Freya

Freya
episode 6


__ADS_3

freya


sendiri dalam sepi..freya terus melangkah meyusuri jalanan yang sepi


saat itu udaranya sangat dingin, angin terasa berhembus sedikit lebih kencang dan langit pun terlihat mendung.


waktu menunjukan pukul 4 sore freya melihat jam tanganya dan menghela nafas panjang ...


dia melihat ke arah awan dan melihatnya penuh arti


clak....


tiba tiba air menetes pada hidungnya..


dan tak lama hujan pun turun


freya yang saat itu baru saja pulang sekolah langsung berlari kecil mencari tempat untuk berteduh


freya pun sampai di sebuah halte bis..


dia pun berdiri dan melihat ke arah sekitar hujannya sangat lebat..


freya pun membuka switer nya yang basah dan ia pun berdiri ditepi halte..


15 menit berlalu hujan pun masih belum reda malah terasa semakin membesar freya pun melipatkan kedua tanganya karena merasa kedingin sambil trus melihat ke arah jalan berharap ada taxi lewat.


saat freya masih sibuk memperhatikan jalan tiba tiba terlihat dari jauh ada sebuah mobil berwarna hitam perlahan berhenti tepat dihadapannya.


dan tak lama perlahan kaca mobil pun terbuka dan....


" kamu freya kan?" tanya dava sambil sedikit membungkuk dari dalam


ia laki laki yang sekarang berada didalam mobil hitam itu adalah dava.


freya ingat betul kalo laki laki itu adalah dava yang tempo hari di kafe menabraknya dari belakang hingga kopinya tumpah mengenai tanganya.


"ia..." jawab freya sambil tersenyum


" ayoo aku anter " ajak dava


freya yang merasa tidak enak pun langsung menjawab


" gpp ko, makasih gue tunggu taxi ajahh" jawab freya


setelah mendengar jawaban freya pun dava hanya melambaikan tanganya memberi tanda untuk freya menunggu di tempat itu


dava pun kembali melajukan mobilnya dan memarkirkannya di tepi jalan.


tak lama dari kejauhan freya melihat dava keluar mobil sambil membawa jaket untuk menutupi kepalanya.


dia pun berlari kecil mengarah ke arah dimana freya berada.


"hujanya bakalan lama frey.lagian kalau nunggu taxi kapan mau sampai rumahnya ??" ucap dava usai ia berhenti tepat di hadapan freya


" tapi gue ga mau repotin elo" jawab freya dengah bahasa khas remajanya


dava pun tersenyum dan kemudian menarik tangan freya ..


dava memegang tangan freya dan merekapun berlari kecil menuju mobil


buuk...!!


suara pintu mobil dittup


" setidaknya disini lebih nyaman dibanding kan di tempat tadi " ujar dava sambil memasang savety belt pada tubuh freya..


freya yang dari tadi diam pun hanya melihat ke arah dava.


dan kemudian dia membalikan arah pandanganya keluar melalui kaca mobil,dan disana dengan suasana hujan seperti itu freya jadi teringat akan semua kenanganya bersama arga saat hujan..


dan dava yang melihat freya seperti itu hanya tersenyum kilas padanya dan mulai menyalakan mobilnya..


" ko pulang sendiri ?" tanya dava di sela sela keheningan keduanya


" maksudnya ?" tanya balik freya


dava pun masih mengemudikan mobilnya sesekali ia menoleh ke arah kanan dan kiri memastikan bahwa ia aman disana


" ia pacar nya ko ga jemput " jawab dava


dan freya yang mendengar ucapan dava pun langsung tertegun diam


dia menunduk dan melihat tanganya yang masih diperban


dengan tiba tiba tanpa ia sadari telah menetes air dari pelupuk matanya

__ADS_1


dan saat ia sadar tangan kirinya langsung mengusap air matanya itu


dava yang tak sengaja melihat pemandangan itu pun dibuat heran


dalam otaknya dava berpikir apa dia slah ucap yah


" maaf aku sepertinya salah bicara yah" ucap dava


freya diam tapi ia memandang pada wajah dava


lalu ia menggelengkan kepalanya dan tersenyum


" gpl ko, gue baik baik ajah" jawab freya brusaha menegarkan diri .


