Falling In Love With Trouble Maker

Falling In Love With Trouble Maker
Cemburu


__ADS_3

Ayra dan Devara bersiap-siap pergi ke pantai. Sebelumnya mereka mandi lalu memakai pakaian santai untuk pergi ke pantai.


Devara keluar kamar lebih dulu dibandingkan Ayra. Maklum saja, ritual mandi laki-laki dan wanita kan jauh berbeda. Devara turun ke lantai satu lalu memeriksa keadaan di luar resort. Lebih tepatnya cuaca di luar.


Karena hari sudah menjelang siang dan matahari bersinar cukup terik membuat Devara mengurungkan niatnya menemani Ayra ke pantai. Saking teriknya matahari, Devara sampai menyipitkan matanya kala melihat ke arah pantai pribadinya.


Akhirnya Devara masuk kembali ke resort. Lalu naik ke lantai dua. Bertepatan dengan keluarnya Ayra dari dalam kamar. Mereka berdua tampak canggung. Mereka bertatapan dengan malu-malu.


“Di luar sangat panas, sebaiknya kita ke pantai sore aja” ucap Devara mencoba mencairkan suasana.


“Yahhh..masak ga jadi ke pantai?”Ayra merengut.


Padahal dia sudah ingin sekali bermain di pantai yang ombaknya sangat tenang. Pikir Ayra pasti asyik jika dirinya bisa main ke pantai sekarang. Apalagi cuacanya sangat mendukung.


“Jangan cemberut seperti itu” pinta Devara tapi Ayra tak menghiraukan karena dia sedang kesal sekarang.


“Terus kita ngapain? Masak ga ngapa-ngapain? Ga asyik” rengek Ayra


Devara menghampiri Ayra lalu menarik tangan Ayra.


“Hei..mau kemana?”tanya Ayra setelah tangannya ditarik Devara


“Sudah ikut saja”perintah Devara.


Mereka menuruni tangga lalu melewati beberapa ruangan di lantai bawah. Sesekali mereka berpapasan dengan pelayan ataupun bodyguard Devara. Devara berjalan dengan santai sambil menarik tangan Ayra. Tak dihiraukan para pelayan dan bodyguard nya yang memberi hormat saat bertemu dengannya. Sementara Ayra beberapa kali harus menundukkan kepala setiap bertemu mereka.


“Hei pelan-pelan. Kita mau kemana sih?”tanya Ayra karena Devara tampaknya tak segera menghentikan langkahnya.


Resort ini benar-benar luas dan pemandangannya sangat indah. Ternyata selain kolam renang model infinity pool yang dilihatnya dari ruang makan, masih ada kolam renang lain yang lebih luas dengan beberapa gazebo di sampingnya.


Di sekitar kolam renang itu terdapat beberapa pohon yang rindang dan ditata dengan rapi. Beberapa tanaman bunga juga menghiasi pinggir kolam renang. Memunculkan suasana yang asri dan sejuk. Desain kolam renang inipun menurut Ayra sangat luar biasa. Ada sekitar empat kolam dengan tingkat kedalaman yang berbeda. Masing-masing kolam terhubung dengan beberapa anak tangga. Ada ukiran bebatuan putih yang mengelilingi kolam renang. Air kolam yang sangat jernih kebiruan, membuat Ayra ingin menceburkan dirinya ke kolam.


Di sebelah kolam juga nampak beberapa kursi santai kolam renang. Letaknya yang tepat di bawah pohon, terhalang dari teriknya matahari siang ini. Tibalah kini mereka di sebuah gazebo. Devara melepaskan pegangannya di  tangan Ayra.


“Bagaimana menurutmu? Disini bagus kan?”tanya Devara.


Ayra tersenyum dan mengangguk beberapa kali.


“Iya..bagus banget” ucap Ayra senang.


Tak menyangka matanya akan disuguhi pemandangan yang seindah ini. Andai saja Ayra membawa baju renang pasti dia sudah menceburkan dirinya ke kolam renang. Karena pakaian pantai yang dipakainya sekarang, Ayrapun mengurungkan niatnya.


“Kita di sini saja” pinta Devara sambil merebahkan dirinya di gazebo itu.


Kedua tangannya diletakkan dibelakang kepalanya. Dia pun memejamkan matanya mengistirahatkan tubuhnya sambil menghirup udara segar di sekelilingnya. Ayrapun memilih duduk di pinggir gazebo sambil menikmati pemandangan kolam yang sangat indah.


Tiba-tiba Ayra teringat kembali momen kehangatan antara dirinya dan Devara beberapa waktu sebelumnya. Ciuman hangat keduanya. Membuat sesuatu menggelitik dalam pikiran Ayra. Karena bagi Ayra yang masih “awam” dengan ciuman tadi, dia merasa Devara sudah sangat ahli berciuman. Ayra pun menatap Devara yang sedang berbaring.


