
malam ini Freya tampil sangat cantik dengan balutan sebuah gaun yang menjuntai indah kebawah berwarna hitam, rambutnya ditata dengan indah serta aksesoris dari perusahaan berlian orang tuanya tersemat indah di tubuh Freya
kulit putih yang bersinar seakan sangat cocok dengan gaun yang berwarna hitam itu, tas kecil nan manis tertenteng indah di tangan kanannya
tuan Addi dan nyonya Daisy memilih mobil mewah berwarna putih sedangkan untuk ketiga tuan muda Derlene dan Freya memilih mobil berwana hitam
ini pertama kali nya Freya mengikuti acara besar dengan keluarganya karena sebelumya tuan Addi selalu menyembunyikan diri dari apapun
Freya merasa gugup karena banyaknya wartawan yang berkumpul di pintu ballroom, para wartawan itu berlari dan hanya untuk mengambil pose terbaik dari keluarga Derlene mengingat ketiga tuan muda Derlene ikut serta dalam acara ini
tuan Addi turun dengan menggenggam tangan nyonya Daisy dengan mesra para wartawan sibuk mengambil fhoto keduanya sampai Adriano keluar begitupun dengan Alfino dan Alexader dan terakhir para wartawan dibuat tercengang dengan hadirnya sosok gadis cantik yang menarik perhatian
Freya hanya tersenyum tipis saat para wartawan mencoba mengambil potret dirinya langkah yang anggun serta aura yang dimiliki Freya sangat berbeda
" rasanya aku sesak sekali tadi " gerutu Freya dan ketiga tuan muda Derlene hanya terkekeh biasa lalu mereka segera memasuki area ballroom yang sangat mewah dan benar saja keberadaan keluarga Derlene menjadi pusat perhatian, terlebih Freya yang diapit ketiga tuan muda yang sangat tampan itu
" Hallo tuan Addi, terimakasih atas kedatangan kalian semua " ucap mister Tray orang yang selaku mempunyai acara besar itu sekaligus memperingati hari kelahirannya
" ohh mister Tray, senang bisa diundang ke acara besar ini " ucap tuan Addi ramah dan mister Tray tentu saja tersenyum dengan ramah lalu pandangannya berlatih menatap ketiga tuan muda Derlene
" ohh para tuan muda, terimakasih mau menghadiri acara kecil ini " kekeh mister Tray dan ketiga tuan muda Derlene hanya mengangguk sopan lalu pandangannya beralih pada sosok Freya " ohh siapa gadis cantik ini " ucap mister Tray ramah
" perkenalkan ini putri bungsu ku Freya " ucap tuan Addi dan mister Tray seakan terhipnotis dengan kecantikan serta paras yang dimiliki oleh Freya dan Freya ia hanya tersenyum ramah
__ADS_1
lalu mereka duduk di kursi yang sudah disediakan oleh mister Tray, sosok Freya mampu menyita perhatian para pengusaha-pengusaha muda disana bahkan para tamu pun ada yang dihadiri oleh putri konglomerat lainnya
Freya duduk dengan anggun disebelah nyonya Daisy sosok Freya benar-benar seakan menjadi magnet, sebenarnya Freya risih dengan keadaan sekitar tapi mau bagaimana lagi kini ia berada di tengah-tengah orang penting sedangkan Adriano dan Alexader sedang mengobrol dengan salah satu rekan bisnis nya begitupun dengan Alfino
segala berbagai macam acara terlihat disana Freya hanya duduk sambil menikmati segelas minuman berkelas disana begitupun dengan nyonya Daisy dan tuan Addi sedang berbincang dengan mister Tray
hingga acara dansa dimulai Freya masih tetap saja acuh serta tak menikmati acara itu dengan tenang fikirannya hanya ingin segera pulang
" sorry ? bolehkan aku berdansa dengan mu ? " ucap seorang pria berkulit putih bersih dengan tubuh yang tegap sempurna bahkan wajahnya ditumbuhi sedikit bulu-bulu halus disekitar jambang sampai dagunya, Freya masih diam lalu pandangannya beralih kepada ibunya dan nyonya Daisy mengangguk setuju
