Freya

Freya
Target


__ADS_3

hari ini Freya akan mencoba untuk menerima tawaran Shafira ia akan menemui Shafira dan belajar berlatih bersama dengannya, Ken dan Kai sudah mengetahui keinginan sang nona mudanya dan Freya tentu saja mengancam kedua pengawal setia nya


" nona kapan kau akan menemui wanita itu " tanya Ken sopan


" setalah makan siang " ucap Freya lagi Ken dan Kai hanya turut mengangguk


mobil milik Freya yang dikemudikan Kai menuju sebuah restoran yang cukup terkenal karena Freya merasakan perutnya sudah mulai berontak, Freya yang menggunakan dress selutut berwarna merah muda menjadikan ia terlihat sangat manis dengan rambut yang ia biarkan tergerai indah


Ken dan Kai ikut mendampingi karena permintaan Freya dan kedua bodyguard itu menerimanya dengan sungkan


Freya berjalan dengan langkah anggun nya tas branded berwarna senada tertenteng indah di tangan kanannya, banyak sekali pasang mata yang memperhatikan Freya dengan tatapan memuja sesekali mereka berbisik


Freya yang melihat itu hanya tersenyum ramah menanggapi sedangkan Ken dan Kai hanya memasang wajah datar serta tatapan tajamnya membuat mereka yang ingin membicarakan nonanya menjadi diam terpaku


Freya duduk disebuah kursi yang menghadap ke sebuah taman kecil atau posisinya saat ini sedang memojok


Ken dan Kai ikut duduk setelah dipersilahkan oleh Freya


" pesan lah " ucap Freya ramah sambil menyodorkan menu makanan resto itu


" terimakasih nona " ucap Ken dan Kai serempak


" jangan sungkan tidak apa-apa " ucap Freya tersenyum ramah


*****


" Alfino " panggil seorang wanita dan Alfino ia hanya memicingkan matanya sebelah, karena tak mengenali gadis yang memanggilnya


" maaf kau siapa? " tanya Alfino dingin dan gadis itu hanya mengerucutkan wajahnya kesal


" Alina " seru gadis itu ketus dan Alfino yang mendengar nama itu hanya diam saja acuh " aku Alina adik kak Deffon " ucapnya lagi dan Alfino langsung menatap lekat-lekat wajah gadis yang bernama Alina itu lalu ia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja


" ohh ya ada apa " ucap datar dan dingin Alfino


'' tidak hanya memanggil saja " ucap Alina ketus dan Alfino yang mendengar itu langsung berlalu pergi baginya Alina sekedar basa basi saja ia tidak suka dengan orang yang berbicara tidak penting


Alina yang melihat Alfino pergi hanya mengerucutkan bibirnya kesal sungguh ia tak menyangka jika kakak nya mempunyai teman datar seperti Alfino


Alfino mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang sesekali ia menghidupkan lagu untuk mengusir kejenuhannya, detik kemudian ia teringat akan Freya yang meninggalkan kampus dengan kelasnya yang belum usai

__ADS_1


" kemana ia " gumam Alfino tapi saat ia akan membelokkan mobilnya ke kanan sebuah mobil tiba-tiba memepetnya " Shitt ! siapa lagi mereka " umpat Alfino kesal dan ia pun kembali fokus pada kendali setirnya


DORR


DORR


orang-orang asing itu menembakkan senjatanya ke mobil Alfino sontak ia terkejut akan sebuah serengan yang tiba-tiba itu


Alfino menambah kecepatan laju mobilnya tangan kiri nya ia gunakan untuk mengambil sebuah senjata yang tersembunyi di samping kirinya


kelihaian Alfino dalam mengemudi tak bisa diremehkan walaupun cukup membuat senam jantung dibuatnya tapi ia masih bisa mengontrol semuanya


" sial Berani sekali bermain dengan ku " geram Alfino yang masih mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi


Alfino memancing mereka ke daerah yang cukup sepi untuk membantai mereka Alfino sangat murka karena perjalannya diganggu oleh pihak tak bertanggung jawab


DORRR


lagi-lagi mobil Alfino terkena sasaran lagi Alfino menggila karena mobilnya menjadi lampiasan dirasa sudah cukup sepi Alfino memberhentikan mobilnya dengan mendadak


