FIRST NIGHT (Season 1, 2, Dan 3)

FIRST NIGHT (Season 1, 2, Dan 3)
[SEASON 3] - Bab. 4


__ADS_3

"Ini yang kumau. Bisa?"


Raka menerima sodoran kertas dan mulai membaca isinya.


-BELAJARLAH MENJADI SEORANG PRIA SEKALIGUS SUAMI YANG BAIK. TUNJUKKAN SIKAP SELAYAKNYA SUAMI YANG BENAR PADA ISTRI. LAKUKAN HAL INI DALAM WAKTU SATU TAHUN. TEPAT DI HARI ULANG TAHUNMU, KAMU AKAN DAPAT KADO PALING KAMU INGINKAN. YAITU KEBEBASANMU TERHADAPKU. ENTAH KITA AKAN BERCERAI USAI KAMU MENDAPATKAN HARTA WARISAN, ATAU AKU AKAN MENUNGGU SAMPAI HAL ITU TIBA DAN KAMU BEBAS MELAKUKAN APAPUN YANG KAMU MAU. SATU LAGI, JIKA KAMU SAMPAI SELINGKUH, MAKA PERJANJIAN OTOMATIS BATAL DAN KITA SELESAI.-


Di bawahnya ada tulisan tanda tangan Rasti. Bola mata Raka membelalak membaca apa yang dituliskan Rasti di atas kertas. Ia menatap Rasti penuh intimidasi. "Bulshit! Apaan nih?! Lo pikir-"


Belum selesai Raka bicara, Rasti merebut kertas dari tangan Raka dan menimpali, "Terserah, kamu mau terima atau nggak. Persyaratannya cukup mudah, satu tahun pasti bukan waktu yang lama kan buat kamu mencapai kebebasanmu yang sebenarnya? Gimana?"


Tak ada pilihan lain yang bisa Raka ambil sekarang. Mau tak mau, ia harus menerima perjanjian tersebut. "Oke." Ia pasrah akan keadaan. Mengalah demi kemenangan, begitu pikirnya.


Rasti tersenyum tipis. Dalam hati, ia berharap ada keajaiban bisa mengubah keadaan yang ia alami selama ini. Menjadi sebuah kebaikan yang ia damba. Pernikahan yang ia harapkan dalam impiannya dulu. Meski mungkin hanya akan terjadi dalam waktu sebentar saja dan tidak selamanya. Tekadnya hanya dua. Menikmati hari-hari menjadi istri Raka yang ia cintai. Dan juga, membantu Raka memperbaiki perangainya yang sesuka hati selama ini. Ia tak lagi cemas, bila akhirnya nanti ia yang harus pergi.


"Tunggu. Gimana gue bisa percaya nanti nyokap bokap nggak akan menentang perpisahan kita, setelah setahun gue jalanin apa yang lo mau?"


"Gampang. Aku yang akan pertaruhkan harga diriku."


"Maksud lo?"

__ADS_1


"Kalau kamu yang selingkuh, pasti mama papa balalan marah banget kan? Gimana kalau keadaan di balik. Aku yang ketahuan selingkuh sama mereka?"


Penjelasan serta pertanyaan tersebut meyakinkan hati Raka untuk mengakui kecerdasan istri yang selama ini ia sia-siakan. "Pinter juga lo," ujarnya sedikit memuji.


Rasti menempelkan sebuah stiker bergambar hati yang ia dapat dari dalam buku angendanya. Ia memang selalu menyimpan dan mengoleksi beberapa stiker di sana. "Yaudah, sekarang tanda tangan di sini. Kenain stikernya dikit, anggap aja ini materai resmi."


Sesaat Raka memicing mendapati ulah Rasti yang menurutnya sangat absurd. Sementara Raka siap dengan bulpoin di tangan, Rasti siap sedia dengan rekaman video di ponsel. Ia harus punya bukti kalau Raka benar-benar menandatangi kertas tersebut. Sungguh pikiran yang kritis sekali.


"Nih, udah puas?!" Raka mengembalikan kertas ke Rasti tepat saat Rasti menyelesaikan rekaman dan menyimpannya dalam folder khusus.


"Oh iya, aku punya sesuatu buat kamu."


Sebentar Rasti meraih sesuatu di dalam tas. Ada sebuah buku dengan judul 'Tips dan Trik Menjadi Suami yang Baik dan Mencintai Istri.'


"Karena kamu harus mulai mempelajarinya dengan serius. Ingat, kalau perjanjian ini gagal di tengah jalan, alias belum sampai masa waktu satu tahun kamu udah bikin ulah, artinya aku nggak akan segan buat aduin semua perbuatanmu. Satu lagi, aku punya banyak bukti tentang perselingkuhan kamu dengan Helen atau beberapa perempuan lain yang jalan sama kamu selama ini."


Kalimat Rasti membungkam Raka dengan kediaman tak pasti. Ia tak menyangka, gadis sepolos dan sebaik Rasti, ternyata bisa jadi sangat menyeramkan begini.


"Masa waktu main-main kamu sudah habis, sekarang sudah saatnya kamu serius dengan pernikahan kita. Mulailah dengan hal-hal kecil. Jangan hanya panggil aku kamu di depan mama papa. Biasakan panggilan aku kamu di depan semua orang. Pelankan nada bicaramu pas ngomong sama aku. Ah ya, selama setahun ini, jangan pernah tidur dengan wanita lain selain aku."

__ADS_1


"Maksudnya?" Raka memicing, ucapan terakhir Rasti terdengar membingungkan baginya.


"Maksudku, kalau kamu butuh pelampiasan biologis, lakukan denganku."


"What?!"


Rasti menghela napas pendek. Ia menyingkirkan ego demi kebaikan bersama. Ia tak mau lagi Raka terperosok dengan pergaulan bebas tanpa henti. Meski artinya, dirinya harus siap dengan segala konsekuensi yang ada. "Sebelum itu, nanti kita ke rumah sakit dulu. Periksakan dirimu. Mudah-mudahan aja nggak ada penyakit berbahaya yang nyangkut di kamu."


"Hah?!" Raka makin terperangah. Sangat tidak menyangka, gadis yang selama ini terlalu ia anggap pendiam dan remeh, rupanya menyimpan kekuatan sebesar ini.


"Perutku makin lapar. Sebaiknya kita sarapan dulu ke bawah," ajak Rasti setelah menyimpan kertas perjanjian dalam buku agenda. Kemudian menarik tangan Raka untuk ikut bersamanya.


Tak seperti biasanya, baru kali ini Raka tampak linglung dan menurut.


'Ini cewek lebih serem dari yang gue kira.' Batinnya bermonolog. 'Gue nggak bisa bayangin hidup gue setelah ini..' ujarnya masih membatin.


\=\=\=\=\=🌹Bersambung🌹\=\=\=\=\=


*Sekilas sapa_

__ADS_1


Gimana menurut kalian? Makin seru dan bikin penasaran gak? Yuk, dukung author dengan like, komen, dan share link cerita ke sosmedmu, biar makin banyak yg ikutan baca. Hehe. Terimakasih semuanya buat yg dah mampir ke sini. Semoga sehat dan bahagia selalu*.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2