
"plak..."
dava merasakan perih pipi kananya..
akibat tamparan tangan clara..
clara menangis histeris ia meluapkan semua kekesalan dan kemarahanya saat itu..
dava hanya diam menatap clara dan merasakan perih pada pipi nya yang masih memerah itu.
"jadi kamu lebih milih selingkuhan kamu itu daripada aku ia..!!!!" sentak clara yang matanya terus menatap dava dengan tatapan tajam
"kenapa si kamu lebih milih wanita rendahan itu daripada aku dava..... " teriak clara keras.
"cukup clara cukup...jangan pernah kamu hina dia -" sahut dava seakan menghentikan suara teriakan clara
"kamu " ucap clara lirih
dengan sisa sisa air mata di pelupuk wajahnya..
"maaf clara perasaan aku sma kamu udah bener bener berubah..."ucap dava sambil trus memandang clara
sejenak clara menghirup nafasnya berat
dadanya terasa sesak seakan tidak ada lagi rongga untuk ia bisa bernafas..
perlahan clara mengusap air matanya yang telah jatuh di pipi..
ia menarik nafasnya dengan cepat berusaha mencerna semua ucapan dava dengan tenang...
"aku benci kamu dava.." ucap clara sambil berlari meninggalkan dava
clara berlari keluar kantor dava dan menuju toilet kantor...
dia menangis sambil memandangi dirinya dari pantulan kaca ..
ia mengingat dengan jelas pembicaraan antra dava dan dirinya tadi
flash back..
__ADS_1
siang tadi sepulangnya clara dari kampus ia memutuskan untuk menemui dava di kantornya
bberapa saat kemudian clara tiba di kantor dava...
saat masuk clara melihat dava sedang berdiri menghadap jendela pandanganya jauh lurus kedepan..
dengan posisi tegap dava berdiri dan memasukan tangan kananya kedalam saku celana nya,
dan clara pun memeluk dava dari belakang.
"siang sayang " ucap clara dengan wajah menempel ke punggung dava.
namun dava hanya menoleh ke arah kiri tanpa membalikan tubuhnya ..
"kebetulan kamu kesini, ada sesuatu yang harus kita bicarain ra" ucap dava setelah beberapa menit mengarahkan pandnaganya lagi ke luar jendela
clara heran..lalu ia mulai melepaskan dekapanya yang melingkar pada perut dava.
"kamu pasti mau bicarain acara pernikahan kita kan " jawab clara yg kini tengah dihadapn dava sambil membenarkan dasi di dada dava.
suasana hening sejenak dava dan clara saling menatap dengan perasaan hati yang berbeda
sampai akhirnya dava memalingkan tubuhnya saat dava tau bahwa clara mulai mau mencium bibirnya .
sontak clara menghentikan langkahnya saat akan menuju dava yang tengah terduduk di kursi kerjanya..
"kamu ga lagi bercanda kan
sayang,,,,?!" jawab clara tidak percaya..
dava menggelengkan kepalanya dan berdiri menuju clara..
"maafin aku ra..kita memang harus menghentikan semuanya.." ucap dava sambil merangkul kedua bahu clara
clara diam ... hatinya kini mulai memanas.
seribu pikiran jelek tentang dava dan freya kini mulai menghujami pikirannya...
"jangan bilang semua ini karena wanita sialan itu dava .." ucap clara sinis..
__ADS_1
dava hanya diam menunduk dan semakin mempererat rangkulanya di bahu clara
"jawab aku dava....!!!!!!"sentak clara keras
dava diam...
suasna hening sejenak
"maaf clara..tapi aku cinta sama dia -"
"plak...!!!!"tamparan keras tangan clara seolah membuat dava terpaku .
flash back of..
suara tangis clara semakin keras memenuhi ruangan..
ia menangis sejadi jadinya...
saat ingat ucapan dava yang mengatakan bahwa dia sudah mencintai orang lainn...
"semua karena gara gara dia...
ia dia,aku ga bisa tinggal diam..
awas kamu freya "gerutu clara pada diri sendiri sambil trus memndangi dirinya tajam di pantulan cermin.
*******
"sudahlah clara ... mungkin ini jalan terbaik untuk hubungan kamu sama dava..." ucap papahnya clara berusaha menenangkan clara yang saat ini tengah menangis di kantornya..
"tp clara cinta sma dava pah..clara ga mau putus sama dava"jawab clara di tengah tengah tangisanya
"tp papah ga bisa ambil keputusan dalam masalah kalian sayang.."
"jadi papah lebih rela liat anak papah ini menderita ia..?"
papahnya diam sejenak dan memegang kedua pundak clara
" baik sayang..papah akan coba ngomongin ini sama dava." jawab paphnyaa pelan
__ADS_1
"clara ga mau pah putus sama dava.clara sayang sama dava" jawab clara sambil menghamburkan dirinya kedalam pelukan ayahnya .
*******