" tak akan kubiarkan kalian hidup " geram Alfino dengan mata yang memerah menahan amarah, bahkan cengkraman nya pada setir kemudi sangat erat


Alfino keluar dengan wajah yang datar dan terkesan dingin


" Hallo tuan muda Alfino " ucap salah satu pria berjaket hitam dan Alfino yang disapa seperti itu hanya diam dan mendengus kesal


" mau apa kalian ? " tajam Alfino tanpa basa basi


kelima pria itu hanya tersenyum tipis bahkan terlihat menyeringai Alfino yang melihat itu justru semakin tersenyum tengil


" menganggu ! " desis tajam Alfino sontak perkataan nya itu membuat amarah kelima pria asing itu tersulut


" habisi dia ! " teriak salah satunya


kelima pria itu secara bersamaan menyerang Alfino tapi Alfino dengan santai meladeni mereka, permainan macam apa ini beraninya main keroyokan !


mereka salah besar jika meremehkan kemampuan seorang Alfino Derlene, semua tuan muda Derlene sangat landai berkelahi bahkan mereka pun sangat pandai memainkan senjata


kelima pria asing itu sudah mulai kewalahan dengan gerakan Alfino yang terkesan selalu menghindar seolah-olah hanya untuk mempermainkan nya !

__ADS_1


BUGHHHHHH


KRAKKKK


AGHHH !!


Alfino mematahkan kaki yang ingin melukai wajah tampannya bahkan keempat pria lainnya dibuat terpaku dan mematung ditempatnya karena Alfino dengan mudah mematahkan kaki pria berbaju merah hanya dengan satu kali gerakan Bahkan suara retakan itu terdengar sangat mengerikan


'' Ahhh ! sa..sakit " ucap nya lagi dan Alfino ia hanya terkekeh dengan senyum mengejek lalu pandangannya beralih pada yang lainnya dimana sorot matanya sangat tajam bahkan salah satu dari mereka mengacungkan senjata kepada Alfino dengan sigap Alfino mengambil senjata yang disembunyikannya


DODODODOR !


keempat lelaki itu mendapatkan peluru yang bersarang di tubuhnya mereka ambruk seketika Alfino sangat suka jika melihat para korbannya merintih dan mengerang


" ohh menyenangkan " ucap Alfino lalu ia beralih kepada pria ya g sedang mematung di tempat, seringai iblis nya muncul sangat mengerikan " siapa yang menyuruh kalian ? " ucap tegas Alfino dan pria itu hanya menggeleng lemah " katakan ! atau peluru ku yang akan menembus kepala mu " ancam Alfino lagi


" nona Eva " ucap pria itu dengan susah payahnya pasalnya mereka telah berjanji tidak akan membocorkan siapa yang menyuruh mereka, Alfino yang mendengarnya menjadi bingung Eva ? apa Miss Eva mantan salah satu dosen di tempatnya mengajar


" katakan yang benar " ucap Alfino lagi


" dia mantan salah satu dosen di kampus X " ucap pria itu terbata dan Alfino hanya acuh saja berani sekali Eva bermain dengan Alfino


DORRRR


Alfino menembak kepala pria itu hingga tewas tak bernyawa setelah itu ia menghubungi seseorang untuk membereskan kekacauan itu.


Alfino melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, target Alfino selanjutnya adalah Miss Eva .


****


" apa kau siap ? " tanya Shafira kepada Freya


" siap " ucap Freya penuh percaya diri


Shafira mulai mengajarkan teknik-teknik bela diri di mulai dari pemanasan serta gerakan-gerakan kecil untuk melumpuhkan lawan Freya yang lainnya itu tidak tampak kesulitan ia terlihat sangat senang dan mudah mengerti


sedangkan Ken dan Kai hanya menunggu diluar ditemani Marlon walaupun awalnya mereka ragu untuk meninggalkan nona mudanya karena takut terjadi sesuatu kepada Freya


tiga jam berlalu akhirnya Freya menyudahi latihan itu, ia terlihat sangat senang bisa belajar dengan Shafira mengingat mereka berdua sesama wanita tidak ada kecanggungan diantara keduanya

__ADS_1


__ADS_2