
Saat memasuki kawasan spa, wangi aromatherapy menyambut seolah membuai pikiran untuk segera rileks, kemudian kedua pengantin baru itu disuguhi lemongrass (air serai) dingin yang segar.
Ayra dan Devara segera berganti pakaian dan memakai kimono mandi untuk membungkus tubuhnya. Deretan para beauty therapist telah berdiri di ruangan besar itu untuk melayani tuan muda Alexander dan istrinya.
Sebelum melakukan perawatan bali massage, Devara dan Ayra melakukan sauna dulu di ruangan suana dan ditunggu oleh terapis selama 10 menit. Setelah sauna, perawatan dilanjutkan dengan foot bath dengan menggunakan pakai paperment footscrub, bath salt yang fungsinya untuk membersihkan kaki dan merelakskan badan serta pikiran.
Setelah perawatan kaki, Devara dan Ayra digiring menuju bed untuk dilakukan full body massage. Keduanya benar-benar menikmati tiap perawatan yang diberikan para beauty therapist yang menangani mereka. Membuat otot tubuh keduanya benar-benar rileks.
“Ahh..enaknya”gumam Ayra dalam hati
Saking keenakan merasakan massage dari para beauty therapist professional itu, bahkan Ayra sampai tertidur. Ayra tertidur sampai perawatan tubuhnya selesai. Sungguh melakukan perawatan full body massage saat tubuh kelelahan memberikan manfaat luar biasa karena memberikan ketenangan, penyembuhan dan memperbaiki sistem aliran darah dan sirkulasi oksigen.
Devara yang sudah selesai melakukan perawatan spa tersebut, segera menghampiri sang istri yang sedang tertidur dengan sangat pulas. Devara yang tak ingin mengganggu Ayra, mengangkat tangannya dan memberi kode pada semua therapist untuk meninggalkan ruangan. Satu per satu therapist meninggalkan ruangan spa. Hingga hanya ada pasangan pengantin baru itu di ruangan.
Devara mendekati Ayra lalu mulai memijat perlahan tubuh mulus Ayra. Awalnya Ayra sama sekali tak terpengaruh meskipun Devara sudah memijat tubuhnya. Namun lama kelamaan Ayra merasakan ada sentuhan yang berbeda di tubuhnya.
“Kok pijatannya agak beda dengan tadi? Kenapa tangannya malah seperti menggerayangi tubuhku?”gumam Ayra dalam hati masih dengan mata yang terpejam namun sambil mengernyitkan dahinya.
Devara yang masih sibuk memijat tubuh belakang Ayra semakin bergerilya saat tangannya mulai memijat bagian tubuh belakang Ayra yang paling menonjol. Gerakan tangan Devara semakin liar memijat bagian itu saking gemasnya. Karena bagian itu begitu menggoda.
“Kenapa perasaanku ga enak?”gumam Ayra semakin merasa risih dengan sentuhan-sentuhan di tubuhnya.
Apalagi kain penutup tubuhnya kini sudah tergeletak tak berdaya di lantai. Membuat Ayra merasa kedinginan karena udara di ruangan spa yang menyapa kulit mulusnya. Ayra segera membuka matanya dan mencoba duduk. Sambil menutup bagian dadanya dengan kedua tangannya.
Melihat Ayra yang bangun dari posisinya, membuat Devara menghentikan pijatannya dan berdiri di samping bed. Begitu Ayra duduk dan berbalik, Ayra kaget setengah mati melihat suaminya sudah berdiri di depannya dengan senyuman nakalnya.
“Dev..kenapa kamu disini? Jadi yang tadi memijatku kamu?”tanya Ayra kaget
Ayra tak sadar jika kini dirinya baru saja membangunkan “Devara junior” yang sejak tadi sudah meronta.
“Kainku?”gumam Ayra dalam hati melihat kain penutup tubuhnya berada di bawah kakinya.
Dengan secepat kilat Ayra meraih kain itu dan menutupkannya ke tubuhnya.
“Kenapa ditutupi? Aku sudah lihat semua dan akan melihatnya lagi nanti malam”goda Devara dengan tatapan genitnya.
__ADS_1
Devara mendekatkan tubuhnya ke arah Ayra dengan tangan yang melingkar di pinggang ramping Ayra. Membuat keduanya sangat dekat. Devara merengkuh tubuh sang istri yang hanya dilapisi sehelai kain yang tipis sehingga tangan kanan Devara leluasa mengelus punggung mulus Ayra.
Ayra yang belum terbiasa dengan sentuhan Devara di permukaan kulitnya yang polos refleks menggeliat. Ayra kemudian mendorong tubuh Devara agak menjauh dari tubuhnya. Dengan memasang wajah memelas, Ayra memohon pada sang suami.
