
pukul 3 tepat
freya yang saat itu sedang membereskan rumah nya sejenak menghentikan aktivitasnya setelah mendengar suara ketukan pintu rumah nya dari luar..
"siapa si orang lagi repot juga " gumam freya pada diri sendiri
lalu freya melangkah menuju ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang.
cekrek...
suara pintu dibuka ..
namun alangkah kagetnya freya saat melihat orang yang ada di hadapanya sekarang adalah sosok orang yang dulu pernah ia kenal dan bahkan pernah mengisi hari harinya selama 2 tahun..
"arga "ucap freya tidak percaya ...
luka 1 tahun yang sudah freya sembuhkan dengan susah payah kini seolah terbuka lagi karena kehadiran nya disana.
"freya apakabar ?" jawab dava sambil mengulurkan tanganya ke arah freya
freya melihat ke arah tangan nya arga dan menyambutnya pelan uluran tanganya dengan menoleh ke sembarang tempat ..
"baik..ada urusan apa kamu kesini ?"tanya freya sinis
"ada hal yang pengen aku omongin sma kamu "
"omongin apa yah...bukannya urusan kita udah selesai sejak 1 tahun yang lalu" jawab freya sambil mendudukan dirinya di kursi halaman
arga diam..lalu duduk mengikuti freya di sebelahnya
"aku minta maaf"
"udah aku maafin ko.
"aku salah frey"
"gada yang salah disini ga "
"aku nyesel dulu aku udah ninggalin kamu "
"gapapa .. aku cukup ngerti ko "
"tapi frey..."
"apalagi ga....?" tanya freya yang seakan menghentikan perdebatan antara mereka
"aku masih sayang sama kamu .."
teg ...freya diam dan menatap ke arah arga..
jantungnya merasa terhenti ...
mendengar apa yang diucapkan oleh arga barusan.
freya menyunggingkan bibirnya ke atas tersenyum sambil sesekali menggelengkan kepalanya..
"udah yah... kalo kamu kesini buat bicarain hal yang ga penting ..maaf aku gada waktu, aku sibuk " jawab freya sambil berdiri
"tapi ini penting buat aku ya.." tekas arga bangkit dari duduknya
freya melirikan matanya ke kiri dan ke kanan sambil menarik nafasnya dalam dalam dan membuangnya lewat mulut yang sedikit ditiupkan dengan kasar.
"arga ...urusan kita semuanya udah berakhir ..dan yang akhirin itu semua kamu sendiri, kamu lupa."!
__ADS_1
"aku salah ya..aku sadar tolong maafin aku ya.." ucap arga memohon sambil meraih tangan freya
"sori ga aku bener bener gada waktu buat semua ini " ucap freya sambil melangkah ke tepi pintu
"dan kalo emang udah gada urusan lagi aku minta kamu sekrang pergi dari sini ga.. "ucap freya sambil menjulurkan tangnya kearah pagar
arga diam terpaku mendengar ucapan freya yang seakan mengusirnya..
"maaf ga .. aku ga bisa memulai sesuatu yang sudah berakhir " ucap freya melangkah pergi dan menutup pintu rumahnya ...
sedangkan arga yang berada di luar pun haanya diam melihat freya
********
dengan langkah lemas arga pergi meninggalkan halaman rumah freya...
sejenak arga menoleh lagi ke arah pintu freya yang masih tertutup
lalu ia meneruskan langkahnya menuju dimana motornya terparkir...
kini ia telah sampai di depan motornya dengan cepat arga menaiki motornya dan segera menghidupajkn motornya ...
namun aktipitasnya sejenak terhenti karena ia melihat sebuah mobil merci mewah terparkir di halaman rumah freya...
namun tanpa mau berpikir panjang arga pun menancap gasnya meninggalkn rumah freya..
*******
tok..tok..tok...
suara ketukan pintu membuat freya kaget dengan seketika ia mendongkakan wajahnya ke depan..
sejak arga pulang sejak ia menutup pintu dengan keras dan sejak itupula freya masih setia berada menempelkan punggungnya pada pintu...
tok...tok..tok...
lagi lagi terdengar suara ketukan pintu namun skrang sedikit lebih keras..
freya yang berada di dalam pun menarik nafas lalu membuka pintunya kasar.
