
Keesokan paginya,
Ayra sengaja bangun lebih pagi karena pagi ini ada pesta kejutan untuk Devara. Ayra segera mandi lalu memakai baju blouse sabrina lengan pendek warna putih miliknya. Ayra sengaja menggerai rambut panjangnya yang bergelombang sehingga menambah aura kecantikan Ayra pagi itu.
Nadine dan Daniel juga sudah bersiap-siap. Sementara Devara yang kecapekan, masih tertidur pulas di ranjangnya yang sangat empuk dan nyaman itu.
Ayra segera turun ke lantai satu, ke tempat acara. Di sana para pelayan dan bodyguard Devara sudah sibuk mempersiapkan pesta kejutan itu. Mereka tampak lalu lalang mempersiapkan segalanya dibawah komando Madam O.
Mulai dari tangga rumah yang dihiasi dengan beberapa buket bunga segar dan pita-pita yang menjuntai indah ditambah hiasan beberapa balon warna warni.
Di tempat acara, hiasan balon melengkung ditambah beberapa buket bunga segar dan tulisan “HAPPY BIRTHDAY DEVARA ALEXANDER” terpampang nyata di sana. Beberapa meja bundar dan kursi ditata rapi. Masing-masing meja dihiasi buket bunga yang indah dengan beberapa alat makan. Meja dan kursi dihias dengan kain berwarna gold dan putih.
Pesta kejutan sederhana yang ada di pikiran Ayra ternyata berbeda jauh dengan kenyataan di depannya saat ini.
“Ini mah..pesta kejutan mewah” gumam Ayra dalam hati karena takjub dengan keindahan dekorasi pool party yang dirancang Madam O.
Tetapi ketimbang beragumen dengan Madam O perihal “pesta sederhana” yang ada dipikirannya, Ayra memilih memastikan kesiapan acara. Makanan sudah tersaji di meja panjang di salah satu sudut kolam itu. Makanan kesukaan Devara yang disiapkan para chef professional yang bekerja di rumah Devara.
Setelah yakin, pesta sudah siap, Ayra meminta Daniel melihat ke kamar Devara. Daniel pun segera berlari ke arah kamar Devara.
Ternyata si empunya acara, sudah bangun dan sudah berpakaian rapi. Entah memang sudah jodoh ataukah mereka memiliki indera keenam, outfit yang dipakai Ayra dan Devara benar-benar senada. Nuansa putih. Sementara Daniel dan Nadine juga sama-sama memakai outfit hitam. Jadilah dua pasangan itu, seperti sedang double date.
Devara baru saja keluar dari kamarnya saat Daniel datang menjemputnya.
“Kenapa kau terburu-buru seperti itu?”tanya Devara
“Ayra dan Nadine sudah menunggumu di bawah”ucap Daniel
Devara pun melangkahkan kakinya menuruni tangga ke lantai satu. Melihat tangga rumah yang dihias sangat indah dengan karpet merah pula, membuat Devara mengernyitkan dahinya.
“Apa pesta kelulusan pelayan itu belum selesai?”tanya Devara
Daniel yang mendengar, hanya tersenyum.
Begitu keluar dari rumah dan melihat pemandangan kolam renang yang sudah didesain sangat indah pagi itu, membuat Devara sangat surprise dan senang. Apalagi melihat tulisan besar yang terpampang di sana.
Melihat Ayra yang sangat cantik pagi itu, Devara semakin yakin, bahwa semua ini dirancang untuk dirinya. Devara berjalan ke arah Ayra dengan senyum yang terus tersungging diwajahnya.
“Happy Birthday Dev”ucap Ayra sambil tersenyum begitu Devara berdiri di depannya.
__ADS_1
“Happy Birthday Bro”ucap Daniel sambil memeluk sahabatnya itu.
“Selamat ulangtahun Dev” ucap Nadine sambil memeluk tubuh Devara.
“Selamat ulangtahun tuan muda” semua pelayan dan bodyguard Devara serempak mengucapkan selamat pada Devara. Membuat Devara sangat senang dengan pesta kejutan itu.
“Selamat ulangtahun tuan muda”ucap Madam O pada Devara. Devara pun segera memeluk tubuh asisten keluarga Alexander yang selalu setia menemaninya selama ini.
Ayra sampai terharu melihat Devara dikelilingi orang-orang baik yang menyayanginya.
“Katakan padaku! Ide siapa ini?”tanya Devara sambil mengedarkan pandangannya menikmati pesta kejutan untuk dirinya.
“Ini semua ide nona Ayra, tuan muda”jawab Madam O sambil melirik Ayra.
Devara berjalan menghampiri Ayra. Devara langsung memeluk Ayra dan mendekap tubuh mungil kekasihnya itu. Semua orang yang hadir saat itu langsung bertepuk tangan dan tersenyum bahagia. Devara melepaskan dekapannya namun tangannya kini dilingkarkan di pinggang ramping Ayra. Posisi keduanya menghadap ke semua orang yang ada di pool party itu. Dengan senyum lebar yang tersungging di bibir keduanya. Menandakan bahwa keduanya sangat bahagia saat ini. Devara meletakkan kepala Ayra dibahunya yang lebar lalu mengecup pucuk kepala kekasihnya itu di depan semua orang.
“Terimakasih sayang”ucap Devara lembut sambil tersenyum.
