Freya

Freya
dimulai


__ADS_3

" mom " pekik Freya hingga membuat nyonya Daisy terkejut bukan main.


" Freya " ucap nyonya Daisy dan Freya langsung berlari menuju nyonya Daisy dan memeluknya dengan erat. Nyonya Daisy pun balas memeluk tubuh putrinya tak kalah erat.


" Aku merindukanmu mom " manja Freya dan nyonya Daisy hanya terkekeh kecil, lalu mereka turun ke lantai dasar untuk bergabung dengan keluarganya yang lain.


Tuan Addi yang melihat Freya berlari kecil degan cepat menyambut pelukan penuh hangat untuk putrinya, membelai lembut pucuk kepala Freya dan menciumnya sesekali. Manik silver Freya tak sengaja menatap kearah paper bag diatas meja.


" Daddy membawakan sesuatu untuk mu " ucap tuan Addi dan Freya tersenyum dengan mata berbinar lalu Freya segera duduk di sofa tebal nan empuk. Tingkah Freya tak luput dari pandangan kedua orangtuanya.


Freya membiarkan rambut nya tergerai dengan sedikit berantakan, akan tetapi itu membuatnya semakin mempesona ditambah aroma tubuh Freya yang sungguh memabukkan.


ketiga tuan muda hanya bisa diam menatap Freya yang sedang asyik membuka isi paper bag pemberian sang ayah.


" wow sebuah gaun ? " gumam Freya saat ia melihat gaun berwarna putih dengan sangat mewah dan glamor kain nya berbalut sutra yang sangat lembut.


" itu Daddy yang memilih kan nya khusus untuk mu " saut nyonya Daisy dengan memegang rambut Freya lalu merapikannya sedikit agar tidak berantakan. Freya tersenyum lalu berlari memeluk sang ayah dan melabuhkan kecupan sayangnya di pipi lelaki paruh baya itu.


'' Terimakasih dad " ucap Freya tersenyum lembut.


nyonya Daisy pun tak lupa untuk membeli jas mahal untuk ketiga putranya, mereka cukup bingung karena dihadiahkan sebuah pakaian seperti akan menghadiri acara besar saja.


'' Mom... apakah kita akan menghadiri suatu acara yang penting ? " tanya Alexander.


" apakah kalian lupa dengan acara yang diadakan di perusahan kami ? " Picing nyonya Daisy dan ketiga tuan muda itu hanya diam dengan raut wajah bingung terlebih Freya. " pembukaan untuk perhiasan seri terbaru yang akan ditampilkan para model-model ternama " lanjut nyonya Daisy dan ketiga tuan muda hanya mengangguk begitupun dengan Freya.


HACHIMMM


suara itu mengalihkan perhatian semuanya, nyonya Daisy langsung menghampiri putrinya dan menempelkan punggung tangannya ke dahi Freya bahkan hidung nya mulai sedikit memerah.


" kau flu ? " tanya nyonya Daisy memastikan .


" Tidak mom. Entah mengapa hidung ku terasa gatal. " ucap Freya asal


" kau sudah minum obat ? " tanya nyonya Daisy lagi dan Freya mengangguk kecil.

__ADS_1


" Hahkan aku sudah meminum air jahe " saut Freya lagi.


Freya memilih bersandar pada tubuh ayahnya bahkan ia terlihat mengendus-endus dada sang ayah seperti sedang mencari kehangatan, tuan Addi mengelus kepala putrinya dengan penuh kasih, sekilas tuan Addi mengingat tingkah putrinya saat masih kecil dulu yang senang mengendus dadanya seperti ini.


Tuan Addi sangat suka jika putrinya bermanja-manja dengan dirinya karena itu membuat ikatan seorang ayah dan putrinya semakin erat.


" Dad kapan aku di ijinkan untuk membawa mobil sendiri. " rengekan Freya tiba-tiba terdengar dan tuan Addi hanya diam namun belaian di lembut di rambut Freya terhenti.


nyonya Daisy hanya bisa diam saja saat mendengar keinginan putrinya itu begitupun dengan ketiga tuan muda Derlene.


" memangnya kenapa ? apa kau merasa tak nyaman " ucap tuan Addi dengan lembut dan Freya hanya menggeleng saja. " bukankah dengan supir lebih aman dan nyaman ? " tanya tuan Addi lagi


" Aku hanya ingin saja dad, seperti Juliana sahabatku. '' seru Freya dengan raut menggemaskan nya.


" akan Daddy fikirkan " ucap tuan Addi dengan cepat agar Freya tak kembali merengek dan Freya hanya mengangguk saja dengan senyum lebar nya.