"aku minta tadi kamu per.....gi-" ucapan freya terhenti seketika saat melihat orang yang kini berada di hadapannya bukanlah arga..
tangan freya serentak langsung menghapus sisa sisa air mata nya yang masih ada di pipi..
dan mulai membenarkan diri dan pakaiannya yang ia rasa cukup berantakan..
"maaf pa .bapa mau cari siapa yah ?" tanya freya halus pada bapa itu.
tak luput dari pandangan freya laki laki itu tersenyum kecil pada freya ..
" kenalkan saya wisnu atmajaya ..boleh saya bertemu dengan freya .." jawab bapa itu sopan
freya membulatkan matanya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal..
" bapa cari saya..saya freya pa " jawab freya terbata bata..
sejenak bapa wisnu melihat freya dengan seksama lalu memberikn senyumanya kembali
" oh kalo begitu boleh saya bicara dengan kamu sebentar ..ada satu hal yang ingin saya bicarakan dengan kamu... "pinta bapa wisnu
freya yang masih kebingungan pun hanya diam dan mengaguk sambil mempwrsilhkan masuk pada bapa wisnu tadi.
beberapa saat kemudian keduanya sudah ada diruangan depan duduk saling beerhadapan membuat freya merasa salah tingkah ..
__ADS_1
muncul banyak pertanyaan di dalam kepalanya sebenarnya siapa dia..kenapa dia mencarinya kenapa dia ingin mengobrol denganya...
ucap batin freya..
"baik maksud kedatangan saya kesini adalah....saya mau membahas masalah dava "
teg ....freya semakin takut saat dia menyebut nama dava.
sebenarnya siapa dia.. kenapa dia kenal dengan dava ....
"i..ia pa ..ada apa yah..maaf sebenernya ada perlu apa yah bapa ketemu saya..
terus kalo boleh tau bapa ini siapa ?"jawab freya kikuk.
" saya adalah ayhnya dari tunangan dava..
aya ayahnya clara ,"
freya langsung diam dia tidak percaya bahwa kini ayahnya clara berada dihadapanya dan entah apa yang akan dibicaraknya..
" terkait soal hubungan kamu sama dava.. sudah sampai sejauh mana..
apa kamu sudah tau sebelumnya abhwa dava sudah memiliki tunangan..?"
"sa ..saaya hmmm sama dava hanya baru saling mengenal satu tahun terakhir pa..
dan maaf sebelumnya saya memang tidak tau soal kalau dava sudah mempunyai tunangan." jawab freya
bapa wisnu itu tersenyumm kecil tidak ada tanda tanda kalau bapa wisnu itu orang
kejam dan orang yang pemarah justru ia jauh terlihat sangat baik..
"saya boleh bicara satu hala sma kamu ?," tanya nya santai....
freya pun hanya diam dan mengaggukan kepalanya menandakan arti setuju
******
beberapa saat kemudian terlihat bapa wisnu itu keluar dari rumah freya
dengan raut wajah nya yang merasa bersalah ia segera memasuki mobilnya dan berlalu pergi meninggalkan rumah freya...
sedangkan disudut ruangan freya hanya diam dan terpaku
melihat ke arah depan pintu dengan sejuta pikiran pikiran yang berkecamuk dalam hatinya
"saya mengerti dengan perasaan kamu...
mungkin ini sedikit terdengar egois..tapi saya mohon hubungan kamu dan dava untuk dihentikan demi anak saya .."
ucapan itu kini terniang terus dalam pikiranya
seolah trus bersuara di dalam telinganya...
air mata freya yang sudah sejak tadi mengenang di pelupuk matanya pun kini trjun bebas di pipinya...
akhirnya freya menyerah pada semua keadaan yang membuatnya lemah saat itu
karena hari itu di hari yang sma freya mendapatkan 2 kejutan yang membuat dirinya kini merasa kecewa dan sedih..
freya mengusap air matanya di pipi menarik rambutnya kebelakang dan menarik nafasnya berat...
lalu ia berdiri dan menutup pintu rumahnya ...
__ADS_1
******