
Nevan mendekatkan bibirnya ke bibir Alena. Sudah tidak tahan merasakan cumbuan manis dari kekenyalan bibir istrinya yang sensual. Jemari Alena menjauhkan wajah suaminya. Hidung bangirnya mengendus wewangian menyengat di peredaran udara.
Sedetik kemudian telinga Alena kembali menyadari dentuman suara musik menggema. Ia bangun dari rebahnya, berdiri mendekati sisi pintu. Nevan menggerutu sebal. Hanya ingin ciuman saja susahnya minta ampun. Dengan malas Nevan mengikuti langkah mengendap istrinya.
Oh kasihku aku jatuh cinta... Oh kasihnya dia balas cinta... Pegang tanganku genggamlah, janganlah kau lepaskan... Peluk diriku dekaplah, janganlah kau lepaskan...
Alena dan Nevan saling pandang sejenak. Menelisik irama dangdut yang makin menggema nyaring. Keduanya tampak berpikir keras. Menduga-duga kericuhan apalagi yang tengah ditimbulkan oleh Nisa. Lebih tepatnya ini disebut semacam tuduhan berlandaskan fakta. Jelas Kopi Lambada malam ini mengganggu kemesraan Nevan dan Alena.
"Si Nisa! Berisik tengah malem! Anak ini pengen bikin Oskedon laku keras kayaknya!" sungut Nevan setengah mengomel.
Alena menautkan satu alis tak memahami. "Maksudnya?" tanyanya.
"Bener kan, bikin orang sakit kepala mulu," gerutu Nevan, dibalas cengiran klasik oleh istrinya.
Mereka beranjak membuka pintu kamar. Mengedarkan pandang ke arah ruang keluarga, yang tepat berada di depan kamar utama Nevan dan Alena.
"Kalian ngapain?!" Nevan berkacak pinggang. Melihat Rendra dan Nisa bergantian.
"Lagi nungging Kak," celetuk Nisa ngawur. Padahal dia sedang mengaduk mie instan, rasa soto spesial di mangkuk ayam jagonya.
"Makan sih makan, nggak perlu puter musik kenceng juga keles. Dikira tempat kondangan apa? Mana udah malem pula," tegur Nevan setengah menahan letupan emosi. "Lo juga, Ren. Ngapain ikutan bocah absurd ini hah? Lagi kurang obat lo?" cibir Nevan.
__ADS_1
"Yaelah, santai, bro. Kita cuma makan mie sambil dengerin musik. Tapi si Nisa nyalain volume kebablasan. Bukan sengaja."
"Belain lagi."
"Iya dibelain dong, Kak Rendra kan baik. Nggak kayak Kak Nevan. Udah tampang pas-pasan, kantong pas-pasan, cintanya pas-pasan juga mungkin ya. Hmm," racau Nisa. Ucapannya berhasil menimbulkan gemericik kekesalan di ubun-ubun Nevan. Sekali jitak, Nisa mengusap kepalanya sambil manyun. "Ini kepala tiap tahun difitnah tahu Kak!" omelnya sarkastis.
Alena cengengesan melihat kelakuan adik iparnya. "Fitrah Nis, bukan fitnah," ralatnya membenarkan.
"Sengaja biar lucu Kak Len, kata orang melucu itu bisa menimbulkan awet muda." Nisa mengeluarkan kosakata ciptaan sendiri. Entah apa maksudnya, mungkin hanya dia dan Tuhan yang tahu.
Nikmat kopi lambada, aromanya asmara yang membangkitkan gairah jiwa.. Kutak ingin berpisah denganmu hai teruna... walaupun sampai akhir dunia...
Suara musik kembali merajalela. Mengisi senyap hampa ruangan yang dingin akibat pendingin ruangan. Nevan buru-buru merebut ponsel milik adiknya. Matanya membola menilik gambar sesosok pria menjadi wallpaper di layar sana. Usai mematikan musik dangdut tersebut, Nevan melotot ke arah Nisa. Mengintimidasi gadis berhidung minimalis itu dengan kobaran penasaran.
"Pacar," balas Nisa cuek.
"Nggak mungkin!"
"Ih, kenapa emangnya Kak? Terlalu biasa ya buat seorang Nisa yang kece badai ini?"
Nevan membuang napas frustrasi. Sementara Alena dan Rendra yang kepo, langsung menunduk ke arah layar ponsel Nisa. Empat mata mereka bertubrukan di satu titik yang sama.
__ADS_1
"Ini kan .... "
***
Nevan ambruk di kasur dan memeluk guling dengan kilat. Ia butuh istirahat dari segala penat yang melanda.
"Masa iya pacar si Nisa lebih ganteng dari gue! Gue nggak terima!" dumel Nevan menggebuk bantal.
Seseorang masuk menghampiri Nevan dan duduk di samping peraduan. Tangan Alena telaten memijat kaki suaminya. Nevan tersentak dan bangun mendekap guling. Bibirnya mengerucut mirip bayi kehausan.
"Kenapa?" tanya Alena hati-hati.
"Kok bisa ya, si Nisa dapet cowok ganteng banget? Curiga tuh anak pakai anceman."
Tak disangka, Alena justru terbahak mendengar keluhan Nevan.
"Nevan, kamu percaya sama Nisa? Kamu nggak kenal sama cowok itu?"
"Kamu kenal?" Nevan memicing curiga.
"Itu aktor Korea. Namanya Song Joongki."
__ADS_1
♡\=\=\=\=\=\=\=First Night\=\=\=\=\=\=\=♡
Terimakasih untuk dukungan like dan komennya. ^^