FIRST NIGHT (Season 1, 2, Dan 3)

FIRST NIGHT (Season 1, 2, Dan 3)
Bab.13 - Es Cendol


__ADS_3

Rumah Nevan dan Alena


Pukul 18:07 WIB


Nevan terdiam membeku setelah pintu rumah terbuka. Ia tak dapat berkata-kata lagi, mengetahui keadaan ruang tamu yang sudah seperti baru dijadikan tempat perang. Bantal sofa tergeletak asal di lantai. Dua buah lukisan juga tercoret-coret dengan spidol warna merah terang. Beberapa foto tergolek di atas karpet berbulu. Semua sangat berantakan tidak pada tempatnya.


Masih menimbang apa yang telah terjadi, Nevan berjalan cepat menuju dapur. Mencari istrinya, barangkali Alena sedang mengalami kesulitan. Tak ada siapa pun di sana. Kecuali hanya pecahan piring dan gelas berserakan di bawah. Kepala Nevan makin pusing.


"Apa ada pencuri masuk rumah kita?!" katanya panik. Ia berbalik hendak mencari istrinya di kamar. Namun Alena lebih dulu ke luar.


"Tidak ada pencuri. Aku yang bermain-main dengan bayimu tadi." tukas Alena tak acuh.


Ia sibuk mengunyah buah mangga yang baru ia kupas. Nevan mendelik menatap sisa kulit mangga yang dibiarkan mengotori depan pintu kamar. Pria itu menepuk jidat frustrasi.


"Di mana Bibi Darni?" tanya Nevan, tak menemukan sosok pembantu rumah tangga mereka.


"Kusuruh libur hari ini," balas Alena cuek.


"Kamu-"


Nevan tak sanggup meneruskan kata-kata. Ia hanya menarik napas panjang.


"Ya. Kupikir melihat rumah selalu rapi, sangat membosankan. Kenapa? Kamu nggak suka? Yasudah. Rapikan saja sendiri. Siapkan hari libur besok, untuk melakaukannya." Alena mengibas tangan, lalu pergi menuju tepian kolam renang di luar. Kembali mengupas mangga yang belum selesai ia makan.


"Sayang!" Nevan berteriak menahan marah. Ia sadar tak mungkin emosi di saat seperti ini. Dielusnya dadanya perlahan. Seraya mengucap istighfar berkali-kali. Jangan sampai karena emosi, ia meluap dan membentak istrinya yang tengah mengandung buah hati mereka. Nevan masih punya naluri sebagai suami sekaligus calon ayah yang baik


Alena merasa punggungnya mulai kram. Ia menegul sedikit air, lalu cuci tangan. Setelah itu berbaring di kursi panjang dekat kolam renang. Angin semilir mendatangkan rasa kantuknya.


Sementara Nevan hanya bisa melongo, menelan ludah susah payah.


"Apa perempuan hamil suka aneh begini ya?!" gumamnya menepuk jidat.

__ADS_1


***


"Van! Bangun! Bangun!"


Berulang kali Alena menggoyangkan badan suaminya. Ia tak bisa tidur karena ingin makan sesuatu.


"Apa, sayangku?" Nevan memaksa bangkit meski matanya masih lengket ingin tidur.


"Aku mau es cendol!" rengek Alena manja.


"Es cendel? Mana ada jam segini? Ini sudah hampir jam sepuluh lebih."


"Ish! Pokoknya aku mau es cendol! Titik!" Alena merajuk.


Seharusnya Nevan tak membiarkan istrinya menonton Youtube tadi. Gara-gara Alena melihat Percil CS bersama dalang kondang dan para sinden, menyanyikan lagu cendol dawet, Alena jadi terpancing.


"Oke. Kita cari di Gojek atau Grab ya? Siapa tahu ada."


Nevan bingung apa maunya Alena, "Jadi gimana, sayang? Masa iya jam segini kamu tega biarin suamimu kelimpungan nyari cendol?" Nevan memelas.


"Siapa bilang sendirian? Aku ikut."


"Len, angin malam nggak baik buat perempuan hamil loh?"


"Kamu mau anakmu celamitan, hah?"


Kalimat andalan Alena sudah keluar. Nevan menyerah. Ia mengambil jaket di almari, memakaikannya ke Alena. Kemudian mereka pun berkelana malam itu.


Sepanjang perjalanan, tak ada satu pun penjual cendol. Bukan hal aneh memang. Secara waktu sudah menunjukkan pukul setengaj dua belas malam. Nevan menguap berkali-kali menahan serangan kantuk. Besok ia harus ke kantor pagi-pagi. Demi istrinya, ia rela menganggun semua ini. Sungguh Nevan yang malang.


"Ayo ke resto-nya Alfian!" pekik Alena, spontan membuat Nevan melotot.

__ADS_1


"Mau ngapain ke tempat mantan pacarmu!" omel Nevan.


"Apa sih! Aku tadi bikin status di Whatsapp. Tiba-tiba Alfian chat, katanya dia ada menu baru. Es cendol spesial rasa yang pernah hilang-"


Alena menghentikan ucapan. Ia tak sadar membaca pesan Alfian terlalu kencang, sampai terdengar oleh Nevan.


"Rasa yang pernah hilang katanya?!" Nevan geram.


"Aku salah baca!" Alena mencari alasan.


Nevan menghentikan laju mobil. Menepikan sebentar. Tangannya berusaha menggapai ponsel di genggaman Alena. Gadis itu menyembunyikannya ke dalam tas.


"Mana sini hape-mu!" tuntut Nevan diliputi cemburu buta.


Alena memutar otak mencari cara, agar Nevan melupakan soal chat Alfian barusan. Matanya berbinar, mendapat sebuah ide menarik.


Ditangkupnya pipi Nevan, dan mengecup bibirnya dalam. Semakin lama menjadi ciuman yang penuh gairah. Sebagai pria normal, Nevan masuk perangkap. Ia membalas bibir istrinya dan melumat sampai puas.


Akhirnya, Nevan tak ingat hal lain, selain manisnya cumbuan Alena.


\=\=\=\=\=\=\=&&&\=\=\=\=\=\=\=


Hai hai. Sebelumnya maap ya saya sekarang jarang up. Soalnya lagi kejar target selesaikan ODOC di Wattpad. Jadi selama bulan Desember saya akan rampungkan dulu project di sana. Supaya bisa lulus ujian masuk grup kenamaan. #eeaaaaaa


Kalau ada tipo berterbangan harap dimaklumi ya, belum sempat edit. #peace


Btw, thanks atas like dan komennya. Terus dukung FIRST NIGHT ya, biar saya semangat pol-pol-an. Hehe.


Salam hangat,


Depa (Dee14007)

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=&&&\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2