
Sepulang dari rumah kediaman Devara, Ayra segera mempersiapkan pesta kejutan untuk Devara. Ayra bekerjasama dengan Daniel, Nadine, dan Madam O untuk mempersiapkan segalanya.
Sementara si empunya acara, setelah mengantar Ayra, Devara hanya tidur-tiduran di kamarnya. Hari itu, Devara hanya ingin malas-malasan di rumah. Daniel yang diminta Ayra mengalihkan perhatian Devara, sengaja main ke rumah Devara.
Sementara para pelayan dan bodyguard Devara sibuk mempersiapkan pesta kejutan untuk majikan mereka di salah satu area taman dekat kolam renang Devara yang pemandangannya sangat indah. Beberapa pelayan menata meja dan kursi, merangkai bunga-bunga dan balon. Para chef juga berkoordinasi dengan Madam O untuk hidangan yang akan dihidangkan besok saat pesta kejutan.
Ayra sendiri mengajak Nadine belanja kado untuk Devara. Sebenarnya Ayra bingung akan menghadiahkan apa untuk Devara. Tapi Ayra ingin membelikan sesuatu yang bisa mengingatkan Devara pada dirinya. Walaupun mungkin hadiahnya kalah mewah dengan semua barang yang dimiliki Devara, tapi menurut Ayra sesuatu yang dibelikan sebagai tanda cinta, pasti tak ternilai harganya.
Setelah seharian memutari mall, akhirnya Ayra membelikan Devara sebuah jam tangan.
“Udah jangan dilihatin terus jamnya. Cepet masukin tas”pinta Nadine karena Ayra terus memandangi jam tangan yang akan dihadiahkan pada Devara.
“Kalo dia ga suka gimana dong?”wajah Ayra berubah sendu.
“Pasti suka. Percaya deh!”ucap Nadine menyemangati Ayra.
“Mana jam ini mahal banget.. Uang tabunganku terkuras buat beliin dia jam ini. Kalo sampe dia ga suka, awas aja!!”gerutu Ayra dalam hati
Ayra menghela napas. Berusaha menenangkan dirinya sendiri.
Devara yang bosan di kamarnya, beranjak dari ranjangnya. Sementara Daniel yang sedang bermain game di kamar Devara, terlihat sedikit panik melihat Devara yang berjalan keluar kamar.
“Mau kemana Dev?”tanya Daniel
“Aku bosan. Mau berenang sebentar”jawab Devara
“Gawat! Kolam renang yang mana nih yang mau dia pakai?”gumam Daniel dalam hati
“Aku ikut”ucap Daniel
“Aku harus memastikan Devara tak curiga”gumam Daniel lagi
Daniel beranjak dari tempatnya lalu berlari menyusul Devara.
Ketika menuruni tangga menuju salah satu kolam renangnya, Devara melihat pelayan-pelayannya yang berseliweran. Mereka terlihat sibuk. Devara tampak mengernyitkan dahinya. Ketika seorang pelayan berpapasan dengan Devara, mereka pun memberi hormat pada majikannya dengan membungkukan sedikit badannya.
“Ada acara apa? Sepertinya kalian sibuk sekali?”tanya Devara
Pelayan itu gemetar, tak tahu harus menjawab apa. Karena Madam O sudah berpesan untuk merahasiakan pesta kejutan itu pada Devara.
“Kenapa kau diam saja?”tanya Devara lagi melihat pelayan itu tak segera menjawab pertanyaannya.
“Anu..itu tuan..itu…”jawab pelayan itu dengan terbata-bata. Keringat dingin mengucur dari pelipis pelayan itu.
Di saat terjepit seperti itu, untung saja Madam O datang tepat waktu untuk menyelamatkan pelayan tadi.
“ Maaf tuan muda, saya belum memberitahu tuan muda. Kemarin para pelayan meminta ijin pada saya. Mereka ingin membuat acara pesta kelulusan untuk salah satu pelayan yang baru lulus kuliah. Sayasudah memberi ijin” jelas Madam O bohong.
“Apa tuan muda keberatan?”tanya Madam O.
Devara pun menggeleng.
__ADS_1
“Biarkan saja mereka” ucap Devara memberi ijin.
