Freya

Freya
episode 19


__ADS_3

freya berlari sebisa mungkin...


ia pergi meninggalkan dava yang terus menahannya ...


dengan sekuat tenaga ia menutup pintu kamarnya yang ditahan dari luar oleh dava...


tubuhnya merosot ke lantai ia menangis tesedu sedu...


seperti tersayat pisau tajam hatinya kini merasakan sakit...


dadanya terasa sesak dan seakan dia merasakan luka yang dulu di torehkan oleh arga kini terulang kembali


" yang kemarin itu clara.. sebenernya aku sma dia udah tungangan sebelum kita ketemu sayang"


kata kata yang terlontar keluar dari mulut dava itu teruss saja terniang di telinga freya seolah menghantui pikirannya


freya menggelengkan kepalanya ia menyesal karena sudah begitu percaya pada laki laki yang belum lama ia kenal itu..


laki laki yang dulu sempat menyembuhkan lukanya dari arga..


laki laki yang bisa membuka semua hal baru dihidupnya pasca dikecewakan oleh arga..


freya terus menangis sejadi jadinya..


**********


hari demi hari berlalu..


dava yang sedang duduk di kursi kerjanya berfikir keras..


sudah 4 hari sejak pengakuannya pada freya sejak itulah freya menghindar darinya.


sudah puluhan kali dava menelpon freya namun tak pernah ada jawaban


dan puluhan kali pesan dari dava tek pernah ada balasan.


dava frustasi dengan keadaan itu...


rasa hampa kini mulai menghampiri hatinya...


rasa yang belum lama tumbuh itu kini seakan perlahan mati kembali...


"sayang..." ucapan clara meluncur begitu saja dari arah pintu..


dava menoleh ke arah suara itu dan ternyata, clara...


bukan ...bukan dia yang aku harapkan sekarang tapi freya...


batin nya berteriak..


clara kini berjalan menuju kearahnya


rasa malas pun melanda dirinya.


namun ia harus tetap bersikap baik menyembunyikan perasaannyaa itu .


" hari ini kita jadi kan fiting baju pengantin kita sayang "ucap clara sambil memegang kedua pundak dava dari belakang


dava hanya diam rasanya berat untuk dia membalas ajakan clara


"kamu ko diem... apa karena kamu udh ada janji sama anak sma simpanan kamu itu?" tanya clara yang memang sudah mengetahui tentang freya...


dava menoleh ke arah dimana clara sekrang..


dengan santai clara melontarkan senyuman liciknya pada dava.


flash back..


sebelum clara mendatangi freya sore itu ...


sebelumnya clara memang sempat memergoki dava yang sedang bersama freya


dan saat itu lah clara merasa tidak terima dengan apa yang ia liat...


dan setelah itu clara memang berencana untuk menyingkirkan freya karena dia berpikir bahwa dava hanya miliknya.

__ADS_1


dan sesaat setelah clara mendatangi freya clara juga mendatangi dava.


dia berbicara pada dava tentang apa yang sudah ia bicarakan pada freya...


ia... clara mengungkit kebenaran tentang pertunanagannya


" brengsek kamu dava !!!!!" ucap clara saat mengetahui hubungan dava dan freya


dava yang saat itu sedang berada di ruangan kerja bersama papahnya kaget karena clara tiba tiba saja datang tanpa permisi


"clara jaga sikap kamu sayang.." tegur ayahnya clara yang saat itu belum mengetahui apa apa.


"dia yang harusnya jaga sikap pah.....


dia itu udah punya clara tapi kenapa dia masih nyari wanita lain buat gantiin clara..." jawab clara sambil menangis dan menunjuk pada dava.


papahnya melihat ke arah dava heran..


apa yang sebenarnya terjadi tanya dalam hatinya


"dav ini apa si yang sebenarnya terjadi ,,?" tanya ayahnya clara pada dava


" dia selingkuh pa di belakang clara...pantes ajah sikapnya akhir akhir ini beda sma clara ternyta dia udah punya yang baru pah.. " adu clara pada papahnya seakan tidak memberi kesempatan pada dava untuk me jelaskan


dan memang sifat clara memang sperti itu. dia bertindak semaunya tanpa memikirkan porang lain.


"pokonya aku ga mau tau kamu harus pilih aku dan tinggalin dia dava..! ucap clara sekali lagi kini dia menangis histeris


dava yang kebingungan masih tetap terdiam...


dia merasa apapun yang ia lakukan saat itu pada akhirnya akan sama sama saja ..


" coba dava jelaskan pada saya siapa yang clara maksud ?" tanya ayahnya clara


" dia freya pa.." jawab dafa sambil menghela nafasnya panjang ...


ayanhnya clara pun menatap tajam pada dava ..


dan melihat ke arah clara yang sedang terisak menangis.


"siapa dia dava..jawab saya?"tanya ayahnya clara sekali lagi..sambil terus menatap dava tajam.


ayahnya clara menghela nafas dan mengusap mukanya kasar dengan telapang tanganya..


