
sesampainya di mansion Freya tampak diam ia tak mempedulikan lagi dress-nya yang basah akibat siraman Karina
" Awas saja akan ku buat wanita itu malu " gerutu Freya saat memasuki mansion.
" nona muda " sapa salah satu maid menyapa Freya, dan Freya hanya bisa tersenyum " ohh.. nona apa yang terjadi ? '' panik maid itu dan tak lama Alfino datang dan berjalan menuju Freya.
" Freya ? " ucap Alfino tapi alangkah terkejutnya ia saat melihat Freya yang terlihat berantakan dengan rambut yang terlihat setengah kering dan basah bahkan dress berwarna merahnya nampak basah dibagian dada. " apa yang terjadi ? " tanya Alfino menatap pada mata Freya meminta penjelasan.
" tidak apa-apa kak. Ini hanya insiden kecil " ucapnya pada Alfino dengan senyum manisnya.
" Ayo aku antar ke dalam kamarmu, nanti kau sakit. Kau ini mudah sekali terkena flu dan demam " ucap Alfino seraya menuntun tangan Freya untuk segera naik ke lantai atas.
Alfino dengan telaten menyiapkan air hangat untuk Freya membersihkan dirinya bahkan Alfino sendiri yang memilih aroma terapi bunga lavender bercampur aroma sabun dengan aroma vanila.
" Freya airnya sudah siap, cepat kau mandi. " ucap Alfino dengan lembut dan Freya mengangguk patuh.
Alfino tampak menatap sekeliling kamar pribadi milik Freya yang terasa sangat girly bahkan dengan aroma yang sama dengan tubuh Freya.
Alfino melihat photo Freya yang sedang tersenyum manis yang terpajang rapi dan besar di dinding kamar nya. Bahkan Alfino bisa melihat beberapa koleksi tas dan sepatu bahkan hills sekalipun yang tersusun rapi di lemari kacanya. Alfino hanya tersenyum geli.
beberapa menit berlalu Freya akhirnya keluar mengunakan jubah mandinya, rambutnya tergerai basah dengan sigap Alfino segera menuntun Freya untuk duduk dan membantu mengeringkan rambut panjang Freya.
" Kak. " seru Freya dan Alfino tampak tersenyum manis " apa Kakak menyayangiku ?" tanya Freya saat Alfino mulai melakukan aktivitasnya.
" tentu saja Freya aku sangat menyayangimu " ucap Alfino dan Freya hanya tersenyum menatap pantulan sosok Alfino di kaca rias nya.
" akupun demikian " ucap Freya lagi.
BRAKKKKKK
Freya terkejut begitupun dengan Alfino bahkan mereka berdua menatap heran pada sosok Alexander yang baru saja muncul dengan mata yang menatap Freya dan Alfino secara bergantian.
" kak Alex ada apa ? " tanya Freya bingung.
__ADS_1
" oh.. tidak..hehe maaf membuatmu terkejut " ucap Alexander masuk lalu duduk di sisi ranjang Freya. Alfino mendengus sebal saat melihat kedatangan Alexander dan tetap melanjutkan aktifitasnya itu.
" kak, apa kak Adriano sudah pulang ? " tanya Freya.
" hai my princess " ucap Adriano tiba-tiba muncul dibalik pintu dengan senyum manisnya " ada apa kau mencari ku " ucap Adriano dan Freya mendesah pelan.
" kak.. Karina " ucap Freya ragu-ragu dan Adriano mengeryitkan darinya seketika.
" Karina ! " ulang Adriano.
" kak aku tidak suka dengan wanita itu. Dia menatapku dengan penuh kebencian bahkan dia mengataiku jalang kecil yang menghangatkan ranjang para pria hidung belang. " gerutu Freya kesal dan ketiga tuan muda itu hanya membelalakkan matanya seketika.
" Berani sekali dia berkata seperti itu " geram Adriano.
" Karina ? " bingung Alfino begitupun dengan Alexander dan Freya sedikit menceritakan tentang Karina baru mereka berdua mengerti dan tentu saja Alexander tak kalah geram.
" kau tenang saja Freya, aku akan menyelesaikan nya untuk mu. " lembut Adriano dengan mengecup pucuk kepala Freya.
" heii.. " sentak Alexander dan Alfino bersamaan.
