
kriing .... kriing....
nada alarm dari ponsel freya berbunyi ...
freya yang saat itu sedang tertidur pulaspun
dengan malas membuka matanya yang masih terasa berat.
karena semalaman freya membaca novel yang kemarin dibawa oleh dava ...
ia meraih ponselnya dan mulai melihat nada alarem apa yang berbunyi dari ponselnya
freya bangkit dari tidurnya
matanya yang tadi terasa berat karena mengantuk kini berubah menjadi berat karena harus menahan air matanya.
" HAPPY ANIVERSARY 3 YEARS
FREYA & ARGA"
freya menyandarkan tubuhnya ke pinggiran ranjang ,ia lalu meraih sebuah pas photo yang terletak di atas meja yang tepat berada di sisi kanan nya .
dilihatnya foto itu ada gambar dirinya bersama arga,
terlihat arga yang sedang memeluk erat freya dari belakang.. keduanya masih memakai seragam sekolah SMA dan foto itu diambil saat arga merayakan kelulusannya.
tampak senyum lebar freya yang terlihat bahagia.
ia saat itu freya memang sangat bahagia dimana hari harinya penuh dengan cinta dan perhatian dari arga ..
dari sejak awal mereka berpacaran freya memang selalu mendukung apa yag di kerjakan oleh arga freya tidak pernah memberi batasan pada arga dalam hal apapun.
bahkan sampai arga ingin bekerja di luar kotapun freya tidak pernah merasa keberatan dukungannya selalu mengalir agar arga bisa mencapai cita citanya.
hingga saat dimana arga tiba tiba menghilang bberapa bulan dan kembali menghubungi freya kembali..
saat itu freya merasa banyak perubahan pada arga mulai dari waktu yang sangat terbatas..
hingga sikap arga saat bertemu dengan freya sampai pada akhirnya arga dengan tiba tiba memutuskan hubungannya secara sepihak.
tak terasa air mata pun menetes membasahi pipi freya..
di dadanya merasakan sakit yang amat sangat hingga membuatnya merasa pengap, apalagi freya dipaksa harus mengingat semua kenangan manis bersama arga hingga sekarang sebuah alarm yang bebunyi seakan memberi tahu bahwa hari ini harusnya arga dan freya merayakan hari jadian untuk yang ke 3 tahun..
waktu saat itu menunjukan pukul 7 malam
freya pun langsung berdiri dari duduknya, ia berjalan membuka lemari dan mengambil sebuah switerr berwarna hitam
ia memakainya dan kemudian segera mengambil tas dan berjalan turun kebawah
ia pun menaiki sebuah taksi yang sudah dipesannya ..
dengan kecepatan yang rendah taxi itu membawa freya .
45 menit freya sampai di tempat tujuan
ia turun dari mobil dan mulai berjalan menaiki bukit..
disana hanya ada gelap dan sepi namun freya tidak menghiraukanya
dia terus berjalan menuju ke atas hawa dingin pun tak luput menerpa tubuhnya ..
apalagi saat itu dia hanya memakai celana jeans pendek dengan atasan tangtop dan hanya di ttupi oleh switer hitam yang panjangnya sama dengan hotpan nya.
freya pun sampai di tujuan
tempat dimana ada hanya lampu lampu kota yang berkelipan dari jauh.
tempat dimana hanya ada sepi dan gelap
seakan mewakili perasaan freya.
dia melihat disekeliling tempat itu
dulu baginya tempat itu surga yang indah tapi kini terasa seperti neraka
tempat itu adalah tempat dimana freya pertama kali bertemu dengan arga tempat dimana pertama kali arga dan freya jadian
tempat dimana freya dan arga menghabiskan waktunya berdua.
__ADS_1
freya pun menangis tersedu sedu mengelurkan semua amarah dan rasa sakit hatinya disana.
mengeluarkan semua beban yang membuatnya terasa susah untuk bernafas selama 1 tahun ini.
" hari ini harusnya jadi hari jadi kita ga..
hari dimana kita berjanji tidak akan pernah ninggalin satu sama lainnya..
tapi pada kenyataanya kamu yang ninggalin aku ga" ucap freya sambil menatap entah kerah mana..
freya pun melnjutkan lagi tangisnya
berharap malam ini semua penderitaannya hilang.
****
" ya udah kalo gtu terserah kamu..
pokonya aku bakalan marah sma kamu.!!!"
tut...tut..tut..
suara telpon pun ditutup paksa
dava yang menerima perlakuan seperti itupun hanya memegang kepalanya sambil menjatuhkan dirinya di kursi kerjanya.
kadang dava selalu saja sering dibuat pusing oleh sifat manja dan kekanak kanakannya
apapun yang clara mau harus selalu dituruti
tanpa terlebih dahulu memikirkan orang lain.
itulah sifat asli dibalik kecantikan clara
dava yang sering kali menerima kelakuan clara yang kadang seperti anak kecil pun hanya bisa berusaha memakluminya .
meskipun kadang dava merasa lelah dengan semua kelakuan clara yang tidak pernah dewasa itu.