“Dia pasti sudah sering melakukannya. Aku yakin itu”gumam Ayra dalam hati.


“Ini tidak adil. Padahal tadi adalah pengalaman pertamaku berciuman dengan lelaki selama itu. Pasti ciuman tadi tak berkesan sama sekali baginya. Menyebalkan!!”gerutu Ayra dalam hati.


Wajah Ayrapun berubah cemberut. Tanpa sadar, Ayra sudah terbakar api cemburu, karena mengingat ciuman hangat tadi adalah pengalaman pertama baginya.


“Aku akan memastikannya sekarang” gumam Ayra lagi


“Dev?”tanya Ayra pelan


“Hemmm”jawab Devara malas tanpa membuka matanya


“Aku punya pertanyaan, kau harus jawab yang jujur, okey?”pinta Ayra


“Kau mau tanya apa?”Devara penasaran lalu membuka matanya. Tapi dengan posisi tetap rebahan di gazebo itu.

__ADS_1


Melihat Devara yang membuka mata, Ayra jadi salah tingkah. Ayra pun mengalihkan pandangannya ke arah kolam.


“Emm..hanya..ingin tahu saja. Tapi kau mesti jawab dengan jujur, mengerti?”ucap Ayra


“Baiklah”jawab Devara sambil memejamkan matanya kembali.


“Emm..kapan pertama kali kau merasakan cinta pertama? Kau tahu kan, pertama kali kau suka cewek? Umur berapa?”tanya Ayra


“Cinta pertama? Cinta monyet maksudmu?”tanya Devara


“Iya, cinta monyet” jawab Ayra


“Mungkin saat aku kelas empat SD”jawab Devara enteng


“Gila! Anak kelas empat SD sudah suka lawan jenis? Apa dia mengalami pubertas dini?”gumam Ayra dalam hati tak percaya dengan apa yang didengarnya.


“Apa dia teman sekelasmu? Pasti dia cantik sekali kan?”tanya Ayra


“Bukan! Dia guru lesku”jawab Devara tanpa rasa bersalah.


“Apaaaa? Dia suka guru lesnya? Apa dia benar-benar normal?” gumam Ayra dalam hati sambil geleng-geleng kepala.


“Wah, seleramu wanita yang sudah dewasa ya rupanya?”ejek Ayra


Mendengar suara Ayra yang terdengar seperti mengejek, membuat Devara bangun dari posisinya. Dia memiringkan tubuhnya menghadap kearah Ayra lalu menyangga kepalanya dengan tangan kirinya. Masih dalam posisi rebahan di gazebo itu.


“Kenapa aku dengar seperti kau sedang mengejekku?”tanya Devara


“Tidak! Siapa bilang aku mengejek”kelit Ayra


“Oke..sekarang kau mau tanya apa lagi?”tanya Devara karena dia mulai menangkap sepertinya Ayra ingin mengetahui riwayat percintaannya dulu.


“Apa dia pacar pertamamu? Guru lesmu itu?”tanya Ayra lagi


“Bukankah nenek sudah bilang, kau itu pacar pertamaku?”jawab Devara


“Cih, kau pikir aku percaya begitu saja. Mungkin saja, aku gadis pertama yang kau kenalkan pada nenek. Tapi aku yakin, aku bukan gadis pertama yang jadi pacarmu”sungut Ayra kesal.


Melihat kecemburuan Ayra, Devara justru merasa bahagia.


“Bagaimana kau tahu?”pancing Devara


“Jawab yang jujur, kau sudah sering kan melakukan “itu”?”tanya Ayra penasaran.


“ ‘Itu’? Apa maksudmu?”tanya Devara sambil mengernyitkan dahinya sambil berpikir keras.


“S*x?”tanya Devara memastikan dengan bahasa yang vulgar.


Ayra spontan melotot. Tak menyangka “itu” yang adalah ciuman menurut Ayra, malah diartikan “s*x” oleh Devara. Ayra yang masih polos wajahnya bersemu merah.


“Bu..bu..bukan itu. Kenapa kau pikir itu yang aku maksudkan?”jawab Ayra salah tingkah


“Maksudku, “ciuman”. Kau seringkan melakukan itu?”tanya Ayra


“Kenapa dia malah mikirnya s*x sih? Dasar mesum!”gumam Ayra dalam hati.


Devara cekikikan melihat ekspresi kaget Ayra begitu dia melontarkan kata “s*x”.


“Jangan ketawa! Ayo cepat jawab!” rengek Ayra kesal karena Devara malah menertawakannya.


“Iya..aku sudah beberapa kali melakukannya” jawab Devara enteng.


“Hisshhh…Dasar playboy” umpat Ayra.

