
Dua Minggu telah berlalu selama beberapa hari itu keluarga Derlene telah menyewa seorang dokter ahli untuk merawat Freya dengan luka tembak yang dialami oleh nona muda Derlene. Untung saja kondisi Freya semakin membaik hingga saat ini Freya dinyatakan sangat baik.
Disebuah ruang keluarga para penghuni mansion berkumpul dengan duduk melingkar seraya menghadap kearah nyonya Daisy dan tuan Addi.
" Freya " ucap tuan Addi lembut dan Freya menatap sang ayah dengan senyum manis nya. " Daddy dan mommy ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting tentang kakek mu juga ayah dari mommy mu " ucap tuan Addi lagi dan Freya diam saja namun kepalanya terlihat mengangguk kecil.
" Bicaralah mom. Aku akan mendengarkan nya " lembut Freya menatap nyonya Daisy lekat.
" Dulu saat masih muda mommy jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Daddy. Saat itu pertemuan pertama disebuah toko bunga saat mommy ingin membeli bunga Lily untuk menghiasi kamar yang ku tempati. Sejak awal pertemuan itu seiring berjalan nya waktu mommy selalu bertemu dengan Daddy di luar kastil hanya untuk bertukar kabar dengan sangat manis hingga suatu hari hubungan kami diketahui dan tidak direstui " ucap nyonya Daisy mengingat masa lalu yang begitu sangat menyedihkan " ayah ku tak merestui lelaki pilihan ku karena memandang status dan kedudukan nya " sendu nyonya Daisy seakan tak kuasa menceritakan cerita masa lalu nya. " Aku yang merupakan seorang putri memang tak kuasa untuk menolak setiap perintah ayahku. Namun aku tak bisa mengorbankan cinta dan lelaki yang aku cintai hingga aku memilih takdir yang sulit kala itu. Aku diturunkan dengan cara tidak hormat sebagai seorang putri, mahkota yang saat itu bertengger di kepala ku dilepas oleh ayahku sendiri bahkan dengan tega dia memutuskan hubungan darah diantara kami " ucap nyonya Daisy dengan terisak dan tuan Addi terlihat menatap lurus seraya mengingat kejadian masa dulu.
" Apakah kakek sekejam itu? '' ucap Freya pelan.
" Walaupun kakek mu kejam tapi dia tidak pernah melukai kami anak-anak nya. Hanya saja apa yang menimpa ku dulu tidak sepenuhnya kesalahan ayahku.'' ucap nyonya Daisy lagi. " Hingga saat itu aku keluar dari kastil yang menjadi tempat terindah dalam hidupku, tekad ku sudah bulat jika aku akan memperjuangkan cinta dan lelaki yang aku cintai " ucap nyonya Daisy dengan menatap tuan Addi yang masih berdiam tak berbicara apa-apa.
" Apa mommy pada saat itu tak takut jika Daddy tak memperjuangkan mu kembali mom? " ucap Alfino dengan tatapan menyelidik nya hingga tuan Addi menatap balik pada putra ketiganya itu.
" Tidak! Karena aku yakin Daddy kalian tak akan membuat hati dan hidup ku hancur setelah apa yang aku korbankan '' ucap nyonya Daisy lagi.
__ADS_1
" Mom apakah pada saat itu mommy sangat sedih ? '' tanya Freya dengan sendu dan nyonya Daisy hanya mengangguk saja dengan mengusap air mata yang mengalir.
Siapa yang tak sedih dan merasa sakit hati saat ayahnya lah yang memutuskan hubungan darah diantara mereka yang jelas-jelas mengalir di tubuhnya.
" Lalu sekarang untuk apa kakek datang ? '' sendu Freya lagi dan nyonya Daisy dengan cepat memegang tangan sang putri.
" Freya semua orang pernah melakukan kesalahan termasuk kakek mu. Cerita itu sudah lama dan mommy berusaha untuk damai dan memaafkan semuanya walaupun terasa sulit '' ucap nyonya Daisy tersenyum lembut karena setelah dipikir-pikir apa salah nya jika dirinya memaafkan sang ayah saat ini.
Daisy sangat paham apa yang akan dilakukan oleh seorang pemimpin jika bersangkutan dengan para anak-anak nya. Hanya saja bagi nyonya Daisy yang berhati lembut itu semua tak bisa diterima nya dengan sangat baik, namun sekarang setelah melihat sang ayah dari dekat hati kecil nya tersentuh saat melihat guratan lelah tercetak di wajah lelaki yang dulu sangat tegas dan keras.
Freya segera memeluk sang ibu dan nyonya Daisy balas memeluk bahkan ketiga putranya ikut mendekatkan diri untuk memeluk sang ibu. Nyonya Daisy sangat bersyukur karena memiliki putra dan putri yang begitu luar biasa begutupun dengan tuan Addi.
*********
Tuan agung Jerrick sedang duduk di kursi kebersamaan nya dengan tatapan yang tertuju pada potret mendiang istri sah nya. Seorang wanita yang sangat cantik dan menarik perhatiannya hingga saat ini.
Rasa penyesalan itu semakin menghantam hati dan jiwanya. Jika dulu dirinya menyesal karena telah bermain dengan banyak wanita kini dirinya menyesal karena tak dapat membuat putrinya memaafkan nya.
__ADS_1
CEKLEK
" maaf tuan agung ada kabar gembira untuk anda '' ucap seseorang dengan nada yang terlihat bahagia hingga tuan agung jerrick menoleh dengan rasa penasaran.
" Katakan " ucap tuan agung jerrick dengan rasa penasaran.
" Kami baru saja mendapatkan kabar dari orang suruhan anda yang bertugas menjaga nona Freya jika putri anda beserta keluarganya akan datang ke istana '' ucap nya dan sontak membuat tuan agung jerrick terkejut bukan main.
" Lalu dimana Shafira ? apakah dia tau mengenai hal ini ? '' tanya tuan agung jerrick lagi.Lelaki itu mengangguk membenarkan. '' ahh benarkah? apa ini mimpi ? Jika ya tolong bangunkan aku.." ucapnya lagi.
" Tidak tuan ini nyata.'' ucapnya lagi.
" Jika begitu siapkan pesta penyambutan dan siapkan hidangan terbaik! " ucap tegas tuan agung jerrick dengan nada perintah dan lelaki yang menjadi orang kepercayaan nya dengan cepat dan mengangguk patuh.
Kabar kedatangan putri Daisy bersama dengan keluarganya sontak mendapatkan perhatian hampir seluruh istana ditambah kedua istri putra tuan agung jerrick sangat antusias karena menyambut kedatangan adik ipar perempuan mereka.
Tuan agung jerrick bahkan menyiapkan banyak hidangan mulai dari makanan pembuka hingga makanan penutup dan beberapa desert manis kesukaan nyonya Daisy saat masih tinggal di istana dulu.
__ADS_1