Freya

Freya
di luar dugaan


__ADS_3

Freya dan ibunya sudah ada di ruang rahasia mereka diam tak bersuara bahkan detak jantung Freya semakin cepat tak karuan dan ibunya ia hanya menampilkan raut wajah tenang nya walaupun tadi nyonya Daisy sempat terkejut dan panik


Freya duduk di sebuah kursi dan nyonya Daisy duduk di kursi yang tepat berada di sampingnya bahkan kepala pelayan seorang wanita paruh baya serta yang lainnya duduk di sebuah kursi panjang, disana sangat terlihat raut wajah kecemasan dalam diri mereka


" mom ? " lirih Freya dan nyonya Daisy segera menatap putrinya dan merengkuh Freya dalam dekapannya " kenapa keluarga kita selalu saja dalam bahaya ? " ucap Freya spontan sontak membuat nyonya Daisy tertegun apakah Freya sudah mengetahui kehidupan masa lalu orang tua nya ? ayahnya yang seorang mantan mafia di masa muda nya ? apakah Freya sudah tau ?


" Freya kau jangan memikirkan hal yang lain nak, mom ada disini bersama mu " ucap nyoba Daisy lembut dan Freya hanya mengangguk patuh lalu detik kemudian ia beranjak dari kursinya " kau kenapa nak ? " ucap nyonya Daisy lagi


" aku akan keluar mom, aku akut dad dan ketiga pria tampan ku terluka " ucap cemas Freya


'' tidak Freya kau jangan keluar, di luar bahaya kita tunggu sampai mereka menemui kita " jelas nyonya Daisy yang memegang tangan Freya


" tapi mom, aku takut terjadi sesuatu dengan mereka " ucap Freya lagi dan detik kemudian Freya melepaskan diri dari genggaman ibunya


nyonya Daisy panik dan segera mengejar Freya bahkan para pelayan pun ikut mengejar majikannya bahkan nyonya Daisy di tahan agar tak kaluar


Freya dengan mudah bisa membuka pintu rahasia itu, dan menutupnya kembali Freya berjalan perlahan sebenarnya ia takut tapi entah kenapa Freya seperti mendapat dorongan yang kuat untuk memberontak


Freya mengintip dari balik tirai jendela dan alangkah terkejutnya terdapat beberapa mayat yang tergelatak di sana serta Freya pun melihat ayahnya dan ketiga kakak nya memegang sebuah senjata di tangan nya masing masing


GREPPP


" hmmmpptt " seseorang membekap Freya dengan tangannya yang kekar Freya memberontak dan berusaha melepaskan diri cengkraman pria asing


" diam ! dan jangan banyak tingkah atau keluargamu akan ku bunuh ! " ucap pria itu yang masih membekap mulut Freya


Freya menurut dan mengikuti kemauan pria asing tak dikenal nya, ia melihat pria itu membuka pintu yang menghubungkan ke luar halaman rumah dimana ayah serta kakak nya berada


pria itu terus menyeret Freya dan melingkarkan tangan nya di pinggang ramping Freya


posisi mereka kini membelakangi anggota keluarga Derlene

__ADS_1


" tuan Addi Derlene " seru pria asing yang masih membekap Freya dan sontak membuat tuan Addi terkejut bahkan ketiga tuan muda Derlene pun ikut terkejut


" Freya, Rahmono ? " ucap tuan Addi terkejut yang melihat Freya dalam cengkraman pihak musuh


" kenapa kau kaget ? wow kau mempunyai seorang putri yang sangat cantik Addi " ucap Rahmono lalu tangannya membelai leher Freya dan menghirup aroma rambut Freya, nafas Adriano maupun yang lainnya menderu tak karuan ketika melihat Freya diperlakukan kurang ajar oleh sosok pria paruh baya seumuran ayahnya


" Rahmono ! lepaskan putri ku dia tidak terlibat sama sekali dengan masalah kita ! " geram tuan Addi dengan mata melotot, detik kemudian Rahmono tertawa sarkas


" awalnya aku ingin membunuh mu Addi, karena kau ! ketua selalu memilih kau menjadi orang kepercayaannya ! dan aku, seakan aku di anak tiri kan oleh ketua dan lainnya Tapi aku berubah fikiran setelah aku mengintai dan melihat putrimu ini " seringai Rahmono yang masih membelai leher serta pipi Freya dengan sensual Alexader yang melihat itu sudah tak tahan lagi ingin mengajar Rahmono sekarang juga


