FIRST NIGHT (Season 1, 2, Dan 3)

FIRST NIGHT (Season 1, 2, Dan 3)
[SEASON 3] - Bab. 1


__ADS_3

Bulan madu adalah hal biasanya sering didamba kebanyan para pasangan suami istri. Namun, bagaimana bila bulan madu yang diharapkan, ternyata tak seindah bayangan?


Rasti dan Raka adalah pasangan yang sudah hampir dua tahun menikah. Sayangnya, mereka belum diberi keturunan. Bagaimanan tidak, jangankan untuk hamil, berhubungan badan saja belum sekali pun terjadi.


Malam itu Rasti terpekur di atas ranjang empuk. Kamar yang cukup mewah dan sepi tentunya. Ia hanya seorang wanita yang mengharapkan kedatangan suaminya. Untuk sekadar memeluk, atau mencium keningnya saja. Harapannya terlalu jauh untuk digapai.


"Kita menikah bukan atas dasar saling cinta. Ini hanya sebuah perjanjian antara kedua orang tua kita. Jadi, jangan berpikir kamu akan bisa seenaknya melarangku dekat dengan wanita lain. mengerti?"


Kalimat Raka selalu terngiang dalam benaknya. Perih batin Rasti, menerima kenyataan bahwa seakan tiada sama sekali kesempatan baginya membangun sebuah ketulusan dalam jiwa pria egois itu. Yang Raka tahu hanya senang-senang saja. Ia tak suka dengan komitmen atau ikatan. Ia lebih menyukai kebebasan tanpa kekangan. Baginya, ijab kabul dan surat nikah hanya formalitas kehidupan. Sungguh pria berhati batu.


Namun, Rasti tak pernah gentar. Ia terus berusaha menjadi istri sesungguhnya bagi suaminya. Bersikap selayaknya seorang istri yang mencintai kekasih halalnya. Walau, berulang kali penolakan ia dapatkan.


Ia ingin membuka sedikit pintu hati Raka. Ia ingin menjalani rumah tangga yang sebenar-benarnya. Bukan atas dasar hitam di atas putih dengan label perjanjian belaka.


Sangking jenuhnya memikirkan keadaan rumah tangga, Rasti memutuskan untuk jalan-jalan ke sekitaran penginapan. Ia mengambil sweeter di lemari pakaian. Lalu memakai sandal hotelnya untuk berkeliling.


"Ih kamu mah manja banget, kayak bayi besar."


"Biarin. Kan manjanya cuma sama kamu. Lagian, mumpung nggak ada yang gangguin kita. Untung putri kita mau ikut neneknya dulu sementara. Jadi, kita kan bisa honeymoon lagi."


"Honeymoon terus. Kamu nggak bosen?"

__ADS_1


"Nggak! Justru aku ketagihan terus."


Rasti mengamati kedua pasangan yang tengah duduk bersiihan di salah satu kursi restoran hotel. Awalnya ia tak peduli, meski rasa iri agak melanda. Namun ketika ia duduk di dekat mereka, tiba-tiba Alena menoleh dan mengamati.


"Rasti?!" panggilnya spontan.


Rasti mendongak kaget. Alena berdiri dan pindah duduk di hadapan kawan lamanya. "Kamu beneran Rasti kan? Temen SMA ku dulu? Kok makin cantik aja sih kamu. Apa kabar? Lagi sama siapa di sini? Acara apa?" tanyanya beruntun. Sangking antusianya bertemu teman lama.


Rasti tersenyum memaksa. Bukan karena tak senang dengan kehadiran sahabat baiknya dulu, tapi lebih ke perasaan sepi yang menyekat jiwanya. Bagaimana bisa ia menjawab semua pertanyaan Alena sekarang?


"Kabarku baik. Kamu sendiri?"


"Alhamdulillah. Aku juga baik. Oh ya, kenalkan dia suamiku. Namanya Nevan." Alena menunjuk Nevan yang sudah melambaikan tangan dan tersenyum ramah.


"Bisa aja kamu, Len. Kan kamu juga sering juara."


"Hah? Istriku sering juara? Juara apaan?" Nevan penasaran.


"Juara karate sama voli. Alena jagonya hal-hal begitu. Makanya cowok pada takut deket-deket."


Nevan geleng kepala. "Pantesan aja kadang beringasan di atas kasur," ujarnya keceplosan. Ia langsung dapat tatapan tajam dari istrinya. Nevan hanya meringis pura-pura cuek bebek.

__ADS_1


"Kamu ke sini sama siapa, Ras?"


"Sama seseorang," balas Rasti enggan menjelaskan detail.


"Terakhir kali, aku denger kamu dilamar orang kota Jakarta ya? Habis itu nggak kedengeran kabarmu lagi. Masa nikah nggak undang-undang? Pindah rumah sekeluarga juga kamu langsung ngilang gitu aja, nggak ada kontakan lagi kita."


"Iya maaf... ada beberapa hal yang susah diceritakan. Tapi, aku seneng ketemu kamu lagi, Len. Jadi ada temen di sini. Kamu lagi liburan juga?"


"Aku sama Nevan tiap tahun selalu honeymoon ke sini. Suamimu mana?"


Rasti tercekat mendengar pertanyaan sulit dari Alena. Ia bahkan tidak tahu di mana Raka berada sekarang. Hatinya kembali dirundung murung. Terlihat betapa ia tertekan sekali.


"Ada apa, Ras?" Alena merasa ada yang tidak beres dengan raut muka temannya. Ia khawatir ada sesuatu.


\=\=\=\=\=\=\=\=🌹Bersambung🌹\=\=\=\=\=\=\=


Sekilas sapa_


*Maaf gais, sempet salah tulis nama tadi, harusnya Rasti bukan Ratih #plakk aku kebanyakn bikin cerita keknya jadi mabok sama nama-nama tokoh sendiri #peace Harap maklum kalau masih ada tipo melanda. Aku hanya manusia biasa yg jauh dari kata sempurna #eyakk


Terimakasih buat yg sudah mamipr*. ^^

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2