Freya

Freya
penyelidikan Erland dan Patricia


__ADS_3

nyonya Daisy dengan telaten selalu menjaga asupan makan dan merawat kondisi kesehatan putrinya, kini kondisi nya sudah mulia membaik bahkan Freya sudah keluar kamar


" Freya " ucap Alexader dan Freya tersenyum lalu memeluk erat tubuh Alexader


" kakak aku merindukan mu " manja Freya membuat Alexader terkekeh pasalnya selama dua hari Alexader keluar kota karena pekerjaan nya dan Alexader pun tentu saja merindukannya


" aku bahkan merindukan mu tuan putriku, bagaimana keadaanmu " tanya Alexader dengan penuh perhatian dan menangkup kedua pipi Freya lembut


" aku sudah lebih baik kak " ucap Freya tersenyum membuat Alexader senang


" ehemm " deheman seseorang membuat Freya terkejut tapi tidak dengan Alexader ia bersikap tenang bahkan tersenyum mengejek kepada UI Alfino membuat ia kesal seketika


" kak " ucap Freya berbinar dan langsung berhamburan memeluk tubuh tegap Alfino


" aku merindukan mu " ucap Alfino yang mencium pucuk kepala Freya dan menghirup dalam-dalam aroma rambut Freya


Freya kini sedang bersama dengan Alexader dan Alfino mereka sedang bercanda sesekali tertawa bahkan nyonya Daisy tersenyum melihat mereka


" apa kau sudah minum obatmu ? " tanya Alexader dengan penuh perhatian dan Freya mengangguk cepat


" kak aku pingin memakan sesuatu " ucap Freya dengan mata yang memohon nya


" apa ? " ucap mereka serempak


" aku ingin memakan sesuatu diluar sana " ucap Freya yang merengek seperti anak kecil


" kau ingin makan apa hmmm.. tapi aku tidak akan mengabulkan jika kau ingin memakan makanan yang tidak baik " tegas Alfino dan Freya hanya memberengut kesal


" hmmm aku ingin memakan batagor " ucap sendu Freya


" baiklah ayo " ucap Alexader dan Alfino seketika Freya senang setidaknya permintaan kali ini tidak dibantah, saat mereka akan menuju pintu utama Adriano muncul disana dan memandangnya dengan heran


" Freya kau mau kemana ? " tanya lembut Adriano


" aku ingin memakan batagor kak, apa kakak ingin ikut ? " tawar Freya dan Adriano mengangguk lalu tersenyum alhasil mereka pergi secara bersama-sama menggunakan mobil keluarga disana dengan Alfino yang menyetir


Freya tampak asik memainkan tablet milik Adriano, ia sedang memainkan game yang tersedia disana dan Alexader tampak tersenyum melihat tingkah Freya


****

__ADS_1


Erland kini sedang berbincang dengan Patricia mereka sedang terlibat pembicaraan yang serius bahkan Patricia sampai menambah wine kedalam gelasnya sendiri


" apakah kau sudah menemukan kejanggalan dari kasus itu " tanya Patricia langsung dari Erland hanya terkekeh


" kita harus sedikit bersabar, bahkan kejadian itu sudah sangat lama dan rekaman CCTV pun Sudah hilang ntah kemana, kita hanya bisa menunggu hasil dari orang-orang ku, " santai Erland dan Patricia hanya mengangguk paham " lagipula kita belum mengetahui apakah ada saksi mata atau tidak, terkecuali kita harus bertemu dengan tuan Addi sendiri " ucap Erland dan Patricia menatap tajam pada sahabatnya, menemui Addi Derlene bukan hal yang baik,


" jangan bercanda Erland ! kita harus memiliki bukti terlebih dahulu dan mengetahui kebenaran yang sesungguhnya baru setelah itu kita bisa menemui mereka " sinis Patricia dan Erland makin tertawa lebar membuat wanita berambut sebahu itu mendelik sinis


" heiii..ada apa dengan mu ini selalu saja marah-marah " celetuk Erland " tenang saja pasti kita akan tau kebenaran yang sesungguhnya cepat maupun lambat " ucap Erland lagi dan Patricia hanya diam saja


saat mereka sedang asyik berbincang Dion langsung masuk dengan bersiul ria, membuat Patricia dan Erland terlonjak kaget akan kehadiran Dion