Ayra tersipu malu karena kecupan Devara. Tetapi hatinya berbunga-bunga mendengar kata “sayang” yang meluncur dari bibir Devara.
“Silahkan nikmati pestanya”perintah Devara pada semua pelayan dan bodyguardnya.
“Kau mau mengajakku kemana?” tanya Devara melihat Ayra menggandeng tangannya menghindari keramaian.
“Aku malu jika memberikan ini di hadapan semua orang” ucap Ayra sambil menyodorkan sebuah kado kecil dari dirinya hasil berburu hadiah seharian kemarin.
“Apa ini?”tanya Devara sambil menguncang-guncang ringan kado kecil dari Ayra.
“Jangan digituin. Nanti rusak”pinta Ayra.
“Aku buka sekarang ya”ucap Devara lalu ia mulai membuka bungkusan kado mungil dari pacarnya itu dengan antusias.
Ayra deg-degan. Jantungnya berdegup semakin kencang seiring Devara yang mulai membuka kado dari dirinya. Ayra sangat kuatir jika Devara tak menyukai hadiah darinya.
“Kalo dia sampai mengejek hadiahku, akan aku buang jam itu ke kolam. Biar rusak sekalian”gumam Ayra dalam hati
Begitu kado itu dibuka, sebuah jam tangan ada di sana. Devara tersenyum bahagia melihat pemberian kekasih hatinya.
“Bagaimana? Apa kau suka?”tanya Ayra melihat Devara hanya tersenyum dari tadi.
__ADS_1
“Dev, katakan padaku..apa kau menyukainya?”tanya Ayra lagi penasaran
Devara seakan bisa membaca kekhawatiran di mata Ayra.
“Tentu saja aku menyukainya”ucap Devara lembut sambil tangan kanannya dilingkarkan di pinggang Ayra. Membuat tubuh keduanya kini sangat dekat.
Devara juga mendekatkan wajahnya hingga mata keduanya saling bertatapan dan ujung hidung keduanya bertemu.
Ayra meletakkan tangan kirinya di bahu kanan Devara sementara tangan kanannya memegang lengan kiri Devara. Ayra senang Devara menyukai hadiah pemberiannya. Mereka berdua tersenyum satu sama lain. Devara menatap lekat mata Ayra lalu memiringkan sedikit kepalanya. Dan seperti sudah diduga, Devara hendak mencium bibir ranum Ayra.
Jantung kedunya berdetak sangat kencang. Ayra yang sadar akan kelanjutan momen itu memilih menutup kedua matanya. Sementara Devara semakin mendekatkan bibirnya pada bibir Ayra. Dan akhirnya, ciuman indah keduanya terjadi.
“Ay, Dev..disini kalian rupanya…Uupppss”Nadine dan Daniel yang mencari mereka berdua dari tadi spontan membalikkan badan melihat kedua pasangan kekasih yang sedang dimabuk cinta itu.
Suara kedua sahabat itu seperti bom atom yang meledakkan hati Devara karena merusak momen indah antara dirinya dan Ayra. Ayra pun spontan membuka matanya dan menjauhkan tubuhnya dari Devara. Tetapi Devara yang tak ingin melepaskan Ayra justru melingkarkan tangannya dipinggang kecil Ayra sehingga Ayra tak bisa pergi.
“Nad..Dan.. ada apa?”tanya Ayra ke arah dua sahabatnya itu sambil berusaha melepaskan diri dari Devara.
Nadine menjawab pertanyaan Ayra tanpa menoleh,
“Madam O minta kami mencari kalian, Devara di minta memotong kue ulangtahunnya” ucap Nadine
“Kita pergi saja dari sini”ucap Daniel pelan sambil menggandeng tangan Nadine.
“Kalian lanjutkan saja acara kalian, nanti aku bilang Madam O kalian baru “sibuk””ujar Nadine sambil menahan tawa karena sudah mengganggu kemesraan Devara dan Ayra.
“Katakan pada Madam O, sebentar lagi kami menyusul”balas Ayra setengah berteriak.
Akhirnya Nadine dan Daniel memilih meninggalkan pasangan sejoli itu sendiri. Ayra yang malu kepergok berciuman dengan Devara, terus berusaha melepaskan diri dari Devara. Tapi Devara justru semakin merekatkan tubuh keduanya.
“Dev..lepasin. Kau tak dengar tadi Nadine bilang apa? Madam O mencarimu..ayo kita kesana sekarang”ucap Ayra
“Biarkan saja mereka menunggu..Berani-beraninya mereka menganggu waktu kita”ucap Devara setengah kesal.
Ini adalah kejadian kesekian kalinya bagi keduanya kepergok ciuman. Ayra menahan tawanya begitu mengingat kejadian tadi. Ayra menarik dua tangan Devara dari pinggangnya yang ramping, lalu menggenggam tangannya.
“Kita kembali saja ya..kasihan mereka nanti menunggu kita terlalu lama. Mereka juga pasti banyak pekerjaan setelah ini”ucap Ayra lembut.
Walaupun masih sangat kesal karena momen indah antara dirinya dan Ayra harus terganggu ulah kedua temannya, namun Devara memilih menuruti keinginan Ayra. Mereka berdua kembali ke tempat acara sambil bergandengan tangan. Jam pemberian Ayra pun kini sudah melekat di pergelangan tangan Devara. Acara pesta kejutan itu membuat semua orang bahagia.
__ADS_1