
seminggu setelah pesta itu berlaku, Freya kini benar-benar dikawal ketat oleh kedua bodyguardnya Ken dan Kai sempat kewalahan karena ada saja wartawan yang menyamar menjadi mahasiswa demi mengambil gambar Freya dengan berbagai macam cara.
tuan Jerrick pun sudah menempatkan pengawal untuk menjaga Freya dari kejauhan termasuk dua orang yang selalu membuntutinya.
" Ken aku lelah, rasanya aku mengantuk " ucap Freya.
" tidurlah nona, perjalan sampai ke mansion terbilang masih jauh " ucap Ken sopan dan Freya mulai memejamkan matanya secara perlahan hingga ia benar-benar tertidur dengan pulas Ken dan Kai menatap nona mudanya sekilas lalu tersenyum tipis kemudian.
hingga tiga puluh menit berlalu mobil yang dikendarai Kai sudah sampai di mansion utama keluarga Derlene, tetapi Freya masih tertidur Ken melihat kearah garasi ternyata para tuan muda belum kembali ke Mension nya begitupun dengan tuan Addi mau tidak mau Ken mengangkat tubuh Freya dengan hati-hati, sedangkan Kai memanggil seorang pelayan untuk ikut dan menuju kamar Freya.
Freya tampak tak terganggu akan hal itu ia justru tertidur semakin lelap, maid yang bertugas hanya untuk membersihkan kamar Freya dengan sigap membuka kamar nona mudanya dengan hati-hati Ken membaringkan tubuh Freya dengan senyaman mungkin.
" tolong lepaskan sepatunya bi, nanti ia terbangun dan merasa tak nyaman " pesan Ken dan maid itu mengangguk sopan lalu Ken mulai beranjak dan pergi dari kamar nona mudanya.
*****
keesokan harinya seperti biasa Freya akan pergi menuju universitasnya, kini keluarga Derlene sedang sarapan bersama Freya tampak lahap memakan makanan buatan nyonya Daisy.
" dad aku akan pulang terlambat " ucap Freya
" kau akan kemana ? " tanya tuan Addi lembut
" aku akan pergi ke butik untuk membeli beberapa gaun dad " ucap asal Freya dan tuan Addi mengijinkan nya dengan tersenyum lembut dan Freya tampak senang.
" Ken dan Kai akan mengawal mu ? " tanya Alfino dan Freya mengangguk kecil.
Freya telah selesai menghabiskan sarapan nya tak lupa ia mengecup pipi nyonya Daisy dan juga tuan Addi, lalu beralih kepada ketiga lelaki tampan nya.
" aku berangkat " ucap Freya dan semuanya hanya mengangguk pelan dengan sebuah senyuman yang sangat lembut.
mobil yang dikemudikan oleh Kai kini sedang melaju ke sebuah universitas, Freya tampak asyik dengan ponsel di genggaman nya hingga ia tak sadar jika mereka sudah ditempat tujuan.
Freya tampak tersenyum ringan saat Ken menyapanya lalu dengan segera ia menuju kelasnya dan tak sengaja Freya berpapasan dengan Juliana.
__ADS_1
" Kau akan kemana setelah kelas usai ? " tanya Juliana. Freya sedikit berbisik di telinga Juliana dan sukses membuat sahabatnya terkejut bukan main. Lalu tak lama Juliana mengangguk setuju.
hingga waktu sudah pukul dua siang kini Freya Juliana, dan juga kedua bodyguard Freya berada di suatu tempat, tak lama seorang wanita cantik tersenyum kearahnya.
" selamat datang " ucap Shafira lembut dan Freya serta Juliana pun hanya membalas senyuman itu dengan ramah.
Kai dan Ken menunggunya di luar, hingga sudah tiga jam berlalu akan tetapi Freya juga belum keluar, waktu sudah menunjukkan pukul lima sore Ken dan Kai tampak resah dan gelisah.
" apa yang kalian lakukan disini ! " ucap suara bariton seorang pria dengan nada dingin dan datar membuat Ken dan Kai mendongak seketika.
" Tuan Addi " ucap mereka serempak.
" dimana putriku ? " tekan tuan Addi lagi dan Ken serta hanya diam menunduk. Tanpa mau mendengar penjelasan terlebih dahulu tuan Addi langsung masuk dan diikuti oleh beberapa orang di belakangnya.
BRAKKKKKK
Freya, Juliana dan juga Shafira terkejut bukan main terlebih Freya dan Shafira ia tak menyangka jika tuan Addi akan datang secepat ini.