Madam O tersenyum. Dia tahu benar, Devara anak yang baik. Dia pasti tak kan keberatan. Akhirnya kebohongan mereka bisa dilanjutkan. Madam O dan Daniel saling bertatapan dengan senyum tersungging di bibir masing-masing. Mereka bisa melanjutkan pesta kejutan itu tanpa dicurigai Devara.
Devara pun melangkah menuju kolam renang kesukaannya. Kolam renang dengan desain sangat indah yang dilengkapi air terjun buatan. Beberapa pohon palem disekitarnya dan beberapa tanaman ditata sangat rapi. Ditambah ornament batu-batuan besar di sekitar kolam menambah kesan alami. Kursi-kursi santai berada di pinggir kolam. Kolam juga dilengkapi mini bar, yang mirip pulau terapung. Devara memang paling menyukai kolam renang ini ketimbang kolam renangnya yang lain.
Sampai di kolam, Devara segera melepas kaosnya dan membuang di sembarang tempat. Kemudian dia segera menceburkan dirinya di kolam tersebut. Daniel pun tak mau kalah. Dia juga melepas kaos yang melekat ditubuhnya dan menyusul Devara berenang di kolam.
Mereka berenang ke sana kemari. Dua lelaki yang beranjak dewasa itu, benar-benar memiliki tubuh sempurna idaman kaum hawa. Wajah yang tampan, body yang atletis. Membuat para pelayan wanita di rumah Devara yang menyaksikan pemandangan langka, melihat majikannya bertelanjang dada, merasa terhibur. Mereka berbisik satu sama lain, memuji ketampanan dan kesempurnaan fisik keduanya. Sementara yang menjadi topik per-ghibah-an para pelayan, sama sekali tak menyadari kehebohan yang sudah mereka buat.
Madam O yang melihat para pelayan wanita bergerombol sambil mencuri-curi pandang pada majikannya, akhirnya datang dan berdehem di dekat para pelayan itu.
"Ehem"Madam O berdehem lumayan keras
Mereka yang menyadari kehadiran Madam O pun langsung ngacir membubarkan diri. Mereka berlarian dan kalang kabut ketahuan oleh Madam O. Madam O pun segera datang menghampiri dua sahabat kecil yang sudah berbaikan itu.
“Tuan muda, nona Aira menelpon tuan muda”ucap Madam O.
Devara yang mendengar Ayra menelponnya, terlihat sangat bahagia.
“Benarkah?” tanya Devara tak percaya
“Iya tuan muda. Nona Ayra menelpon tuan muda, tapi tuan muda tidak segera mengangkatnya. Makanya nona Ayra menelpon saya menanyakan tuan muda”jelas Madam O
“Ambilkan hp ku di kamar” perintah Devara
Madam O yang sudah mengambilkan hp Devara segera mendekati majikannya itu.
“Ini tuan muda” ucap Madam O sambil menyodorkan hp Devara.
“Sama-sama tuan muda”balas Madam O
Devara segera menelpon Ayra.
“Kau mencariku?”tanya Devara begitu Ayra mengangkat telponnya.
Mereka melakukan video call.
“Kau dimana?”tanya Ayra sedikit kesal.
“Ya Tuhan..apa dia sedang mandi? Kenapa rambutnya basah? Dia sedang mandikah? Oh mataku..jantungku..Oh tidak!”gumam Ayra dalam hati begitu melihat penampilan Devara dengan rambut basahnya dan shirtless. Ayra salah tingkah.
Devara yang melihat Ayra salah tingkah tertawa geli. Dia justru mendapat ide mengerjai Ayra.
“Aku sedang berenang dengan Daniel”jawab Devara sambil mengangkat hp nya ke atas sehingga Ayra bisa melihat tubuh seksi Devara yang hanya dibalut celana boxer pendek.
“Kau lihatkan?”tanya Devara sambil menyeringai nakal
“Hei..turunkan hpnya”perintah Ayra. Dia salah tingkah karena disuguhi tubuh seksi Devara.