" jangan gegabah tuan muda Derlene ! apa kalian tidak lihat kesayangan kalian yang cantik ini berada di genggaman ku " desis Rahmono tajam singkat membuat tuan Addi bingung bahkan ia mengkode kepada ketiga putranya untuk tidak berbuat sesuatu


" bagaimana jika aku ingin menikahi putrimu ini Addi dan masalah kita selesai " ucap enteng Rahmono sontak membuat Addi derlene geram


" jangan mimpi kau Rahmono ! aku tidak akan menyetujuinya " pekik tuan Addi marah bahkan Freya yang sedari tadi diam ikut menegang ketika melihat ayahnya yang murka seperti itu


" jika begitu kau lebih memilih putrimu mati Addi " ejek Rahmono yang memainkan sebuah belati ditangan kirinya


" lepaskan Freya ! untuk apa kau membekuknya ? apa kau tidak mampu melawan kami, tuan ? " sinis Alfino dan Rahmono menatap tajam Alfino


" jaga mulut sialan mu itu " pekik Rahmono


BUGHHHHHH


AGHHH !!


Freya menendang area sensitif milik Rahmono dengan sangat kuat hingga ia merintih kesakitan dan Freya yang melihat itu langsung saja melepaskan diri dan tanpa sadar Freya merebut sebuah pistol yang terdapat di balik pinggang Rahmono


" Freya " seru tuan Addi dan lainnya karena melihat Freya memegang sebuah pistol di tangannya dan siap menembakkan isi pelurunya


disaat bersamaan nyonya Daisy datang dengan nafas tersengal nya diikuti oleh para pelayan dibelakangnya,

__ADS_1


" ckk.. kau terlihat seksi jika seperti itu Freya ! " sinis Rahmono dengan nada menggodanya


" jangan pernah memanggil namaku dengan mulut kotor mu itu " teriak Freya marah dengan air mata yang mengalir deras bahkan semua orang yang disitu terkejut karena sebelumnya Freya tidak pernah bersikap seperti itu


" apa kau akan menembak ku ? aku yakin gadis seperti mu tidak akan berani " ucap Rahmono menatap Freya


" tidak berani Katamu ? kau salah besar " ucap Freya yang menyunggingkan senyumnya


Freya memposisikan dirinya dan mengarahkan senjatanya tepat di hadapan Rahmono kedua tangannya memegang erat senjata itu matanya menahan seketika


Adriano dan Alexader hanya diam menatap Freya yang bersikap seperti itu sedangkan tuan Addi dan nyonya Daisy panik seketika, Alfino tentu saja ia tidak ingin Freya melakukan hal seperti itu


DORRR


satu tembakan tepat mengenai dada Rahmono semua orang terlonjak kaget Freya benar-benar menembakkan senjatanya dan itu tak main main


" bagaimana tuan ? sudah aku bilang aku berani bahkan sangat berani " ucap Freya walaupun sekarang tubuhnya bergetar bahkan air matanya semakin deras mengalir


" hahaha kau benar ! kau sangat berani, tapi sayang Hanya satu tembakan saja ? ucap Rahmono menantang


" tidak Freya jangan lakukan itu, turunkan senjata itu biar kami yang melakukannya " seru Alexader


DORR DORRR DORRRR


Rahmono terkapar tak berdaya dan tewas seketika, semua orang terkejut bahkan tuan Addi menatap tak percaya


pandangan Freya kosong bagaikan tak bernyawa tubuhnya seketika tak bertenaga bahkan senjata yang ia pegang terlepas begitu saja detik kemudian Freya sudah hilang kesadarannya dengan sigap tuan Addi menopang tubuh putri nya agar tak jatuh ke lantai


" Freya ? bangun nak ya tuhan mengapa seperti ini " lirih tuan Addi.


ketiga tuan muda itu langsung mengerumuni Freya, begitupun dengan nyonya Daisy

__ADS_1


tuan Addi segera membopong tubuh Freya dan membawa ke kamar sedangkan ketiga tuan muda Derlene menyelesaikan kekacauan di mansion dan dibantu anak buah nya yang lain


__ADS_2