" kau sudah berani membohongi Daddy Freya ! " tekan tuan Addi dan Freya hanya bisa menunduk dan tak berani menatap wajah ayahnya. " katakan kenapa kau berbohong ! " ucap tuan Addi lagi dan Freya semakin takut.
" DIAM ! " teriak tuan Addi membuat Freya menegang seketika.
" Dad " cicit Freya
" pulang sekarang juga " ucap tuan Addi yang menahan amarah dan emosinya, Freya mengangguk pelan lalu tuan Addi menyuruh Ken dan Kai untuk mengantarkan Juliana hingga sampai depan rumah nya sedangkan Freya sudah terlebih dahulu memasuki mobil ayahnya itu.
kini hanya ada tuan Addi dan Shafira yang sama-sama sedang menatap tajam, Shafira tak menyangka jika suami dari putri tuan agung mengetahui hal ini dengan sangat cepat.
" apa yang diinginkan oleh ayah mertuaku ! dan apa maksudnya ini ? mendekati putriku dengan cara seperti ini " tajam tuan Addi dan Shafira hanya diam saja.
" tolong jangan salah paham tuan. Tuan agung hanya menginginkan keselamatan nona Freya selebihnya anda bisa mengunjungi beliau dengan tuan putri Daisy " datar Shafira dan tuan Addi mengembuskan nafasnya kasar lalu berlalu pergi begitu saja.
di dalam mobil Freya tampak cemas, tak lama pintu mobil terbuka dan menampilkan wajah tuan Addi yang datar Freya seketika gugup bukan main.
__ADS_1
mobil mewah itu berjalan dan melaju dengan kecepatan sedang, Freya melirik ke arah ayahnya dan tuan Addi terlihat memejamkan matanya dengan menyandarkan kepalanya.
hingga sampai mansion tuan Addi masih saja bungkam dan Freya semakin tertunduk sedih, nyonya Daisy dan ketiga tuan muda Derlene sudah menunggu kedatangan mereka.
" dad " cicit Freya akhirnya membuka suara karena tak biasa melihat keterbungkaman ayahnya " dad maaf. " hanya itu yang bisa Freya katakan. Nyonya Daisy dan ketiga tuan muda hanya bisa diam dan bingung.
" katakan mengapa kau membohongi Daddy Freya ? " ucap tuan Addi dengan datar.
" maaf.. " Isak Freya akhirnya tangisnya runtuh saat ini, nyonya Daisy bingung seketika.
" ada apa ini ? " bingung nyonya Daisy lagi. Tuan Addy hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan lalu menatap putrinya yang kini tertunduk dan menangis tuan Addi sangat benci ketika melihat air mata putrinya itu.
Freya berhamburan dan memeluk kaki ayahnya membuat semua orang terkejut terlebih tuan Addi. Tangis Freya semakin kencang dengan mengeratkan dekapan nya itu.
" maaf.. aku menyesal telah membohongi Daddy. maaf kan aku dad.. aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi " Isak Freya dan nyonya Daisy segera menghampiri putrinya dan membantunya berdiri. Freya memeluk ibunya dengan erat bahkan menenggelamkan wajahnya disana tatapan nyonya Daisy menajam kepada suaminya itu.
" hiks... hiks.. mom. Katakan pada Daddy jika aku meminta maaf mom " ucap Freya terisak dan nyonya Daisy mengelus punggung Freya dengan lembut.
" Alex antarkan Freya ke dalam kamarnya " titah nyonya Daisy tegas dan Alex mengangguk.
Kini hanya tinggal Adriano, Alfino dan sepasang suami istri yang masih saja bungkam. Tuan Addi menatap lurus dengan pandangan kedepan sedangkan nyonya Daisy bingung dalam bersikap.
" Katakan apa yang terjadi. Dan kenapa putriku menangis. " akhirnya suara nyonya Daisy yang terdengar dingin dan datar itu seolah mampu menusuk gendang telinga ketiga lelaki itu.
****
*Hai-hai para reader ku yang sudah meninggalkan jejak di kolom komentar nya terimakasih banyak untuk kalian, itu artinya kalian mendukung novel kedua owe ini.
Maaf jika sudah dua bulan terakhir ini owe tidak up karena owee fokus ke novel owee yang pertama, Tapi kali ini owe akan coba up meski jadwalnya gak tentu yah readers.
tetap beri owe semangat dengan like, komen dan juga vote 😁🙏
owe sangat berharap jika Novel owe ini banyak diminati. 🙏🙏😊😊
__ADS_1
terimakasih*.