juga hanya memiliki tujuh belas unit. Dengan segala kemewahan dan privasi yang ditawarkan, tak heran jika banyak artis papan atas dan pejabat asing yang tertarik bermukim disana.
Devara bermaksud mengajak Ayra makan di sekitar apartemen mereka, bersama Nadine dan Daniel. Sementara kak Arga memilih tetap di apartemen menemani Madam O. Maklum saja, ini perjalanan keluar negeri Madam O setelah lama tidak bepergian.
Tentu saja, kak Arga tetap menyediakan bodyguard yang disewa khusus pada perusahanaan yang ada di korea untuk mengawal tuan mudanya.
Karena Devara paling risih jika dikawal langsung maka bodyguard itu tetap menjaga jarak aman dengan kliennya.
Devara mengajak Ayra makan di restoran Jungsik Seoul yang terkenal dengan menu-menunya yang sangat lezat. Ini dibuktikan dengan restoran ini mendapat dua bintang Michelin. Chef eksekutif sekaligus pemilik restoran ini adalah salah satu koki pertama di Seoul yang menanamkan cita rasa tradisional Korea dengan teknik dan presentasi yang umum di santapan Eropa.
Harga rata-rata makanan di restoran ini antara 60.000-180.000 won atau setara Rp 770.000,- Rp 2.400.000,. Setiap ke korea, Devara pasti menyempatkan mampir ke restoran ini.
Sambil menunggu pesanan mereka, Devara dan Ayra berfoto bersama. Fotografer dadakannya tentu saja Daniel.
Devara dan Ayra sangat serasi dalam foto tersebut. Pancaran mata mereka pun menunjukkan betapa mereka sedang dimabuk asmara. Senyum mereka berdua merekah seindah bunga di taman. Ayra tanpa sungkan menempelkan kepalanya di bahu Devara. Sungguh pasangan yang sangat serasi.
__ADS_1
Tapi tak usah tanya bagaimana perasaan dua makhluk berlainan jenis yang menemani mereka. Jengkel, kesal, iri dan dengki tentu saja menyeruak dalam hati mereka. Karena keduanya tak bisa seperti dua sejoli itu.
Setelah pesanan mereka datang, tak lupa Devara meminta Daniel memfoto makanan yang terhidang di meja.
Ekspresi dua kekasih yang selalu dipanggil pasangan gila oleh Daniel itu benar-benar konyol. Devara dan Ayra memasang ekspresi kaget dengan mulut yang menganga. Seolah-olah mereka tak percaya dengan begitu banyaknya makanan yang ada di meja mereka.
Nadine yang melihat kelakuan aneh pasangan kekasih itu sampai tertawa geli memperhatikan keduanya. Apalagi ekspresi Devara yang sangat meyakinkan. Dengan kedua mata yang terbelalak dan mulut yang terbuka membentuk huruf O. Devara benar-benar sangat konyol saat itu.
Ayra yang sangat penasaran dengan cita rasa masakan korea yang selama ini hanya dilihatnya di drama korea kesayangannya, benar-benar tidak sabar ingin segera mencicipi rasanya. Sampai-sampai Ayra mengacuhkan Devara. Devara menatap tajam ke arah Ayra, tanpa menyentuh makanannya. Nadine dan Daniel yang sadar Devara marah, memberi tanda pada Ayra.
Awalnya Ayra bingung, karena baik Nadine ataupun Daniel tak bersuara sedikitpun. Hanya mata keduanya yang seolah menunjuk ke arah Devara. Dan ketika Ayra menoleh, Ayra sadar Devara sedang marah padanya.
Untuk menebus “dosanya”, Ayra mengambilkan sepotong makanan dengan sumpit lalu disuapkan ke arah Devara.
“Ayolah..buka mulutmu..ini enak lho..kau coba..aaaaaa…”pinta Ayra lagi.
Melihat ekspresi imut Ayra yang sedang membujuknya untuk makan membuat Devara sekali lagi dan lagi luluh dengan keimutan Ayra.
Devara pun membuka mulutnya, dan Ayra menyuapkan potongan makanan itu ke dalam mulut Devara.
Ayra tertawa ketika makanan yang disuapkannya ada sebagian yang hampir keluar dari mulut Devara. Ayra mencoba membantu Devara dengan memasukkan potongan kecil itu menggunakan sumpit yang ada ditangannya. Sementara Devara dengan susah payah berusaha memasukkan potongan kecil itu ke dalam mulutnya. Nadine dan Daniel ikut tertawa melihat kejadian itu.
__ADS_1
Setelah makan siang, mereka melanjutkan perjalanan menuju istana Deoksugung. Disana Ayra menyempatkan berfoto mengenakan hanbok, pakaian tradisional korea.