HACHIMMM
tiba-tiba Freya terkena flu, ketiga tuan muda itu panik seketika dan Freya di buat bingung dengan sikap ketiganya.
" Kau flu ? segeralah minum obat. Aku akan menyuruh maid untuk membuatkan minuman hangat untukmu " ucap Alfino lagi lalu ia keluar dari kamar Freya.
" berbaringlah, kami akan menemanimu di sini " ucap Alexander lembut dan Freya mengangguk tapi sebelum itu ia menuju lemari dan memakai pakaian tidurnya ke sebuah ruangan khusus.
Freya keluar dengan piyama berbulunya dan itu nampak sangat menggemaskan. Freya terbaring dan merebahkan kepalanya di sandaran ranjang.
" apa yang kau beli hari ini ? " tanya Adriano dengan mengangkat kaki Freya dan meletakan di pangkuannya lalu Adriano memijat lembut kaki Freya.
" gaun, dress, sepatu hanya itu saja " ucap Freya lalu dirinya meminta Alexander untuk duduk disampingnya dan Freya merebahkan kepalanya di dada bidang Alexander. "
__ADS_1
tak lama Alfino datang dengan membawa segelas minuman hangat untuk Freya.
" minumlah " seru Alfino dan Freya menurut lalu meminumnya hingga tandas. Freya lalu mendaratkan kepalanya di dada bidang milik Alexander kembali. Adriano dan Alfino hanya bisa menatap Freya dengan Alexander secara bergantian.
Alexander mengusap lembut kepala Freya hingga tak sadar jika Freya sudah tertidur Adriano menyuruh Alexander untuk merebahkan Freya agar lebih nyaman.
Alfino keluar dari kamar pribadi milik Freya karena Freya nya sudah terlelap dan tak lama Adriano dan Alexander pun menyusul.
ketiga tuan muda itu kini sedang berkumpul di ruang keluarga, Alfino menatap datar dengan pandangan lurus ke bawah, ia tak tau dengan wanita yang bernama Karina, jika ia tau maka Alfino sendiri yang memberikannya pelajaran.
Adriano menghungi Ken dan Kai untuk meminta penjelasan mengenai apa yang terjadi pada Freya nya, dan tak lama mereka berdua datang dan menunduk hormat kepada para tuan muda.
" apa yang sebenarnya terjadi pada Freya ? katakan dengan jelas " tegas Adriano.
Ken dan Kai menelan ludahnya kasar karena melihat sosok Adriano yang berbeda dari sebelumya. Akhirnya Ken memilih untuk menceritakan kejadian sesungguhnya termasuk dengan lelaki yang bernama silver.
raut dari ketiga tuan muda itu sudah berubah menjadi dingin dan datar serta sorot matanya tersirat akan kemarahan, pada saat Ken akan berbicara lagi.
tiba-tiba suara nyonya Daisy mengejutkan mereka.
" Mom " seru ketiganya dengan raut wajah bingung sekaligus terkejut.
" Ada apa ? apakah kepulangan mom menganggu kalian? lalu dimana Freya. '' tanya nyonya Daisy dengan mengecup pipi ketiga putranya.
Ken dan Kai pamit undur diri dan Adriano hanya mengangguk mempersilahkannya, Alexander duduk di samping nyonya Daisy dan tak lama tuan Addi datang dengan membawa beberapa paper bag.
Tuan Addi bisa merasakan ada yang di sembunyikan oleh ketiga putranya.Tapi dia diam saja lalu duduk bergabung dengan keluarganya.
" Freya ? dimana ia ? " tanya tuan Addi lagi.
" Freya sedang tidur dad, dia kelelahan " ucap Alexander dan tuan Addi hanya mengangguk saja, tapi nyonya Daisy langsung menuju kamar pribadi Freya untuk memastikan sesuatu.
Freya tidur dengan damai dalam gelungan selimutnya, nyonya Daisy mengelus lembut pucuk kepala Freya yang masih terlihat sedikit lembab karena sehabis keramas.
__ADS_1
Freya terusik, dan bergerak kesana kemari, Nyonya Daisy hanya bisa tersenyum melihat putrinya itu. Tak lama nyonya Daisy melangkah keluar.
" mom " pekik Freya hingga membuat nyonya Daisy terkejut bukan main.