Freya

Freya
putriku


__ADS_3

PRANGGG


AGHHH


kaca mobil mewah milik Alfino sengaja dipecahkan oleh orang tak bertanggung jawab, Freya menjerit dan panik seketika bahkan pecahan kacanya pun menggores kulit mulusnya. Alfino dan kedua bodyguard Freya segera menghampirinya.


" sialan ! " geram Alfino lalu ia melempar sebuah belati keseorang pria yang berbuat ulah dan tepat mengenai paha kanannya


AGHHH


pria itu merintih dan mengerang Ken dan Kai dengan sigap meringkus orang tersebut sedangkan Alfino segera melekat keadaan Freya yang sedang meringkuk ketakutan


Alfino dengan sigap membopong Freya dan memasukan nya ke mobil yang dikendarai oleh Ken,


" Freya kau terluka ? '' panik Alfino saat melihat luka goresan kaca dibagian lengannya dan Freya hanya menutup matanya takut


" Ken Kai cepat kita harus bawa Freya kerumah sakit " panik Alfino dan detik kemudian Freya membuka matanya


" tidak ! aku tidak mau " cicit Freya tapi Alfino tak menghiraukan rengekan Freya yang tak ingin pergi kerumah sakit untuk mengobati lukanya


Ken dan Kai segera mendekat ke arah taun menatap sedangkan pria itu sudah diikat dan diringkus lalu mereka letakan diambil Alfino,


" bawalah Freya kerumah sakit, aku akan menyusul " ucap Alfino lagi Ken dan Kai hanya mengangguk pasti sedangkan Freya hanya pasrah saja walaupun lukanya mulai perih


Ken segera mengendari mobilnya dengan kecepatan sedang begitu pula dengan Alfino yang segera meninggalkan tempat kejadian mereka melaju berbeda arah, Freya hanya bisa pasrah saja saat Alfino menyuruhnya untuk pergi kerumah sakit


empat puluh lima menit berlalu Ken sudah memarkirkan mobilnya dan rumah sakit S dan Kai segera membantu Freya untuk keluar dari mobil mewahnya


" kalian seharusnya tidak perlu mendengarkan perintah kak Alfino ini hanya luka gores, aku ingin pulang " rengek Freya dengan mengguncang lengan kekar milik Kai dan Ken yang malihat itu hanya terkekeh biasa " ayolah, aku mohon " ucap Freya dengan mata memelas nya

__ADS_1


" kami tidak ingin menerima amukan dari tuan muda Alfino, nona " ucap Kai dengan nada tenang namun tegas


" tidak akan ! " ucap Freya dengan cepat Ken dan Kai akhirnya pasrah saat Freya terus merengek ingin pulang, dan alhasil mereka kembali ke mansion keluarga Derlene


****


" ada informasi apa ? " tanya tuan Addi yang sedang fokus melihat berkas-berkas yang cukup menumpuk di meja kerjanya sedangkan tangan kanannya sibuk memegang ponsel


" orang-orang ku mengatakan jika tuan muda Alfino bersama dengan nona Freya mendapat suatu masalah dengan hadirnya sekelompok orang yang menghadang jalan mereka tuan " ucap salah satu anak buahnya


" lalu ? " ucap tuan Addi lagi masih berusaha tenang ia yakin Alfino bisa mengatasinya


" seperti yang anda fikirkan tuan muda Alfino berhasil melumpuhkan mereka dengan kedua bodyguard nona Freya tapi salah satu dari mereka memecahkan kaca mobil tuan muda Alfino dimana didalamnya terdapat nona Freya tuan " ucap nya hati-hati dan benar saja tuan Addi langsung menatap tajam anak buahnya


" cari orang itu ! " titah tuan Addi datar


setelah kepergian anak buahnya tuan Addi menghembuskan nafasnya secara kasar lalu ia menggosok pelipisnya yang terasa sedikit berdenyut itu


Freya seakan menjadi sasaran empuk para predator tapi wajah cantiknya seakan membius siapa saja yang menatapnya


