Freya

Freya
tuan Addi yang marah


__ADS_3

pagi ini Freya terbangun lebih awal karena semalam Freya tidak sempat makan jadi pagi-pagi buta perutnya sudah mendemo tak karuan


Freya membasuh wajahnya terlebih dahulu agar wajahnya merasa lebih segar setelah itu ia keluar dan menuruni setiap anak tangga yang mewah dirumahnya


hari ini adalah hari weekend Freya belum tau akan pergi kemana dan Freya pun tidak mempunyai janji dengan juliana sahabatnya


di lihatnya meja makan masih belum tersedia sarapan apapun hanya ada beberapa lembar roti dengan segala teman-temannya disana Freya melihat jam dinding berukuran besar disana jam itu menunjukan pukul enam pagi


pantas saja masih sepi karena keluarganya akan keluar kamar tepat pada pukul tujuh pagi


Freya memutuskan untuk keluar rumahnya karena tiba tiba ia ingin memakan bubur ayam


" nona ? '' sapa salah satu penjaga yang berjaga di sana


" ahh, tolong keluarkan satu mobil untukku " perintah Freya kepada penjaga itu


" nona ingin kemana ? " tanya penjaga itu lagi dan Freya menghembuskan nafasnya perlahan


lalu ia menatap penjaga itu dengan seksama


" aku ingin memakan bubur ayam '' ucap singkat Freya dan penjaga itu pun terlihat ragu untuk mengijinkan nya terlebih tuan besar melarang Freya mengemudikan mobilnya sendiri


" tapi nona, tuan besar akan marah jika mengetahui nona mengemudi sendiri " ucap penjaga itu lagi


" kali ini saja, aku mohon lagi pula aku hanya mencari bubur ayam saja " ucap Freya membujuk dan penjaga itu terlihat sedang memikirkan sesuatu setelah Freya membujuk nya dengan berbagai cara akhirnya ia di ijinkan


Freya tersenyum senang lalu ia segera memasuki mobil mini Cooper nya yang berwana putih itu

__ADS_1


para penjaga yang bertugas segera membuka pintu gerbang untuk nonanya


Freya mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang, akhirnya ia bisa menikmati dan mengemudikan mobilnya sendiri tanpa harus ada supir dan pengawal lainnya


Dimansion keluarga Derlene


waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi tapi Freya belum saja kembali bahkan ayahnya semakin cemas kala ia mengetahui jika Freya mengemudikan mobilnya seorang diri


ketiga tuan muda itu tampak gelisah, di tambah ponsel Freya tak bisa di hubungi, nyonya Daisy bersikap tenang walaupun ia sediri tampak khawatir ditambah kabar orang-orang suruhan ayahnya selalu ada disekitar Freya


'' kemana dia " kesal Adriano yang tampak cemas karena ulah Freya, tiga puluh menit berlalu suara deru mesin mobil terdengar di halaman rumah membuat ketiga tuan muda itu segera melihat siapa yang datang


tampak seorang gadis yang membuat pagi ini cemas sedang tersenyum manis bagaikan tak berdosa, Freya berjalan sembari menentang satu kantong paper bag berisi cemilan


" dari mana ! " suara bariton pria dari arah pintu terdengar dingin dan tegas yang siap mengintimidasi mangsanya, Freya yang mendengar suara ayahnya sedikit terkejut


" dad, aku keluar hanya ingin memakan bubur ayam saja setelah itu aku mampir ke supermarket untuk membeli beberapa cemilan " ucap Freya gugup karena raut wajah ayahnya sedikit berbeda bahkan ketiga tuan muda itu hanya diam memperhatikan tuan Addi


" jawab lah Freya Derlene !!" ucap tuan Addi dengan menaikkan nadanya menjadi satu oktaf membuat Freya tersentak dan kaget pasalnya selama ini ayahnya tidak pernah berbicara lantang maupun membentak nya, bahkan ketiga tuan muda Derlene pun ikut terkejut akan sikap tegas ayahnya yang ditunjukan kepada Freya kali ini


" aku cukup tau kesalahan ku dimana ! tapi tidak kah dad berfikir jika itu berlebihan ! " ucap Freya yang menatap lekat wajah ayahnya entah dapat keberanian dari mana sikap Freya kali ini


bahkan kini mata indahnya sudah mulai menganak sungai dan siap menumpahkan nya


" tidak kah kau sadar jika di luar sana selalu ada bahaya yang siap mengintai mu ! " ucap tuan Addi lagi yang masih dengan nada tegas, bahkan dirinya tidak sadar secara langsung tuan Addi sudah memberi jalan untuk Freya mengetui semuanya.


Freya semakin bingung, bahaya ? mengintaimu ? apakah dirinya seperti buronan yang melarikan diri dari tahanan ? Freya semakin yakin bahwa setiap kejadian yang menimpa dirinya selalu ada sangkut paut dengan keluarganya

__ADS_1


" dad " ucap Alexader yang menyadarkan ayahnya, tuan Addi yang mendengar itu seketika langsung tersadar dengan cepat ia menatap putrinya yang hampir menangis karena perkataanya


" Freya " ucap lembut tuan Addi tapi Freya tak bergeming


" jika bahaya itu selalu mengintai ku maka aku tak perduli ! aku hanya ingin hidup seperti gadis lainnya dan jika aku mati karena bahaya itu maka itu adalah takdir hidupku " ucap Freya dengan suara bergetar


Deg_


tuan Addi dan ketiga tuan muda itu terkejut sekaligus tertegun dengan perkataan Freya, bahkan tuan Addi sampai membeku tak bisa berkata apa-apa lagi


Freya berlari meninggalkan ayah serta kakak nya di luar sana air matanya sudah turun ke pipi bahkan nyonya Daisy yang melihat putrinya menangis seketika bingung dengan cepat ia memyusul Freya


" Freya ! " panggil nyonya Daisy yang masih mengejar putrinya itu tapi Freya tak bergeming ia berlari dengan cepat bahkan mengunci pintu kamarnya rapat-rapat


nyonya Daisy semakin panik melihat itu, tak lama tuan Addi menyusul Freya bersama dengan ketiga putranya, nyonya Daisy menatap tajam kepada tuan Addi


" Freya, buka pintu nya nak " ketuk tuan Addi sedikit keras bahkan nyonya Daisy pun ikut mengetuk tanpa mempedulikan suaminya


" nak ini mom, biarkan mom masuk ! ceritakan saja pada mom " bujuk nyonya Daisy lembut tapi nihil tidak ada suara pun di dalam sana semuanya mendadak menjadi hening


nyonya Daisy akhirnya memilih meninggalkan tempat itu sambil melirik tajam suaminya setelah itu ketiga tuan muda Derlene pun ikut menjauh dari kamar Freya


**


Freya menangis menenggelamkan wajahnya dibalik bantal, airmata nya mengalir semakin deras kala mengingat perkataan sang ayah hidup Freya memang bergelimang harta dan kasih sayang semua keinginannya pun selalu saja terpenuhi


yang membuat Freya merasa terpenjara adalah waktu nya yang keterbatasan ia tak bisa berpergian ke sembarang tempat seperti gadis lainnya terkadang ia bingung mengapa sikap ayah dan ketiga kakaknya selalu berlebihan

__ADS_1


yang mereka fikirkan adalah bahaya selalu mengintai Freya !


hari ini Freya tertidur lagi karena banyak menangis bahkan dirinya belum membersihkan tubuhnya.


__ADS_2