
Dua perempuan tengah duduk berhadapan di kantin rumah sakit. Hari ini Alena menemui Azizah bukan untuk memeriksakan kandungan. Melainkan untuk konsultasi pribadi pada temannya. Ia mengaduk-aduk teh hangat di cangkir dengan sendok kecil. Menimbulkan bunyi sendok beradu dengan air beraroma melati. Azizah merasa ada yang tak beres dengan sahabatnya. Mereka sebetulnya bukan teman sebaya atau karib saudara. Namun berkat Rendra, keduanya bisa dekat.
"Sebenarnya ada apa, Len? Kamu dari tadi ditanya kok malah diem aja," Seloroh Azizah, bosan menunggu Alena buka suara.
"Emh, begini ... sebenarnya ... anu .... " Alena gugup untuk mengutarakan kalimat.
"Iya, ceritakan saja, jangan bikin penasaran deh!" dumel Azizah heran, tak biasanya Alena berbelit-belit begini.
Alena menggenggam dua tangannya. "Mbak Azizah kan bidan, sudah punya anak satu juga. Emh, itu .... " Alena menunduk malu.
"Ya, terus?" Azizah menunggu lanjutan Alena.
"Ehm, gimana caranya ya, Mbak?"
"Cara apa?" Azizah menyesap kopinya perlahan.
"Itu, maaf sebelumnya, dulu pas masih sama mantan suami Mbak, caranya bisa tahan sampai bayi kalian lahir, gimana?" tukas Alena agak berbisik. Khawatir perkataannya didengar orang lain.
Seketika terdengar kekehan tawa Azizah menggema, hingga membuat orang di sekitaran melirik penasaran. Hampir saja ia tersedak minuman, sangking tak kuat menahan tawa.
"Kenapa harus ditahan?" Azizah mengelap matanya yang basah akibat tertawa berlebihan.
"Aku takut, Mbak."
"Gini ya, Len. Pada trismester pertama itu masih aman melakukan hubungan suami istri. Asalkan dengan posisi yang tepat. Jangan sampai menindih perut. Tapi tetap harus hati-hati, jangan sembarangan. Lagipula, catatan kesehatan dan kehamilanmu juga tidak bermasalah sama sekali. Suamimu juga sehat kan, nggak ada penyakit menular seksual, yang bisa membahayakan calon bayi kalian." Azizah menjelaskan serius.
Alena tampak khidmat mendengarkan. "Posisi yang tepat itu kayak gimana, Mbak?" tanyanya bingung.
Azizah menarik senyum simpul. Lalu melanjutkan penjelasan, " misalnya posisi menyamping atau duduk. Intinya, usahakan agar tidak sampai menindih perut."
Alena menganggukkan kepala, ia mulai mengerti maksud Azizah.
Sesuap salad baru saja meluncur ke dalam mulut Azizah. Ia mengunyah sayuran mentah nan nikmat itu dengan perlahan. Alena selalu tahu kesukaan teman baik kakaknya ini. Semenjak hamil, Rendra menyuruh adiknya menemui Azizah, selain sudah kenal, juga lebih nyaman untuk komunikasi.
__ADS_1
"Tapi jangan keseringan, ya?" goda Azizah.
"Kenapa, Mbak?" Alena was-was lagi.
"Aduh kamu lucu banget sih, Len. Polos banget deh tampangmu."
Gemas sekali rasanya Azizah melihat polah tingkah Alena yang sangat lucu dan lugu sekali.
Sedangkan Alena mendengkus sebal karena ditertawakan. Tapi dalam hati ia merasa lega sekali. Seharusnya ia lebih banyak lagi membaca buku-buku tentang kehamilan dan sebangsanya. Tetap saja ia tak puas dan masih merasa khawatir. Sampai telinganya bisa mendengar penjelasan sahabatnya, yang ia tau lebih banyak memiliki pengalaman. Selama ini ia menahan diri untuk bertanya.
"Biasanya kadang, usai kalian berhubungan, perutmu akan sedikit kram. Tapi biasanya nggak berlangsung lama. Jadi jangan stres dan terlalu tegang. Lakukan dengan lembut dan perlahan." Azah kembali menerangkan.
