
Nisa sibuk sendiri dengan ponsel genggam keluaran terbarunya. Jangan salah paham dengan benda mahal berlogo buah apel tak utuh itu. Ia berhasil mengelabui kakaknya untuk mendapatkan keuntungan telak. Bagaimana mungkin Nevan bisa mengelak, sebab ancaman Nisa terlalu menyeramkan bagi Nevan.
"Belikan aku I-phone! Atau Nisa akan pindah ke sini selamanya!" ancamnya menekankan kata selamanya.
Tentu saja Nevan menyerah dan akhirnya menguras tabungan diam-diam. Rencananya uang itu akan dipakai untuk membeli motor CBR yang ia idam-idamkan, namun dilarang keras oleh istrinya. Alena tak suka Nevan ugal-ugalan di jalan. Padahal naik motor biasa saja sering keserempet.
"Sibuk amat neng, abang dianggurin nih?" seloroh Jino manyun. Sudah setengah jam mereka nongkrong di depan rumah Nevan. Menikmati malam minggu bertemankan semilir dingin angin Pulau Dewata.
Nisa cuek tak menggubris. Kembali asik membaca cerita baru di Mangatoon. Aplikasi berwarna merah kesayangannya. Selain bebas mengakses manga bergambar tanpa perlu bayar, ia juga leluasa membaca gratis novel-novel menarik di sana.
"Kamu baca apaan sih, Yank?!" kesal Jino mulai menempel di dekat Nisa. Ia mengintip layar ponsel dan sempat membaca judul cerita, yang terpampang.
"LOVEGUARD atau PENJAGA CINTA?" Jino membaca dengan nada tinggi.
"Ih apa sih! Sana baca sendiri di hape-mu! Lagi seru nih! Baru mulai publish sama author kece favoritku! Jangan ganggu!" omel Nisa mengibas tangan.
Jino merengut sebal. "Apa bagusnya sih cerita lebay kayak gitu! Bagusan juga yang nyata-nyata. Kayak aku!" protes Jino percaya diri.
Terdengar decakan sinis dari bibir ranum Nisa yang mencibir pacarnya. "Emily itu rusuhnya mirip aku tahu!" jelas Nisa menyebut nama salah satu tokoh di cerita LoveGuard karya Depa CBS yang baru saja di-posting di akun Mangatoon pribadinya.
"Yank, besok sore kan kamu udah balik ke Semarang. Kita kangen-kangenan aja sekarang," rengek Jino manja. Lengannya bergelayut mesra di lengan Nisa.
Gadis itu menggeliat kesal. "Masih kurang apa, kemarin-kemarin ke mana-mana berduaan terus? Apa nggak bosan?" keluh Nisa tak acuh.
"Kok gitu sih Yank. Jangan galak-galak, ntar abang diambil orang loh."
"Siapa yang mau sama kamu kalo bukan aku?"
"Jangan gitu, Yank. Nanti susah nyari cowok model kayak aku." Jino kepedean. "Mau cari di mana lagi cogan langka kayak aku?"
Nisa mengibas poni sekilas. "Cari di Shopee!" celetuknya ngawur.
"Astaghfirullah. Gini-gini abang banyak yang naksir tahu neng."
"Oh iya, Nenek Irohnya Bang Baim ya?"
__ADS_1
"Nenek Iroh idolaku neng!"
"Terus aku apa?"
"Kamu belahan jiwaku." Jino mesem malu-malu.
Mendengar gombalan absurd Jino, Nisa mulai meleleh. Ia pun mematikan ponsel, kemudian mengajak Jino masuk ke dalam rumah.
"Mau ngapain? Di luar enak adem." Jino bingung, Nisa menggeret tangannya dengan penuh semangat.
"Mau yang anget-anget nggak, Yankbeb?" Nisa mengedipkan mata menggoda.
Jantung Jino hampir copot mendapati ulah Nisa yang semakin menantang. Ia pun berdiri tegap membenarkan keras kemeja lalu melenggang, menuruti arah Nisa berjalan.