35 menit sudah .. mereka masih berada di perjalanan tapi hujan masih juga belum berhenti ditambah dengan kemacetan yang sangat panjang membuat freya lelah dan tertidur tanpa sadar.


dava yang melihat pemandangan itu terdiam mmperhatikan wajah freya yang sedang tertidur pulas


" cantik " ucap dava secara tiba tiba


dan saat ia memperhatikan lebih dekat lagi dia melihat ada sisa air mata di ujung mata freya


tak banyak yang bisa dava lakukan selain membenarkan letak kepala freya


tiiìttt.... tiiit.....


dava pun sampai dirumah nya..


dibukanya pintu gerbang oleh mang asep dia adalah asisten di rumahnya dava


mang asep sudah bersama dava dari semenjak dava masih berusia 18 tahun...


dava pun menghentikan mobilnya tepat di depan halaman rumahnya.


sejenak dava menoleh ke arah freya


dia masih saja tertidur pulas


semenjak dari jalan sebelum menuju kerumahnya dava sempat dibuat bingung karena dia tidak tau arah tujuan rumah freya kemana..


dava pun tidak tega jika tadi dia membangunkan freya yang terlihat sangat kelelahan..


dava pun melepas savety belt dari tubuhnya


" astaga ko panas yah" ucap dava pada diri sendiri


dengan cepat dava turun dari mobilnya lalu ia membuka pintu mobil sebelah kiri dan mulai memangku freya ke dalam ..


" mang asep tolong siapin kamar tamu yah " perintah dava pada mang asep


"ia baik mas " jawab mang asep sambil berlari cepat ke kamar tamu


****


perlahan freya di baringkan di atas kasur


dengan sangat hati hati dava menurunkan freya dan menyelimutinya...


" mang asep bisa tolong panggilkan bi sumi sambil sekalian bawa alat untuk kompresan ?" tanya dava


" ia ia bisa mas sebentar saya kedapur dulu" jawab mang asep


" terimaksih mang asep " jawab dava


mang asep pun bergegas pergi ke dapur


dava kembali memperhatikan wajah freya.


dan dalam hening keduanya tiba tiba


" ga ...arga..." gumam freya memanggil nama itu secara tidak sadar .


tak lama bi sumipun datang sambil membawa handuk kecil dan air hangat untuk kompresan


" maaf mas ini airnya sudah siap ?"


dava pun menoleh ke belakang dan muali bangkit dari duduknya


" bi ini teman saya, saya bisa minta tolong di kompresin dulu sebentar?


soalnya saya mau nyari baju buat temn saya sekalian saya juga mau ganti baju" ucap dava


yang saat itu bajunya juga sedikit basah


bi sumi mengangguk kecil

__ADS_1


" ia bisa mas" jawab bi sumi


" terimaksih " jwab dava


dava pun sampai dikamrnya dia bergegas mengganti bajunya dan memilah milih baju di lemarinya untuk freya...


saat dava sibuk mencari baju untuk freya


tiba tiba bi sumi datang mengetuk pintu kamarnya


toktoktok....


suara pintu diketuk


" masuk " suruh dava


tak lama bi sumi pun masuk dan menghampiri dava


" maaf mas ini saya sudah beres mengompres mau digantiin bajunya kapan? " tanya bi sumi


dava yang masih stres memilih baju untuk freya pun terdiam


bis sumi yang melihat tingakah majiknnya sepeti itu pun berusaha memberi ide


" maaf mas kalo saya lancang, daripada mas dava nyari baju baju nya mas dava gaada yang cukup apa sebaiknya temen bapa pake bajunya mba clara dulu.


kebetulan baju baju mba clara yang sesudah dari australia masih ada disini pak.


dava pun kaget dia heran kenapa baju clara 1 koper masih ada dirumahnya..


waktu menunjukan pukul 7 ...


freya yang dari tadi tidur pun kini sudah sadar


.


perlahan freya membuka matanya dan


terbangun .dengan sedikit kepalanya yang masih pusing freya melihat sekelilingnya dalam hatinya ia bertanya dimana dia sebenarnay..


kaget karena ini bukan di kamarnya.


lalu freya bangkit


" gue dimana "?


tanya freya pada dava yang sejak dari tadi ada di sisinya


dava tersenyum ...


"ini dirumah ku"


freya pun melihat kesekelilingnya ...


dan melihat pada dirinya sendiri yang kini sudah mengenakan kemeja putih lengan panjang


" terus ini yang gantiin..."


" itu bi sumi frey..baju kamu basah jadi tadi aku minta bi sumi untuk gantiin baju kamu" jawab dava memotong pembicaraan freya yang belum beres itu...


keduanya pun saling terdiam..


" ywdah sekarang kamu sudah bangun.


lebih baik sekarang kita makan dulu abis itu aku anterin kmu pulang "jawab dava yag lalu berlalu pergi meninggalkna freya


******


ckiiiittt........


suara rem berdenyit


dava pun menghentikan mobilnya tepat di sebuah rumah sedrehana yang bergaya rumah jaman dulu..


tak lama freya turun dari mobilnya lalu keluar..


" sekali lagi trrima kasih banyak.maaf gue udah repotin elo" ucap freya


dava yang berada dalam mobil pun hanya tersenyum


" its ok frey..ok kalo gitu aku pulang yah bye " ucap dava


" freyabpun mengaguk pelan ...dia pun masih berdiri mematung depan rumahnya sambil melihat mobil dava hingga menghilang di ujung jalan


**********

__ADS_1


__ADS_2