“Tolong hentikan Dev..aku..aku belum siap”pinta Ayra
“Baiklah!”jawab Devara
“Yess”seru Ayra kegirangan
“Makasih my hubby”ucap Ayra
“Jangan senang dulu! Aku lepaskan kau sekarang karena kita harus siap-siap makan malam! Bersiaplah”sahut Devara
“Apaa?! Aku kira dia beneran kasihan padaku. Aku berharap terlalu tinggi. Nyatanya dia tetap tak akan melepaskan aku begitu saja”gumam Ayra dalam hati sambil menatap suaminya yang menggandeng tangannya setelah sebelumnya Devara memakaikan jubah mandi pada sang istri.
Keduanya berjalan beriringan menuju kamar. Sesampainya di dalam kamar, Devara tak henti-hentinya menggoda sang istri. Devara mengajak Ayra ke arah kamar mandi.
“Tunggu Dev..kita mau kemana?”tanya Ayra ketakutan sambil berusaha melepaskan tangan Devara yang menggenggam tangannya.
“Tunggu..jangan bilang kita mandi bersama”Ayra bergidik ngeri membayangkan akan mandi bersama sang suami.
“Sayang..aku sekarang suamimu. Tentu saja kita mandi bersama”
Senyum jahil Devara terus tersungging di wajah tampannya. Membuat jantung Ayra terus melompat-lompat seolah akan keluar dari tempatnya.
“Pliss Dev..aku mandi sendiri ya..aku belum terbiasa dengan semua ini”pinta Ayra dengan wajah memelas.
“Mulai sekarang kau harus terbiasa sayang”
Devara yang belum melepaskan genggaman tangannya menarik sang istri masuk ke dalam kamar mandi. Meskipun terus berusaha melepaskan diri namun Devara kali ini tak akan melepaskan sang istri.
Di dalam kamar mandi, helaian bunga mawar merah berserakan di lantai kamar mandi dengan beberapa lilin yang berjejer rapi. Bathup besar di dalam kamar mandi telah diisi dengan aromaterapi. Kamar mandi dengan view pantai itu menampilkan pemandangan yang luar biasa indah. Apalagi saat ini, matahari mulai beranjak menuju peraduannya. Semburat-semburat langit jingga mengiringi tenggelamnya sang surya.
Sejenak Ayra dibuat kagum dengan penataan dan dekorasi kamar mandi. Namun kekaguman itu langsung sirna begitu melihat Devara yang dengan santainya melepas jubah mandinya hingga memperlihatkan tubuh polos Devara yang sangat kekar.
__ADS_1
Ayra spontan menutup matanya dan membalik tubuhnya begitu disuguhi pemandangan itu. Rasanya Ayra mau pingsan melihat lekuk tubuh sang suami yang sangat sempurna.
“Dev..kenapa kau lakukan itu?”tanya Ayra setengah berteriak
Dengan santainya Devara mendekati tubuh Ayra dan memeluknya dari belakang. Membuat Ayra kaget karena merasakan sesuatu yang tak biasa menyentuh area tubuh belakangnya.
“Kenapa? Sudah kubilang kan kau harus terbiasa mulai dari sekarang”bisik Devara di telinga Ayra sambil menggigitnya pelan.
“Dev..hentikan!”jerit Ayra
Namun bukannya melunak, Devara justru semakin bersemangat mengerjai sang istri yang memang belum terbiasa dengan aktivitas baru keduanya setelah menjadi pengantin baru.
Devara terus menyusuri tubuh Ayra sambil tangannya terus berusaha melepaskan ikatan pada jubah mandi Ayra.
“Aaahh..kenapa secepat ini? Ini kan masih sore”gerutu Ayra dalam hati
“Dev..plis..jangan seperti ini! Ini masih sore”pinta Ayra
“Sore atau malam bagiku sama saja. Ayo kita selesaikan sekarang juga!”perintah Devara.
Setelah berhasil membuka jubah mandi Ayra, Devara langsung membalik tubuh sang istri. Ayra sebisa mungkin menutup bagian sensitifnya dengan kedua tangannya, meskipun semua itu sia-sia karena Devara mengerahkan tenaganya untuk melepaskan pertahanan terakhir Ayra.
Ayra akhirnya hanya bisa pasrah dengan kelakuan sang suami. Keduanya yang sudah sangat polos, akhirnya masuk ke dalam bathup bersama-sama. Keduanya duduk berhadapan. Ayra memilih mengikat rambutnya model cepol supaya rambutnya tidak basah.
“Aku akan memberikan massage eksklusif padamu sayang”goda Devara
“Bilang saja kamu mau menyentuh tubuhku”gerutu Ayra sambil mengerucutkan bibirnya.
Devara yang tahu sang istri sedang merajuk karena kelakuan nakalnya, menarik dagu sang istri.
“I love you sayang”ucap Devara lembut
Sesaat kemudian keduanya kembali berciuman dengan mesra dan perlahan menjadi ciuman panas yang membara. Apalagi tubuh keduanya yang terasa panas. Sentuhan-sentuhan kecil di kulit yang terjadi antara keduanya semakin membuat keduanya tenggelam dalam gairah hidup yang sesungguhnya. Memaksa keduanya untuk segera melanjutkan aktivitas panas mereka di ranjang pengantin.
Tiba-tiba di tengah pergulatan keduanya di bathup,
__ADS_1
“Krucuk..krucuk..”