Enak nih, dapet kelon malam ini. Akhirnya ... eh, tapi kan belum sah? Astagfirullah ....
Batin Jino mulai tercerahkan.
"Yank, jangan sekarang ya? Tunggu kita sah dulu. Biar makin afdol," sahut Jino.
"Ish, udah nggak tahan tahu Yank. Kan enak dingin-dingin gini. Pas sama yang anget-anget."
Nisa berhenti seraya menoleh sosok di sampingnya. Wajah Jino tampak waspada. Antara takut campur pengen.
"Apaan? Mau makan mie rebus ini! Bukan mau aneh-aneh! Dasar mesum!" Nisa menepuk pipi Jino sekilas, berusaha menyadarkan Jino dari pikiran melantur.
"Oh. Hehe, kirain mau ngajakin first night. Kan belum boleh, Yank." Jino meringis.
"Kebanyakan bergaul sama Kak Nevan kamu, jadi ikutan mesum kan!" omel Nisa berkacak pinggang.
Jino menggaruk kepala sebentar. Pandangannya teralihkan pada sosok gadis kecil di dekat pintu ruang tengah.
"Lhoh, Yasmin udah bangun?" Jino menghampiri Yasmin.
Gadis kecil itu memandang Jino dengan tatapan polos. "fis nat itu apa, Uncle?" tanya Yasmin dengan ucapan yang kurang jelas. Maksudnya first night itu apa?
__ADS_1
"First night itu ... ehm ... apa ya?" Jino kebingungan.
Nisa menghampiri. "First Night itu bermain bersama seseorang tersayang di malam yang paling indah!" serunya sembarangan.
Yasmin mengangguk mengerti.
***
Nevan dan Alena baru pulang dari rumah Azizah, membantu Rendra mengurus persiapan pernikahan mereka. Sementara Nisa dan Jino asik makan mie sambil nonton film di ruang keluarga. Yasmin berlarian menghampiri orang tuanya.
"Mommy, Daddy! Ayo kita fis net!"
Teriakan Yasmin membuat Nisa dan Jino tersedak kuah mie. Mereka menoleh arah Yasmin. Nevan dan Alena melotot ke arah Jino dan Nisa.
"Nisa! Jino! Kaliang ngajarin apa ke Yasmin?!" sembur Nevan.
\=\=\=\=\=\=\=๐น๐น\=\=\=\=\=\=\=
*Sekilas sapa_
Hai gais, apa kabar? Semoga sehat selalu ya.
Btw, aku sekalian mau promoin cerita baruku loh. Kuy, kunjungi LOVEGUARD ya? Jangan sungkan like dan komen.
Btw lagi nih, thanks gais. ^^
Ohya, kalau ada yang mau kenalan sama author gaje ini, cus gabung aja ke grupku. Biar kita bisa ngobrol-ngobrol. Siapa tau bisa jadi temen curhat kan. Hoho. #ditimpukin #peace.
๐น๐น*
_*Blurb LoveGuard_
Emily Green adalah gadis enerjik dan suka seenaknya sendiri. Hidupnya yang sesuka hati akhirnya harus mulai berubah, ketika Harvey Hasttan hadir mengisi hari-harinya yang bebas. Memberi banyak peraturan dan juga suasana baru. Menjadi asisten pribadi Emily bukanlah hal mudah. Namun Harvey terlanjur terpikat dengan pesona gadis absurd itu. Apakah Emily akan benar-benar berubah menjadi gadis penurut nan patuh? Atau justru ia pun akan ikut jatuh? Iya jatuh cinta pada Harvey?
__ADS_1
Ikuti kisah romantika mereka di Los Angeles, eh, di LoveGuard maksudnya. ^^ Yuk, langsung meluncur ke cerita baruku ya gais. #tebarlope2
\=\=\=\=\=\=\=โกโก*\=\=\=\=\=\=\=