Freya menyambut uluran tangan pria itu dan pria itu menggenggam tangan Freya dengan lembut lalu membawanya ke tengah dimana semua orang kini menatap Freya bahkan semua itu tak luput dari pandangan ketiga tuan muda Derlene
tuan Addi yang sedang berbincang dengan mister Tray pun ikut memperhatikan putrinya yang sedang berdansa dengan senang pria muda
pria itu menampilkan senyum indahnya saat melihat Freya bagaikan seorang putri kerjaan yang sedang berdansa dengan seorang pangeran
" boleh kah aku tau siapa nama mu ? " ucap pria itu sopan
'' Freya " ucap Freya singkat dengan senyum tipis nya dan
" Silver, namaku silver " ucap lelaki itu dan Freya tersenyum manis sungguh silver terpesona dengan senyuman itu bahkan paras dari seorang Freya mampu menggetarkan hati silver yang dingin terhadap seorang wanita
Freya hanya tersenyum tipis, dan Freya sangat berhati-hati melakukan gerakan dansa nya dimana tangan kekar silver membelit erat di pinggang ramping milik Freya
__ADS_1
aroma Freya yang begitu lembut dan menenangkan mampu membuat silver kalang kabut dibuatnya, hingga suara alunan merdu itu berhenti dengan sendirinya baik Freya dan silver melakukan penghormatan terakhir lalu riuh tepuk tangan terdengar keras disana dan Freya dengan cepat menghampiri ibunya yang sedang duduk bersama dengan ketiga tuan muda Derlene
setelah Freya selesai melakukan dansa bersama silver ketiga tuan muda Derlene segara menghampiri nya dan duduk berjejer disamping Freya dan ibunya
" siapa lelaki itu " tanya Adriano santai
" ohh.. namanya silver " ucap Freya tersenyum lembut dan Adriano hanya mengangguk serta membalas senyuman manis Freya
dua jam berlalu hingga acara penutup pun tiba dan para tamu yang hadir sedikit demi sedikit mulai bubar dan kembali pulang kerumahnya masing-masing tuan Addi masih berbincang hangat bersama dengan mister Tray hingga pandangan tuan Addi beralih kepada putrinya yang memasang raut kesal
" ohh mister Tray terimakasih atas pestanya kami sangat menikmatinya sepertinya aku harus kembali menuju keluargaku terlebih putriku sudah mulai lelah " ucap sopan tuan Addi dan mister Tray mengangguk setuju lalu mempersilahkan tamunya untuk berlalu,Freya bersandar dipundak nyonya Daisy
" sayang " seru tuan Addi membelai rambut Freya dengan lembut dan Freya tentu saja menatap kearah ayahnya itu
" dad apakah kita bisa pulang aku lelah " rengek Freya dengan wajah yang menggemaskannya dan tuan Addi mengangguk cepat karena ia tak tega melihat putrinya seperti itu
akhirnya semua keluarga Derlene berpamitan untuk pulang dan mister Tray mengucapkan banyak terimakasih karena mau ikut memeriahkan pestanya, sepasang mata lelaki memperhatikan Freya sedari tadi
ya kini silver terus menatap kagum kearah Freya, senyum menawan nya tiba-tiba saja terbit disudut bibir indahnya
seorang pria berparas tampan memiliki bola mata hitam dan tajam, alis yang melukis rapi dan tebal sungguh benar-benar memikat hati setiap kaum hawa
tapi sikapnya yang dingin dan kaku terhadap seorang wanita membuat dirinya tak mudah didekati oleh kaum hawa, Silver akan marah jika ada seorang wanita yang terang-terangan menggoda dirinya dan bisa dikatakan terlalu agresif, maka silver akan langsung murka pada saat itu juga
__ADS_1
hingga ia bertemu dengan Freya entah mengapa hatinya mulai menghangat terhadap seorang wanita, ya Freya selalu saja membuat orang-orang disekitarnya jatuh akan pesona dirinya