Freya

Freya
episode 11


__ADS_3

"ceklek"


suara pintu yang tiba tiba terbuka.


dava yang saat itu sedang sibuk mengerjakan laporannyaa..


sontak langsung melihat ke arah pintu


dan dilihat lah clara masuk nyelongong ke ruangannya.


"kamu kmna ajh kenapa kemarin susah dihubungin,,?!" tanya clara marah


yang kini sudah di hadapan mejanya


" sebentar sayang" jawab dava sambil terus mengetik di komputernya..


"aku itu tanya sama kamu.." jawab clara


dava yang sedang sibuk pun sejenak menghentikan pekerjaanya dan memandang ke arah clara yang terlihat marah


" sayang pliiss...aku lagi kerja papah kamu minta laporan ini harus rampung sore ini juga sayang.." mohon dava pada clara


" kenapa si selalu ajah kerjaan kerjaan kerjaan,penting mana si kerjaan sama aku dav?" clara pun semakin kesal


dava menghela nafasnya lalu bangkit dari duduknya menghampiri clara dan memegang kedua pundaknya


" yaudah ok.


aku janji aku bakalan temenin kamu kemanapun kamu mau asal aku minta waktu sbentar buat beresin kerjaan ini dulu yh " ucap dava seikit menenangkan clara.


clara pun mulai meredakan emosinya .


dengan muka yang masih cemberut


clara duduk menjauhi dava.


" tapi janji yah.. jangan sampe boong lagi kaya kemarin" ucap clara setelah dirinya duduk di kursi panjang


dan dava mengikutinya dari belakang


" ia sayang" jawab dava sambil mencium kening clara


tepat pukul 12 dava pun merampungkn kerjaanya..


dengan segera dava bersiap siap untuk menepati janjinya pada clara..


" udah beres ?" tanya clara


"udah yu .. kita makan siang dulu abis itu kita ke mall " jawab dava sambil menggandeng tangan tunanganya itu .


dava dan clara pun bergegas pergi setelah kurang lebih 20 menit di perjalanan mereka akhirnya sampai di sebuah resto mahal..


dava yang merasa sangat lapar pun terus melahap makananya dengan cepat


clara yang melihat kekasihnya makan seperti itu hanya diam keheranan.


" sayang bisa pelan ga si makanya" protes clara sambil meminum oren juice nya


sejenak dava terhenti dan menoleh ke arah clara


" maaf sayang ga tau kenapa aku laper banget,tadi pagi dari rumah belum sempat sarapan" jawab dava yang masih meneruskan makanya.


" ko bisa , emang bi sumi ga siapin sarapan?" ketus clara


yaudah kalo kaya gituh kamu pecat ajah bi sumi" ucap clara enteng


sontak dava kaget dengan ucapan tunanganya itu..


dava menghentikan makanya dan meneguk air putih.


" ga bisa sayang..


udah lah ini kan masalah sepele.


ga usah di bahas lagi yah " jawab dava


" tuh kan sayang kamu tuh selalu ajah belain orang. udah jelas jelas dia salah ko. lagian jelas kan nyiapin sarapan buat kamu itu salah satu dari tugasnya dia ." clara menggerutu sesaat sebelum dava membereskan pembicaraanya.


" udah sayang stop,


stop menyalahkan bi sumi, ini semua bukan slahnya dia tapi emang aku yang minta ko." ucap dava mulai merasa kesal dengan sikap kekasihnya itu


clara yang melihat dava sedikit beda pun kini hanya diam.


tidak ada pembicaraan lagi yang terdengar dari keduanya..

__ADS_1


sampai 15 menit kemudian keduanya beres..


dava pun membayar semua pesanan yang telah di makannya..


" kamu jadi kan nemenin aku shooping?" tanya clara


dava pun meng ia kan dengan mengangguk


***


kini keduanya telah sampai di sebuah pusat pembelanjaan tenama..


dengan tanganya yang lentik clara meraih sebuah tas berwarna hitam motif emas


sedangkan dava hanya duduk dikursi sambil menunggu clara selesai berbelanja


kriiing kriiing...


tiba tiba suara ponsel dava berbunyi nyaring dalam saku celananya.


ia merogoh ke dalam sakunya dan melihat


" FREYA CALLING"


ia tersenyum saat melihat tulisan di layar ponselnya.


sejenak ia melihat ke arah clara yang sedang asyik dengan dunianya..


lalu dava mengangkat telpon nya


" hallo ..! " terdengar sapaan dari sebrang sana


" ia frey kenapa ada yang bisa aku bantu?" jawab dava


" hmmm.. " maaf ka ini aku meta


"oohh. . ia kenapa met ?"


" aku ganggu ga ?" meta kembali bertanya


" engga nih aku lagi istirahat diluar, emang kenapa? " tanya dava


" hmm... maaf ka sekarang aku lagi bener bener butuh bantuan kaka ..


freya tadi di jalan keserempt motor ka. kakinya luka .." jawab meta rusuh


rasa khawatir dan takut langsung hadir dalam hatinya ..pikirannya melayang langsung memikirkna freya.


" kalian dimana sekarang ?" tanya dava resah


" di klinik kasih bunda ka." jawab meta


"ok ok kalian tunggu disana yah kamu minta dokter buat nanganin dulu freya kamu jgn kemana mana sampai aku dateng yah" ucap dava menjanjikan seakan ia lupa bahwa disana dia sedang berjanji pula pada clara akan menemani nya seharian itu.


clara yang merasa heran dengan sikap dava saat menerima telpon pun segera menghampirinya..


