FIRST NIGHT (Season 1, 2, Dan 3)

FIRST NIGHT (Season 1, 2, Dan 3)
[Season 2] Bab. 7 - Lara Hati Jino


__ADS_3

Tengah malam Jino tersungkur di atas kasur empuknya dengan pikiran kosong. Ia baru saja mampir ke minimarket membeli soda dan camilan ringan beserga kacang kulit Garuda Rosta. Setelah menimbang problematika yang teralami, Jino memutuskan untuk menelepon Nevan. Sayangnya nomor Nevan sedang tidak aktif. Ia pun beralih pada snack di dalam kantung ramah lingkungan. Merobek dan meraup isinya tanpa ampun. Semua makanan ia buka dan kunyah hampir bersamaan, sampai mulutnya terlihat kepenuhan.


Ia pun mengetik pesan panjang dan mengirimkannya pada Nevan. Sudah biasa ia sering curhat pada seseorang yang digadang-gadang akan menjadi kakak iparnya.


- Kak Nevan, aku pusing. Nisa mau nikah sama cowok lain. Aku merasa nggak berguna sama sekali. Aku harus gimana Kak?! Aku pusing banget. -


Dilemparnya ponsel sembarangan, jarinya kembali menekuni makanan ringan yang mulai berserakan di lantai. Seseorang datang melihat keadaan Jino yang kacau balau. Tampanya sudah mirip pakaian compang-camping yang memilukan.


"Lo kenapa, bro?" tanya Alfaro teman satu kos Jino. Kamarnya tepat berhadapan dengan kamar Jino.


"Gak apa-apa," balas Jino malas, sambil menyandarkan punggung di bantal.


"Kayak cewek lo, ditanya serius jawabannya gak apa-apa. Btw, gue ada kerjaan buat lo, mau nggak?"


Jino yang biasanya sangat bersemangat mendengar soal pekerjaan sampingan. Kini tak bergairah sama sekali. Ia hanya melamun tanpa menggubris.


"Kerjaannya gampang, gajinya lumayan. Lo kan bilang lagi ngumpulin duit tuh buat ngelamar si Nisa."


Mendengar nama Nisa, jiwa merana Jino kembali memberontak hebat. Kekesalan memupuk dalam dadanya.


Ponsel Jino bergetar. Cowok itu terlonjak buru-buru meraihnya dan menengok pesan masuk Whatsapp aplikasinya. Ia pikir ada balasan dari Nevan. Dugaannya keliru. Bukan Nevan yang mengirim pesan, melainkan Nisa. Lebih mengherankan lagi, isi pesan tersebut hampir membuat Jino memutar otaknya kuat-kuat. Berusaha memahami maksud dan tujuan Nisa.


-Kalo kamu serius mau nikahin aku, kerja yang bener, kumpulin uang buat masa depan kita. Tapi, syaratnya, sementara waktu kamu nggak boleh nyari aku dulu. Misalkan kamu nggak sabar, yaudah nggak usah sekalian. Jangan dibalas cukup dipikirkan baik-baik.-


Kening Jino berkerut. Ada apa sebenarnya? Apa Nisa tengah berusaha mempermainkannya? Atau justru ada kode rahasia di balik pesan ambigu yang dikirim? Jino memutuskan untuk mengambil pilihan kedua. Ia yakin Nisa sedang berusaha memberitahu sesuatu. Atau secara tidak langsung memberi kesempatan pada Jino.

__ADS_1


"Ah lo diajak ngomong dari tadi malah bengong sendiri sama hp. Yaudah kalau nggak mau, gue kasih job ini ke temen lain aja." Alfaro berbalik. Tapi Jino menahan dengan teriakan penuh semangat. " Gue terima!" katanya yakin.


Alfaro membalik badan lagi. Cengiran khasnya tersungging di sudut bibir. "Nah, gitu dong." Ia pun duduk di dekat Jino untuk menjelaskan apa pekerjaan yang akan diemban oleh Jino.


"Kerjaan simple, lo cuma harus pura-pura jadi cowoknya temen lama gue. Umurnya sih memang lebih tua dari lo. Kira-kira tiga puluh tahunan lah."


"Pura-pura?"


"Iya. Cuma pura-pura."


"Kayaknya kerjaan yang lo kasih nggak jelas banget, Al!" sungut Jino.


"Ye, jangan salah. Bayarannya lumayan. Sekali pura-pura lo bisa dapet sepuluh juta. Cuma butuh totalitas kerja aja sebagai pacar pura-pura."


"Hah? Sepuluh juta? Itu beneran?" Jino terbelalak. Jumlah yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya. Penghasilannya beberapa bulan saja belum tentu cukup sampai segitu. Potongan biaya kos dan biaya makan sehari-hari juga lumayan. Dipikir secara rasional memang tawaran ini sangat amat menggiurkan kantong pas-pasan Jino. Lumayan bila ia mampu menambah pundi-pundi tabungannya. "Bentar, kenapa bukan lo aja yang ambil?" Jino curiga.


Alasan yang masuk akal.


"Cuma sekali aja kan?" Jino memastikan.


"Belum tahu sih. Yang jelas bayaran per sekali pura-pura dia kasih segitu. Katanya emergency gitu."


Setelah menimbang beberapa saat, Jino menguatkan tekad. Ia akan melakukan yang terbaik demi kekasih tercintanya. Memang sudah dasarnya bucin, mau diapakan lagi?


"Oke."

__ADS_1


"Yakin?"


Jino mengangguk mantap.


"Sip. Besok pagi gue temuin lo sama dia. Tapi jangan kaget ya, memang rada judes sih di luar. Dalam hati sebenernya mah baik orangnya."


"Kalau baik kenapa nggak cari pacar betulan aja?"


"Justru orang terlalu baik biasanya terlalu selektif memilih pasangan, bro."


"Terserah lo dah. Gue mau tidur dulu, ngantuk. Sonoh balik kamar!" usir Jino. "Jangan lupa tutup rapet lagi pintunya," serunya.


"Siap, bro! Besok on time ya, jam sembilan! Pasang alarm!"


"Hem."


"Inget jam sembilan!" Alfaro mengulangi.


Sebuah bantal terlempar ke arahnya. Jino makin pusing dengar suara kencang temannya itu. Ia pun menarik selimut dan terlelap memimpikan Nisa. Sungguh pesona Nisa yang tak terbantahkan.


"Tunggu ya, Yank? Nanti kita nikah trus punya anak lima," racaunya dengan mata terpejam.


\=\=\=\=\=\=\=🌹🌹\=\=\=\=\=\=\=


Aku udah berusaha up setiap hari. Tapi sepertinya dari pihak Mangatoon kadang lama acc. Jadi ketunda-tunda upnya. Harap dimaklumi ya. Thanks for like and komen. ^^

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2