"kenapa kamu melakukan itu pada anak saya dava"?


dava pun terpaku diam.. dia kebingungan dengan apa yang harus ia jawab pada atasan sekaligus calon mertuanya itu..


perlahan tapi passti dava menarik nafasnya dalam dalam..


dan mau tidak mau inilah saat nya dava untuk menjawab .


mungkin setelah menjawab semua ini kisahnya bersama clara bisa berakhir ..


atau mungkin setelah ini dia bisa lepas dari clara..


karena hanya itulah keinginan batin dava selama ini selama kurang lebih 1 tahun setelah 3 tahun hubunganya bersama clara.


"tuh kan pah dia ga bisa jawab ..karena dia salah pah dia udah duain clara.." sahut clara yang kini memegang lengan ayahnya itu


"paaah...tolongin clara bilang sama dia kalo dia harus ninggalin perempuan itu pah..." rengek clara sekali lagi pada ayahnya.


ayahnya clara hanya diam sambil memandangi anaknya gadisnya itu..


"sebelumnya saya minta maaf yang sebesar besarnya pada bapa..


tapi saya sekarang memang sedang mencintai orang lain pa." ucap dava tiba tiba.


clara dan ayahnya yang mendengar ucapan dava pun tersentak kaget..


plak....


tiba tiba suara tamparan dengan jelas mendarat di wajah dava...


" dasar kamu tidak tau berterima kasih ..kamu hianatin aku semntara kamu bisa disini karena papah aku dava." ucap clara sesaat sudah menampar dava..

__ADS_1


ayahnya clara yang melihat anaknya marah histeris seperti itu pun langsung dengan sigap membawa nya menjauh dari dava..


" ya sudah dava .. lebih baik kamu sekarang keluar dulu.. nanti stelah clara tenang saya perlu bicara sma kamu." ucap ayahnnya clara berusaha menenangkan keadaan..


dava pun mengangguk dan berjalan menuju keluar.


dava menjatuhkan tubuhnya ke kursi dengan kasar...


dia memegang pelippisnya mengusap wajahnya dengan kasar dan menarik rambutnya ke belakang ...


rasa frustasi yang sedang ia rasakan seakan menjalar keseluruh tubuhnya..


seandainya saja clara bisa sedikit lebih dewasa mungkin keadannya tidak akan seprti ini.


atau bahkan mungkin dava tidak akan berpaling pada wanita lain.


batin dava berteriak.


kini dava harus menyiapkn diri untuk memilih salah satu dari freya dan clara.


cekrek....


tiba tiba pintu ruanganya terbuka memecahkan lamunanya..


ia melihat bahwa atasanya kini tengah masuk ke dalam ruangannya.


dava pun langsung berdiri dan mengikuti arah kemana atasnya itu melangkah..


"dava saya ingin tau kenapa alasan kamu menduakan clara...?" tanya atasanya itu yang kini tengah membelakangi nya melihat ke arah luar jendela.


dava diam sejenak memikirkan jawaban yang tepat agar tidak sampai salah bicara...


"maafkan saya pa.. selama ini sebenarnya saya lelah dengan sifat clara yang selalu egois ." jawab dava.


atasnya itu pun membalikan badan perlahan dan memandang dava...


"saya tidak akan memkasa kamu untuk memilih antara anak saya dan prempuan itu,karena saya tau sifat anak saya itu seperti apa.


sebenarnya dulu saya menjodohkan kamu bersama clara itu dengan harapan agar clara bisa sedikit lebih dewasa,tapi ternyata semua itu sia sia.."


perlahan atasnya itu mendekati dava dan menyentuh bahu kananya


"maaf kan saya dava karena kesalahan saya dalam mendidik clara kamu jadi ikut terbawa bawa"ucap nya sambil menduduknnya dirinya di kursi kerja dava..


"maafkan saya pa.saya mengingkari janji saya kepada bapa untuk selalu mencintai clara..awal nya saya memang sangat mencintai clara tapi karena sifat angkuh dan egoisnya lambat laun perasaan saya berkurang." ucap dava


keduanya hening sejenak


diam dalam pikirannya masing masing


"baiklah dava saya mengerti dengan perasaan kamu sekarang...


tapi saya harap kamu masih bisa mempertimbangkan clara.


karena bagaimapun dia putri saya satu satunya saya tidak mau melihat clara bersedih..kamu tau kan maksud saya.,"ucap atasanya seolah memberi tekanan.


dava menghela nafas panjang....


dia tau betul dengan apa yang diucapkan oleh atasannya..


mau tidak mau saat ini dava memang masih harus bersama clara mengingat akan karirnya yang saat ini ia duduki adalah hasil bantuan dari ayanhya clara sekaligus atasnya itu.


flash back of


***********


"atau apa perlu aku bilang papah supaya kamu mau pergi sama aku ?" tanya clara seolah


memecahkan diamnya dava ...


dava menoleh ke arah clara...


dia menyimpan bolpoin yang sejak tadi ia pegang ke meja


akhirnya dia setuju untuk mengikuti ajakan clara..

__ADS_1


bukan karena ia takut dengan ancaman clara , melainkan dava melakukannya untuk mengormati atasanya.


****


__ADS_2