
"awwwwww...." teriak freya saat dirinya terjatuh di taman...
rani pun membantu freya untuk bangun dan menahan tubuh freya agar tidak jatuh lagi
" sekali lagi yah frey.."ucap rani sambil memapah freya dari depan
" duuuhh ran.. gue cape niih lagian kan gue udah dari tadi juga ran" jawab freya mengeluh
" hmmm ya udah kalo loe cape, break ajah dulu lagian kaki loe skarang udah aga luamayan lah " jaawab rani
rani yang saat itu masih memakai seragam sekolahnya pun duduk setelah terlebih dahulu mendudukan freya di kursi rodanya..
" mala sama meta kemana ran?" tanya freya sambil meminum jus mangganya..
" mereka tadi ada tugas dari sekolah dulu frey...
yahhh biasa lah mereka kan osis " jawab rani sambil membuka sepatunya.
" emang ada tugas apaan ?" tanya freya sekali lagi
" hmm gua juga ga tau si frrey.tapi kayannya mereka lagi bahas tugas buat ntr lulusan deh,"
freya diam... sambil terus melanjutkan meminum jusnya..
" eh frey loe sma dava udah jadian yah ?" tanya rani
freya memandang ke arah rani..
lalu ia menghentikan minum nya dan menyimpan gelas nya ke meja
freya mengangguk membenarkan pertanyaan rani.
" widihhhh si neng 1 ini ternyata udah bisa move on yahh....
selamat yah frey semoga dava yang terbaik buat loe " ucap rani sambil menghambur memeluk freya
keduanya tertwa gembira...
apalagi rani dia sangat bahagia saat melihat freya kembali bisa tersenyum .
karena setelah putusnya dia bersama arga hampir setaun lebih rani tidak melihat freya tertwa.. jangankn untuk tertawa tersenyum pun freya rasanya enggan..
tiit...tiit...
suara klakson mobil terdengar nayring dari halaman depan rumah freya..
rani dan freya pun melepaskan pelukannya...
lalu mereka berjalan menuju ruang depan...
" oooh... kalian, gua pikir siapa " ujar rani sambil membukakan pintu depan ruangan
" iyeeeehh emang elo pikir siapa?" tanya mala sambil masuk ke dalam menyusul meta
" eh loe berdua udah pada tau belom si kabar baik dari freya ?" tanya rani pada mala dan meta yang masih berjalan menuju ruang makan
sedangkan freya hanya tersenyum di kursi rodanya yang dari tadi terus di dorong oleh rani
mala menyimpan tas nya di kursi lalu ia membuka kulkas dan mengambil 1 botol fresh juice ..ia pun menutup kembali kulkasnya dan membawanya ke meja makan..
sedangkan meta begitu sampai ia langsung mengambil posisi duduk di kursi karena badanya nya yang merasa kelelahan
__ADS_1
kini keempatnya berkumpul dan duduk di kursi masing masing
" freya udah jadian sama dava"
uhhuk...uhukk..uhukk...
mala yang sedang meminum jusnya itu langsung terbatuk batuk kaget mendengar kabar yang disampaikan oleh rani..
meta yang berada di sebelahnya pun mengusap ngusap punggung mala..
sedangkan freya dan rani hanay tertawa melihat sahabatnya itu..
" loe kenapa si sampe batuk batuk gitu?" tanya rani
" lo jangan bercanda deh ran... " tekas meta
sambil trus mengusap punggung mala yang masih terbatuk batuk
" gue ga bercanda met...
gue serius .. kalo lo ga percaya tanya ajah nih sma anak satu ini " ucap rani
meta dan malapun langsung menilik freya yang sedang terduduk santai...
" loe berdua ko liatin guenya kaya gitu?" tanya freya
" emang loe beneran udah jadian sma dava..cowo manager itu?"
tanya meta seolah menyelidiki ...
saat itu freya melirikan matanya ke atas lalu menurunkan kembali lirikan nya ke arah meta dan mala lalu ia hanya mengaguk malu tanpa kata apapun...
" selamat yah frey .. akhirnya loe bisa move on dari arga" ucap meta yang masih memeluk freya
" gue yakin dava terbaik buat loe" timbrung rani
keempatnya pun nengeratkan pelukannya masing masing...
****
kriing...kriing....
suara teLpon kantor dava berbunyi
" ia pagi " sapa dava
" maaf dav kalo kamu sedang tidak sibuk boleh saya minta kamu datang ke ruangan saya sebentar.."ucap seseorang dari dalam telpon
" baik pa saya akan bereskan dulu pekerjaan saya setelah itu saya menghadap bapa."
teLPon pun ditutup..
beberapa saat kemudian dava pun beres dengan pekerjaanya
ia membereskan berkas berkas yang berantakan setelah itu dia melangkah menuju ruangan kepala CEO perusahaan.
tok..tok..tok...
dava mengetuk pintu ruangan ceo
" masuk " terdengar suara dari dalam menyuruhnya untuk masuk.
__ADS_1
dava pun membuka pintu lalu memasuki ruangan...
" duduklah dava" titah seorang priya itu...
dava mulai mendekati atasanya itu lalu ia duduk brhadapan dengan atasanya..
suasana hening sejenak dava tetap diam dengan santai
sedangkn atasanya memandang dava dengan tersenyum
" kemarin clara cerita ...
sebenarnya kalian ada maslah apa, clara sampai ngambek ngambek sma mamanya..?" tanya atasanya dava, yang tak lain adalah ayah nya clara..
dava menghela nafas sejenak..
dia membenahkan posisi duduknya dan berpikir untuk menjawab pertanyaan dari calon mertuanya sekaligus atasanya itu.
"maaf pa..
kemarin clara memang datang ke kantor dan kebetulan kemarin saya sedang benar benar sibuk membereskan persiapan persentase untuk meeting kita nanti .."
jawab dava sedikit hati hati
ayahnya clara pun menganggukan kepalanya..dia sudah paham betul dengan situasi dava
dan ia juga sudah tahu betul bagaiamana watak putri tunggalnya itu.
" saya juga terkadang bingung ..
apa yang harus saya lakukan terhadap clara agar dia bisa sedikit lebih dewasa.. "
sejenak ayahnya clara memberhentikan pembicaraanya dan menatap dava ,
dia sadar betul kalau ada rasa ketertekanan dalam diri dava.
entah itu karena pekerjaan atau karena soal clara.
lalu ayahnya clara pun melanjutkan lagi pembicraanya
" maaf kan saya dava,saya pikir dengan adanya kamu di kehidupannya clara dia akan sedikit merubah sikap nya..
tapi ternyata pemikiran saya terhadap clara salah"
*******
sesaat kemudian dava pun keluar dari ruangan ayahnya clara..
kini ia sudah berada di dalam ruanganya sendiri
dava meletakan kedua telapak tanganya ke meja ia sedikit membungkuk dan mengarahkan pandanganya ke bawah...
otak nya berputar keras dipaksa untuk berpikir...
jauh dalam batinya dava memang sudah benar benar tidak mencintai clara..
sifat dan kelakuan clara yang semakin hari semakin seperti anak kecil membuat rasa cinta yang dava rasakan dulu secara perlahan pudar...
sedangkan disisi lain hatinya dava benar benar memantapkan hati nya memantapkan pikirannya bahwa dia memang benar benar mencintai freya...
*******
__ADS_1