Alena fokus mendengarkan. Sampai semua pertanyaan, seputaran kehamilan dan hubungan intim masa hamil ia tuntaskan.
"Oke, kayaknya pertanyaanmu cuma itu ya? Aku harus balik ke ruangan, jam istirahatku dah mau lewat. Kamu pulang hati-hati di jalan, makan yang bergizi. Ah, satu lagi, jangan berlebihan." Azizah menekankan kata berlebihan dalam arti tanda kutip. Mengingatkan sekaligus menggoda Alena.
***
"Kenapa lo? Ada masalah sama bini? Kalian nggak cakar-cakaran lagi, kan?" ejek Rendra sambil menyandarkan bokong di sisi meja.
Nevan menghela napas berat. "Bukan apa-apa. Cuma bad mood doang."
"Yakin nih? Tampang lo nggak bisa bohong, bro. Udah cerita aja, sama gue ini. Gini-gini kan, gue temen sekaligus kakak ipar lo, yang ganteng dan baik hati. Santai aja lagi," seloroh Rendra setengah membanggakan diri.
Nevan melirik kesal. Di saat begini, Rendra masih saja bisa kepedean akut. Walau bukan omong kosong yang ia ucapkan. Benar, dia memang sangat tampan dan baik. Tak jarang banyak wanita terpikat dan mengejarnya mati-matian. Nevan bahkan bingung, entah wanita macam apa yang diinginkan Rendra. Dari mulai mantan bos Alena yang seksi aduhai. Lalu sekertaris bos besar di perusahaan mereka, yang cantiknya mirip-mirip Ariana Grande. Sampai si manis rambut pendek penjaga kantin, yang sering kasih gratisan makan siang buat Rendra. Semua calon terdepak cepat. Tak satu pun masuk jajaran kriteria si jomblo level akhir itu.
"Kayaknya bakal percuma deh, gue cerita sama lo, Ren."
"Kenapa?"
"Lo kan, jones. Yakali pengalaman minim, sok mau ngajarin gue. Teori cuma bisa dikatakan tapi nggak bisa dipahami, bro!" Nevan mencibir.
Dalam hati Rendra mengumpat ucapan temannya. Untung ruangan kerja Nevan dibatasi kaca bening. Kalau sampai terdengar karyawan lain, bisa habis reputasinya sebagai makhluk yang disegani.
__ADS_1
"Jangan ngeremehin gue dong. Lo bikin gue makin kepo tahu."
Nevan membuang napas pelan. "Gue kangen banget sama Alena. Banget!"
"Lah, bukannya tiap hari ketemu? Satu rumah kan, kalian? Apa lo diusir sama Alena?"
"Bukan! Gue kangen aja .... "
Seketika Rendra langsung terbahak mengetahui makna kata kangen yang dilontarkan Nevan.
"Malah ngetawain gue lagi! Gue heran sama lo, Ren. Kok lo bisa tahan ya, udah umur segini masih perjaka. Nggak kesepian gitu? Nggak pengen nikah juga gitu? Niatan lah minimal."
Rendra melepas karbondioksida perlahan. "Niat sih ada, tapi ya belum waktunya aja," katanya datar.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=&&&\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan kaget bila ada perubahan di beberapa bagian cerita ya gais. Karena untuk kepentingan kontrak dengan Mangatoon. Terimakasih atas pengertiannya.
Hayuk terus merapat, dan dukung terus FN biar Author makin cemungud. #colek2pembacasatu2
Btw, kenalan yuk. Aku Depa CBS. Umur 27tahun. Sudah menikah. Tapi masih nunggu momongan, hiks. Doain ya supaya diriku cepat nyusul si Alena (hamil). Hehe.
CBS singkatan dari Calon Bidadari Surga (Aamiin) #manusiapenuhharap :D xD
Ada bonus nih :
Visual sebagai Rendra (Kai Exo)
Visual sebagai Azizah (Kristal)
__ADS_1