dava menghela nafasnya sejenak, berusaha mengatur emosi nya yang tak terluapkan itu
lalu dia melihat jam ditanganya waktu sudah menunjukan pukul 8 malam.
dava yang tampak sangat lelah itu menggulungkan tangan kemejanya sampai siku dan tak lupa ia melonggarkan pula dasinya karena merasa pengap.
ia pun sampai di depan mobil nya lalu memasuki mobil hitamnya itu..
dava mulai melajukan mobil nya dengan kecepatan rata rata.
sepanjang perjalanan dia hanya diam memikirkan clara..
entah apa yang dirasakan dalam hatinya yang pasti ada perasaan lain yang menghampiri dalam hati nya, sesuatu yang mulai merasa lelah dan hambar..
rintik hujan mulai turun suasana seakan menemani galau nya hati dava
" ckiiittttt...."
dengan secara tiba tiba dava menginjak rem mobil nya .
dava menoleh ke belakang berusaha mencari tau siapa yang telah ia lewati.
ia berusaha memundurkan kembali mobil nya
tak lama dava menghentikan mobilnya,
tampak dari belakang kalo itu sperti freya..
ia..dan benar saja dia adalah freya setelah dava dengan susah payah mencari tau dalam kegelapan.
dava pun segera turun dan mengejar freya yang sedang berjalan sendirian di bawah turunnya hujan..
ia berjalan pelan dengan tanganya yang sambil memeluk diri sendiri.
" frey..... freya..." teriak dava sambil berlari mengejar freya yang seolah tak mendengar panggilannya..
freya terus berjalan dan air mata di pipinya masih terlihat jelas mengalir bersatu dengan air hujan yang membasahi pipinya.
"freya " ucap dava yang kini sudah di depan freya sambil memegang kedua pundaknya
mereka saling melihat satu sama lain, dava memperhatikan raut wajah freya yang kusut dan berantakan itu..
__ADS_1
sekujur tubuh freya basah dia terlihat mengigil namun isak tangisnya masih terdengar jelas meskipun kecil ...
" kamu kenapa?" tanya dava kaget
freya hanya menangis dan menggelengkan kepalanya
dava terdiam freya terlihat sangat kacau
tiba tiba timbulah rasa dimana ia ingin menenangkan hati freya saat itu,
dan mungkin kini rasa simpati mulai menyelimuti hatinya..
tanpa sadarpun kini dengan beraninya dava membawa freya dalam pelukannya.
dan saat bersamaan freya menangis sejadi jadinya dalam pelukan dava..
keduanya pun kini saling berpelukan dalam hujan..
*******
" ini aku buatin teh hangat buat kamu" ucap dava sesampainya dirumah sambi menyodorkan satu gelas teh hangat pada freya..
" maksih.. maaf aku repotin kamu" jawab freya yang kini sudah terduduk di kursi dengan rambut yang ditutupi handuk.
" ywdah kamu minum dulu aku mau ganti baju dulu sama sekalian aku mau cari baju buat ganti kamu" ucap dava sambil berlari menuju ke atas kamarnya.
freya pun hanya mengangguk..
freya pun mulai meneguk teh yang disajikan dava.
dan tak lama dia merogoh saku switernya
dia mengambil sebuah foto, freya pun meletakan teh nya di meja
dipandangnya foto itu dengan hati hati lalu dengan nafas yang ia ambil dalam dalam iapun mulai merobek nya dengan perasaan kesal dan menyimpanya diatas meja.
tak lama dava pun tiba dengan baju nya yang sudah diganti menggunakan celana bahan pendek selutut berwarna abu tua dan kaos berwarna putih polos..
" maaf aku cuma punya ini " ucap dava sambil menyodorkan sebuah dress motif bunga.
freya meraih dres itu dari tangan dava
" ini baju siapa?" tanya freya.
dava pun hanya tersenyum dan meraih tangan freya untuk bangun
" udah jangan banyak tanya, ganti sana jangan sampe kamu nanti sakit" jwab dava tegas
freya pun menuju kamar mandi yang ada di pojok ruang tamu.
tak lama freya selesai mengganti bajunya
dengan canggung ia keluar dari kamar mandi
ia segera mengarah ke arah ruang tamu.
dava yang melihat freya yang kini sudah dihadapanya pun sontak dibuat terbelalak.
freya terlihat cantik dengn dress selutut berlengan pendek motif bunga itu ditambah dengan rambut panjang freya yang masih basah terurai membuat freya terlihat seksi di mata dava.
"cantik " gumam dava kecil
freya pun tersenyum mendengar gumaman dava.
" dav.." ucap freya
" ia"
" maksih yah udah mau nolingin aku " kata freya lirih
sejenak dava tersenyum dan mulai mendekati freya..
" lain kali kalo ada masalah jangan ujan ujanan tengah malem yah..." jawab dava sambil menggoda freya
freya pun tersenyum ...
dan entah apa yang ada di hati dava lagi lagi dava kembali dibuat pusing oleh hatinya sendiri ..
timbul lagi perasaan yang tak bisa dijelaskan saat itu yang pasti saat dava melihat freya tersenyum ada rasa tersendiri di hati dava.
__ADS_1
tertanam semacam perasaan bahagia dan senang disana
******