Ayra terlihat sangat cantik dengan hanbok yang dikenakan. Bahkan tour guide yang ada disana memuji Ayra berkali-kali karena dia sangat cocok mengenakan hanbok. Penampilan Ayra sangat mirip putri kerajaan korea masa dinasti Joseon. Hanbok berwarna soft pink dan putih itu sangat cocok dengan kulit Ayra yang putih. Devara yang kesengsem dengan kecantikan Ayra saat itu tak henti-hentinya juga mengambil foto Ayra.
Nadine yang juga mencoba hanbok, terlihat tak kalah cantik dengan Ayra. Hanbok yang dipakai Nadine warnanya lebih terang dibandingkan dengan hanbok Ayra. Hanbok berwarna soft grey dibagian roknya. Sementara bagian atasnya perpaduan warna putih, biru muda dan fanta dibagian pergelangan tangan dan kerah memancarkan kecantikan Nadine.
Daniel yang melihat Nadine benar-benar terpesona dengan kecantikan “sahabatnya” itu. Hati Daniel tak bisa memungkiri bahwa Nadine memang cantik.
Perjalanan berikutnya adalah menikmati keasrian kota Seoul yaitu Namsan Park. Namsan Park merupakan taman kota terbesar di Seoul. Taman ini didesain dengan berbagai jenis bunga dan pepohonan yang membuat taman ini adem, dan cocok untuk mereka yang mau bersantai sambil foto-foto. Taman ini juga biasanya menjadi tempat transit bagi orang-orang yang ingin mendaki Gunung Nam.
Ayra dan Devara menyempatkan berfoto berdua di taman ini. Karena hari menjelang sore, mereka berempat melanjutkan perjalanan ke Dongdaemun market.
Sebenarnya Ayra ingin sekali berkunjung ke Namsan tower yang tersohor itu. Tempat yang sering muncul di beberapa drama korea yang dilihatnya. Ayra ingin mencoba meletakkan gembok cinta disana. Konon kabarnya, barangsiapa yang meletakkan gembok cinta di Namsan tower, lalu kuncinya dibuang sejauh mungkin maka cinta pasangan itu akan langgeng.
Tapi dasar Devara yang tak percaya tahayul dan hal-hal konyol seperti itu, menolak mentah-mentah ide Ayra. Akhirnya pilihan jatuh pada wisata belanja di Dongdaemun market.
Dongdaemun Market adalah pusat perbelanjaan yang besar yang terdiri dari pasar tradisional juga modern dan terletak di distrik Dongdaemun, Seoul, Korea Selatan. Berbagai perusahaan seperti Doosen Tower, Migliore, APM mulai menjamah Dongdaemun dan menjalankan bisnis garmen. Maka tak heran jika Dongdaemun Market mendapat julukan “Distrik Fashion“. Hasilnya pun, terdapat lebih dari 20 mall yang berdiri dikawasan ini dan lebih dari 50.000 penjual yang menjual berbagai macam produk. Berbagai macam pilihan fashion bisa ditemukan disini. Jadi, juga bisa dibilang fashion kelas dunia ada disini.
Wanita mana di dunia ini yang takkan kalap alias lapar mata melihat begitu banyak produk fashion di pasar ini. Tak terkecuali Ayra dan Nadine. Devara dan Daniel memilih menunggu dua wanita yang beranjak dewasa itu berbelanja. Apalagi di pasar ini bisa tawar menawar harga. Semua toko juga buka 24 jam. Benar-benar surga belanja dengan konsep one-stop shopping yang ditawarkan pasar ini.
Menjelang malam, mereka berempat mengunjungi salah satu landmark kota Seoul yaitu Seoul Cheonggyecheon yang merupakan landmark yang banyak dikunjungi warga Seoul dan wisatawan saat malam hari. Cheonggyecheon adalah aliran sungai bergaya modern yang mengalir di tengah kawasan bisnis kota Seoul. Dikatakan bahwa Cheonggyecheon jauh lebih indah jika dinikmati pada malam hari. Dengan penambahan pencahayaan di beberapa sudut, sungai ini mampu mendefinisikan kota Seoul. Menariknya lagi, ada pertunjukkan laser yang akan menghibur setiap pejalan kaki.
__ADS_1
Karena sudah lapar akhirnya mereka berempat makan di salah satu restoran Chavit Cuisine yang berlokasi di dalam sebuah mall bernama Some Sevit dari Hyosung Group. Mereka menyantap makan malam ditemani pemandangan menakjubkan dari Banpo bridge, dengan penampilan atraksi Rainbow Fountainnya yang terkenal yaitu penampilan air mancur diiringi alunan music.
Lelah berjalan-jalan seharian, mereka pun kembali ke apartemen mereka.