
mala meta dan rani tertawa gembira
sore itu di kediaman rumah freya mereka berkumpul bersma
setelah satu minggu freya di rawat karena kecelakaan mereka pun berencana merayakan kepulangan freya..
mala sibuk membereskan rumah freya .
meta sibuk memasak untuk makan siang mereka
dan rani sibuk mengurus freya kebutuhan freya
sedangkan freya , dia tidak bisa melakukan apa apa selain duduk di kursi rodanya.
" ran apa gue bakalan bisa jalan lagi?" tanya freya pada rani yang sedang membenarkan perban di kaki freya..
" yah bisa lah frey..loe kan bukanya lumpuh ini tulang loe cuma ada yang retak, cuma perlu waktu buat pemulihan ajah frey.." jawab rani sambil terus menempelkan perban pada luka jaitan kaki freya..
freya terdiam dia hanya bisa tersenyum kecil namun ada rasa yang mengganjal dalam hatinya.
setelah freya sadarkan diri hingga skrg entah kenapa dia terus memikirkan dava..
memikirkan apa yang diceritakan oleh meta padanya tentang dava.
dan ditambah dava tidak pernah mengabari nya lagi...
freya trus menatap ponselnya dengan pikiran yang bercabang kesana kemari.
" loe kenapa?" tanya rani sambil membereskan obat obat freya
" ran gue.... hmmmm... gue ko inget dava terus yah " jawab freya dengan sedikit terbata bata.
rani tersenyum dan mengedip ngedipkan matanya beberapa kali
" gaisssss....akhirnya temen kita ini udah bisa move on " ucap rani berteriak keras..
mala dan meta berhambur berlarian menuju freya .kini mereka berkumpul berempat di ruang keluarga..
" seriusan loe udah ga mikirin lagi tuh cowo brengsek?" tanya mala antusias
freya menoleh ke arah teman temannya...
dia heran...
"hmmmm bagus deh kalo lo udah move on.berarti lo bakalan jadi tunangan beneranya ka dava" ucap meta sambil mencubit pipi freya..
sekali lagi freya dibuat kaget ... apalagi meta mengatakan sesuatu tentang orng yang saat ini ia rindukan...
" tunangan... maksudnya ?" tanya freya pada meta
sejenak meta menaik turunkan alisnya
sambil menebarkan senyuman pada semuanya
" loe semua pada ga tau kan...
gini frey saat elo..masih di ugd dia keliatan bener bener khawatir banget sama loe..
pas dokter keluar ngabarin keadaan loe yang harus cepat cepat di operasi dan nyelsein adm dia ngaku kl loe tuh tunanganya dia.
dan elo tau dia juga yang nungguin loe salama 3 hari ga sadarkan diri... " ucap meta menjelaskan pada semuanya
setelah mendengar penjelasan dari meta ...
tiba tiba ada sesuatu yang terasa aneh di dalam diri freya , perasaan dimana freya ingin berlari dan menemui dava.
tapi freya berfikir lagi... kalo saat ini memang tidak akan mungkin bisa
melihat kondisi freya yang skrg masih belum pulih.
******
di tempat lain dava sangat sibuk sekali dengan pekerjaanya dia bulak balik terus ke sofa diruangannya dan terus balik lagi ke meja kerjanya..
entah harus membereskan beberapa berkas lagi yang jelas 2 hari lagi dava harus mempunyai bahan untuk persentase..
" sayaaaang..." suara itu terdengar dari orang yang kini telah masuk ke dalam ruangannya...
" heyy" dava hanya membalas seperlunya
" tuh kan lagi lagi kamu kaya gitu...
trus ajah aku di cuekin" ucap clara yang kala itu melihat dava sedang sibuk tapi seakan dia tidak mau mengertikan kondisi dava..
tanpa menjawab clara lalu dava mengambil pensil dari mejanya dan menggunakannya untuk menggambar sebuah pola
" dava .... !!!" teriak clara
__ADS_1
namun masih tak ada jawaban dari dava..
" ok kalo gituh... daripada aku cuma dianggap pajangan kamu mending aku pulang !!!"
ucap clara sambil berlalu pergi keluar kantor dava
daV yang melihat kelakuan clara lun hanya diam dan menyimpan pensil nya dengan kassar pada mejanya
dia memegang pinggang kirinya dan tangan kananya mengusap wajahnya sendiri
dalam hati nya kesal dan marah
seakan ia merasa lelah dengan semua sikap dan kelakuan clara..
beberapa jam kemudian dava beres dengan semua pekerjaanya...
waktu sudah menunjukan pukul 8 malam
dava meneguk kopinya yang masih sisa sedikit..
lalu merebahkan diri di sofa panjang kantornya
dia memejamkan matanya,namun dalam bayangannya sekilas wajah freya melintas di pikirannya
dava pun kembali membuka matanya lalu ia mengambil ponsel dari saku celananya ...
ia melihat kalender yang dipasangnya di dekat pintu ia menghitung waktu dan ...ternyata sudah 4 hari dafa tidak menemui freya atau pun menghubunginya.
semenjak kejadian dava yang tanpa sadar mencium bibir freya saat itu juga ia memutuskan untuk tidak menghubungi freya lagi..
karena 1 alasan dia sudah memiliki clara dan sudah bertunangan
dia tidak mau berlarut larut dalam perasaanya yang baru terhadap freya
ia tidak mau freya terluka olehnya apalagi saat itu freya sedang berusaha untuk menata hatinya yang sedang retak ..
tapi pada dasarnya dava pun kalah dengan
hatinya yang tidak mampu membohonginya kalau dihatinya dia memang mulai mencintai freya...
sekilas ada rasa rindu dalam hatinya
dan wajah freya seakan berada di hadapannya.
ia lalu membuka ponselnya dan melihat isi chat dia bersama freya...
