Freya

Freya
51


__ADS_3

Waktu sudah hampir menunjukkan pukul setengah enam sore, Freya justru terlelap di sofa panjang tebal nan lembut itu, hingga Alexander tak menyadari jika Freya nya sudah terlelap.


ponsel milik Alexander terus berbunyi dan tanpa melihat siapa yang menghubunginya Alexander langsung menekan tombol yes dan seketika suara berat dan tertahan terdengar jelas disana,


" Kau tenang saja Freya aman bersamaku, " ucap Alexander melihat Freya yang sudah terlelap mungkin kelelahan, Alexander terkejut saat melihat nya " shitt. aku tutup dulu, dan aku akan segera pulang '' ucap Alexander lalu mematikan sambungan itu dengan cepat.


Alexander memutuskan untuk pulang, tapi ia tak tega untuk membangunkan Freya alhasil Alexander membopong tubuh Freya dengan mudah, Alexander bisa mencium aroma yang begitu menenangkan nan menggoda dari tumbuh Freya hingga aroma sampo yang begitu menguar di Indra penciuman.


" maafkan aku Freya, aku tak tau jika kau tertidur. " ucap Alexander lalu ia secara cepat menuju ke lift dan tak lama Alexander sudah berada di lantai bawah, sebagian karyawan sudah pulang dan sebagian karyawan yang lainnya masih harus lembur.


Mereka terkejut saat sang Presdir membopong tubuh seorang gadis, Ya Freya gadis cantik dengan sejuta pesonanya kini sedang terlelap dalam pangkuan Alexander.


hingga Alexander dengan hati-hati meletakan tubuh Freya di kemudi depan, lalu Dnegan cet ia meninggalkan perusahaan miliknya.


****


" apa Freya masih bersama dengan kak Alex ? " ucap Alfino tiba-tiba yang baru saja selesai membersihkan tubuhnya dan hanya memakai kaos serta celana pendek selutut nya. Adriano hanya mengangguk membenarkan ucapan Alfino.


" apa mom dan dad sudah pergi ? " ucap Adriano karena ia pun baru saja tiba, dan Alfino lebih dulu kembali ke mansion utama.


" Ya mereka sudah pergi. " ucap Alfino singkat tak lama Alexander datang dengan membopong tubuh Freya yang masih terlelap dalam pangkuannya.


" Apa yang terjadi ? " panik Alfino saat melihat itu semua dan Adriano langsung menoleh kearah belakang.


" sttt " ketus Alexander '' Freya tertidur. " ucap Alexander lagi dan Alfino serta Adriano mengangguk, lalu mereka mengikuti Alexander menuju kamar Freya.


Alfino segera membuka kan pintu kamar milik Freya dengan sigap Alexander meletakkan tubuh Freya dengan sangat hati-hati.

__ADS_1


" sudah lama ia tertidur ? " tanya Adriano dan Alexander diam saja " Alex ? " tekan Adriano.


" aku tak begitu tau, tadi aku sedang mengerjakan beberapa pekerjaan dan pada saat kau menghubungiku aku baru tersadar jika Freya sudah terlelap begitu saja. " jelas Alexander


" astaga " ucap Alfino dan Adriano dengan serempak. " bahkan ia belum membersihkan tubuhnya, dan ini sudah hampir malam '' omel Adriano dan Alexander hanya bisa tersenyum lalu dengan cepat ia mulai membuka sepatu Freya.


Freya terusik tidurnya, dan dengan perlahan ia membuka matanya pelan-pelan.


" Kak " serak Freya dan ketiga tuan muda itu langsung mendekat. Freya terkejut karena melihat ketiga wajah tampak Kakaknya " apakah aku bermimpi ? kenapa ketiga wajah lelaki tampan ku berada tepat di hadapan ku " gumam Freya lagi.


" Freya " lembut Adriano dengan mengelus lembut pipi Freya.


" kak " ucap Freya lansung terperanjat kaget.


" hati-hati " seru Alexander dengan lembut.


" kita sudah pulang ? '' tanya Freya lagi dan Alexander hanya mengangguk.


" kami akan menjaga mu Freya " seru Alfino dan Freya mengangguk kecil lalu tersenyum.