“Dasar otak mesum! Kenapa dia justru memperlihatkan tubuhnya seperti itu? Dia sengaja ya? Dasar!” Gerutu Ayra dalam hati
__ADS_1
Mereka melakukan videocall selama beberapa waktu. Ayra ingin memberitahu Devara bahwa malam ini Ayra tidur di rumah Nadine karena Ayah dan Bundanya mau keluar kota menjenguk salah satu kerabatnya yang baru saja melahirkan. Ayra tidak diajak karena lusa dia masih ada test.
“Tau gitu tadi aku ga antar kamu pulang”gerutu Devara
“Terus kamu mau aku tidur di rumahmu lagi?”goda Ayra
“Iya”jawab Devara tegas.
Ayra teringat kembali saat-saat dia menginap di rumah Devara. Bagaimana dia dan Devara hampir kepergok ciuman. Dan bagaimana saat itu Devara yang setengah telanjang berusaha mengerjainya sampai dimarahi Madam O. Ayra tertawa geli begitu mengingatnya.
“Kau kenapa? Ketawa-ketawa sendiri seperti itu?”tanya Devara
“Pasti kamu mikirin aku kan?”goda Devara
Ayra yang ketahuan, berusaha berkelit.
“Eng..enggak..siapa bilang aku mikirin kamu. Jangan ge-er deh”jawab Ayra
Devara tersenyum senang melihat Ayra yang salah tingkah karena pertanyaan dan jawaban-jawabannya yang kadang terdengar seperti rayuan seorang playboy.
Akhirnya setelah beberapa saat, Ayra dan Devara mengakhiri video call mereka. Daniel yang melihat Devara senyum-senyum sendiri, pun menghampiri Devara.
“Kau sudah gila ya, senyum-senyum sendiri seperti itu?”goda Daniel
“Sepertinya aku memang sudah gila. Aku benar-benar tergila-gila pada gadis ini”jawab Devara dengan penuh keyakinan.
“Apa yang kau suka dari Ayra?”tanya Daniel sambil menyandarkan tubuhnya di dipinggir kolam.
Karena sekarang Daniel masih berada di kolam. Sementara Devara duduk di pinggir kolam dengan sebagian kakinya tercelup di kolam yang super besar itu.
“Entahlah. Aku suka semua yang ada pada dirinya. Senyumnya, tawanya, bahkan makian dan celotehannya aku suka. Aku belum pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Seumur hidupku baru kali ini aku merasa sangat menyayangi seseorang selain keluargaku. Aku selalu ingin melindunginya, menyayanginya. Aku merasa tak bisa jauh dari dirinya. Dia seperti magnet yang selalu menarikku. Membuatku terpaku hanya pada dirinya seorang”jelas Devara panjang lebar.
“Kau sedang pamer padaku ya? Kenapa aku merasa kau sedang memamerkan cintamu pada pacarmu itu? Sialan kau Dev”gerutu Daniel
“Hei..siapa yang pamer? Tadi kan kau sendiri yang nanya. Makanya, cepetan pacaran sana, biar tau rasanya punya pacar”jawab Devara setengah kesal
“Aku bukannya ga mau pacaran. Tapi memang belum ada cewek yang bisa aku jadikan pacar”sungut Daniel
“Nadine?”
“Kenapa dengan Nadine?”tanya Daniel
“Hei Bro..mau sampai kapan kamu berlindung pada topeng persahabatanmu itu? Kasihan gadis itu..dari dulu hanya kau jadikan sahabat, padahal jelas-jelas dia suka kamu”terang Devara
Daniel terdiam. Mencerna setiap kata yang dilontarkan Devara.
“Kalau aku jadi Nadine, aku pasti sudah pacaran dengan oranglain daripada menunggu seseorang yang ga jelas sepertimu”lanjut Devara lalu dia pergi meninggalkan Daniel sendiri.
“Dev..kau mau kemana?”tanya Daniel setengah panic begitu Devara meninggalkan dirinya sendirian di kolam.
“Aku mau mandi lalu menjemput “wanitaku”" seru Devara tanpa menoleh pada Daniel.
__ADS_1
Seorang pelayan yang berdiri tak jauh dari kolam segera menyerahkan jubah mandi pada majikannya. Devara segera memakai jubah mandi dan pergi ke kamarnya.
Daniel pun akhirnya menyusul Devara. Setelah menerima jubah mandi dari pelayan Devara, Daniel memakainya lalu berlari ke kamar Devara untuk menyusulnya.