FIRST NIGHT (Season 1, 2, Dan 3)

FIRST NIGHT (Season 1, 2, Dan 3)
Bab. 14 - Cepat Bangun


__ADS_3

Sang angin menggerai sedikit tirai putih jendela yang menjuntai. Menampilkan sebuah kamar berukuran sedang, bercat serba hijau. Dengan tatanan sederhana nan minimalis. Ranjang bersprei merah muda motif sakura, serta lampu kamar berbentuk bintang di langit-langit gipsum. Kamar itu masih tampak hening.


Nevan menggeliat pelan, merengkuh tubuh Alena yang lelap di sampingnya. Memeluk erat, seolah tak ingin ada yang merebut Alena dari sisi Nevan. Ia membuka kedua mata perlahan, menatap lekat-lekat wajah cantik, yang masih terlena dalam mimpi indah. Bibirnya hampir menyentuh bibir mungil istrinya, tapi kelopak mata Alena sudah mengerjapkan lebih dulu. Bulu mata lentik itu naik turun masih redup.


"Hari masih gelap. Matahari bahkan belum muncul. Tapi mengapa melihat bola matamu, seakan membuatku silau," bisik Nevan lirih. Alena menahan senyum, menanggapi ucapan suaminya. Sedetik kemudian dikecupnya hidung Nevan penuh sayang.


Tak terasa dua bulan telah berlalu semenjak kehamilannya. Makin hari, perasaan Alena makin menghangat. Sikap manis Nevan dan kesabaran Nevan, jelas sangat mudah menjerat hatinya yang haus perhatian. Meski belum sepenuhnya membulatkan hati untuk jatuh cinta, setidaknya Alena telah berani belajar menyayangi suaminya. Begitu pun Nevan. Ia tak akan membiarkan wanita yang mengandung anaknya menanggung derita. Baik hati, pikiran, maupun badan.


"Sayang, kamu tahu nggak, bedanya matahari sama kamu?" tanya Nevan sambil mengelus pipi mulus Alena.


Kening Alena berkerut, tanda penuh tanya berputar di kepalanya. "Apa?" katanya sedikit menyisihkan poni rambut di dahinya.


"Matahari bersinar di langit. Kamu bersinar di hatiku," gombal Nevan.


Alena hanya berdecak saja, lalu bergegas menarik selimut sampai leher, menahan hawa dingin disekujur badan. Maklum saja, Alena kurang bisa tahan dengan hawa dingin. Tak berselang lama, ia menimang sesuatu, seolah ada yang terlupa.


"Astaghfirullah .... " tukasnya, ketika berhasil mengingat. Ia buru-buru menyingkap selimut dan berlari kecil menuju kamar mandi.


"Mau ke mana? Ini masih subuh!" gerutu Nevan, masih ingin berlama-lama memeluk istrinya. Ia mendengkus sekilas, dan kembali berbaring sembari membenarkan selimut.


"Membuat sarapan untuk suamiku. Menyiapkan air hangat untukmu mandi. Menyiapkan pakaian untuk dipakai. Juga lain-lain. Cepat bangun, kita salat dulu, Van!" Alena mengingatkan. Ia ingin Nevan menjadi imam yang baik pula.


Masih setengah malas, Nevan terduduk. Mengusap wajah sebentar, sebelum berlalu mengambil air wudhu. Keduanya pun menjalankan ibadah bersama.

__ADS_1


***


Usai menjalankan kewajiban, Alena langsung menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. Ia memasak nasi goreng ayam dan menyeduh susu cokelat kesukaan Nevan. Setelah itu ia kembali ke kamar menengok Nevan.


Nevan masih nyaman rebahan di peraduan empuk. Alena berkacak pinggang. Matanya melotot menatap kelakuan suaminya.


"Van! Bangun! Kamu kan, ada rapat pagi ini! Nanti telat tahu rasa! Aku juga harus bertemu Mbak Azizah, buat konsultasi."


Nevan tak menggubris. Kembali larut memejamkan mata.


"Nevan! Bangun! Cepat mandi dan siap-siap!"


Alena berteriak setelah menarik paksa selimut yang menghangatkan tubuh suaminya. Nevan menjamah telinganya yang sakit akibat mendengar dengungan kencang istrinya.


"Nggak! Ayo bangun, terus mandi. Sarapan juga sudah siap! Cepat!" tuntut Alena tak mau memberi kompensasi barang semenit pun. Ia hafal tabiat suaminya, rajin begadang jadi sering telat bangun. Mau tak mau, Alena harus terbiasa bernyanyi tiap pagi. Atau lebih tepatnya pasang suara tinggi tiap membangunkan Nevan.


"Lima menit saja, Sayang, please?" Nevan masih memeluk guling erat.


"Baik. Aku akan mandi sendiri saja kalau begitu!" pancing Alena setengah menggoda.


Dengan sigap Nevan berdiri mengikuti langkah Alena. Mengekori istrinya menuju kamar mandi. Semangatnya membara bagai api melahap ranting kering.


"Kamu mau ajak aku mandi sama-sama ya?" Nevan menimbang. Tampangnya jadi mirip anak kecil sekarang.

__ADS_1


"Kamu bilang masih mau tidur, kan?" Alena mencibir.


"Aku udah nggak ngantuk kok! Ayo!" Nevan menggandeng lengan Alena dengan sumringah. Alena hanya geleng kepala. "Dasar mesum," letupnya berdecak.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=Bersambung\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai hai pada penasaran kan, wajah-wajah visual tokoh utama di cerita FIRST NIGHT. Nah ini dia dua tokoh utama absurdnya :


Sebagai Nevan



Sebagai Alena



Ada yang tahu siapa mereka? uhuk


Benar. Ong Seungwoo Wanna One dan Eunbi Izone


Btw, maapkan bila masih ada tipo merajalela, diriku belum sempat edit. #peace


Yuk, jangan sungkan like dan komen, siapa tahu komen kalian memberiku inspirasi tambahan. Thanks man teman semua. ^^

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=&&&\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2