Dion langsung duduk dan menatap bingung kepada dua sahabatnya itu lalu ia ikut menuangkan wine ke dalam gelas kristal disana


" ada apa ? " tanya Dion polos


" tidak ! kau dari mana saja Dion " kesal Patricia mencoba untuk menetralkan keterkejutannya dan Dion hanya acuh saja


" bukan urusan mu ! " ketus Dion dan Erland hanya tersenyum tipis menanggapi, Dion terlihat lebih tenang bahkan sesekali ia tersenyum seperti sedang membayangkan sesuatu


" gadis itu.. benar-benar membuat ku gila " gumam Dion tanpa sadar Patricia dan Erland yang hanya saling melirik satu sama lain


" tidak ! " ucap Dion dengan secepat kilat Patricia hanya tersenyum sinis dan Erland hanya terkekeh kecil dengan sikap Dion itu


***


Freya dan ketiga tuan muda Derlene itu sedang asyik menyantap batagor nya setelah Freya merengek agar ketiga kakaknya ikut menyantap


alhasil mereka akhirnya pasrah dan menuruti keinginan Freya


BRAKKKKKK


suara lantang itu terdengar mengejutkan para langganan disana, bahkan Freya hampir tersedak dengan suara kursi yang di tendang dengan sangat keras, Empat pria bertubuh tegap dan bahkan pakaian nya seperti preman itu sedang menatap marah pada penjual batagor


" mana bayaran mu ! " ucap salah satu pria berkepala plontos itu dengan sangar


" maaf.. tuan.. saya belum mempunyai uang itu " ucap pria paruh baya dengan nada memohon


membuat keempat lelaki itu menggeram marah dan ia mendorong tubuh lelaki paruh baya itu sampai ia terjungkal dan Freya memekik kaget melihat kejadian itu

__ADS_1


" kakak " lirih Freya yang menatap iba lelaki paruh baya yang sedang memohon itu


salah satu dari keempat pria itu melihat Freya dengan tatapan penuh minatnya, Alfino yang mengetahui itu langsung geram seketika terlihat dari sendok yang ia genggam sampai erat


" haii cantik " ucap seorang pria berambut gondrong dengan nada menggodanya dan Freya yang melihat itu langsung bergidik ngeri sedangkan Adriano dan Alexader masih saja tenang dalam sikapnya, keempat pria itu berjalan mendekat ke arah Freya, membuat Freya gugup seketika bahkan ia terlihat ketakutan


" jangan mengganggu nya ! " geram Alfino yang menatap nyalang keempat preman bertubuh tegap dan berwajah sangar itu,


" waw jangan jadi pahlawan kesiangan " ucap salah satu pria menatap remeh Alfino, Freya tentu saja ketakutan ia beranjak dan ingin segera menjauh tapi tangannya langsung ditarik oleh satu preman itu


Freya memberontak dan Alfino langsung memberikam pukulan nya


BUGHHHHHH


AGHHH !!


" sialan ! " ucap Salah satunya yang langsung menghajar Alfino tapi dengan cepat Alfino menghindar, Freya ketakutan dan berlari menjauh Alexader dan Adriano ikut menghajar para perusuh itu


BUGHHHHHH


Alexader memberikan pukulan mematikannya kepada pria berkepala plontos dengan sangat keras sampai ia meringis kesakitan


BUGHHHHHH


KRAKKKK


AGHHH !!


ketiga tuan muda Derlene itu sangat lihai dalam ilmu bela diri hanya dalam hitungan menit keempatnya tumbang dan memekik kesakitan


" dasar lemah ! " ejek Alexader dengan tatapan tengilnya, keempat preman itu lari tak tentu arah dan Freya yang melihat itu langsung tertawa


" Freya kau tak apa-apa " ucap Adriano yang menatap Freya dengan cemas


" tidak kak, kalian sungguh hebat " ucap Freya berbinar bahkan ia seperti melihat para pahlawan yang menumpas kejahatannya


Alexander terkekeh dengan ekspresi yang Freya berikan, Alfino segera memutuskan untuk pulang dan lainnya mengangguk setuju sebelum itu ia memberikan uang ganti rugi kepada si penjual


dalam perjalanan Freya masih memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa belajar bela diri dan hebat seperti ketiga pria tampan nya tanpa harus diketahui oleh keluarganya terutama ayahnya Addi Derlene

__ADS_1


__ADS_2