****
sedangkan ketiga temannya sudah tertidur karena merasa lelah dengan aktipitas tadi siang ...
drrt..... drrtt....
suara lonsel freya tiba tiba berbunyi
freya meraih ponselnya dari meja sambil mata terus membaca novelnya...
dan saat melihat....
"DAVA CALLING "
matanya langsung membulat dan senyumnya merekah dari bibirnya...
freya menaruh bukunya di meja dan mengangkat telpon masuk dari dava
" hyyy..." sapa freya senang
dava yang mendengar suara mungil freya itu tersenyum
" kamu dimana?" tanya dava
" aku dirumah .. kamu ?" tanya freya..
dava terdiam sejenak dia memikirkan sesuatu dan tak lama meneruskan pembicaraanya lagi ..
" ok kalo gitu tunggu aku yah.. aku kesana" ucap dava lalu mematikan ponselnya tanpa sempat freya menjawab
freya yang dibuat kaget pun hanay diam sambil mandangi ponselnya dan tak lama ia pun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya...
kira kira 30 menit dari pembicaraan mereka tadi di ..
dava pun sampai di depan rumah freya..
dengan cepat freya memutarkan roda kursi rodanya membuka pintu rumahnya dan keluar untuk menghampiri dava
" hy..." sapa dava yang kini sudah berada di halaman depan rumah freya.
" hy " sapa freya saat itu
__ADS_1
"mau di dalem apa diluar ??" tanya freya
dava pun menurunkn badannya lalu bersujud di hadapan freya..
keduanya saling berhadapn
"aku mau ajakin kamu jalan ke taman bentar boleh ?"tanya dava
" malem malem gini.."? freya bertanya seakan tidak yakin
" bentar ajah ko ..abis itu aku bakalan anterin lagi kamu pulang" jawab dava meyakinkan.
dava lun menggaguk pelan ...
setelah ada persetujuan dava mulai bangun dan berjalan ke belakang freya untuk mendorong kursi rodanya...
10 menit kemudian keduanya sampai disebuah taman komplek tidak jauh memang lokasinya masih sekitaran komplek perumahan freya.
disana terdapat air mancur dengan hiasan lampu lampu indah berkelipan..
dengan perlahan dava menghentikan kursi roda freya dengan sangat hati hati...
dan ia pun duduk di bangku yang terbuat dari batu menghadap freya..
" makasih " ucap freya setelah dava beres membenahkan kursi rodanya
dava mengangguk..
" hmmmm kamu kemana ajah ?" tanya freya tiba tiba seakan kata kata itu sudah ia siapkan sejak ia sadar setelah kecelakann itu
" aku ada frey.. aku masih deket kamu" jawab dava
ada yang aneh saat itu dirasakan oleh freya
dava yang hanya diam tanpa bicara apapun hanya diam dan memperhatikan freya..
" kamu kenapa... kasian yah liat aku di kursi roda kaya gini " tanya freya ..
"ssssutt..." hanya itu yang keluar dari mulut dava
perlahan dava memegang kedua bahu freya
dan menatapnya dalam..
freya yang semakin salah tingkah hanya bisa tertunduk dan menyelipkan rambut kirinya ke telinga belakangnya..
" frey aku boleh ngomong sesuatu?" tanya dava yang tanganya masih memegang kedua bahu nya
" ngomong apa" jawab freya pelan hatinya mulai penasaran karena sebelumnya dava memang belum bersikap seperti ini padanya.
dava menunduk sebentar...
" aku sayang kamu frey" ucap dava secara tiba tiba yang sambil mengangkat kepalanya memandang freya..
sontak freya kaget saat mendengar pernyataan dava.
ia tidak pernah mengira bahkan untuk berpikir dava menyukainya pun nyaris tidak pernah.
bibir freya hanya diam dia masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan .
dava yang melihat freya masih terdiam dalam pikirannya pun
dengan tiba tiba ia menghampiri wajah freya mendaratkan bibir nya ke bibir freya yang mungil
ia menciumi bibir bawah freya..
awalnya freya tidak membalas ciumannya namun lama lama freya merasakn getar yang begitu nyata dalam hatinya..
rasa yang sempat hilang dan rapuh oleh arga kini mulai berbunga kembali
ia merasakn ciuman dava mulai bisa membangkitkan hatinya yang telah mati
kini menjadi hidup lagi...
'ia ... rasa itu memang ada ' dalam hatinya berbicara
freya merasakan kalo ia mulai jatuh cinta pada dava...
freya mulai memegang kepala belakang dava ia mulai membalas ciuman dari dava
kini bibir mereka saling berpagutan satu sama lain..
dava pun mulai memeluk freya erat dan terus menciumi bibir freya...
mereka terhanyut dalam perasaan yang sama perasaan yang baru saja tumbuh dalam hatinya masing masing.
****
__ADS_1