*********


" Bagaimana ? apa keadaan cucuku baik-baik saja " tanya tuan Jerrick kepada salah satu orang kepercayaan nya.


" Sejauh ini masih baik-baik saja tuan. Tapi kita tau sendiri jika Addi Derlene mempunyai banyak musuh begitupun dengan ketiga putra angkatnya. Mereka di kelilingi musuh-musuh dalam selimut. Yang saya khawatirkan mereka akan menggunakan nona Freya sebagai umpan " ucap Karim sopan kepada tuan agung Jerrick.


" Awasi cucuku Karim. Ingat jangan sampai kau ketahuan atau posisimu membuat orang lain curiga. Pastikan keselamatan Freya terjamin " dingin tuan agung dan Karim mengangguk patuh lalu pamit undur diri.


Donovan saat ini sedang bersama dengan istrinya dan juga putrinya. Mereka tak pernah tau akan cerita Daisy anak bungsu dari tuan agung Jerrick, bahkan cerita Freya sekalipun.


Tapi akhir-akhir ini kediaman tuan agung menjadi sangat heboh karena kedatangan putri Daisy bahkan istri Donovan pun ikut terkejut pasalnya mereka tinggal di kediaman pribadi milik Donovan tersendiri.


" Apakah mereka sebegitu pentingnya dimata kakek ? " ucap Briana berwajah kesal.


" apa maksud mu Briana ? " ucap Arabella sang ibu sekaligus istri Donovan.


" memangnya mereka siapa ibu ? " kesal Briana dan Arabella menatap tajam sang putri bungsu.


" mereka adalah bibi dan sepupumu. " ucap Donovan tegas dan Briana diam seketika kala sang ayah telah bersuara dengan tegas dan terdengar sangat dingin.

__ADS_1


" Lalu mengapa mereka tidak tinggal disini " ketus Briana lagi seakan ingin terus berusaha mencari tau tentang mereka.


" sudahlah kau masih muda dan tidak akan mengerti. " ucap Arabella sang ibu hingga membuat Briana kesal bukan main. Lalu ia meninggalkan kedua orangtuanya dengan langkah cepat.


Arabella dan Donovan memandang kepergian putri bungsunya, mereka khawatir jika Briana menimbulkan rasa iri dan dengki pada anggota keluarganya.


" Jangan khawatir itu semua tak akan pernah terjadi. " ucap lembut Arabella dan Donovan hanya mengangguk saja memberikan kepercayaan pada sang istri untuk putrinya Brianna.


malam hari telah tiba, anggota kebangsawanan sedang melakukan makan malamnya, terlihat kini Anggota keluarga terlihat ramai karena istri dari Donovan dan juga Darian berada di sini, begitupun dengan putra putri nya.


tuan agung Jerrick datang dengan wajah yang sangat berwibawa membuat semua anggota keluarganya menjadi diam seakan sungkan.


malam itu hanya ada keheningan yang tercipta di meja makan keluarga bangsawan, mereka makan dengan tenang tanpa adanya suara yang menggangu kegiatan mereka.


Darian dan Donovan mengikuti langkah sang ayah menuju ruang kerjanya, setelah acara makan malam bersama usai. Sedang kan Arabella dan Amanda sibuk berbincang ringan di ruang keluarga.


Briana, Cristina dan juga Jonathan sedang duduk bersama dengan secangkir teh yang mempunyai aroma yang begitu khas.


" Kak, apakah kakak sudah tau jika bibi Daisy kembali dan mendatangi kediaman kakek kemarin ? " tanya Briana membuka suara karena sebelumya tidak ada pembicaraan diantara mereka.


" bibi Daisy ? " gumam Cristina bingung.


" Dia adik bungsu dari ayah-ayah kita " ucap Jonathan memberi tahu, Cristina hanya mengangguk-anggukan kepalanya pelan.


" Lalu ? " ucap Cristina menatap adik nya dengan heran.


" Aku dengar bibi Daisy memiliki seorang putri. Dan apakah kakak tau jika kakek mengirim anak buahnya untuk mengawasi putri bibi Daisy " keluh Briana.


" Jadi kakek mempunyai cucu lain di luar sana ? " Picing Cristina dan Briana mengangguk mantap. Tapi tidak dengan Jonathan ia sudah mengetahui hal ini sebelumya dari sang ayah.


terlihat raut ketidaksukaan dari wajah Cristina dan juga Briana, entah apa yang membuat mereka seperti itu bertemu dengan Freya saja belum tapi mereka sudah menanamkan ketidaksukaan nya terhadap sesama anggota keluarga.


......................


Tahap revisi.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, hadiah dan fav yahh


TnQ ❤️❤️


__ADS_2