" kenapa sayang ?" tanya clara pada dava yang kini mulai terlihat gelisah


dava bingung apa yang harus ia perbuat dan apa yang harus ia katakan pada clara..


dava tau dengan alasan apapun clara pasti akan marah jika dirinya mengingkari janji nya.


"sayang sebelumnya aku bener bener minta maaf sama kamu..tiba tiba dari kantor ada telpon aku harus menghadiri meeting penting." ucap dava hati hati


dan benar saja clara yang mendengar ucapan dari mulut dava raut wajahnya langsung berubah.


terlihat ada kekesalan disana.


" aku mohon kamu ngerti yah ?" tanya dava sekali lagi..


clara masih mematung dan menghela napfas panjang


" ywdah " jawab clara singkat


" ywdah skrg kita beresin dulu belanjaan kamu abis ini aku anter kamu pulang yah.. " jawab dava sambil menuntun clara ke kasir untuk membayar semua belanjannya.


******


sementara di klinik


freya yang sudah terbaring bersimbah darah di kakinya pun langsung di larikan ke UGD


meta yang dari tadi khawatir terus menelpon teman temannya yang lain.


namun masih saja susah untuk dihubungi..

__ADS_1


meta terus mondar mandir di sekitar ruang UGD hatinya takut akan terjadi hal yang parah pada freya


dalam kegelisahanya dia melihat sosok dava dari kejauhan yang sedang berlari kecil mengarah pada nya..


" keadaan freya skrg gimana?" tanya dava sesampainya di depan ugd


"belum ka dokter belum keluar lagi dari ruangan " jawab meta


dava pun langsung mendekati pintu ugd dan melihat kedala dari jendela pintu


terlihat freya yang sedang ditangani oleh para dokter disana.


suasana terasa sangat hening perasaan meta dan dava sama sama gelisah saat itu


tak lama pintu ugd pun terbuka


mereka berdua lagsung beranjak bangun dari duduknya masing masing


" dengan keluarga freya ?" tanay dokter "


"ia pa saya tunanganya"jawaban dava


sontak membuat kaget meta


'kenpa dia ngaku ngaku sebagai tunanganya...' tanya meta dalam hati


" begini pa luka yang dialami freya cukup parah kami menemukan tulang kaki sebelah kanany nya patah jdi kita harus melakukan tindakan operasi secepat mungkin." ucap seorang dokter menjelaskan ..


meta dan dava pun kaget saat mendengar kabar dari dokter..


keduanya terdiam dan melihat ke arah freya yang kini tengah terbaring tidak sadarkan diri..


" lakukan apa yang terbaik secepat mungkin dok " jawab dava setelah melihat kondisi freya


" baik lah.. sekarang anda bisa melakukan pembayaran administrasinya terlebih dahulu" perintah dokter yang sekarang telah masuk kembali ke ruangan.


dava pun dengan cepat menuju ruang administrasi tanpa pikir panjang segera melakukan pembayaran.


3 jam dava dan meta masih berada disana keduanya dengan setia menunggu operasi freya selesai


" ka.. makasih yah udah mau bantuin freya


maaf kalo aku ganggu waktunya kaka soalnya ibunya freya juga lagi di luar kota aku ga mungkin ngasih kabar buruk ke mamanya freya." ucap meta disela sela keheningan keduanya..


" ia sama sama met.aku juga seneng bisa bantu freya " jawav dava


dava menganggukan kepalanya..


" met .. ko bisa sampai kaya gini.emang tadi kalian pada mau kemana ?" tanya dava


meta pun diam sejenak memikirkan jawaban untuk dava


ia bingung harus mulai dari mana untuk menjawabnya.


"met" sapa dava seakan membuyarkan lamunan meta


" ia ka tadi kita itu niat pergi nonton cuma pas dijalan kita nyebrang aku juga bingung kenapa freya bisa sampe ke serempet motor gitu. tau tau freya udah teriak dan pingsan ka." ucap meta menjelaskan kejadian


dava pun terdiam dia tidak mau banyak bertanya pada meta karena meta sudah terlihat setres dengan keadaan freya.


flassh back


sesaat sebelum kejadian freya terserempet motor


freya dan meta memang sudah janjian untuk menonton film di bioskop


saat kejadian keduanya baru saja pulang sekolah


mala dan rani saat itu memang sedang tidak bisa ikut karena mereka sudah mempunyai janji bersama pacar nya masing masing.


tepat pukul 3 sekolahan sma 5 itu bubar semua murid berhamburan keluar


freya dan meta yang sudah siap pun langsung manuju ke arah jalan raya karena saat itu freya maupun meta memang sedang malas membawa kendaraan jadi mereka memutuskan untuk naik taxi ke bioskop ..


keduanya berjalan seperti biasa ada canda dan tawa yang mereka keluarkan disetiap langkahnya ..


namun saat meta dan freya akan menyebrang secara tidak sengaja freya melihat sosok yang sangat ia kenal sedang membonceng wanita lain.


ia sosok itu adalah arga..


freya melihat arga sedang melajukan motornya dengan membonceng seorang wanita, keduanya begitu sangat dekat terlihat wanita itu sangat erat memeluk arga ..


dan saat bersamaan freya pun tak sadar jika di depannya ada sebuah motor yang melaju kencang


dan BRRRUK..!

__ADS_1


saat itu meta yang sudah menyebrang terlebih dahulu lun langsung kaget dan kembali berlari ke belakang karena melihat freya sudah tegeletak di jalan dengan bersimbah darah


***


__ADS_2