__ADS_1


Ayra yang marah mendengar ucapan Devara, memilih segera beranjak dari gazebo meninggalkan Devara. Devara yang melihat Ayra cemburu segera berlari menyusul kekasihnya. Devara segera menarik pergelangan tangan Ayra sehingga gadis yang sedang cemburu itu menghadap ke arah Devara. Devara tersenyum nakal, sementara Ayra memasang wajah yang sangat masam.


“Hei..kenapa marah? Kau bilang aku harus jujur. Kenapa malah pergi?”tanya Devara


“Aku capek. Aku mau istirahat saja di kamar”kelit Ayra.


“Kau cemburu kan?”tebak Devara.


“Apa? Cemburu? Hahahaha...Kenapa aku mesti cemburu?”kelit Ayra lagi sambil tertawa dengan suara tawa yang dipaksakan.


Melihat Ayra yang cemburu benar-benar membuat Devara senang. Karena ini pertama kalinya sejak mereka “pacaran” beberapa bulan lalu, Devara melihat Ayra cemburu dengan masa lalunya.


Tanpa aba-aba, Devara pun membopong Ayra, membuat Ayra kebingungan.


“Hei..turunkan aku. Kau mau apa? Cepat turunkan aku!”pinta Ayra melihat Devara tiba-tiba membopongnya.


“Aku ingin mendinginkan hatimu”jawab Devara santai.


Awalnya Ayra bingung dengan ucapan Devara. Namun kemudian paham, karena Devara kini membopongnya masuk ke dalam kolam renang.


“Kau berat juga ya?”goda Devara


“Kalau berat, makanya turunkan aku”rengek Ayra


Akhirnya Devara menurunkan Ayra. Keduanya kini benar-benar basah kuyup. Membuat baju yang dipakai Ayra basah. Kemeja putih Devara pun juga basah. Membuat tubuh kekarnya terlihat jelas.


Mereka bermain di kolam itu. Sesekali Devara mengusili Ayra dengan mencipratkan air ke wajah Ayra. Ayra yang kesal kemudian mencoba membalas, tapi Devara berusaha melarikan diri. Begitu Devara tertangkap, Ayra segera naik ke atas punggung Devara. Devara pasrah saja, ketika Ayra naik ke atas punggungnya dan melingkarkan tangannya di leher Devara. Devara kemudian berjalan menepi ke pinggir kolam dengan Ayra digendong dibelakang.


Sampai di pinggir kolam, Ayra cemberut lagi.


“Lihat! Sekarang bajuku jadi basah semua, kan? Gara-gara kamu sih”ucap Ayra kesal.


“Sebentar-sebentar seneng, sebentar-sebentar marah. Cewek memang susah dimengerti”keluh Devara geleng-geleng kepala melihat perubahan emosi Ayra.


Ayra menahan tawanya melihat Devara mengeluh tentang emosinya.


“Baru tahu ya? Makanya jangan macam-macam”ancam Ayra membuat Devara tergelak dan tersenyum mendengar ucapan Ayra.


Keduanya pun tertawa bersama. Devara kemudian menyelipkan rambut Ayra yang sedikit berantakan sambil menatapnya lembut.


“Ay”panggil Devara


“Tumben dia panggil namaku semanis itu?”gumam Ayra dalam hati


“Apa?”tanya Ayra ketus


“Dengarkan aku baik-baik!  Yang kau tanyakan tadi, semua adalah masalalu. Bukan aku yang memulai mencium mereka, tapi mereka yang menciumku dulu. Lagipula aku tak pernah menganggap serius perasaan mereka padaku”ucap Devara lembut sambil menatap lekat mata Ayra.


“Tapi kau juga suka kan, dicium mereka? Dasar lelaki buaya! ”umpat Ayra


“Tapi percayalah, yang aku rasakan padamu itu benar-benar tulus. Aku benar-benar serius. Dan kamu adalah pacar pertamaku. Gadis pertama yang aku deklarasikan sebagai pacar Devara Alexander secara resmi di hadapan semua orang dan keluargaku” ucap Devara membuat Ayra tersipu malu mendengar pengakuan Devara.


“Kamu kan maksa aku jadi pacarmu?” ucap Ayra kesal mengingat pertama kali Devara meminta Ayra menjadi pacarnya.


“Tapi kamu juga suka aku kan? Buktinya sekarang kamu mau” ledek Devara


“Dasar PD! Siapa juga yang bilang aku suka kamu?” protes Ayra


“Tuh barusan”ledek Devara


“Iihhh..apaan sih?” Ayra kesal karena masuk jebakan Devara.


Devara yang senang, berhasil menjebak Ayra tertawa bahagia penuh kemenangan. Mereka pun tertawa bersama.

__ADS_1


“Udah ah..aku mau cepet ganti baju. Kelamaan disini bisa masuk angin” ucap Ayra


__ADS_2