****


hari semakin sore, Freya hanya dirumah saja sengaja kuliahnya dia meminta izin Freya sudah banyak sekali izin tapi dengan begitu Freya tak akan ketinggalan mata kuliah nya karena Alfino seorang dosen serta otaknya yang cerdas memudahkan Freya dalam segala hal


" sayang " ucap nyonya Daisy yang baru saja tiba dari perusahan nya wanita paruh baya itu tampak kelihatan masih muda dan segar dengan balutan setelan kerja yang sangat elegan serta tas mahalnya tertenteng cantik ditangan kanannya


" mom '' ucap Freya tersenyum lembut


" kau sudah makan ? '' ucap nyonya Daisy perhatian dan Freya hanya mengangguk lalu pandangan nyonya Daisy beralih pada lengan Freya yang tampak terluka " apa yang terjadi Freya " tanya cemas nyonya Daisy dan Freya hanya tersenyum kikuk

__ADS_1


" ini tidak apa-apa mom, hanya kecelakaan kecil saja " ucap Freya meringis


" kecelakaan bagaimana ? " desak nyonya Daisy dan akhirnya Freya menceritakan kejadian yang sesungguhnya kepada ibunya itu tampak raut wajah nyonya Daisy yang kadang-kadang berubah dalam hitungan detik


" apa kau sudah mengobatinya ? " tanya nyonya Daisy lagi dan Freya mengangguk dan tersenyum, tak lama suara bariton pria paruh baya terdengar disana siapa lagi jika bukan Addi Derlene


" dad " seru Freya dan langsung memeluk ayahnya itu dengan erat dan tuan Addi membalas pelukan itu tak kalah eratnya


" apa kau baik-baik saja ? tanya tuan Addi


" aku baik-baik saja dad, hanya luka kecil yang kudapatkan " ucap Freya sambil memperlihatkan luka gores di lengannya itu


tuan Addi tampak serius memperlihatkan setiap goresan kaca yang terdapat di Kemang putih Freya, ia mengusapnya pelan lalu mengecupnya disana Freya hanya tersenyum lembut saat mendapatkan perlakuan manis dari ayahnya nyonya Daisy yang melihat itu langsung tersenyum ia sangat senang melihat keharmonisan antara ayah dan putrinya


" baiklah dad mom aku akan pergi beristirahat, sampai jumpa makan malam nanti " u so Freya dengan mengecup singkat pipi ayah dan ibunya membuat keduanya terkekeh seketika


Freya melenggang dan menjauh menuju anak tangga untuk sampai kamar pribadinya, sedangkan nyonya Daisy dan tuan Addi saling pandang serta tersenyum lembut lalu mereka pun memilih untuk beristirahat


malam pun tiba dan waktu selain cepat berlalu kini keluarga Derlene sudah berkumpul dimeja makan untuk melakukan rutinitas biasa, suara langkah kaki yang beradu dengan sandal terdengar syahdu disana Freya turun mengunakan piyama bercorak bunga mawar


" selamat malam " seru Freya dengan senyum manisnya


" selamat malam '' ucap mereka serempak kali ini Freya memilih duduk disamping ayahnya membuat tuan Addi terkekeh ternyata putrinya itu sangat suka berdekatan dengan dirinya


" makan lah nak " seru tuan Addi lembut dan Freya mulai memilih menu yang menggugah selera itu lalu ia mulai makan dengan tenang dan anggun hingga pandangan Alexader dan Adriano melihat luka gores di lengan Freya mereka terkejut, ingin berbicara tapi merasa tak sopan karena mereka sedang menikmati makan malamnya


setelah tiga puluh menit berlalu kegiatan itu sudah selesai dengan hidangan penutup yang sangat enak, keluarga Derlene sangat menikmati hidangan itu


" bersiap lah untuk esok hari karena kita akan menghadiri acara besar " ucap tuan Addi dan ketiga tuan muda Derlene hanya mengangguk sedangkan Freya hanya diam saja

__ADS_1


'' apakah aku harus ikut ? " tanya Freya dan tuan Addi hanya mengangguk pasti dan akhirnya Freya pasrah dengan keputusan orang tuannya


__ADS_2