" baiklah aku akan pergi membersihkan diri sebelum makan malam bersama " ucap Freya dan ketiga Kakak nya hanya mengangguk lalu meninggalkan Freya di dalam kamar pribadinya.


Freya segera berendam dengan air hangat dicampuri aroma susu dan bunga-bunga pilihan untuk menenangkan tubuh dan fikirannya, Matanya terpejam sembari menikmati sensasi air hangat yang menerpa tubuhnya.


sejenak ia memikirkan Shafira sejak kejadian itu bahkan Freya tak menemuinya lagi ataupun mengetahui kabar dari wanita dewasa dan tangguh itu.


Disisi lain pun Freya ingin bisa menjaga dirinya sendiri, tapi pasti itu akan sangat sulit Freya tak ingin ayahnya marah seperti kejadian waktu itu dan pada akhirnya Freya meneruskan ritual mandinya dengan segera.

__ADS_1


*****


Disisi lain Dion sedang menatap kosong dengan sebuah photo Freya di tangannya, hatinya menjadi tak karuan saat ia menatap wajah cantik milik Freya.


kejadian masa lalu masih terngiang di kepalanya hingga saat ini sang ayah masih belum sadarkan diri.


" aku akan membuat mereka merasakan hal yang sama denganku. Maafkan aku Freya walaupun aku mencintaimu tapi rasa dendam ku terhadap ayahmu masih saja besar. Aku tak akan menerima semuanya. " ucap dingin Dion sambil membelai photo Freya dengan gerakan perlahan.


Dion masih memikirkan cara untuk mencelakai tuan Addi tapi ia selalu gagal, kemungkinan besar adalah Freya. Ya Dion memutuskan untuk menjadikan Freya sebagai alat balas dendam nya.


disisi lain Patricia dan juga Erland masih terus mencari bukti-bukti kasus yang menimpa ayah sahabatnya itu. Bahkan Patricia yakin jika kejadian sesungguhnya tidak seperti yang Dion bayangkan hanya saja mereka harus mempunyai cukup bukti yang begitu kuat.


anak buah Erland sedang berusaha untuk mengungkap kasus ini, bahkan Erland mendapatkan kabar jika anak buahnya menemukan sebuah fakta baru jika ada orang lain yang terlibat dalam kejadian beberapa tahun silam itu.


Erland terus memerintahkan anak buahnya untuk mencari bukti-bukti yang kuat, hingga orang-orang yang dimaksud oleh anak buahnya.


" sebentar lagi Dion, sebentar lagi. Aku harap saat kau mengetahui semua kebesarannya kau tidak melakukan kesalahan yang membuat hidupmu menyesal Dion. " lirih Erland lagi.


dua hari telah berlalu kini Erland akan kembali ke Indonesia karena urusan nya di inggris sudah selesai ditambah Patricia yang terus menghubunginya dan terus menanyakan kepulangannya itu.


Kali ini Erland akan menaiki pesawat komersil untuk menuju indonesia, bahkan Erland sudah membawakan beberapa oleh-oleh untuk Patricia dan juga Dion.


Hingga pesawat yang Erland naikki sudah mengudara dengan gagah, sesekali Erland menatap ke arah luar jendela dengan fikirannya yang menerawang jauh. Hingga ia tak sadar jika ia tertidur karena kelelahan.


keesokan paginya di universitas Freya dan juga Julina sedang asyik berbincang dengan ringan, dan di temani beberapa cemilan dan juga minuman di atas meja.


" ana, apa kau pernah merasakan jatuh cinta ? " ucap Freya tiba-tiba hingga membuat Juliana melotot lebar kearah Freya.

__ADS_1


" hah.. kenapa kau tanyakan hal itu padaku Freya ? apa kau sedang merasakan jatuh cinta ? " tanya balik Juliana dengan penasaran dan Freya hanya terkekeh.


jatuh cinta ? entahlah Freya tidak bisa memastikannya, yang ia tau saat ini jika berdekatan dan mendapatkan perlakuan manis dari ketiga lelaki tampan nya jantungnya selalu berdebar tak karuan. Adriano, Alexander dan juga Alfino mereka mempunyai kharismanya masing-masing hingga membuat Freya tak mampu menolak pesona dari ketiganya.


__ADS_2